Happy reading yah ..
♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Ada sebuah ungkapan,
Cinta itu anugerah.
Iya anugerah, bagi yang bisa mendapatkannya.
Tapi jika ada yang harus merasakan luka atas cinta, apa masih dapat dikatakan sebagai anugerah?.
♥♥♥
Jakarta, Indonesia ...
“Jangan seperti ini Val ....”
Itu Ann, yang sedang merengkuh tubuh yang bergetar menahan tangis.
Tidak hanya Ann yang sedang merengkuh tubuh yang bergetar itu, namun salah satu kakak angkatnya, juga ikut memeluk tubuh yang sedang bergetar menahan tangis agar tak pecah, namun isakan tetap terdengar.
Dan, tidak hanya ada kedua orang itu saja yang berada bersama gadis yang wajahnya sangat sembab, dengan tubuh yang masih bergetar dan terisak lirih.
Ada Alvarend, Nathan, Via, Isha, Aro dan Rery yang mengelilingi si gadis yang nampak sangat bersedih itu..
Bahkan Aina dan Ares pun ada, ikut menemani salah satu kakak mereka yang nampak begitu terluka dan sedih tak terkira.
Para saudara-saudari Ann, yakni kumpulan kakak beradik yang disatukan oleh sebuah ikatan diluar ikatan darah.
Meskipun ada beberapa diantaranya yang memang sedarah.
“Sa-kit ...”
Itu Valera, adik kandungnya Alvarend alias Abang Varen.
“Sa-kit .. A,bang... Hati Val sak-kiittt....”
Yang terisak pedih sembari memukul dadanya.
“Menangislah. Luapkan saja semua, sampai kamu merasa lega ...”
Varen berkata lirih, sembari merengkuh Valera yang punggungnya ia sandarkan didada bidangnya.
“Aku disini, kami semua disini bersamamu ....”
Dimana isakan Valera yang tertahan itu kemudian luruh, pecah menjadi sebuah tangisan yang menyayat hati para saudara-saudarinya.
Dan Alvarend mengeratkan rengkuhannya pada si adik kandung, saat merasakan lengannya sudah sangat basah oleh airmata Valera yang wajahnya sudah tertempel di lengan kokoh si Abang yang merengkuhnya itu.
“Jangan menangis Val .... Jika kamu menangis, kami juga ikut menangis ...” Itu Mika, yang duduk bersila dihadapan Valera yang terisak luruh di rengkuhan Abang Varen yang kini sedang menciumi pucuk kepala adik kandungnya itu.
Mata Mika juga sudah berkaca-kaca melihat kondisi Valera yang nampak sangat terluka saat ini.
Tidak hanya Mika, tapi semua saudarinya juga sudah berkaca-kaca melihat Valera, karena merasakan kesedihan salah satu saudari mereka itu.
“Aku sakit melihatnya seperti ini, Hon..” Itu Mommy Ara.
Yang berkata lirih dalam rengkuhan Daddy R, yang kini sedang berdiri bersamanya di ambang pintu kamar Valera.
Melihat betapa sedang terlukanya anak kandung mereka saat ini.
“Akupun sakit, Babe..” Sahut Daddy R yang suaranya juga terdengar lirih melihat kondisi anak bungsu kandung mereka, yang tak habis-habis menangis.
Tak hanya dua orang tua kandung Valera saja yang mencelos dadanya melihat kondisi Valera saat ini, tapi semua orang tua yang kebetulan memang sedang berkumpul di Jakarta, karena ada salah seorang tetua yang sedang sakit.
“Apa ga ada yang bisa kita lakukan, Kak?..” Itu Momma, ibu kandungnya Andrea dan Rery yang berucap dengan menatap sendu ke tempat dimana Valera berada.
“Mau bagaimana lagi Little F?..” Lirih Daddy R.
“Nyesek tau ga Kak, liat Val begitu ..”
“Aku juga sesak melihat salah satu putriku terluka hatinya hingga sampai seperti itu”
“Waktu akan menyembuhkan Val dari luka hatinya,” Itu Poppa yang bicara. Ayah kandung Andrea dan Rery.
♥♥♥
Cinta itu tak melulu indah rasanya.
Ada keegoisan yang tercipta karenanya.
Bahkan terkadang dirasa samar antara cinta dan obsesi.
Namun baik cinta maupun obsesi, keduanya bisa membuat seseorang menggila karena tak sanggup menghadapi kenyataan yang ada, andai kenyataan yang ada di depan mata tidak sesuai dengan harapan yang sudah terlanjur melambung tinggi.
♥♥♥
Kala itu, bertahun-tahun yang lalu
“Pokoknya janji ya Ann, jangan lagi menyembunyikan masalah kamu dari aku ..”
“Iya, aku janji Rery”
“....”
“Tapi janji juga ya, Rery jangan membentak aku seperti waktu itu lagi? Aku sedih kalau Rery sampai membentakku begitu.. Rasanya hati aku sakit, tahu, Rery? ..”
“Iya, aku minta maaf untuk itu.. Janji, aku ga akan bentak-bentak kamu lagi.. Aku juga ga mau kok menyakiti hati kamu ..”
“Promise?. ( Janji? ) ..”
“Promise!”
Dimana jari kelingking dua remaja yang saling menyayangi itu saling bertautan.
“For every stars on the sky, I promise that I would never hurt you ( Untuk setiap bintang di langit, aku berjanji aki tidak akan pernah menyakiti kamu ), Ann”
♥♥♥
Hidup bisa berubah dan siapa yang tahu apa yang akan terjadi diesok hari.
Jalani saja, karena rangkaian cerita dalam hidup beragam alurnya.
Ada bahagia yang meraja, atau bisa saja menyesakkan dada hingga meluruhkan air mata.
♥♥♥
“Ann ...”
“How could-you ( Tega kamu ), , Rery...”
“Maaf karena sudah membentak kamu seperti tadi ...”
“Ubah keputusan kamu Rery ...”
“Itu tidak mungkin, Ann....”
“AKU TIDAK RELA RERY!”
“Berhenti Bersikap Egois Dan Kekanak-Kanak kan Ann!”
“Heh!...”
“Aku juga punya pilihan Ann ... Tolong, mengertilah tentang itu ....”
Rery menurunkan intonasi suaranya yang sempat meninggi pada Ann.
“You hurting me ( Kamu menyakitiku ), Re-ry .....”
“And I’m sorry for that.... ( Dan aku minta maaf untuk itu.... )”
“Kamu bilang ... kamu tidak akan pernah menyakitiku, Re-ry.....”
“....”
“Kamu bahkan bersumpah atas setiap bintang di langit untuk itu.... tapi lihat apa yang kamu lakukan padaku sekarang, Re-ry?....”
“Aku menyayangimu, Ann .. Tapi .....”
“Leave me alone... ( Tinggalkan aku sendiri ...)”
“Ann..”
“I said, leave me alone! ( Aku bilang, tinggalkan aku sendiri! )”
***
***
Di sebuah area pemakaman.
Ada duka yang menyelubungi para anggota keluarga dari Dinasti The Adjieran Smith saat ini.
Suara isakan dari banyak orang yang terdengar disekeliling lubang yang telah kembali tertutup rapat setelah seseorang yang terkasih dari mereka yang ditinggalkan, dimasukkan ke dalamnya.
Satu per satu anggota keluarga dari sosok yang berpulang ke Haribaan Ilahi itu bersimpuh dan merunduk untuk menabur bunga dihadapan sebuah gundukan tanah bernisan. Kesedihan sedang mengelilingi mereka yang sedang berada di lahan pemakaman tersebut.
Rela tak rela, yang ‘pergi’ harus diikhlaskan. Takdir Tuhan sudah ditentukan, jika rezeki, jodoh, dan juga maut seseorang, memanglah sudah menjadi ketentuan Tuhan dimana tiga hal tersebut bagi manusia, adalah kuasa dari Sang Maha Pemilik Semesta. Meski duka akan menyelimuti dalam beberapa waktu ke depan entah sampai kapan.
Masih ada isakan yang masih terdengar di sekitar pusara bernisan tersebut. Isakan dari orang-orang terkasih dari seseorang yang sudah terbaring tanpa nyawa didalamnya. Wajah-wajah sedih nan sembab itu masih memandangi pusara bernisan dengan sebuah nama yang terukir disana.
Kalimat dukungan dan dukacita dari mereka yang datang ke pemakaman tersebut satu per satu bergulir pada keluarga dari yang berpulang, seraya berpamitan dari area pemakaman.
‘Apa dia se-egois itu hingga tidak mau datang kesini?’ Satu hati sedang bersuara seraya bertanya. ‘Terhitung sudah satu tahun dia menghindariku, dan selama itu tak pernah sekalipun bertemu dengannya ..’
“We’re sorry for being very late to come ( Kami benar-benar minta maaf karena datang sangat terlambat )” Sebuah suara bariton membuat Rery menoleh sama seperti yang lainnya. Seorang pria yang merupakan salah satu Daddynya Rery juga yang kemudian memeluki satu per satu keluarga mereka yang memang masih berada di pemakaman.
Papa Lucca. Pria yang baru saja tiba, bersama sang istri, yakni Mama Fabi. Yang melakukan hal yang sama dengan Papa Lucca pada para anggota keluarga lainnya, untuk berbagi duka.
“Ann ..”
Itu suara milik Andrea.
Yang parau itu terdengar dan membuat semua orang menoleh ke arahnya, kemudian memandang ke arah dimana Andrea juga sedang memandang, termasuk Rery yang hatinya tadi bermonolog, bertanya-tanya tentang kehadiran satu sosok yang sudah setahun lamanya tidak ia temui sama sekali.
“Maaf, Ann tidak keburu sampai untuk mengucapkan salam terakhir dan baru sampai sekarang...”
Itu Ann, yang wajahnya nampak sembab dan berduka. Sama seperti wajah-wajah para anggota keluarganya yang lain. Dimana Ann, berkata dengan suara yang juga terdengar parau.
Ann melakukan juga hal yang sama seperti Papa Lucca dan Mama Fabi lakukan pada mereka, keluarganya yang berada di pemakaman.
Menyalami semua orang dengan pelukan dan sentuhan dari pipi ke pipi, saling berbagi duka. Tapi ada satu yang seolah menjadi pengecualian untuk Ann salami, peluk, dan cipika-cipiki.
Rery. Yang diabaikan oleh Ann.
Padahal Rery berdiri tepat disamping salah satu kakak lelakinya, Nathan, yang baru saja memeluk dan cipika cipiki dengan Ann dan mengacak pelan rambut salah satu adiknya itu.
Tapi Ann melengos begitu saja di hadapan Rery yang sedang menatapnya, lalu Ann langsung bersimpuh disamping pusara. Rery menghela nafasnya saja, karena Ann bahkan tak menoleh padanya. Namun Rery bungkam.
Rery membiarkan Ann mendapatkan waktunya untuk meletakkan buket bunga di atas pusara, sembari mengelus-elus nisan dan gundukan tanah dan nampak tepekur lalu tangannya mengusap buliran air mata yang jatuh satu per satu di pipinya.
Salah seorang kakak perempuan, istrinya Nathan dan salah satu Mommy berada disisi kiri dan sisi kanan Ann yang terisak tanpa mengeluarkan kata. Dua wanita yang berada dikedua sisi Ann itu nampak mengelus-elus punggung Ann dan sesekali mengusap air mata mereka yang juga masih kadang jatuh tanpa permisi.
“Ya sudah yuk, kayaknya udah agak mendung ....” Nathan bersuara. “Lebih baik kita semua segera pergi dari sini..”
Dan semua yang berada didekat Nathan mengiyakan.
“Iya ayo ...”
Itu Daddy Dewa, ayah kandungnya Mika dan Ares yang menimpali ucapan Nathan.
“Toh masih ada tamu-tamu yang harus kita salami, sekaligus kita kan juga harus bersiap-siap untuk acara pengajian”
Dan kembali lagi, mereka yang berada didekat Daddy Dewa dan Nathan kembali mengiyakan.
**
Semua orang sudah hendak beranjak dari pemakaman, termasuk Ann yang sudah berdiri kembali setelah bersimpuh disamping pusara dari seseorang yang belum berapa lama dibaringkan didalamnya.
“How are you ( Apa kabar kamu ) , Ann ..”
Pada akhirnya Rery yang menyapa Ann duluan.
Walau mungkin seperti Ann, Rery masih menyimpan kemarahan dan ego dalam hatinya pada Ann, tapi Rery tak bisa menampik, betapa ia menyayangi Ann dengan sepenuh hati.
Dan dua belas bulan tak bertemu, pun tak berkomunikasi sama sekali dengan makhluk yang teramat dekatnya sedari bayi itu, membuat Rery sedikit banyak memiliki rasa rindu pada makhluk yang barusan ia sapa itu.
“Masih, marah sama aku? ..”
Dimana tangan Rery terulur dengan spontan menyentuh pucuk kepala Ann.
Tapi sekejap saja, karena tangan Rery ditepiskan dengan cepat oleh yang punya kepala.
“I don’t like being touch by a stranger.. I don’t know you, so don’t act like you a close person to me”
( Aku tidak suka disentuh oleh orang asing.. Aku tidak mengenalmu, jadi jangan bersikap seolah kau akrab denganku )
**
**To be continue...
Bagaimana?..**
Apakah kalian cukup penasaran dengan penggalan cerita pada prolog?..
Baiklah,
Siapkan jempol untuk meng-skrol ke bawah.
Jangan lupa kasih dukungan pada karya ini.
Klik tombol LOVE jika berkenan.
Loph Loph Sekebon Raya
Emaknya Queen
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 695 Episodes
Comments
Suyudana Arta
ini tokoh utama mika atau ann?
2024-05-13
0
ifanggiaish
hadewhhh,,,mw brenti baca tp kok dada nyeri,,,ini nihhh efek klo baca dikit²😆😅,,,lanjuttt ahhhh gasskeunnn😍😍😘😘😘
2022-07-02
1
Ana
selalu bikin penasaran
lanjut ah bacanya
2022-06-17
0