Malam ini, Elma tidak hanya sendiri menunggu kepulangan Danu.
Herman dan Lusi juga ikut menemani. Herman duduk di sofa ruang tengah sambil menyeduh kopi miliknya. Sementara Lusi dan Elma tidur di karpet bawah sambil menggunakan selimut agar tidak dingin.
Malam ini hujan memang tidak turun, tapi hujan siang tadi menjadikan malam ini terasa begitu dingin.
Mereka bertiga menonton acara di tv. Sementara Arkan sudah tidur di dalam kamarnya sendiri.
Tepat jam 11 malam terdengar suara motor memasuki halaman rumah. Elma yang begitu menghapal suara motor itu pun langsung bergegas bangun. Sedikit berlari untuk segera membuka pintu.
Dan benar saja, itu adalah motor suaminya. Dilihat oleh Elma, Danu yang sudah tidak membawa koper. Tapi tas ranselnya terlihat sedikit lebih menggelembung, mungkin Danu hanya membawa 1 baju ganti, pikir Elma.
"Mas, ini di rumah Opa. Aku mohon bersikaplah seolah kita baik-baik saja," bisik Elma, kalimat itulah yang pertama kali Elma ucapkan. Karena dia sangat takut kedua orang tuanya akan semakin cemas andai tahu mereka sedang bertengkar.
Bahkan sudah mengambil keputusan untuk berpisah.
Danu tidak menanggapi, dia hanya membuang nafasnya pelan.
Niat Elma dia akan menceritakan semuanya disaat dia dan Danu berpisah nanti, jadi tak akan ada banyak perdebatan.
Elma lantas mengambil tas milik Danu dan dia yang membawanya masuk, Danu pun mengikuti.
Sampai di dalam Danu memberi salam pada Herman dan Lusi, kedua orang tua itupun segera meminta Danu untuk beristirahat. Tidak perlu ada pembicaraan di malam yang sudah larut ini.
Herman yakin Danu juga lelah.
"El, buatkan minuman untuk Danu, teh hangat. Ambilkan makan juga, makan di kamar juga tidak apa," jelas Lusi pada sang anak, sebelum mereka semua berpisah.
"Iya Oma," jawab Elma singkat.
Setelahnya Elma dan Danu masuk ke dalam kamar mereka di rumah ini. Elma membuka tas suaminya dan mengeluarkan baju ganti, ada baju tidur dan juga seragam untuk kerja besok. Elma keluarkan semua dan dia letakkan di atas meja.
"Mas elap dulu badannya, biar aku ambilkan makanan," ucap Elma, bicara tanpa menatap Danu dan langsung pergi keluar.
Di dapur ternyata masih ada Lusi, dia sedang menghangatkan sayur sore tadi.
"Danu mandi?" tanya Lusi saat melihat Elma datang.
"Iya Oma."
"Kamu buat teh nya dulu."
Elma mengangguk.
Saat semuanya sudah tersaji di atas nampan, Elma langsung membawanya masuk ke dalam kamar.
Saat itu juga Danu baru keluar dari dalam kamar mandi. Hanya menggunakan handuk untuk melilit tubuhnya.
Elma yang melihat itu biasa saja, tak merasa canggung sedikitpun. setelah meletakkan nampan di atas meja, dia juga memberikan handuknya yang tergantung di dinding untuk Danu mengeringkan rambut.
"Cepat pakai baju, setelah itu makan dan tidur," jelas Elma dengan suara yang ketus.
Elma duduk di tepi ranjang.
"Kenapa kamu dan Arkan bisa di rumah opa?" tanya Danu, dia mulai memakai baju.
"Siang tadi hujan, jadi opa yang jemput Arkan. Aku kesini, niatnya juga cuma sebentar tapi malah di suruh menginap."
Danu mulai duduk di kursi dan menyeduh teh hangat itu. Membuat perutnya yang sedikit kembung jadi lebih nyaman.
Setelahnya Danu makan, sementara Elma hanya terus menyaksikan. Dilihatnya Danu yang menghabiskan semua makanan itu, padahal dia kira tadi Danu tidak akan mampu menghabiskannya.
Apa kamu belum makan malam? batin Elma, mulai menerka-nerka dengan hati yang tak nyaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Yeni Fitriani
jd pelajaran utk para reader...ambil himahnya dr cerita novel ini.....bg para suami selelah apapun pekerjaanmu di luar sana jgn lupa komunikasi bersama istri itu penting....dan utk istri setelah apapun jg kerjamu menunggu di rmh tetaplah berpikir positif pd sang suami dan berusahalah utk bersikap manis didepan suami termasuk siapkan makan dan minum utk suami ketika suami pulang kerja.
2025-03-02
0
elly tedy
baca ini aja dulu kisah ortua baru lnjut lagi kisah anak-anak biar nyambung kisahnya
2025-02-13
0
N Wage
kurang komunikasi
2024-11-24
0