"Kak Devan, suruh Roy temani aku makan siang dong!" ucap Putri merengek.
"Tidak boleh! Roy sedang sibuk, kau jangan mengganggunya!" Devan menjawab Putri sambil mengetik sesuatu di laptopnya.
"Kak Devan, please!" ucap Putri memohon dari seberang bangku yang diduduki pria itu.
"Put, lebih baik kamu pergi! Kau kenapa datang ke sini sih? Mengganggu ketenangan saja!" ucap Devan kesal.
"Aku ke sini karena pengen deketan sama Ayang Roy, tapi tadi dia nggak ada di ruangannya," ucap Putri dengan wajah sendu.
"Ayang, Ayang! Kalau masih kecil jangan main Ayang-ayangan! Bukankah aku sudah bilang bahwa Roy sedang sibuk?"
"Dia kemana sih, Kak?" tanya Putri mencoba mengorek informasi dari Devan.
"Dia mengurus keperluan nanti malam, aku ingin mengadakan pesta ulang tahunku dan mengundang semua karyawan kantor tanpa terkecuali," jawab Devan yang masih sibuk dengan laptop dan berkas-berkas yang ada di meja kerjanya.
"Beneran Kak?" tanya Putri dengan mata yang berbinar.
"Iya bener! Kamu jangan bikin ulah ya! Awas saja kalau macam-macam!" ancam Devan.
"Iya, iya! Aku kalem kok, aku kalem!" ucap Putri seraya tersenyum cengengesan.
"Tapi, kita nggak bisa bebas Kak, karena pasti ada orang tua kita yang akan mengawasi kita," ucap Putri sambil memegang dagunya yang bertumpu pada meja kerja Devan.
"Kamu punya rasa takut juga, ternyata! Tadi kamu bilang kalau kamu mau mengungkapkan perasaanmu pada Roy di depan orang tuaku, kenapa sekarang kamu malah takut diawasi?" Devan tersenyum sinis.
"Bukan gitu, Kak! Hanya saja, aku merasa nggak terlalu bisa banyak bergerak jika daddy dan mommyku diundang juga," ucap Putri mencebikkan bibirnya.
"Memangnya aku perduli?" ucap Devan.
"Keterlaluan, kamu Kak!"
"Pokoknya kamu harus bilang sama daddy dan mommy kalau kamu tidak mau dijodohkan denganku!" titah Devan dengan menuding Putri dari jari telunjuknya.
Putri menangkap jari telunjuk Devan dan menjauhkan dari wajahnya. "Iya nanti aku bilang, siapa juga yang mau dijodohkan dengan Kakak, pria bodoh yang nggak bisa move on dari masa lalunya," ucap Putri malas.
"Apa kamu bilang?" ucap Devan mendelik.
"Memang bener 'kan, Kak Devan belum menjalin hubungan lagi karena masih mencintai mantan Kakak?" tuduh Putri.
Devan berdiri dari kursinya dan mendekati Putri lalu menjewer telinga gadis itu. "Anak kecil sok tau!"
"Aw ... aw ... aw ...." teriak putri.
Putri memegang tangan Devan yang melekat di telinganya. "Sakit Kak, sakit ... !" ucap Putri sambil memanyunkan bibirnya setelah Devan melepaskan telinga gadis itu.
"Kak Devan jahat banget sih!" ucap Putri sambil mengelus telinganya yang terasa panas karena ulah pria itu.
"Siapa suruh, kamu nakal!" ucap Devan.
"Ya sudah, aku pergi!" ucap Putri. Lalu gadis itu melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut. "Dasar Om-Om nggak laku!" ucap Putri kembali sambil menjulurkan lidahnya layaknya anak kecil, setelah itu lari meninggalkan ruangan Devan.
"Dasar gadis gila!" umpat Devan memutar bola matanya malas. Lalu pria itu duduk kembali ke kursinya.
_________
"Gimana Mbak, apakah mbak Catherine puas dengan layanan kami?" tanya pelayan salon.
"Puas Mbak," ucap Cathrine seraya melihat pantulan dirinya di cermin.
"Ya sudah, aku mau keluar dulu! Suamiku sudah menungguku di depan!" ucap Catherine pada pelayan tersebut.
"Baik, Mbak! Terima kasih," ucapnya.
"Sama-sama!" jawab Catherine tersenyum pada pelayan toko tersebut.
Catherine melangkah keluar dari salon tersebut, ternyata benar Randa sudah menunggunya.
Saat Catherine mendekati pria itu, suaminya tersebut sampai tidak berkedip melihat kecantikan wanita itu. Namun, setelah Catherine sampai didekatnya, ia tersadar dari lamunannya dan ber dehem untuk menghilangkan rasa groginya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Lienda nasution
aneh aja kami catherin wanita karir kok mau saja ditindas suami ayo...tinggalkan saja suami laknatmu
2023-06-08
1
Dewi Nurmalasari
jangan2 Devan yg uda nidurin Catherine
2023-05-09
0
Rose Winn
ternyata yg menodai cath devan hadeeh dah jodoh dech
2023-04-29
2