Selesai Danu makan, Elma masih termenung di tempatnya duduk. Saat ini hati dan pikirannya sedang berkecamuk, tentang hati yang selalu condong untuk mengasihani Danu dan tentang otak yang selalu melihat realita.
Bukan satu bulan atau 2 bulan Danu tidak pernah memberinya slip gaji, tapi hampir 2 tahun ini. Dengan alasan yang tak pernah jelas.
Dan semenjak tidak ada slip gaji itu, Danu juga jadi bekerja gila-gilaan, seolah dia sedang menghidupi orang lain selain Elma dan Arkan.
Kembali ingat akan hal itu membuat Elma membuang nafasnya pelan, kemudian bangkit dan segera membereskan piring kotor milik Danu. Membawanya ke dapur tanpa mengucap sepatah kata pun pada pria itu.
Pria yang kini sudah dibencinya, sangat benci.
Ketika Elma kembali ke dalam kamar, dilihatnya Danu sudah merebahkan tubuh diatas ranjang.
Elma segera mematikan lampu dan ikut berbaring pula.
Lalu tidur dengan memunggungi Danu.
Hening.
Hanya ada satu kata itu, sampai akhirnya Danu lebih dulu buka suara.
"El, besok pagi opa pasti akan mengajak kita bicara. Kamu maunya bagaimana?" tanya Danu, dia yang sudah sangat lelah bicara pelan sekali. Matanya juga lumayan sayu, sudah mengantuk.
Tapi tentang hal ini rasanya harus dia bicarakan dulu dengan Elma. Karena sejak dulu mereka berdua memang tidak pernah menceritakan apapun tentang masalah rumah tangga pada Herman dan Lusi.
Mendengar itu Elma malah dibuat bingung sendiri, karena dia bingung harus memulai darimana untuk menceritakan semua pada kedua orang tuanya.
Menutupi tentang niat perpisahan ini pun rasanya tak baik. Karena nantinya Herman, Lusi dan Arkan juga akan tahu.
"Kita katakan saja yang sebenarnya, bahwa aku dan kamu sudah sepakat untuk berpisah. Tentang alasannya cukup kita berdua yang tahu."
Danu terdiam, merasakan hatinya yang seperti disiram air panas ketika mendengar itu. Dia tahu pembicaraan seperti ini akan membuat luka di hatinya dan Elma.
Karena itulah dia ingin menyudahi semuanya. Memutus semua hubungan yang sudah tak baik lagi.
Benang yang menghubungkan mereka sudah sangat kusut, tak pernah menemukan ujung untuk melerai satu sama lain.
"Baiklah," jawab Danu singkat.
Elma diam, tidak lagi menanggapi. Sampai hening kembali mengambil alih dan Elma mendengar lebih dulu suara dengkuran halus milik Danu.
Mendengar itu selalu saja berhasil membuat Elma merasa semakin kesal.
Wanita berusia 34 tahun yang masih terlihat cantik ini pun menutup telinganya rapat dan coba memejamkan mata.
Pagi datang.
Elma bangun lebih dulu dan membantu sang ibu di dapur.
Arkan juga sudah bangun dan mulai bersiap untuk sekolah.
Tak lama kemudian Danu juga terbangun, melihat jam di dinding sudah jam setengah 6 pagi. Dia pun segera bergegas mandi dan memberekan semua barang-barang. Baju kotornya pun dia bawa pulang, dibungkus menggunakan plastik hitam yang sudah dia siapkan sebelumnya.
Dan setelah semuanya beres Danu langsung membawa tas itu keluar, agar nanti tidak lagi kembali masuk ke dalam kamar ini.
Herman yang sudah duduk di ruang tengah sambil minum kopi dan melihat sang menantu keluar membawa tas itu entah kenapa hatinya bersedih.
"Nu, ini teh mu," ucap Herman, memanggil agar Danu duduk di sampingnya.
"Diminum, mumpung masih hangat. Tadi Elma yang buat."
"Iya Opa."
"Bagaimana perkerjaan mu? lancar?"
Danu mengangguk, Herman lantas mengelus punggung Danu pelan.
"Jaman sekarang cari pekerjaan sulit, jadi bersyukur saja bagaimanapun perkerjaan mu saat ini. Meski tiap hari pulang malam, yang penting anak dan istri kenyang," ucap Herman dengan terkekeh, Danu pun mengukir senyum tipis.
Tak lama kemudian Arkan datang, Herman langsung meminta sang cucu untuk ke dapur karena susu milik Arkan ada di meja makan.
Tapi sebelum Arkan benar-benar pergi, Herman meminta tolong agar nanti Elma di panggil kemari.
"Ada apa Opa?" tanya Elma, dia langsung datang setelah mendapat pesan dari Arkan.
"Duduk lah, ada yang ingin opa bicarakan."
Deg! jantung Elma seketika bergemuruh Hebat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Yeni Fitriani
paling sedih ketika pasangan yg sejatinya msh saling mencintai tp harus berpisah hany karna mis komunikasi 😭😭
2025-03-02
0
andi hastutty
Smoga mereka dapat titik tengah yg berujung baik baik saja
2024-08-19
0
himmy pratama
ya baguslah klo bpk nya mau ikut menyemarakkan masalah rumah tangga anak nya yg Uda di ujung tanduk..ya mmg seharusnya bgt..Ben Ndang bar
2024-03-31
2