"Tumben kamu menemui aku, sudah kepikiran mau kerja?" tanya Risa, disela-sela mereka yang tengah menyantap ketoprak sebagai makan siang.
Ketoprak adalah menu favorit makan siang para pekerja di pasar ini, selain harganya yang murah isinya juga lengkap, ada lontong, toge sebagai sayuran dan juga mie putih, lengkap dengan kerupuk. Sangat enak dan juga mengenyangkan.
Semenjak menikah Elma selalu menghabiskan waktunya di rumah, Risa sudah berulang kali mengajak Elma untuk bekerja juga seperti dia.
Selain menghilangkan jenuh, mereka juga bisa membantu ekonomi keluarga. Apalagi saat ini anak-anak mereka sudah cukup besar untuk ditinggal bekerja.
Dan mendengar pertanyaan sang sahabat Elma pun tersenyum kecil. Sebenarnya belum terlintas dalam benaknya untuk mulai bekerja tapi mendengar tawaran itu rasanya juga tak salah untuk mulai mencoba.
"Tapi kerja apa Ris? Aku tidak ahli di semua bidang. Kamu enak, pinter ngomong."
"Bisa atau tidaknya itu tergantung kemauan kita El, mau belajar atau tidak."
Elma tak menjawabi, merasa balasan Risa terlalu benar untuk dibantah.
"Tapi kerja apa?" tanya Elma akhirnya.
"Serius kamu mau kerja? kalau serius biar aku carikan, tapi kalau sekarang ya belum ada."
Elma mengangguk.
"Bagaimana dengan Danu? apa dia akan mengizinkan jika kamu bekerja?" tanya Risa lagi, dia juga mengenal Danu sebagai suami Elma. Risa tidak ingin ajakannya ini nanti malah membuat hubungan Elma dan Danu jadi berselisih. Setahu Risa selama ini Danu juga tidak mengizinkan Elma untuk bekerja.
"Tentang mas Danu nanti biar aku bicara lagi, semoga saja dia mengizinkan." Balas Elma, bicara seolah-olah hubungannya dengan Danu dalam keadaan baik-baik saja.
Namun seperti inilah Elma, dia tidak pernah menceritakan masalah rumah tangganya pada siapapun bahkan tidak dengan Herman dan Lusi, semuanya dia simpan sendiri rapat-rapat. Cukup dia dan Danu yang tahu.
"Bagus deh, kalau suami mu tidak mengizinkan. Aku tidak akan menawarkan mu pekerjaan."
Elma tersenyum kecil, membuat Risa benar-benar tak akan bisa tahu jika sebenarnya dia dan Danu sudah memutuskan untuk berpisah.
Dan teringat akan Danu semakin membuat Elma mantap untuk bekerja.
Saat ini dia sudah memutuskan untuk berpisah dengan Danu, maka Elma tak bisa lagi menggantungkan hidupnya pada pria itu. Mau tidak mau saat ini Elma harus bisa berdiri di kakinya sendiri dan bersandar pada punggungnya sendiri.
Apapun yang dia butuhkan harus bisa dipenuhinya sendiri. Juga tentang Arkan yang harus dia pikirkan bagaimana nanti.
Setelah Arkan lulus, sang anak akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA yang pasti biayanya akan semakin mahal.
Memikirkan itu semua membuat Elma semakin mantap untuk segera bekerja. Apapun itu akan dia lakukan untuk hidupnya dan sang anak.
"El, maaf ya aku tidak bisa menemani kamu. Aku harus kembali bekerja," ucap Risa setelah mereka selesai makan siang bersama.
Kini Risa dan Elma tengah berjalan kembali ke toko baju.
"Aku yang harusnya meminta maaf Ris, Kedatangan ku membuat mu tambah repot."
"Iya," balas Risa dengan terkekeh, membuat Elma juga ikut tertawa pelan.
"Aku akan segera kabari kamu kalau ada lowongan kerja."
"Iya Ris, aku tunggu kabar baiknya."
Setelah bersepakat, mereka pun berpisah. Risa masuk ke dalam toko baju dan kembali bekerja sementara Elma memutuskan untuk langsung pulang.
Pulang dengan perasaan yang lebih tenang dan seperti menemukan tujuan hidupnya yang baru.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Dewa Rana
Elma terlalu tertutup
2025-01-30
0
andi hastutty
Iya mending kerja biar tau suamimu kerja bukan selingkuh
2024-08-19
0
Alanna Th
aib klgq sie sdh dketahui org, mrk lht sendiri swamiq sering brdua dg wil-nya d tmpt" umum
2024-07-29
0