"Dari mana saja, kamu?" tanya Randa menatap Catherine tajam. Pria itu datang menyusul wanita itu ke toilet. Ia terlihat sangat murka setelah melihat Catherine dari arah ruangan VIP di gedung itu.
"Ayo pulang!" Randa menggenggam tangan Catherine erat dan menariknya kasar. Namun, ketika di tempat keramaian, Randa tersenyum seolah-olah tidak apa-apa, begitu pun dengan Catherine.
Setelah sampai di parkiran, pria itu membukakan pintu mobilnya dan ia pun duduk di kursi kemudi. Lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Akan tetapi, begitu sampai di tempat sepi Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga Catherine berteriak histeris, dan Randa pun berhenti mendadak hingga mobil itu berputar-putar di tengah jalan.
"Kenapa? Kau takut? Aku sudah peringatkan padamu, jangan goda orang kaya di kantorku! Tapi kau masih tidak mendengar ku!" sentak Randa.
"Kenapa sih, Mas! Kau selalu menilaiku begitu? Aku tidak menggoda pria di kantormu," ucap Catherine bersimbah air mata.
"Kenapa? Kamu nggak terima? Bukankah sudah ada buktinya kalau kamu itu memang wanita murahan yang nggak punya harga diri?" ucap Randa seraya menatap Catherine rendah.
"Kamu keterlaluan, Mas! Aku pikir cinta kita sangat kuat hingga kamu akan memaafkan ku sebesar apapun kesalahanku. Namun, ternyata aku salah, aku tidak melihat cinta itu lagi dari dirimu," ucap Catherine.
"Cinta? Cinta apa yang kau maksud? Dengan menyerahkan tubuhmu pada orang lain apa itu bisa di bilang cinta? Munafik!" sentak Randa.
"Cukup Mas! Cukup!" teriak Catherine.
"Apa kau bilang? Cukup?" Randa tersenyum sinis, sementara Catherine menangis terisak-isak.
"Tidak! Aku tidak akan pernah merasa cukup sebelum membalas rasa sakitku padamu," ucap Randa.
"Rasa sakit? Satu tahun sudah kau membangun neraka dalam rumah tangga kita, Mas. Lebih sakit yang mana? Aku melakukan perbuatan hina itu karena ketidak sengajaan, sementara kamu? Kamu menyiksa lahir batinku dengan kesadaranmu, Mas!"
"Kau sudah menikah lagi, dan sekarang kau masih bilang belum cukup? Bunuh aku, Mas! Bunuh!" teriak Catherine histeris.
"Aku muak sama kamu!" ucap Randa. Lalu pria itu menurunkan Catherine dari mobil dan masuk ke dalam mobilnya kembali dan melajukan mobil tersebut, meninggalkan Catherine di tempat sepi itu.
"Mas tunggu aku, Mas! Tunggu aku!" teriak Catherine.
Wanita itu mengejar mobil suaminya sambil menangis dan teriak-teriak.
Namun, yang dipanggil tidak menggubrisnya, Randa melajukan mobilnya semakin cepat dan tak memperdulikan teriakan istrinya karena emosi yang meledak-ledak.
Akhirnya Catherine duduk bersimpuh di tanah menatap mobil suaminya yang sudah tidak bisa di jangkau. Ia masih menangis terisak-isak di tengah jalan berharap suaminya kembali. Namun, hingga 10 menit berlalu, Randa tetap tidak kembali.
Catherine pun mencoba berdiri, ia masih menangis terisak di jalan sepi itu. Ia menoleh, tiba-tiba netranya menatap silau lampu yang membuat wanita itu memejamkan mata berharap maut segera menjemputnya.
Tinnnn ...
Catherine merentangkan kedua tangannya. Namun, ia merasa ada yang aneh karena mobil itu masih tidak menabrak dirinya.
"Mau ngapain?" tanya Devan sambil bersedekap dada di depan mobilnya.
Catherine membuka mata perlahan. Ia terkejut melihat orang yang mengajaknya bekerja sama dalam hubungan yang menurutnya aneh. Catherine balik badan untuk menghindari pria itu. Namun, usahanya sia-sia karena Devan mencekal tangan wanita tersebut.
"Lepas!" sentak Catherine.
"Sok angkuh! Ngapain kamu berdiri di tengah jalan?" tanya Devan tersenyum sinis.
"Berdiri di tengah jalan, sambil menangis dan memejamkan matanya sambil merentangkan kedua tangan?" Devan mengelilingi tubuh wanita itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Tri Wuryanti
wanita kuat . kenapa gak minta cerai aja sih Catherine ..kasihan .
2023-05-05
1
Pinka 77
defan kamu kejam.
2023-04-09
0
Prila darma29
udah Catrin nikah ajah sma devan yg suka sma loe, lagian dia kn taunya lo udah nikah jadi aman lah aib lo yg udah gk suci itu.
2023-03-23
1