Terima kasih masih setia
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading yah..
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
London, Inggris ...
Seorang gadis belia berusia enam belas tahun baru saja terbangun dari tidurnya.
Waktu masih menunjukkan dini hari, namun gadis tersebut memang harus bangun dijam tersebut, pada musim semi yang sedang bergulir di Inggris saat ini, untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat atas kepercayaan yang dianutnya.
Meskipun mata gadis tersebut masih dirasa agak berat, namun alarm pada jam digital di atas nakas samping tempat tidurnya sudah berbunyi tanpa jeda, bahkan masih berbunyi meski ia sudah membuka mata. Waktu pada jam digital yang sedang gadis belia itu matikan alarmnya menunjukkan hampir jam tiga pagi.
Berhubung London sedang musim semi, jadi waktu Subuh pada salah satu kota besar di Inggris yang memiliki sebutan sebagai Kota Asap karena Revolusi Industri yang terjadi di kota tersebut, memang menjadi sangat pagi sekali.
“Good early morning, my future husband! ( Selamat pagi yang sangat dini, suami masa depanku! ) ....”
Gadis belia itu berkata pada foto yang terbingkai dalam sebuah figura yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya.
Foto seorang pria muda yang terbingkai indah dan dapat dikatakan adalah pria matang itu, kemudian dikecupnya dengan antusias.
“Val ga sabar, mau ketemu Kak Kafeel lagi! ....”
Valera, adalah si gadis belia itu.
Gadis belia yang jatuh hati pada seorang pria yang meskipun dapat dikatakan sebagai pria muda, namun usianya terpaut cukup jauh dengan Val.
“Tunggu Val datang ya, My Beloved Kak Kafeel! ....” Lalu Val kecup lagi foto yang terbingkai oleh pigura nan indah itu, dan dipeluknya sebentar.
Kegiatan yang rutin Val lakukan setiap kali ia bangun dari tidurnya, selain membaca doa bangun tidur. Baru kemudian Val beringsut dari tempat tidur.
♥♥♥
“Good early morning Rery!....”
Valera menyapa dengan bersemangat salah satu saudaranya yang berpapasan dengannya saat ia keluar dari kamarnya.
Saudara lelaki Val yang lebih muda usia darinya itu mengangkat alisnya saat berpapasan dengan Val, ketika remaja pria anak bungsu dari sepasang induk bebek dan entog, eh anak bungsu dari sepasang Dad dan Mom-nya Val yang lain. Yang hendak berjalan menuju kamar Val dan memang akan membangunkan salah satu saudarinya itu.
Melihat salah satu saudarinya itu, Rery , saudara lelaki yang lebih muda dari Val itu dengan cepat berceletuk ria pada Val yang kini sudah berada di hadapannya. “Tumben sekali, sudah bangun sebelum aku ketuk dengan sangat keras pintu kamar kamu....”
“Mulai hari ini kamu atau siapapun tidak perlu menggedor kamar aku untuk membangunkan aku ibadah Shubuh, Rery .... aku pasti akan bangun dengan sendirinya!” tukas Val.
“Oh ya? ....” tanggap Rery.
“Iya!”
“Baguslah kalau begitu....”
“Sholehah kan aku?!”
“Kalau sholehah itu ibadahnya ga bolong-bolong .... Pakaian juga diperhatikan ....”
“Duh, mulai deh Rery pagi-pagi udah ceramah!....” tukas Val. Lalu ia melenggang santai menuju lift yang berada di lantai tiga mansion tempat mereka tinggal lebih banyaknya selama ini.
“Kalau diberi tahu!....” sungut Rery pada saudari perempuannya yang berusia lebih tua darinya, namun sikapnya malah macam dibawah usianya
“Aku tidak mau di-beri-tahu!....” timpal Val. “Aku maunya di-beri-Kak-Kafeel saja!”
Lalu Val terkekeh sendiri. Sementara Rery yang berada dibelakang Val untuk masuk ke dalam lift hanya geleng-geleng saja pada satu saudari lebih tuanya itu, yang benar-benar sudah tergila-gila pada seorang pria matang seusia Abang Varen, bernama Kafeel Adiwangsa.
♥♥♥
“Good morning, Kiddos! ....”
Satu Papa Italia yang sudah empat hari menginap di Mansion Utama keluarga The Adjieran Smith, menyapa tiga muda mudi belia yang datang bersamaan ke ruang makan saat waktu sarapan tiba.
“Good morning, Papa, Mama, Gamma, Gappa ....” sapa tiga muda mudi belia yang baru saja menyambangi ruang makan utama Mansion tersebut.
Val, Rery dan Ann membalas sapaan seorang pria yang dipanggil Papa oleh ketiganya, dan para saudara saudari mereka yang lain juga. Papa Lucca, ayah kandungnya Ann.
Val, Rery dan Ann tidak hanya membalas sapaan Papa Lucca, tetapi juga membalas sapaan ketiga orang lainnya yang berada di ruang makan saat ini, yang tadi Val, Rery dan Ann sebutkan.
Hanya ada sepasang orang tua dan sepasang kakek nenek saja yang menemani Val, Rery dan Ann sarapan di Mansion Utama pagi ini.
Dua orang tua lainnya, serta satu nenek sedang berada di Mansion pribadi mereka masing-masing, dan baru akan bergabung untuk menginap di Mansion Utama nanti malam.
“Apa kalian akan ikut Poppa dan Momma ke Indo besok?” Itu Gamma yang bertanya pada tiga muda mudi belia, tiga dari banyak cucu-cucunya dan Gappa.
“Pasti dong!”
Tentu saja Val yang bersemangat untuk menjawab pertanyaan Gamma barusan itu.
“Jika menyangkut pergi ke Indo, rasanya Gamma tidak perlu bertanya jika ada Val, Gam..”
Itu Rery yang kemudian menukas setelah Val menyahut dengan bersemangat menjawab pertanyaan Gamma.
“Betul sekali!” sambar Val.
“Pastinya betul..”
Dengan segera juga Rery menimpali.
“Jika sudah menyangkut urusan pergi ke Indo dan itu sudah pasti berhubungan dengan Kak Kafeel, tidak akan mungkin kamu menolak Val.” sambung Rery.
“Ahahaha... Rery pintar sekali!”
Mendengar kalimat Rery, Val segera tertawa dengan renyahnya.
“Kamu memang saudara lelaki yang pengertian, adikku Rery... Sini aku cium pipinya!”
Dan dengan konyolnya, Val langsung saja mendekati Rery dengan bibir bimoli, dan satu kecupan ia layangkan dengan cepat, tanpa Rery sempat menghindar.
“Eewwgghh!”
Rery dengan segera juga menyeka pipinya dengan ekspresi geli, dan membuat semua orang yang melihat interaksinya dengan Val itu sontak tertawa.
♥♥♥
Keesokan harinya ....
“Kak Kafeel tunggu Val yang cute dan menggemaskan serta cantik luar biasa ini datang menghampirimu lagi yaaaaa???? ...”
Val yang sangat bersemangat itu berbicara pada foto dalam figura di atas nakas samping tempat tidurnya dengan wajah yang terhias senyuman lebar, kala ia sedang bersiap-siap untuk bertolak ke Indo, Jekardah lebih tepatnya.
Hari ini Val akan bertolak ke Jakarta bersama Rery, Ann serta sepasang orang tua dari banyak pasang orang tua Val dalam lingkup keluarganya.
Inggris sedang berada di musim semi, jadi anak sekolah memiliki hari libur mereka di musim tersebut, yang juga bertepatan dengan liburan per tiga bulan.
Tidak hanya sepasang orang tua yang akan pergi bersama Val, Rery dan Ann ke Indo, tapi juga Gappa, Gamma dan Oma Anye akan ikut serta. Karena kakek dan dua nenek itu, tidak akan menyiakan waktu mereka untuk berkumpul bersama para cucu-cucu mereka jika memang ada kesempatan untuk berkumpul kala cucu-cucunya itu lengkap.
Begitu juga dengan para orang tua yang memiliki kesibukannya masing-masing.
Jika anak-anak mereka memiliki waktu liburan sekolah, seperti halnya para kakek dan nenek, mereka akan meluangkan waktu mereka untuk ikut berkumpul.
Hal yang sudah menjadi ketetapan tidak tertulis dalam keluarga mereka, dimana keluarga adalah yang nomor satu, terlepas dari diri mereka sebagai manusia dan umat.
Jadi para Dad dan Mom yang berada di London, akan bertolak ke Jekardah, demi berkumpul bersama dengan lengkap dimana kesempatan sedang ada.
Hal yang sama juga akan dilakukan oleh mereka yang berdomisili di Jakarta, apabila anak-anak yang bersekolah disana sedang dalam masa liburan, mereka akan bertolak ke London, untuk menyambangi keluarga yang ada di Kota Asap tersebut.
Atau jika saat liburan besar tiba, maka liburan besar-besaran, yakni liburan tahunan pastinya akan diselenggarakan.
“Eh, Val,” panggil salah seorang Moms dari sekian Mom yang Val punya. Momma.
Yang sudah berada di dalam pesawat jet pribadi milik Poppa bersama dengan yang punya pesawat, berikut Val, Rery, Ann, Gamma, Gappa dan Oma Anye dan sudah berada di udara menuju Jakarta, Indonesia.
Dua pasang orang tua lainnya akan menyusul esok hari.
“Ya, Mom?” sahut Val.
“Val memang beneran suka sama Kak Kafeel?”
“Cinta Momma!” jawab Val cepat.
“Eumm, kalo ternyata Kak Kafeel ga punya perasaan yang sama gimana?”
“Akan Val buat dia punya!”
“Ga boleh maksain perasaan orang tahu Val!”
Itu Rery yang nyeletuk.
“Tak akan kulepas walau Kak Kafeel lepas terus!”
Val melirik pada Poppa sambil nyengir dengan lebarnya.
“Ya kan Pop?!”
“Tak akan kulepas meski kau mau melepas, lah!”
Poppa meralat jargon miliknya yang disebutkan Val, tapi kurang tepat itu.
“Yaaa kan Kak Kafeel masih belum aku ikat Pop, jadi lepas terus!” celoteh Val.
Poppa memutar bola matanya malas, sama seperti halnya Rery. Sementara Momma cekikikan bersama Ann.
Dan Val sendiri cengengesan.
‘Tapi kedatanganku ke Jakarta kali ini, untuk memastikan kalau aku akan mengikat Kak Kafeel!’
Monolog Val dalam hatinya.
‘Kak Kafeel, persiapkan dirimu yah!’
♥♥♥
Jakarta, Indonesia ....
Val kini sudah berada di Perusahaan Keluarganya, yang merupakan cabang utama dari Perusahaan Pusat yang berada di London, Inggris.
“Kak Kafeel!” Suara ceria dan sedikit nyaring terdengar menggema di lobi Perusahaan Utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta itu.
Val datang bersama Kak Drea, dan Kak Via, karena Kak Tan-Tan juga sedang berada di Perusahaan Utama yang berada di Jakarta.
“Udah pake lotion Ka? ....”
Itu Kak Tan-Tan yang nyeletuk.
“Lotion untuk? ....” tanya Kafeel.
“Tuh, bentar lagi ditempelin ulet bulu ....”
Seperti biasa Kak Tan-Tan punya banyak stok celetukan.
Kafeel dan Varen pun terkekeh selepas mendengar celetukan Tan-Tan barusan sembari kepalanya menunjuk pada Val yang sudah berjalan mendekat pada mereka.
“Hey, Val yang cantik dan menggemaskan,” ucap Kafeel yang memang sedang berjalan di area dalam lobi bersama sang Bos berikut sahabatnya, yakni Abang Varen juga bersama Kak Tan-Tan.
Dimana Abang Varen memutar bola matanya malas, melihat kelakuan sang adik kandung yang terlalu menggebu-gebu jika sudah berhadapan dengan Kafeel.
“Kak Kafeel. Val miss you so much!....” Dan tanpa ragu Val berhambur ke pelukan Kafeel, yang seperti selalunya akan tersenyum lebar menanggapi tingkah laku Val.
Kafeel tidak pernah merasa terganggu pada tingkah polah Val padanya, meski ya itu, seperti kata Nathan, kalau setiap kali bertemu, Val akan menempel padanya bak ulat bulu.
“I miss you too, Cute Val ....”
Kafeel menyahut dan mendekap juga Val sejenak, lalu mengacak pelan rambut Val yang tersenyum sok imut padanya.
Walau tidak perlu di-imut-imutin begitu juga, memang Val itu imut-imut wajahnya. Sesuai dengan yang Kafeel selalu katakan berdasarkan kenyataan, menyebut Val dengan ‘Val Yang Cantik Dan Menggemaskan’.
Suasana di lobi Perusahaan The Adjieran Smith yang berada di Jakarta itu, sedang ramai karena memang sudah jam makan siang.
“Kak Kafeel!” panggil Val.
“Ya Val?” sahut Kafeel.
“Satu satu ditambah dua, dua dua dikurang tiga....”
Dimana kening Kafeel berkerut, termasuk para kakaknya Val.
“Apa sih?!”
Itu Varen yang nyeletuk.
“Ih Abang, orang aku bicara sama Kak Kafeel!”
Val mencebik, dan Varen memutar bola matanya malas.
Sementara Andrea, Nathan dan Via mendengus geli.
Lalu Val kembali lagi menatap pada Kafeel, dengan lagi tersenyum sok imut.
“Tadi Val bilang apa? ....” tanya Kafeel.
“Kak Kafeel dengarkan ini baik-baik yah.”
Val langsung berucap dan Kafeel mengangguk.
“Satu satu ditambah dua, dua dua dikurang tiga....”
Val kembali mengulang kalimatnya.
“Aku dan kamu hidup bersama. Sekarang, esok dan selamanya!”
Eyyaa ....
( kalo ada penonton bayaran )
“Demi apa ....”
Para kakak bergumam kompak, pasalnya suara Val cukup nyaring untuk didengar mereka yang berada tak jauh dari ke enam orang tersebut.
“Kak Kafeel! Ayo Kita Pacaran Mulai Dari Sekarang! Tahun depan kita menikah!”
♥♥♥♥♥♥
To be continue ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 695 Episodes
Comments
Ana
val 😅😅😅 kamu pede banget
duh apa ya kira-kira jawaban ka kafeel 🙈
kalau akhirnya bikin val sakit hati gimana 😟
next ka🥰 semangat 💪
2022-06-30
0
shantyka
apa kafael sdh punya pacar trus mau nikah ya val kok sampai nangisnya ya mak
2022-06-29
0
nurzakiah2107 herni
please makk, buat val sama kafeel
2022-06-29
0