Setelah puas menangis dalam pelukan Devan, Catherine menjauhkan kepalanya dari dekapan pria itu. Lalu mengalihkan tatapannya, menahan rasa malu karena tidak dapat menahan air matanya lagi.
"Ini!" ucap Devan seraya menyerahkan tisu pada wanita itu.
"Terima kasih." Catherine menoleh, lalu menatap tangan Devan seraya mengambil tisu tersebut.
Devan tersenyum. "Jika kau punya masalah, ceritalah padaku! Aku akan menjadi pendengar setiamu, jangan bersedih! Kau lebih cocok menjadi wanita yang angkuh tanpa air mata dari pada menjadi wanita rapuh penuh luka," ucap Devan.
Catherine tersenyum kaku. "Apakah aku bisa percaya padamu?" tanya Catherine menatap Devan dengan tanya.
"Kenapa tidak? Aku lagi bicara serius padamu! Maukah kau menjadi teman baikku?" tawar Devan seraya tersenyum. Lalu mengangkat jari kelingkingnya layaknya anak kecil.
Catherine tersenyum lepas. Lalu mengaitkan jari kelingkingnya pada Devan. "Kita berteman!" ucapnya seraya menatap Devan intens. Begitupun sebaliknya, mereka saling tatap dengan senyuman yang terukir di bibir mereka masing-masing.
"Jangan menangis lagi! Jika kau butuh sandaran, hubungilah aku! Aku akan selalu ada kapanpun kau butuh," ucap Devan.
"Jangan menggombal, aku takut baper hingga aku mencintaimu tanpa sengaja!" ucap Catherine tersenyum tipis.
"Jika dengan gombalan bisa membuatmu mencintaiku, maka aku akan lakukan itu setiap hari dengan sepenuh hati dan jiwaku hingga kau benar-benar tidak bisa lepas dariku," ucap Devan.
"Sudahlah! Sepertinya kau mulai tidak waras!" Catherine mengeleng-gelengkan kepalanya mendengar gombalan Devan.
"Aku tidak waras karena hari ini aku bisa dekat denganmu!" ucap Devan.
"Ya Ampun ...!" seru Catherine jengah.
"Jalan nggak!" ancam Catherine seraya menuding Devan dengan jari telunjuknya.
"Enggak! Aku masih ingin di sini denganmu," jawab Devan seraya menatap wajah Catherine dengan senyum yang mengembang.
"Jalan!"
"Enggak!"
Catherine yang mulai kesal, ia langsung mngegelitiki tubuh Devan hingga pria itu tertawa terbahak-bahak.
"Stop Cath! Stop! ha ha ha ... " ucap Devan dengan tertawa lepas.
"Kamu makin kesini, makin lancang ya! Ini pelajaran bagimu karena selalu mengusiliku!" ucap Catherine mengeratkan giginya.
"Iya, iya aku janji! Aku nggak akan usil lagi!" ucap Devan masih dengan tawanya.
Namun, Catherine terus melanjutkan aksinya dengan Devan yang mencoba menghentikan tangan Catherine yang terus menggerayangi tubuhnya hingga mobil itu bergoyang.
Beberapa menit kemudian Devan tiba-tiba mendekap tubuh Catherine erat hingga wanita terkejut dan mencoba memberontak karena sesak nafas. "Lepas!" teriak Catherine.
"Kau mau berhenti atau tidak?" tanya Devan dengan sisa-sisa tawanya.
"Iya, aku berhenti!" jawab Catherine kesal.
Devan akhirnya melepaskan wanita itu hingga Catherine bisa bernafas dengan lega. Namun, tiba-tiba mobilnya di ketuk oleh seorang polisi.
"Buka pintu mobilnya!" sentak Polisi itu.
Catherine terlihat ketakutan karena melihat polisi tiba-tiba mengetuk pintu mobil tersenut.
Berbeda dengan Catherine, pria itu terlihat santay lalu membuka pintu mobilnya seraya menatap polisi tersebut dengan datar.
"Ada apa?" tanya Devan santay.
Polisi itu terlihat terkejut memgetahui orang yang berada di dalam mobil. "Tuan Devan!" ucapnya.
"Kenapa?" tanya pria itu lagi.
"Maaf, Tuan! Kami tidak tahu kalau Anda yang berada dalam mobil ini, kami kira ada orang yang berbuat mesum dalam mobil ini!" ucap polisi itu.
"Apa?" Devan terkejut mendengar pernyataan polisi tersebut.
"Kami melihat mobil ini bergoyang dari kejauhan. Namun, ternyata kami salah!" jawab polisi itu.
"Maafkan kami mengganggu waktu Anda, Tuan! Kalau begitu kami permisi dulu!"
"Silakan!" ucap Devan.
Polisi itu mengangguk, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
💞Aileen 💞
hhhhh ohh pak polisi 😄😄😄😄😄😄
2023-12-28
1
Lena Sari
hahaaa...Devan kena grebek pak pol.
2023-06-29
1
Tri Wuryanti
keasyikan Catherine....jadi terlena.
2023-05-05
0