Terima kasih masih setia
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Noted: Jangan nyinyir disindang, di karya Emak iye?. Kaga bae. Wkwk ....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading yah..
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dimulai kala itu, dibawah cerahnya langit di atas sebuah kapal pesiar mewah.
“Oh My Goodneess!! ( Oh Tuhaan!! ) ....”
“My Prince, Mi!”
“Pangeran masa depan aku!. Dia sudah datang!”
Demikian cicitan penuh semangat atas kekaguman seorang gadis remaja pada seorang pria yang dilihatnya.
“Itu siapa sih, kok kayaknya aku ga pernah lihat?”
“Itu Kak Kafeel. Anaknya salah seorang kerabat para Dad yang sudah meninggal. Kamu memang ga pernah ketemu kayaknya.”
“Jadi kamu kenal?!”
“Ya kenal. Tapi biasa aja. Ketemu juga jarang sekali. Terakhir ketemu mungkin setahun yang lalu?...”
“Benar-benar seperti Pangeran impian aku itu dia, Mi! Exactly seperti yang aku mau!”
“Iya tapi Val... You know what?”
“What? ...”
“Kak Kafeel itu seumur Abang!”
“So what?”
“Val, kamu sehat?”
“Sangat sehat untuk berkenalan dengan Pangeran aku dimasa depan, calon imam aku!”
Dimana semangat gadis remaja yang adalah Val itu, ditambah dengan kepercayaan dirinya yang begitu besar. Antusiasme seorang Val yang begitu membuncah, karena merasa sudah menemukan pria yang sesuai dengan apa yang ia impikan.
♥♥
Pucuk dicinta ulam pun tiba.
Ungkapan yang Val cetuskan saat salah satu Dadnya memanggil dirinya dan Mika yang sedang bersama Val itu, sedang digeret Val lebih tepatnya, agar segera mendekat pada sudut dimana para Hot Daddies keluarganya itu sedang berkumpul.
Tempat dimana makhluk jantan yang sepertinya baru pertama kali Val lihat, dan membuat hati Val rasanya tuing-tuing tak beraturan. Mungkin, jika mata Val bak gadis-gadis manga yang melihat pria tampan hingga terpana, rasanya lope-lope besar akan tuing-tuing juga di mata Val.
“Haiii! ..”
Sapaan langsung Valera lontarkan kala ia dan Mika telah berada di tengah-tengah beberapa makhluk tamvan berada.
Val tersenyum begitu lebarnya, begitu bersemangat mengeluarkan kata sapaan, dimana matanya terfokus pada satu titik saja.
Oh bukan satu titik. Tapi pada satu sosok tampan yang tersenyum lebar, berikut tubuh atletis minta dipeluk itu.
“Nah ini Ka, dua ekor lagi.”
Salah seorang Dad Val berucap kala Val dan Mika sudah ada di tengah-tengah mereka.
“Apa sih Papa Bear, memang kami lumba-lumba?” Mika langsung melayangkan protes kecil pada salah satu Dad-nya itu.
Dan si Papa Bear pun terkekeh kecil, termasuk juga para pria lain yang sedang mengerubung bersamanya itu.
“Ini Mika kan ya?”
Sosok yang sedang diperhatikan Val dengan intens itu berbicara terlebih dulu pada Mika yang ternyata ia kenali.
“Iya Kak, aku Mika.”
“Wah, sudah besar ya? Padahal tahun lalu, waktu terakhir ketemu kayaknya belum sebesar ini deh?” Pria yang dikagumi Val itu melemparkan candaan dan Mika menampakkan senyum keramahan.
“Bisa aja Kak Kafeel,” sahut Mika dan pria muda seumuran Varen yang bernama Kafeel itu kemudian tersenyum lebar dan mengacak pelan rambut Mika.
Lalu Mika pergi berhambur pada Poppa dan kemudian duduk di pangkuan salah satu Dad nya itu.
“Sudah besar, tapi masih saja manja! ...”
Dan Poppa yang menerima Mika dalam pangkuan di satu pahanya itu kemudian melontarkan ledekan kecil pada salah satu gadis remaja, yang bagi Poppa adalah anaknya juga.
“Biar saja! Toh bukan hanya aku saja yang masih manja. Kak Drea saja masih suka minta gendong sama para Dads dan Kak Tan-Tan selain Abang.” Cerocos Mika. Dan mereka yang mendengar serta melihat ekspresi Mika yang mencebik dengan mulutnya yang maju lalu bersandar manja pada bahu Poppa itu terkekeh.
“Prototype Mom nya sekali.”
Itu Daddy R berceletuk ria, dan kesemua orang yang berada bersamanya pun terkekeh lagi.
“Kalau yang ini, Valera, ya?” Kafeel kemudian beralih pada Val dengan tetap tersenyum.
“Betul sekali!” sahut Val dengan cepat, menampakkan senyumannya yang begitu lebar. Begitu bersemangat dan berbinar. “Hi Kak Kafeel, salam kenal...”
Berikut tangan Val yang dengan cepat ia ulurkan pada Kafeel.
“Salam kenal juga Valera.” Dan Kafeel pun menyambut uluran tangan Val yang kelewat bersemangat itu.
Membuat kakak perempuan yang paling besar dalam jajaran pewaris The Adjieran Smith generasi kedua setelah para Hot Parents itu, membatin heran saking heran sama sikap salah satu adik perempuannya yang sangat bersemangat itu, dengan senyum yang tak putus mengembang di wajah Val.
♥♥
“Perpaduan Uncle R sama Aunt Ara banget ya Valera ini?”
Kafeel yang masih menampakkan wajah keramahan dan hangatnya itu berucap sembari memandang pada Valera dengan tersenyum lebar.
“Cantik, kan aku?!” ucap Val dengan percaya dirinya pada Kafeel. Dimana Kafeel sontak saja tertawa mendengar ucapan Val barusan. ‘Heemmm... suara tawanya crunchy sekali, macam keripik kentang kesukaan aku!...’
Val membatin gemas, melihat Kafeel yang tertawa geli itu.
“Pastinya dong!”
Kafeel nampak gemas pada Val, sampai tangannya terulur dan mengacak rambut Gadis remaja yang tingkahnya sedang menggemaskan, sama seperti wajahnya.
“Tunggu ya?” ucap Val setelah Kafeel mengaminkan ucapan Val yang memuji cantik pada dirinya sendiri itu. Val juga tidak memalingkan wajah dan matanya dari Kafeel.
Kafeel masih tersenyum, namun wajahnya sedikit bingung, karena ucapan Val barusan. Tidak hanya Kafeel, tapi juga mereka yang sedang berada di dekat Val.
“Tunggu apa?”
Kafeel spontan bertanya.
“Tunggu lima tahun lagi, tunggu usia aku tujuh belas tahun.”
Kafeel mengernyit, yang mendengar ucapan Val yang terdengar ambigu juga ikut mengernyit seperti halnya Kafeel.
“Tunggu untuk?...” tanya Kafeel yang memang tidak paham maksud ucapan Val.
“Untuk jadi pacar Kak Kafeel, laaahhh... masa begitu saja tidak paham sih???? ...”
Dengan sangat percaya dirinya Val menjawab pertanyaan Kafeel itu.
“Astagaa...”
Dimana mereka, keluarga Val itu terhenyak, terkesima, terperangah dengan begitu terkejutnya mendengar betapa frontalnya gadis remaja adik si Abang Varen itu, sampai-sampai mereka menepak jidat mereka sendiri karena kelakuan luar biasa salah satu pewaris muda, yang terlihat tak malu mengungkapkan perasaannya pada pria matang bernama Kafeel Adiwangsa itu.
♥♥
Pada suatu hari di London.
“Excuse me, Sir, Ma’am, Miss ( Permisi, Tuan, Nyonya, Nona ) ...”
Seorang pria kurang lebih seumuran Gappa dengan memakai setelan pelayan yang sangat rapih, berbicara pada beberapa orang yang sedang berkumpul di sebuah ruang santai keluarga dalam sebuah Mansion mewah nan megah.
“Yes Ben?” Itu Gappa yang menyahut.
“Mister Kafeel is here, Sir ( Ada Tuan Kafeel, Tuan ) ...”
Dimana ada mata yang berbinar saat pria bersetelan rapih itu mengatakan jika seseorang yang barusan namanya disebutkan datang berkunjung sekarang ini.
Dan sosok yang disebutkan namanya itu pun juga sudah nampak muncul tak lama kepala pelayan Mansion yang bernama Ben itu memberitahukan perihal kedatangannya pada beberapa penghuni Mansion yang sedang bercengkrama itu.
Lalu sapaan ramah dengan senyuman tampan terlontar dari mulut pria yang merupakan Kafeel itu pada semua orang yang kini sudah ada di hadapannya.
“Eh Kaka ...” sahutan dan sambutan pun diberikan pada mereka yang sedang duduk bercengkrama itu.
“Halo ...”
Kafeel menyapa lagi, lalu semua yang sedang berkumpul santai itu sontak berdiri dan memberikan pelukan hangat pada Kafeel.
“Kak Kafeeelll ...” Sebuah suara bernada manja tak lama terdengar, setelah para orang dewasa menyalami dan memeluk Kafeel, lalu Kafeel menyalami juga para remaja belia, yang juga ada bersama para orang dewasa tersebut yang sudah menganggap Kafeel sebagai keluarga.
Kafeel pun dengan cepat tersenyum, dimana lesung pipinya kemudian nampak. Menambah kadar ketampanan-nya, yang juga menambah debaran gadis remaja yang barusan memanggilnya dengan suara manja itu kian cepat di hatinya.
“Hai Val ...” sahut Kafeel dengan lembut dan hangat pada gadis tersebut yang adalah Valera.
“Ga mau high five ( tos ), aku maunya cium tangan!”
Valera dengan cepat berucap kala Kafeel yang tidak pernah mau disalami tangannya oleh para adik remaja Varen itu, hendak mengajaknya tos seperti yang ia lakukan pada tiga saudara mudanya Val yang ada disana.
Kafeel pun tersenyum geli, karena tingkah polah Val selalu saja menggemaskan di matanya.
Yang membuat Kafeel tak kuasa untuk menolak keinginan Val, dan dia pun akhirnya menerima Val untuk menyalimi-nya.
Setelahnya, tangan Kafeel terulur ke atas kepala Val, dan mengacak pelan rambut gadis imut-imut menggemaskan dengan tingkah polahnya yang selalu manja padanya itu.
“Selalu aja sukanya maksa ... dan menggemaskan.”
“Kan memang seperti itu seharusnya sikap aku ke Kakak ...”
“Iya deh, Val kan anak baik selain cantik luar biasa ...” ucap Kafeel yang tersenyum geli pada Val, selain ia selalunya dibuat gemas oleh gadis remaja satu ini.
“Ya, kan harusnya memang begini sikap aku sama calon future husband ( suami masa depan ) aku!”
Seperti biasa, Kafeel selalunya tertawa jika Val sudah mulai menunjukkan ketertarikan gadis remaja itu pada dirinya secara terang-terangan, disaat keluarga Val yang ada didekatnya geleng-geleng tak percaya sekali lagi dengan kelakuan anak bungsu kandung Daddy R dan Mommy Ara itu.
“Kak Kafeel sabar yah? ...” ucap Val.
“Untuk? ...” tanya Kafeel, dikala tawanya sudah menjadi kekehan.
“Menunggu aku satu atau dua tahun lagi? ... Lalu kita akan bersama sampai tua!”
♥♥
To be continue ...
Jangan lupa tinggalkan jejak, karena jempol kalean begitu berharga buat Emak ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 695 Episodes
Comments
Rafa Aqif
jadi makin penisirinn..lanjooottt maaaakkkss....
2022-06-26
0
Novi Maryadi
ya Allah...aku gemesss banget sama Valera... semangat val💪💪🤭
semangat juga buat emaakk ku yang blaem-blaem 😘😘🥰
2022-06-25
0
finlou
Next 🤣
2022-06-25
0