Happy reading yah..
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Namaku Mika. Mikaela Finn Adjieran Smith lengkapnya.
Aku, pewaris nomor empat dalam garis keturunan keluargaku.
Bukan sombong, tapi aku berasal dari keluarga yang kekayaannya sulit sekali dihitung. Bahkan kalkulator juga tidak akan bisa menampung jumlah angka kekayaan keluargaku.
Katakanlah aku beruntung karena terlahir dalam sebuah keluarga yang kekayaannya luar biasa banyaknya, juga cukup dihormati dan disegani oleh banyak orang.
Terlebih keluargaku dapat dikatakan bukan sekedar Crazy Rich Family pada umumnya.
Keluargaku, yang para pria terutama, bukan hanya dihormati dan disegani saja. Tapi cukup ditakuti oleh beberapa kalangan yang mengenal mereka. Kalau dicari persamaannya, keluargaku ini termasuk keluarga dalam golongan Crazy Rich kalau istilah sekarang.
Aku rasa sih bahkan Crazy-Tak Terhingga Rich. Dan juga keluarga Mafia mungkin. Hehe.
Satu Dad-ku, Papa Lucca, memang dikenal sebagai Mafia terkuat di Italia. Dulunya, Gappa. Yang merajai sebagian besar Italia, selain di Inggris juga.
Lalu ada Daddy R dan Poppa.
Yang katanya, punya julukan dimana beberapa kalangan tertentu akan bergidik mendengarnya, membuat mereka yang tahu, tidak akan mencoba mencari masalah dengan keluarga kami jika tidak mau berhadapan dengan dua Dad yang merupakan pentolan di keluargaku ini.
Yang katanya punya sisi kejam yang sangat mengerikan. Well, entahlah. Aku tidak mau terlalu memperdulikan hal itu.
Karena di mataku, para Dad-ku maupun Gappa, adalah pria-pria sempurna yang tanpa cela, termasuk juga Abang Varen.
Mau seperti apapun kejamnya mereka diluar sana, tetap bagi kami, di mataku terutama, mereka adalah pria-pria sempurna, yang sangat mencintai dan melindungi keluarganya.
Dan aku bangga memiliki mereka.
♥♥
Sekali lagi bukan bermaksud sombong...
Aku, Mikaela Finn Adjieran Smith selain bisa dikatakan remaja kaya seperti halnya para saudara-saudariku yang punya jatah ‘warisan’ dari keluarga kami, aku ini gadis yang cukup pintar.
Yah, meski tidak sejenius Abang Varen sih, tapi aku punya track record akademis yang bagus sejak aku di Sekolah Dasar sampai ke Sekolah Menengah Atas.
Sering lompat kelas karena aku ikut kelas akselerasi bersama murid-murid sangat pintar lainnya.
Aku memilih untuk menempuh pendidikan umum, dimana sebagian saudara-saudariku memilih jalur Home Schooling untuk pendidikan mereka.
Jadi, seperti Abang Varen, aku sudah akan siap masuk Universitas saat umurku tujuh belas tahun. Seharusnya dari umurku enam belas tahun, aku sudah bisa masuk Universitas karena prestasi dan kecerdasanku, tapi aku menunda hingga umurku tujuh belas tahun, sama seperti Abang Varen.
Kenapa selalu Abang Varen yang jadi ukuran untukku?. Jawabannya Cuma satu, karena kakak tertuaku itu adalah Idolaku selain dari para Dad-ku.
Abang Varen dengan segala kelebihannya dimana rasanya, semua kelebihan yang masing-masing Dad-ku punya, ada padanya.
Jadi dimataku, Abang Varen itu sempurna. Dan aku sangat ingin seperti dia.
Dalam bidang akademis dan karir ya. Kalau urusan bela diri, kemampuanku standar aja.
Kak Drea sama Ann tuh yang jago bela diri. Selain Kak Tan-Tan, Aro dan Rery. Kalau si Ares sih belum keliatan. Secara masih dalam kategori bocil itu dia.
♥♥
Terlepas dari sisi jika aku adalah remaja kaya, berotak cerdas dan berwajah cantik tentunya.
Aku ini seorang gadis yang judes. Yah, begitu setidaknya kata kebanyakan orang. Tapi menurutku sih, sikapku biasa saja. Aku hanya frontal saja orangnya.
Tidak suka berbasa-basi, dan jika rasa-rasanya ada yang salah di mataku, akan secara otomatis tercetus ucapan dari bibirku. Itu saja.
Saat aku tidak menyukai sesuatu atau seseorang, aku tidak akan menutupinya. Yah sebagai contoh, sikapku pada pria muda yang merupakan Fanboynya Kak Drea, yang jadi Sadboy.
Arya Narendra.
Namanya.
Anak dari salah satu kerabat dekat keluargaku. Dimana ayah si Sadboy bernama Arya Narendra itu adalah salah satu sahabat dari para Dad-ku.
Si Arya itu, saat SMA berjuang keras untuk memenangkan hati Kak Drea. Yang gencar antar jemput Kak Drea, kemanapun Kak Drea mau pergi, sampai segala caper, minta ijin langsung ke Poppa buat nemenin sekalian jagain Kak Drea.
Ish, sok banget gagah itu si Sadboy!.
Kami ini difasilitasi Bodyguard oke?.
Tuh, aku kalo udah membahas si Arya alias si Sadboy itu bawaannya sewot aja.
Well, hingga akhirnya Arya Narendra merana karena Kak Drea memang tidak akan pernah melirik pria lain selain kakak sulung kami yang tiada duanya,
Abang Varen.
Pria yang sedari Kak Drea bayi sudah mencintainya, dimana Abang memang sudah mengklaim Kak Andrea sebagai masa depannya.
Begitupun Kak Drea yang sedari ia kecil tak pernah jauh-jauh dari Abang Varen karena memang Abang Varen akan selalu meluangkan waktu dan segenap perhatiannya pada Kak Drea, yang membuat Kak Drea tak sedikitpun menyisakan ruang bagi kumbang-kumbang lain untuk mendekat.
Termasuk si Arya, The Sadboy itu.
Itulah yang membuat Arya Narendra tersisih secara otomatis tanpa ada kesempatan untuk menyelusup ke hati Kak Drea. Hingga membuat Arya tenggelam dalam lautan luka dalam.
Sukurin!.
Hingga julukan ‘Sadboy’ begitu saja aku sematkan pada si Arya Narendra yang sok kecakepan itu.
Dan Aku masih kekeh memanggil si Arya dengan julukan tersebut, hingga kami kemudian bertemu kembali pada suatu kesempatan.
“Cih! Sadboy!”
Sapaan sarkas-ku pada Arya Narendra yang kemudian menoleh dan menatap malas padaku.
“Masih mengharapkan istri orang?!”
Olokan keduaku pada si Arya itu yang sukses membuatnya mendelik padaku kemudian.
Haha .. Puas hatiku kalau sampai bisa bikin kesal itu si Sadboy.
♥♥
Aku benar-benar tidak menyukai cowo Fanboy-nya Kak Drea yang aku juluki sebagai ‘Sad Boy’ itu.
Yes, Arya Narendra. Who else? ( Siapa lagi?).
Dia cowok menyebalkan di mataku, karena apa?...
Karena dia sok kegantengan!.
Dan yang makin membuatku sebal, ketika ia menyanyikan lagu yang menggambarkan kebucinan yang hakiki seorang Sad Boy di acara resepsi pernikahan Abang Varen dan Kak Drea.
Yang seolah mengumumkan betapa ia memuja Kak Drea, dan merasa dirinya yang lebih pantas bersanding dengan Kak Drea di pelaminan.
Dih Ngarep!
Dari segi manapun itu si Sad Boy yang gagal move on dari Kak Drea kalah telak dari Abang Varen.
Jauh deh kalau dibandingin sama Abang aku yang notabene hampir ga punya kekurangan kayaknya. Abang Varen itu sembilan puluh sembilan persen kadar kesempurnaannya di mataku, sebagaimana para Dad-ku yang luar biasa itu.
Tampannya Abang Varen, jangan ditanya.
Cewe-cewe bisa mimisan kali kalo Abang melempar senyum pada mereka.
Kaya, Jenius pula.
Belum lagi Abang Varen ga hanya jenius otaknya, tapi Abang punya bentuk tubuh yang sempurna.
Ditambah kemampuan bela dirinya yang diatas rata-rata dan jago dalam menggunakan senjata api jenis apapun.
Abang Varen is the best-lah pokoknya buatku.
Macam para Dad-ku yang tanpa cela di mataku.
Jadi buatku, Abang Varen itu super duper sangat cocok sama Kak Drea yang cantiknya luar angkasa itu.
Dan si Sad Boy itu tentu saja bukan tandingan Abang Varen.
Dalam beberapa tahun terakhir aku pernah bertemu dengan si Sad Boy dalam beberapa kesempatan setelah acara resepsi pernikahan Abang Varen dan Kak Drea.
Dan setelah si Sadboy itu berkuliah di Stanf.
Terakhir aku bertemu dengan si Sadboy, saat liburan besar-besaran yang digelar oleh keluargaku dengan mengajak seluruh kerabat terdekat kami untuk plesiran dengan kapal pesiar.
Dan si Sad Boy itu, masih nampak sekali belum move on dari Kak Drea.
Belum lagi sikap tebar pesonanya itu loh yang ga hilang-hilang.
Tambah lagi tengil banget orangnya.
Benar-benar menyebalkan!.
Senang saat katanya dia akan berkuliah di Stanf. Jadi rasanya ga akan ada kesempatan ketemu dia di salah satu tempat di Jakarta.
Tempatku berdomisili sebelum aku akan mulai berdomisili di London, karena aku memilih salah satu Universitas terbaik disana.
Dan tolong digaris bawahi, aku masuk ke Universitas pilihanku yang mana salah satu Dad-ku adalah alumni disana, termasuk juga salah satu Mom-ku, bukan karena koneksi mereka atau keluargaku ya.
Tapi aku bisa masuk kesana murni karena kemampuanku yang diatas rata-rata.
Seperti yang aku bilang, aku ini cerdas.
Jadi aku dapat dengan mudah masuk ke Universitas pilihanku itu.
Bangga dan senang itu sudah pasti aku rasakan.
Karena itu adalah salah satu pembuktian diriku, bahwa aku pun cukup kompeten untuk mengelola bisnis keluarga nantinya.
But wait, bukan karena aku ingin menguasai loh ya. Sama sekali tidak terpikirkan di otakku tentang hal itu. Aku hanya ambisius dalam pencapaian prestasi untuk mengukir karir yang sempurna kelak.
Soal perebutan harta, tidak akan pernah ada dalam cerita di keluarga tercintaku.
Kenapa?.
Karena setiap pewaris sepertiku sudah memiliki jatahnya masing-masing, yang dirasa cukup untuk bekal hidup selama kami hidup.
Bahkan sangat lebih dari cukup. Catat itu.
Aku lebih banyak menghabiskan hidupku di Jakarta.
Tapi juga sering bolak-balik London saat liburan, dan ke berbagai macam negara lainnya.
Pendidikanku pun, dari Sekolah Dasar hingga sampai Menengah Atas aku habiskan di Jakarta.
Dan, setelah aku menimbang-nimbang, akhirnya aku memutuskan untuk mencari atmosfir baru, meski negara yang aku pilih tidaklah asing buatku.
Well, disinilah aku sekarang.
London, Inggris.
Tapi sayang sungguh sayang, sepertinya London akan menjadi tidak menyenangkan, karena si sadboy menyebalkan ternyata akan stay juga dalam kurun waktu yang cukup lama di negara pilihanku untuk berkuliah ini.
Sial Sekali!.
♥♥♥♥
To be continue ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 695 Episodes
Comments
harie insani putra
sudah mampir, ninggalin jejak di sini
2022-10-20
0
Ana
duh mika segitunya ya sama Arya 😁😁😁
Awas loh nanti kamu bucin eh ga mungkin ya kata mika sih 😅😅
2022-06-17
0
Rafa Aqif
dalam lautan luka dalam... untung yeee.. bukan lautan apiii... 😆😆😆🤣🤣🤣🤣🤣 ade2 ajeee... si dedek judes🤣🤣🤣😆😆😆😆 awaaassss.... awaaasssss..... jatuh cintrong lhoooo
2022-06-13
1