THREE MINDS
(Tiga Pikiran)♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading yah..
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Terima kasih masih setia
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Angkasa Raya...
‘Sial sekali aku harus melihat wajah mengesalkan si sadboy selama belasan jam ke depan!’
Ada batin yang sedang bersungut sembari melirik sinis ke arah serong kirinya.
Siapa lagi kalau bukan batinnya si Judes, Mika.
Dimana sosok si sadboy yang Mika bilang itu, sedang mengobrol ria dengan Valera.
♥♥
“Ciee ... Kompak nih yeee” Valera dengan cepat mengeluarkan selorohan isengnya saat Arya dan Mika sama-sama bangkit dari duduk mereka.
“Apa sih Val? .. Ngobrol melulu sama orang rese, jadi keikutan rese ..”
Mika melirik sebal pada Valera yang barusan meledeknya itu, sekaligus mengeluarkan cibiran dari mulut judesnya.
Sementara Arya mendengus geli saja sembari menatap Mika.
“Ih gitu aja sewot,” Seloroh Val lagi.
“Ck,” Mika men-decakkan lidahnya atas selorohan Valera tersebut.
Lalu Mika melirik pada Arya. Lirikan sinis tentu saja.
Kapan memangnya Mika tidak terlihat sinis pada Arya?.
♥♥
“Lagian ngapain lo ikut-ikutan berdiri juga?!”
Mika pun bertanya dengan sinis juga pada Arya.
“Hamba mau ke toilet wahai Nona Muda Mikaela Finn Adjieran Smith....”
“Ck!”
Mika berdecak kecil lalu mengayunkan langkahnya untuk pergi dari hadapan Arya dan Valera yang cengengesan.
“Nah Nona Muda Mikaela mau ngapain? ...”
“Bukan urusan lo!”
♥♥
Mika berjalan di depan Arya selepas mereka berdua sudah bangkit dan menjauh dari tempat duduk mereka dalam jet pribadi The Adjieran Smith.
“Dek Mika mau ke toilet juga? ..”
Arya kembali menggoda Mika yang berjalan di depannya itu.
Namun Mika enggan menanggapi pertanyaan Arya yang menurutnya adalah sebuah keisengan yang selalunya membuat Mika sebal.
Dan memang iya, Arya memang iseng orangnya. Terlebih pada Mika, yang ia tahu dengan sangat jelas betapa sentimennya gadis itu padanya.
Mika hendak memasuki salah satu kamar dalam jet tersebut, dan Arya memang sengaja mengekorinya hingga sampai Mika berbalik dan mendelik tajam padanya.
“Ngapain lo ngikutin gue?!”
Mika pun berucap sinis pada Arya.
“Kan gue bilang kalo gue mau ke toilet?..”
“Eh sadboy! Kamar disini tuh banyak ya!” seru Mika.
Arya cengengesan.
“Lo pake kamar mandi di kamar lain. Ini kamar mau gue pake!”
“Dek Mika mau ke kamar mandi juga toh?” ucap Arya seraya bertanya dengan jahil.
Mika sudah membuka satu pintu kamar yang berada di lantai dua pesawat jet milik keluarganya itu, saat celetukan Arya yang garing di telinga Mika itu ia dengar.
“Daripada gue harus duduk hadap-hadapan sama lo sepanjang perjalanan sampai ke Indo yang mana masih lama, mendingan gue tidur!” balas Mika sarkastik.
Mika pun langsung mengayunkan langkahnya untuk masuk ke dalam kamar yang sudah ia buka pintunya itu.
“Eemmm, mau di empok-empok ga? ..” Goda Arya.
Tak ayal lagi, Mika pun langsung melotot tajam pada Arya yang barusan melontarkan kalimat godaan padanya, serta masih berdiri di depan pintu kamar yang sudah Mika masuki tersebut.
“Dasar sadboy cabul!!!”
Blam!
Mika pun dengan cepat menutup pintu kamar dengan keras di depan Arya, yang orangnya langsung tertawa puas telah lagi sukses menggoda Mika sampai membuat gadis belia itu kesal padanya.
Sementara itu Mika langsung menggerutu panjang gegara keisengan Arya beberapa detik yang lalu, didalam kamar yang baru saja ia masuki tersebut.
“Mimpi apa gue semalam sampai harus tertimpa sial pergi ke Indo dan satu pesawat sama itu sadboy super menyebalkan?!” gerutu Mika sembari melepas jaketnya. “Lebih baik gue tidur disini hingga sampai nanti, daripada harus ngeliatin muka itu cowo sok kegantengan!”
♥♥
Jakarta, Indonesia ...
“You don’t want to stop by at our Mansion, Arya?”
(Kamu tidak ingin mampir dulu ke Kediaman kami, Arya?)
“Tidak Gappa, terima kasih...”
Arya menjawab sopan pada Gappa yang menawarkan Arya untuk mampir terlebih dahulu ke Kediaman Utama keluarganya yang berada di Jakarta, saat mereka telah turun dari jet pribadi yang mereka berdua tumpangi bersama Gamma, Oma, Mika dan Val.
“Ini juga sudah malam dan kalian pasti langsung mau istirahat, kan?” sambung Arya.
“Bagus deh kalau paham ...” Mika menggumam dengan sangat pelan, sembari tersenyum miring.
“Ya sudah kalau memang kamu tidak mau menginap di Kediaman Utama kami malam ini”
Gamma bersuara.
Mika menyunggingkan senyum tipisnya, karena merasa berhasil membuat Arya tidak jadi menginap di Kediaman Utama mereka.
“Kamu ikut di mobil yang Mika dan Val tumpangi, biar kamu diantar oleh supir mereka terlebih dahulu ke rumah kamu ...” titah Gamma.
Dimana Mika segera menoleh cepat dan mendelik tajam setelah mendengar ucapan Gamma barusan.
“What?! ( Apa?! )” sekaligus Mika memekik tajam.
♥♥
Setelah ucapan Gamma di bandara bahwasanya Arya akan menumpangi mobil yang sama dengan Mika dan Val, Mika tidak bisa bersikap selain pasrah saja pada keputusan Gamma.
Perintah Gamma adalah titah Kanjeng Ibu Suri yang sulit untuk diganggu gugat, apalagi kalau sudah disertai pelototan. Bahkan kadang Gappa juga harus tunduk pada Gamma jika ada sesuatu hal yang membuat Gappa terpojok, yah macam para Dad Mika dan saudara-saudarinya kurang lebih.
Nampak dingin, angkuh, galak, bahkan beberapa orang tertentu menganggap para Hot Daddies di Klan Adjieran Smith itu adalah sosok yang kejam, tetap saja jika ada hal yang memojokkan para Dad, kekuasaan hakiki akan berpindah kepada para Mom yang bisa membuat para Dad macam anak kucing yang patuh, selain gelendotan.
**
Mika hanya bisa berpasrah ria karena harus kembali berdekatan dengan Arya yang ia tidak sukai itu.
Setelah belasan jam berada dalam pesawat yang sama dan duduk berhadapan meski hanya sebentar, kini harus lagi berada satu mobil dengan Arya.
Karena sesuai titah Kanjeng Ibu Suri Gamma, Arya harus diantarkan dengan selamat hingga sampai ke rumah keluarganya, yang berada satu arah menuju kediaman utama keluarga Mika di Jakarta.
Jadi ya sudah, Mika pasrah saja kalau harus berada dalam satu mobil bersama Arya.
Sementara Val tak henti-hentinya tersenyum geli melihat kesebalan Mika yang Val sudah pastikan, jika si Mika itu sedang menggerutu dalam hatinya karena harus satu mobil dengan Arya.
‘Pasti jengkel dia!.. haha sukurin!.. lagian sentimen sama Kak Arya ga hilang-hilang’
Valera membatin geli sendiri.
‘Nanti Aphrodite merapalkan mantra ke hatinya, lalu jatuh cinta sama Kak Arya, nah tahu rasa si Mika ..’
Dan Val pun cekikikan dalam hati, saking membayangkan jika Mika mengejar-ngejar Arya seperti dirinya yang sedang mengejar-ngejar cintanya Kafeel.
‘Ah inget Aphrodite, jadi inget AA Kaf kesayangan aku... kangen kan?’ Batin Val yang kini mengingat pujaan hatinya.
Yang membuat Valera jadi mesem-mesem sendiri. Dan kepalanya kini sudah dipenuhi oleh pesona seorang pria matang bernama Kafeel Adiwangsa.
‘Demi Kak Kaf nih, Val rela bolak-balik London Jakarta asal Val kangen mau lihat wajah Kak Kaf langsung! ....’
Dan angan Val melayang pada satu subjek yang selalu memenuhi ruang di kepala dan hatinya, sembari memejamkan mata dan mendekap ponsel miliknya, dimana ada wajah Kafeel yang menjadi latar belakang layar ponselnya Val.
♥♥
Author’s POV ...
Hening,
Suasana dalam mobil yang ditumpangi oleh Mika dan Val, berikut Arya di dalamnya.
Tiga orang tersebut larut dalam pikirannya masing-masing.
Mika yang masih merasa sebal karena harus bersama dengan Arya dalam satu mobil, memilih mendengarkan musik dari ponselnya dengan menyumpal kedua telinganya dengan head set.
Dan Val, sedang memejamkan matanya.
Sementara Arya, memperhatikan dua gadis yang sedang bersamanya itu.
Dua gadis usia belia yang sama cantiknya, namun berbanding terbalik sifat dan kelakuannya.
Dua gadis dari keluarga yang memperlakukannya, berikut keluarga Arya dengan sangat baik.
Bahkan Arya kadang merasa tak enak sendiri, mendapat banyak perhatian dari keluarga dua gadis yang sedang bersamanya saat ini.
Sebuah keluarga yang Arya kenal sejak ia masih kecil, yang menganggap Arya berikut keluarganya, sekaligus memperlakukan mereka selayaknya keluarga.
Bahkan tak jarang, terkadang Arya dan kakak lelakinya yang bernama Sony, mendapatkan barang-barang yang sama dimiliki oleh para pewaris resmi keluarga tersebut.
Tapi meski begitu, Arya adalah seorang yang tahu diri.
Arya dan sang kakak tidak pernah sekalipun meminta – istilahnya, pada keluarga dari dua gadis yang sedang bersamanya saat ini.
Arya sebenarnya juga berasal dari keluarga yang terbilang mampu dan cukup berada.
Almarhum kakek Arya adalah salah satu sahabat Gappa, dan dulunya adalah seorang petinggi yang sangat dihormati dan disegani di Negeri tempat kelahirannya.
Negeri tempat Arya menghabiskan sebagian besar hidupnya yang kembali ia sambangi lagi saat ini, yang sudah jarang-jarang Arya kunjungi semenjak ia berkuliah di Luar Negeri.
Dan almarhum kakek Arya, memang juga berasal dari keluarga yang cukup berada, hingga Arya sudah merasakan hidup yang layak sedari ia lahir ke dunia.
Namun sebagaimana berada nya keluarga Arya, dan hitungannya berada dalam kelas sosial yang sama dengan keluarga dua gadis muda yang sedang bersamanya ini dalam kelas masyarakat, tetap saja Arya merasa keluarganya tak sebanding dengan sebuah keluarga dari Dinasti yang bernama ‘The Adjieran Smith’.
Sebuah keluarga yang punya dua ‘naga’ di dalamnya.
Selain kekayaan yang tak terhingga.
Jadi di mata Arya, keluarganya dan keluarga dari Dinasti The Adjieran Smith, itu jauh bedanya.
Meski hal itu tidak pernah ditunjukkan oleh keluarga dari Dinasti yang bersangkutan pada Arya dan keluarganya.
Bahkan boleh dibilang, Arya dan Sony diberikan hak untuk mendapatkan fasilitas yang sama dengan para pewaris resmi dari Dinasti The Adjieran Smith oleh keluarga tersebut.
Arya hanya tinggal minta saja jika dia mau, begitupun Sony, kakak lelaki Arya. Mungkin, jika Arya atau sang kakak rasanya tidak tahu malu dan tidak tahu diri, pasti macam-macam hal sudah ia dan Sony minta dari keluarga tersebut.
Namun ya itu, Arya tahu diri, masih tahu malu. Jika ada hadiah yang diberikan padanya atau Sony oleh keluarga yang Arya kagumi dan hormati itu, Arya dan Sony tidak akan sok munafik untuk menolaknya. Hanya saja, untuk meminta terlebih dahulu, tidak pernah.
Biar cukup petakilan seperti dua pewaris dalam Dinasti The Adjieran Smith, yakni Nathan dan Aro, Arya ga enakan orangnya.
Ya seperti sekarang ini, sudah diajak pulang bersama ke Indo dengan jet pribadi milik keluarga tersebut diatas, sekarang diantar pula hingga selamat sampai ke tempat tinggalnya. Jangan juga lupakan fasilitas lainnya jika Arya memang mau meminta.
Bahkan setelah tahu jika Arya akan menetap di London selama beberapa waktu ke depan untuk berkuliah dan bekerja, tawaran untuk tinggal di Mansion mewah dan megah milik keluarga dari Dinasti The Adjieran Smith di London, telah sampai padanya dari Gappa.
Author’s POV ...
**
‘Ngomong-ngomong, kalo gue terima tawaran Gappa untuk tinggal di Mansion Utama mereka yang ada di London, nih bocil judes kek apa reaksinya ya??’
Arya membatin sembari melirik Mika yang duduk anteng di kursi penumpang depan dalam mobil yang sedang Arya tumpangi bersama Mika dan Val itu.
‘Pasti kesel setengah mampus itu si Mika nanti ...’ Batin Arya lagi. ‘Jadi penasaran gue!’ Kekeh Arya dalam hatinya. ‘Seru kayaknya.’
‘Aku harus cari cara agar aku tidak kembali ke London dalam satu pesawat sama itu si Sadboy!’ Sementara itu Mika juga sedang membatin dalam hatinya.
Lain Arya dan Mika, lain juga isi otak dan hati Valera.
‘Ini sih, aku harus menegaskan lagi perasaanku ke Kak Kaf!’
Yak, muncul lagi tekad Valera, yang disertai sebuah rencana di otak cantiknya diantara banyaknya rencana yang bisa ia punya kalau sudah berhubungan dengan si AA Kafeel kesayangan Val.
**
To be continue ..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 695 Episodes
Comments
Ana
kalau bareng serumah udah macam tom and Jerry pasti Arya 🤣🤣🤣🤣🤣
kamu mah iseng ada pikiran nerima tawaran gappa 🤣
2022-06-18
0
nurzakiah2107 herni
next thoorr
2022-06-15
0