"Kekasihmu sudah pergi, sana nggak usah deket-deket lagi!" Catherine mendorong tubuh Devan menjauh setelah melihat Tika pergi meninggalkan tempat itu.
"Ya sudah, mana kunci mobilnya? Biar aku yang nyetir!" Devan mengulurkan tangan seraya menatap Catherine kesal.
"Nih!" Catherine menyerahkan kunci mobilnya, lalu melangkah menuju kursi penumpang.
"Kau pikir aku sopir? Duduk di depan!" titah Devan menatap Catherine yang membuka pintu mobil belakang.
Catherine memutar bola matanya malas. Lalu menutup pintu mobilnya kembali dan melangkah membuka pintu depan, duduk di samping kursi kemudi.
Devan tersenyum tipis melihat tingkah Catherine yang terlihat membangkang. Namun, ia juga penurut. Setelah itu Devan juga masuk ke dalam mobil lalu melajukannya dengan kecepatan sedang.
"Cath ... !" panggil Devan seraya menatap Catherine sekilas.
"Hm ... " jawab wanita itu seraya menatap jalanan yang berlalu lalang.
"Bisa nggak sih kamu jangan ha, hm, ha hm, saja?" tanya Devan kesal.
"Terus aku harus jawab apa?" tanya Catherine.
"Masak aku harus jawab gini 'Ada apa, Sayang? Kenapa?" Catherine memutar bola matanya malas.
"Dasar menyebalkan!" umpat Devan.
"Terserah!" jawab Catherine.
"Aku mengajakmu untuk berteman, tapi kenapa sih kamu nggak bersikap layaknya seorang teman?" tanya Devan.
"Kamu hanya menyewaku untuk menjadi kekasih di depan pacar dan orang tuamu, selain di depan mereka, aku berhak ngapain aja semauku!" jawab Catherine datar.
"Ingat ucapnmu ya! Kau menyewaku satu bulan dengan bayaran satu Milyar jadi kalau kau melanggar, maka aku akan bilang tentang hubungan kita yang hanya pura-pura!" ancam Catherine.
"Waw ... tak kusangaka ternyata kau licik juga!" Denvan tersemyum tipis.
"Kau baru tahu? Selain itu aku juga wanita murahan, wanita malam dan aku juga nggak punya harga diri!" ucap Catherine dengan wajah yang tersirat luka.
Deg
Devan menghentikan mobilnya di pinggir jalan, ia terkejut mendengar ucapan Catherine. Ia tahu betul bahwa ucapan-ucapan itu adalah ucapan dari Randa untuknya.
"Jika kau murahan, berarti kau mau menemani tidurku malam ini?" tanya Devan seraya mentap Catherine intens.
"Jangan lancang kamu!" teriak Catherine seraya menatap Devan dengan wajah merah padam.
Mata Catherine mengembun. Namun, sekuat tenga ia menahan air mata itu. Devan yang mengerti dengan keadaan rumah tangga wanita itu, ia langsung melepas sealt beltnya dan mendekati Catherine lalu mengambil kepala wanita itu dan membawanya ke dalam pelukan hangatnya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi dalam hidupmu, tapi percayalah! Aku mau menjadi temanmu dan curahkan kesedihanmu padaku! Jika kau tidak bisa menceritakan tentang masalahmu, maka menangislah dalam pelukanku agar dirimu lebih tenang!" ucap Devan.
Seketika pertahanan Catherine untuk tidak menangis kini runtuh seketika, ia meluapkan segala kesedihannya dengan menangis dalam pelukan Devan.
Wanita itu memang sangat membutuhkan sandaran. Namun, ia tidak mempunyai siapapun selain Randa di negara itu.
Selama satu tahun wanita itu sangat merasa tersiksa karena ia tidak punya siapapun. Namun, pada akhirnya ada seseorang yang baru ia kenal menawarkan sandaran yang sangat ia butuhkan hingga ia nangis terisak-isak dalam dada bidang itu.
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
...TBC...
Assalamuallaikum readersku, Sayang❤
Maaf jika othor suka telat update, tapi jangan pernah bosen ya buat dukung othor!
Tinggalkan jejaknya 😂
Jangan lupa like dan komen ya, Sayang!
Terima kasih sebanyak-banyaknya All
Love you 💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Tri Wuryanti
akhirnya Catherine nangis juga.
2023-05-05
1
Senopati Arya Mada
sabar ya cath....
2023-05-04
0
Alvia Nora
asyik aja dibacanya, lama2 Devan bucin
2023-04-25
1