"Kamu sih bandel!" ucap Catherine seraya mengalihkan tatapannya dari Devan.
"Iya, iya! Maaf!" ucap Devan tersenyum, lalu melajukan mobilnya menuju Restoran tempat mereka akan makan siang.
"Dev! Boleh aku nanya nggak?" tanya Catherine.
"Tanya saja! Bebas kau mau bertanya apapun padaku, kita sekarang 'kan teman," ucap Devan.
"Memangnya kau mau bertanya apa sih?" Devan melirik Catherine sekilas.
"Aku ... "
"Aku apa?" tanya Devan.
"Apa kamu mau bilang 'Aku cinta mencintaimu, Devan?" ucap Pria itu. Ia menggoda Catherine semakin menjadi
"Ish, kamu itu! Aku pikir kamu tipe orang yang serius dan tidak suka bercanda, tapi ternyata malah sebaliknya," ucap Catherine menggeleng pelan.
"Makanan tanpa garam rasanya hambar, Cath!" ucap Devan.
"Iya, ya, ya!" jawab Catherine malas.
Beberapa menit kemudian Devan dan Catherine kini tiba di Restoran tempat mereka akan makan siang.
Mereka duduk di ruang VIP yang tidak ada seorangpun di dalam sana. Mereka duduk bersebrangan dengan Devan yang tidak pernah mengalihkan tatapannya dari wanita itu.
"Kamu mau bertanya apa sih tadi?" tanya Devan basa basi.
"Bertanya?" tanya apa?" Catherine mengerutkan kening.
"Itu tadi di dalam mobil, katanya kau mau menanyakan sesuatu?" tanya Devan.
"Owh ... " Catherine hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan Devan.
"Cepet katakan!" ucap Devan menunggu pertanyaan dari wanita.
"Sebenarnya aku nggak mau berpura-pura di depan orang tuamu," ucap Cathrtine.
"Kenapa?" tanya Devan mengerutkan kening.
"Aku tidak bisa membohobgi orang tua! Cepat ataupun lambat orang tuamu pasti akan tau kalau kita hanya pura-pura. Lagi pula suamiku kerja di kantormu, kau nanti pasti hanya akan di cap sebagai pebinor meskipun bukan seperti itu keadaannya," ucap Catherine.
"Baiklah, terus bagaimana dengan Tika?" tanya Devan.
"Aku akan tetap berpura-pura di depannya, dan kau tidak perlu memberiku gaji, anggap saja itu bantuan dari teman," ucap Catherine tersenyum.
"Yakin nggak mau gaji 1M?" goda Devan.
"Apakah gaji 1M lebih berharga dari teman?" tanya Catherine.
"Berarti aku berharga dong?" tanya Devan balik seraya menaik turunkan alisnya.
"Mungkin! Lagi pula, itu tak sebanding dengan kerjaanku, aku hanya ingin mengambil gaji yang sesuai dengan keringatku," ucap Catherine.
"Kalau begitu kamu jadi sekretarisku saja!" tawar Devan.
"Maaf, tapi aku sudah punya kerjaan dan sekarang waktunya aku kembali," ucap Catherine seraya melihat jam yang melingkar ditangannya.
"Baiklah, biar aku yang mengantarmu!" ucap Devan.
"Bukankah kau yang menumpang di mobilku?" tanya Catherine tersenyum tipis.
"Eh, iya ya!" ucap Devan sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ya sudah, karena aku baik hati, aku akan mengantarmu ke caffe di seberang kantormu karena aku tidak bisa mengantarmu sampai tujuan," ucap Catherine dengan perasaan bersalah.
"Aku ngerti karena suamimu kerja di kantorku bukan?" tanya Devan.
Catherine tersenyum lalu mengangguk. "Terima kasih?" ucap Catherine.
"Ya sudah, ayo katanya mau pergi!" ucap Devan seraya berdiri dan mengulurkan tangannya pada Catherine.
Catherine berdiri seraya menepukkan tanggannya pada Devan. "Jangan lebay, aku bukan Cinderella," ucapnya. Devan mengembangkan senyumnya, lalu melangkah mendahului Catherine.
Mata semua orang di restaurant itu kini tertuju pada kedua orang yang baru keluar dari ruangan VIP, mereka menatap takjub pada ciptaan Tuhan yang begitu indah dipandang mata.
"Itu Tuan Devan pemilik Galaxy corp bukan? Siapa yang bersamanya? Tumben dia jalan dengan seorang wanita? Biasanya dia selalu bersama sekretaris Roy. Apakah dia kekasihnya?" Bisik orang-orang yang melihat mereka berjalan beriringan.
Catherine merasa tidak nyaman dengan tatapan-tatapan orang yang ada di restoran itu hingga ia memilih menjauh dari Devan dengan berjalan lebih cepat dan mendahului pria tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
flower
/Chuckle//Chuckle/
2025-02-06
0
Wiwin Narsih
lanjut bagus ceritanya
2023-11-13
1
Sur Anastasya
mending sama dengan lnjut tor💪💪💪💪
2023-05-08
0