"Kak, kenapa sih kamu suka jewer telingaku?" ucap Putri seraya memanyunkan bibirnya.
"Kau mau tanggung jawab jika telingaku putus?" tanyanya.
"Kamu itu manja banget, gimana Roy mau tertarik padamu jika kamu selalu bertingkah aneh." Devan memutar bola matanya malas.
"Kamu ngapain sih kesini tiap hari, seharusnya kamu fokus sama kuliahmu, nggak perlu mikir cinta-cintaan!" ucap Devan.
Putri menoleh menatap Devan. "Cie ... cemburu nih ye ...!" ucap Putri seraya mencolek-colek dagu pria itu.
"Hah, cemburu? Ngapain aku cemburu sama bocah ingusan sepertimu?" ucap Devan melirik Putri sekilas.
"Udah ngaku aja, ngaku!" ucap Putri menggoda pria itu.
"Pulang!" titah Devan seraya menatap Putri tajam dengan tangan di pinggang.
"Kak Devan ngusir aku?" tanya Putri cemberut.
"Iya, aku ngusir kamu! Pulang sana!" sentak Devan.
Putri menjauh. "Emang aku perduli?" ucap Putri seraya menjukurkan lidahnya lalu keluar dari ruangan itu.
Setelah beberapa saat kepala gadis itu nongol dari balik pintu yang sudah ditutup. "Aku cuma mau ke ruangan Ayang Roy sebentar, nanti aku gangguin Kak Devan kembali!" ucapnya.
"Dasar nakal!" umpat Devan. Lalu pria itu melanjutkan kerjaannya yang sudah menumpuk.
__________
Sementara di tempat lain, Randa kini pulang ke rumahnya yang ditempati dengan Catherine, ia merasa merindukan istri pertamanya meskipun setiap melihat wajah wanita itu menimbulkan kemarahan yang terkadang tidak bisa terkontrol.
Randa duduk di ruang keluarga setelah sampai di rumah itu, Catherine pun hanya tersenyum melihat kedatangan Randa dan mendekati Randa untuk mengobati rasa rindunya.
"Mas, bolehkah aku minta kamu menemaniku di sini malam ini saja, Mas!" pinta Catherine.
"Apakah kamu masih belum memaafkanku? Aku mohon Mas, ikhlasin apa yang terjadi, aku juga akan ikhlasin kamu menikah lagi," ucap Catherine.
Randa merasa tak tega melihat wajah Catherine yang memelas, pria itu mengingat kenangan-kenangan indahnya dengan Catherine dan ia juga ingat bahwa istrinya tersebut telah banyak berkorban untuk hubungan mereka.
"Baiklah, malam ini aku tidur di sini denganmu dan aku akan berusaha memaafkanmu dan memulai semuanya dari awal," ucap Randa.
"Terima kasih, Mas!" ucap Catherine dengan senyum berbinar.
"Maafkan aku, selama ini aku terlalu sakit hati karena penghianatanmu, sekarang aku memutuskan untuk memaafkan kesalahanmu dan melupakan apa yang terjadi," ucap Randa tersenyum kaku.
"Benarkah, Mas?" tanya Catherine dengan mata berbinar.
Randa tersenyum, lalu mengangguk. "Jangan ulangi lagi, jika kau sampai mengulanginya, tidak akan ada kata maaf lagi bagimu!" ucap Randa.
"Iya, Mas! Aku janji!" ucap Catherine dengan air mata haru karena mendapatkan maaf dari suaminya tersebut.
"Kalau begitu aku mau mandi dulu!" ucap Randa menatap Catherine dengan wajah tanpa amarah.
Catherine mengangguk sambil menghapus air mata harunya. Sementara Randa langsung berdiri dan melangkah menuju kamarnya.
"Apakah aku bermimpi?" Catherine menepuk-nepuk pipinya karena tidak percaya suaminya telah memberi maaf.
"Aku harus segera kabari Devan, aku tidak mau meneruskan sandiwaranya lagi, aku tidak ingin Mas Randa salah faham padaku!" gumam Catherine seraya mencari ponselnya.
"Tapi nanti ajalah, aku tidak ingin membuat Mas Randa kecewa, aku ingin melayaninya dengan baik." Catherine menarik nafas, mencoba menetalkan perasaannya yang terasa berbunga-bunga karena kebahagian yang membuncah.
Wanita itu pun masuk ke dalam kamarnya menyusul Randa, ia sangat bahagia karena ia tidak pernah menerima perlakuan manis selama menikah dengan pria itu.
...🍒🍒🍒🍒🍒...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang ❤
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya untuk othor, Thank you so much 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Nunung Sunarti
lanjutkan ceritanya thor
2023-04-30
1
dian hr
ish males amat ya masih doyan ma randa,dah tau dia celap celup sana sini,diduain pula...hadeuh ampun deh
2023-04-30
1
Wie Yanah
bntr bgt bab y thor
2023-04-25
1