Pagi harinya.
Catherine bangun dari tidurnya. Ia tersenyum mengingat mimpinya semalam. "Aku selalu bermimpi seperti itu."
Catherine melihat jam dinding menunjukkan jam 7 pagi. Wanita itu terkejut, ia segera bangkit dari tempat tidurnya.
Ia buru-buru mandi dan bersiap untuk berangkat kerja. "Kenapa aku bangun kesiangan sih? Pasti Bos marah nih!"
Setelah Catherine sudah rapi dengan baju kerjanya, ia melangkah pergi dengan terburu-buru. Akan tetapi, setelah ia sampai di ruang tamu, ia menghentikan langkahnya setelah mendengar suara bariton yang tidak asing lagi baginya.
"Kau tidak masak hari ini?" tanyanya.
Catherine menoleh, ia menatap asal suara tersebut. "Maaf, Mas! Aku pikir kamu nggak akan ke sini lagi karena kamu sudah punya istri lagi," jawab Catherine datar.
"Benar, aku memang punya istri yang lain, tapi dia nggak bisa masak. Setiap hari sebelum berangkat kerja, kau harus menyiapkan makanan terlebih dahulu untukku!" titah Randa. Lalu pria itu melangkah pergi melewati Catherine yang masih berdiri mematung di tempatnya.
Setelah sampai diambang pintu. Randa mengehentikan langkahnya. "Nanti malam, kau bersiap! Aku mau mengajakmu untuk menghadiri acara ulang tahun Presdir perusahaan tempatku bekerja," ucap Randa. Lalu pria itu melanjutkan langkahnya kembali.
Catherine menatap langkah Randa yang mulai menghilang dibalik pintu. "Aku harus pulang cepat! Aku akan pergi ke salon agar wajahku fresh," gumam Cathrine dengan senyum yang mengembang.
__________
"Kau cari tahu tentang wanita ini!" ucap seorang pria yang duduk di kursi kebesarannya sambil menyodorkan sebuah ponsel pada sekretarisnya yang memperlihatkan seorang wanita sederhana yang membuat ia tertarik.
"Dia siapa, Tuan!" tanya Roy pada atasannya.
"Bodoh! Jika aku tau, mana mungkin aku menyuruhmu untuk menyelidikinya," ucap Devan seraya memutar bola matanya malas.
"Baik Tuan!" jawab Roy. Pria itu menundukkan kepala sekilas. Lalu, menatap wajah Tuannya kembali.
"Roy, aku ingin kau segera mendapatkan informasi tentang wanita itu! Besok kau harus sudah mendapatkannya!" titah Devan dengan wajah datarnya.
"Baik, Tuan!" jawab Roy dengan wajah menatap Devan datar juga.
"Bagus!" ucap Devan tersenyum tipis.
"Kalau begitu silahkan kau keluar dulu! Aku mau istirahat!" ucap Devan.
"Baik, Tuan!"
Roy keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Devan sendirian di ruangan itu. Sementara Devan, ia selalu mengingat bayangan-bayangan wanita yang pernah ia temui dan diajaknya kerja sama.
"Kenapa aku bodoh sekali, seharusnya aku menanyakan alamatnya, bukan malah membiarkan dia pergi begitu saja," gumam Devan.
Saat Devan sedang melamun, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan tampaklah wanita yang dianggapnya gila.
"Kak Devan …. !" teriaknya dari ambang pintu.
"Kak Devan kenapa cemberut gitu sih, tiap Putri dateng? Kalau Kakak nggak mau dijodohkan dengan Putri, Putri nanti akan bilang sama Om Brian dan Tante Gracia," ucap Putri tersenyum.
"Kamu mau bilang apa?" tanya Devan menaikkan sebelah alisnya.
"Aku mau bilang kalau aku menyukai sekretaris Kak Devan yang cuek itu!" ucap Putri tanpa basa-basi.
"Kamu itu benar-benar gila, Put!" ucap Devan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kak Devan, bantuin aku deketin dia dong! Please …!" ucap Putri memohon.
"Nggak!" jawab Devan.
"Ya, sudah kalau Kak Devan nggak mau deketin Putri sama Ayang Roy, maka Putri akan menerima perjodohan kita, gimana?" ancam Putri sambil menaik turunkan alisnya.
"Kenapa sih, Om Ryan punya anak se menyebalkan kamu!" ucap Devan kesal.
"Kak Devan tuh yang menyebalkan, cuma tinggal mendekatkan aku dengan Roy aja, ribet banget sih!" ucap Putri memutar bola matanya malas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
宣宣
lo pikir Catherine cuma tukang masak ea Randa....🙄🙄🙄
2023-03-09
2
Muhammad Iqbal
putri mau sama asistennya.
2023-02-15
1
Louisa Janis
🤣🤣🤣
2022-11-11
1