Terima kasih masih setia
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading yah..
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jakarta, Indonesia
Cuaca Jakarta sedang terik siang ini.
Namun meski begitu, beberapa orang di kediaman utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta ini, tetap ingin pergi untuk beraktifitas di luar.
Empat orang perempuan cantik nampak sudah rapih saat ini.
Andrea, Kevia, Valera dan Mikaela.
Empat perempuan muda itu akan pergi bersama dalam satu mobil, namun ke dua tempat tujuan yang berbeda.
Yang dua akan pergi ke Perusahaan pribadi Daddy R yang kini sudah diserahkan tanggung jawabnya pada Papi John dengan Abang Varen juga yang ikut membantu.
Dan yang dua akan pergi ke Perusahaan Utama keluarga The Adjieran Smith, yang mana sudah dipegang oleh Abang Varen sepenuhnya, namun tetap melibatkan setiap anggota keluarga inti yang ingin berkutat didalamnya.
Toh seperti para Dadsnya, Abang Varen juga memiliki perusahaan pribadinya sendiri di luar Indonesia.
Yang meskipun telah dipercayakan pada orang kepercayaannya, namun Abang Varen tetaplah harus mengawasi keadaan perusahaan pribadinya tersebut.
Untung saja kapasitas otak si Abang itu luas. Jenius pula. Jadi banyaknya hal-hal dan hil-hil soal Perusahaan masih dapat dia tangani. Toh para Dads bahkan Gappa masih tetap akan membantunya jika Varen menemukan kesulitan yang tidak pernah si Abang merasa temui sih sebenarnya.
Hanya paling Varen suka direpotkan dengan masalah meeting yang kadang bentrok. Namun dua Daddy berikut Nathan yang ada bersamanya di Jakarta, pastinya akan berbagi tugas dengan Varen jika dirasa meeting yang bentrok jadwalnya tersebut dinilai urgent, atau sulit dibatalkan salah satunya karena satu dan lain hal.
Sebenarnya ada tiga Dads yang berdomisili di Jakarta selain Papi John dan Daddy Jeff. Daddy Dewa juga sama tinggal di Kediaman Utama keluarga yang berada di Jakarta.
Hanya saja Daddy Dewa beda aliran dengan para Dads yang lain.
Daddy Dewa memang sibuk mengurus bisnis juga, tapi bisnis Restoran pribadinya yang sudah menjamur, serta membantu mengelola Perusahaan Kosmetik milik Mom Ichel lebih banyaknya.
Dan memang, Daddy Dewa yang ditunjuk untuk mengelola dan mengawasi beberapa bisnis keluarga mereka yang berhubungan dengan hal yang memang Daddy Dewa kuasai. Macam Restoran dan Hotel.
Sebenarnya Daddy Dewa juga memiliki bisnis dari keluarganya, namun bisnis itu dilimpahkan Daddy Dewa pada kakak lelakinya untuk mengelola bisnis Perusahaan keluarga mereka, karena Daddy Dewa tidak terlalu tertarik untuk terjun langsung pada bisnis Perusahaan dengan formal.
***
Mika, Val. Drea dan Via hendak pergi ke R Corp dan Smith Company yang berada di Jakarta.
Dua mamah muda ingin menemui suami-suami mereka yang berada di dua gedung perkantoran tersebut. Nah sementara dua gadis single yang ikut dengan kedua mamah muda tersebut, jadi tim pendamping saja. Val mendampingi Andrea. Tentu saja, karena sang pujaan hati Val sedang bersama si Abang di R Corp.
Dan Mika mendampingi Via ke Perusahaan Utama keluarganya yang berada di Jakarta, namun hitungannya tetap menjadi kantor cabang, karena pusat Perusahaan Utama The Adjieran Smith bertempat di London.
Yang mana Perusahaan Utama keluarga The Adjieran Smith yang berada di London itu, dipegang langsung oleh Poppa dan Daddy R.
Dan dua dari beberapa Hot Daddies di Dinasti Adjieran Smith itu, masih aktif di Perusahaan Utama sampai sekarang.
Bahkan masih juga aktif mengurusi bisnis-bisnis mereka lainnya yang sudah menjamur di berbagai belahan dunia.
***
Kembali kepada empat wanita muda, yakni, Mika, Val, Drea dan Via.
Dimana dua diantara dari empat wanita muda tersebut memang masih gadis ting-ting, dan yang dua meskipun masih bisa dikatakan sebagai seorang gadis karena usia mereka yang terbilang muda dan didukung wajah mereka yang awet remaja, namun dua wanita muda itu adalah gadis bukan perawan.
Karena sudah menikah dan juga sudah bergelar sebagai mahmud-alias mamah muda.
“Eh Val ....” Itu suara Andrea yang hendak membahas sesuatu dengan adik angkat sekaligus merangkap sebagai adik iparnya.
“Kenapa Kak Drea?”
“Kak Drea mau tanya serius sama kamu, boleh?”
“Soal Kak Kafeel pasti.”
Val dengan segera saja menerka apa yang ingin Andrea tanyakan padanya itu.
Andrea pun menjawab dengan anggukan.
Sementara Val dan Via belum berkomentar.
“Ya udah tanya aja, Kak Drea,” ucap Val kemudian.
“Kamu itu bela-belain dateng kesini, Cuma sekedar melepas kangen, atau kamu mau mengutarakan lagi soal perasaan kamu ke Kak Kafeel?”
“Dua-duanya.”
Val menyahut mantap.
“Don’t you feel tired? ( Apa kamu ga cape ..... )”
Itu Mika yang bersuara seraya bertanya dengan spontan pada Val.
“Nope!” Kembali Val menyahut mantap.
Dan Mika kemudian menggeleng pelan sambil mengendikkan bahunya karena Val memang tampak cuek dengan segala sindiran yang sudah sering Mika lemparkan padanya.
***
“Aku tidak akan pernah lelah memperjuangkan cinta aku pada Kak Kafeel, May ..”
Val tak lama bersuara sembari tersenyum dengan melipat bibirnya, sembari menatap Mika yang ia panggil dengan ‘May’, potongan penggalan awal panggilan Mika, yakni Mi.
Namun dalam bahasa Inggris, jika dipenggalkan M dan i berarti di baca M-ay.
Jadi Val kadang memanggil Mika seperti itu.
Menyebut Mika dengan May.
“Aku bukannya tidak tahu kalau Kak Kafeel itu masih menganggap aku sebatas adik macam dia menganggap kamu dan semua adik-adiknya Abang...”
Val kemudian tidak hanya menatap Mika, tapi juga Andrea dan Via.
“Sampai saat ini juga masih seperti itu ...”
“.......”
“Tapi aku optimis, kalau aku bisa memenangkan hati Kak Kaf dengan usahaku ....”
Val kembali tersenyum sembari melipat bibirnya.
“Lagipula aku yakin kalau Kak Kaf itu menyayangiku ... Dan hal itu akan membuatnya mudah mencintaiku. Aku yakin itu .. meskipun Kak Kaf itu selalu saja mengalihkan pembicaraan saat aku kembali menyatakan perasaanku padanya... tapi aku tidak akan menyerah, demi impianku untuk bersama Kak Kaf dimasa depan, seperti Abang dan Kak Drea.”
Mata coklat terang milik Val berbinar lembut.
Binar yang berisikan asa serta keyakinan dalam dirinya untuk sebuah masa depan yang indah bersama pria matang pujaan hatinya, yang sudah membuat Val merasa jatuh cinta, dari kali pertama Val melihatnya.
Dan sudah Val tunjuk untuk menjadi pasangan halalnya kelak, bila waktunya sudah tiba.
Waktu yang indah untuk masa depan bersama Kafeel, yang kini Val harapkan semoga menghampirinya tidak lama lagi.
***
Beberapa tahun yang lalu, di atas sebuah kapal pesiar.
“Aku juga mau mengikuti jejak Kak Drea menikah diusia muda!. Seru kayaknya kalau lihat Kak Drea sama Abang!.... Ah, aku jadi ingin buru-buru tujuh belas tahun!. Terus ketemu sama pangeran impian aku, jatuh cinta, menikah dan happy ever after....”
Cerocosan seorang gadis remaja nan ceria. Val, alias Valera, dengan impiannya untuk menikah muda, mengikuti jejak kakak lelaki kandung dan kakak angkat perempuannya. Yang menurut Val manis kisahnya. Dan entah apa yang menjadi pertimbangan lain untuk Val, yang jelas pokoknya dia ingin nikah muda, macam Kak Drea.
“Haaahhh???!!!”
Gadis remaja lain yang sedang bersama Val itu terperangah sampai menganga, saking tak percaya dengan penuturan dari salah satu saudarinya yang hanya berbeda umur enam bulan kurang lebih saja dengannya.
“Val, Val! .... kamu terlalu sering menonton film roman picisan!” Saudari Val itu berkomentar. Mika, yang sedang bersama Val karena para anggota keluarga mereka sudah berpencar di atas kapal pesiar pribadi milik keluarga Val dan Mika itu.
“Ish, film kan ada yang based on true story, Mi!. Lagipula coba lihat itu our Dads and Moms, mereka sudah bertahun-tahun menikah, bahagia sampai sekarang bukan?. Then, Kak Drea and Abang, Kak Nathan and Kak Via, you see?.... mereka saling mencintai!”
“Ya memang! ....”
“Pokoknya aku mau seperti Kak Drea. Menikah muda!”
“Tuh, kan kamu bilang si Arya, the Sadboy itu tampan! Ya udah sana deketin dia, siapa tahu dia mau nikah cepat, jadi saat kamu tujuh belas tahun tinggal minta dilamar!”
Itu Mika, yang asal berceloteh setelah Val mengutarakan keinginannya untuk menikah muda. Dimana Val langsung menyahut dengan mengatakan.
“Oh, No, No, No.... Kak Arya memang tampan, but he’s not my type!”
“Haish....” Mika pun geleng-geleng.
“Kak Arya kurang ‘matang’!.... masih terlalu muda!”
Ucapan Val itu membuat Mika mendelik.
“Excuse me???!!!....” Seru Mika. “Hey!. Umur kamu berapa?!. Aigooo!!! ....”
“Ya memang kenapa?. Aku mau menikah muda, tapi aku mau punya pasangan yang jauh lebih tua daripada aku, jadi, kekasihku a.k.a calon suamiku itu akan selalu memanjakan aku dan mengalah sama aku saat aku menikah nanti. Macam Mami sama Papi!”
“Unbelieveable! ( Sukar dipercaya! )”
“Kan katanya pria dewasa itu bijaksana....”
“kamu sudah terkena toxic novel-novel yang seharusnya tidak kamu baca Val!”
“Bukan toxic itu Miiii .... tapi ilmu pengetahuan! ....”
Val yang asal menimpali itu cekikikan, lalu mata Val sejenak berkeliling di sekitaran tangkapan matanya.
“Ilmu pengetahuan .... non sense!. Mana ada cerita du---“
“Oh My Goodneess!! ( Oh Tuhaan!! ) ....”
Val tiba-tiba memekik antusias, sebelum Mika menyelesaikan kalimat protesnya pada Val.
“Apa sih? ....”
Mika kemudian mengernyitkan dahinya, melihat Val yang seperti sedang terkagum-kagum akan sesuatu.
“My Prince, Mi!” Seru Val sembari mengarahkan telunjuknya ke satu arah dimana matanya sedang fokus kesana.
Mika pun mengikuti arah telunjuk Val yang wajahnya menjadi begitu sumringah dan berbinar terang.
“Pangeran masa depan aku!. Dia sudah datang!”
Mika pun memicingkan matanya, melihat pada sesuatu yang ditunjuk oleh Val.
“Haaahhh???!!!....”
Mika terperangah akan sesuatu yang sedang ditunjuk Val itu, yang merupakan seseorang lebih tepatnya.
“Ga salah Valera???!!!....”
“Kenapa sih?. Ayo ah kita kesana! Kebetulan Pangeran aku lagi bicara sama para Dad!. Ayo Mika!”
Dan Val dengan sangat bersemangat melingkarkan tangannya di lengan Mika, sembari seolah menyeret salah satu saudarinya itu.
“Kamu ga salah Val?! Naksir cowok itu?!”
Mika bertanya disela Val yang sedang menyeretnya untuk berjalan ke arah yang diinginkan oleh Val.
Dimana Val manggut-manggut antusias, dengan langkahnya yang cepat.
“Keren kan? Macam para Dad dan Abang serta Kak Nathan?!”
“Ya iya tapi .....”
“Itu siapa sih, kok kayaknya aku ga pernah lihat?”
“Itu Kak Kafeel. Anaknya salah seorang kerabat para Dad yang sudah meninggal. Kamu memang ga pernah ketemu kayaknya.”
“Jadi kamu kenal?!” tanya Val dengan sangat antusias.
“Ya kenal. Tapi biasa aja. Ketemu juga jarang sekali. Terakhir ketemu mungkin setahun yang lalu?...”
“Benar-benar seperti Pangeran impian aku itu dia, Mi! Exactly seperti yang aku mau!”
“Iya tapi Val... You know what?”
“What? ...”
“Kak Kafeel itu seumur Abang!”
“So what?”
“Val, kamu sehat?”
“Sangat sehat untuk berkenalan dengan Pangeran aku dimasa depan, calon imam aku!”
***
To be continue ..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 695 Episodes
Comments
Rafa Aqif
Yaa ALLAH Maaaaakk ..nyeseek ga seee..berharapnya Val iku udah berhaarrrrrraaappp bangaaaat bangaaaat lhoo..trus nnti kenapaaaa????hwaaaaaaa...kq blm2 aq wes syeediiihhh
2022-06-22
0
nurzakiah2107 herni
next kak
2022-06-22
0
Novi Maryadi
cinta ga pandang usia..ya kan val....,☺️☺️
tetep semangat emaakk ku yang blaem-blaem 😘😘💪💪
2022-06-22
1