chapter 12

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam dari Bandara Sultan Hasanuddin, Akhirnya mobil yang ditumpangi Anandita memasuki kampung yang neneknya tinggali, sebuah kampung yang masih terlihat sangat ASRIH, sawah-sawah luas masih terbentang dengan indah, gunung-gunung yang berdiri dengan sangat kokoh dan yang tat kalah pengting udara terasa nyaman karena kurangnya polusi udara.

"welcome back desa kelahiranku" gumam Anandita setelah mobil memasuki kampung, dimana Dia dibesarkan dan dilahirkan oleh seorang ibu yang entah dimana keberadaan nya sekarang?.

*

Aku turun dari mobil setelah sampai didepan rumah nenek, dimana yang membukakan pintu adalah Mas Reza sendiri, sedangkan Pak supir langsung mengambil Koperku dan sebuah kardus yang tadi dipengang oleh Mas Reza.

"terimakasih Mas" ucapku kepada Mas Reza karena telah mengantarkan Aku sampai rumah nenek dengan selamat,

"sama-sama! kamu tidak ajak Aku Mampir Anandita?" tanya Mas Reza karena Aku tiba-tiba berlari ke arah nenek yang sedang berdiri didepan rumah sambil melihat ke arahku.

"oh,,, maaf Mas, ayo mampir dulu, kenalan sama nenek Aku", jawabku tidak enak hati karena lupa mengajak orang yang sudah baik mau mengantar ku pulang dengan selamat.

Benar saja, Mas Reza mampir dan menyalami nenek setelah Aku melepas pelukan dari Nenek.

"kamu teman ayahnya Anandita ya Nak" tiba-tiba Nenek Aku bertanya kepada Mas Reza

" iya Nek, Aku teman ayahnya Anandita, anaknya Pak Susilo!" jawab Mas Reza memperkenalkan diri.

"ya Ampun Nak, terimakasih banyak sudah sudah mau bela-belain mengantarkan cucuku ini", kata nenek sambil tersenyum dan masih setiap merangkul pundak ku.

"iya Nek, sama-sama, apapun akan Aku lakukan buat Anandita!", jawab Mas Reza sambil tersenyum kearahku.

Dengan raut wajah malu Aku membalas senyum mas Reza yang kelihatannya tulus sekali.

"ayo masuk dulu, istrahat sebentar, atau mau nginap juga tidak apa-apa?, itu ada kamarnya ayahnya Anandita, sudah lama tidak ditempati" kata nenek sambil, menggandeng tanganku menaiki tangga rumah.

Yah... rumah nenek adalah sebuah rumah panggung, rumah yang merupakan ciri khas yang ada di Sulawesi Selatan, rumah Bugis , itulah nama rumah kami.

betul saja, mas Reza mengikuti Aku dan nenek naik dan masuk kedalam rumah, begitupula Pak supir yang tadi mengantarkan kami, dia masih setia membawakan koperku dan meletakkan di depan pintu ruang tamu.

"mari masuk dan duduk" kata nenek mengajak Mas Reza dan pak supir tadi sambil menunjuk sebuah sofa yang sudah usang karena sudah lama tidak diganti.

"iya Nek, terimakasih', jawab Mas Reza bersamaan dengan pak supir.

setelah mereka duduk di sofa, Aku langsung masuk ke dapur untuk membuatkan kopi hangat untuk Mas Reza dan pak Supirnya.

Setelah selesai membuatkan kopi Aku mengantarkan kepada mereka dan meletakkan didepan mereka masing-masing.

"silahkan diminum" ucapku singkat, dan berbalik hendak kedapur kembali,

Aku penasaran dengan paper bag yang tadi Kak Abuts berikan lewat pramugari kepadaku,

"apa isinya yah?" gumamku sambil mengambil paper bag yang sudah Aku letakkan diatas meja makan.

ternyata isinya roti kesukaan Aku,

"Kak Abuts tau dari mana Kalau Aku suka roti coklat keju?" gumamku dalam hati.

setelah Aku buka paper bag nya, Aku keluarkan roti dan kutata diatas dipiring kemudian Aku keluar dan menghampiri orang-orang yang ada di ruang tamu.

"silahkan dimakan" ucapku sambil meletakkan piring yang berisi roti tadi.

dengan wajah yang tampak bingung mas Reza bertanya

"kapan kamu beli roti Anandita?"

" Oh... Aku tidak beli Mas, itu tadi dikasi sama teman diatas pesawat!" jawabku sambil senyum-senyum.

setelah mas Reza dan supirnya menghabiskan kopi yang kubiarkan, mereka berpamitan sama nenek,

"tidak meginap disini aja nak" tanya nenek

"lain kali aja Nek" jawab Mas Reza

Aku dan nenek mengatakan mereka sampai dekat mobil.

Mas Reza menyalami Nenek sambil mencium punggung tangannya, setelah itu dia menghadap kearahku sambil tersenyum,

"selamat berlibur dan jaga diri dengan baik ya Anandita!" kata Mas Reza dengan penuh penekanan sambil tersenyum kepadaku,

karena menurut Aku itu cuma basa basi, Aku meng iyakan saja.

"tidak salaman sama calon suamimu Nak?" kata nenek sambil melihat kearahku.

Terpopuler

Comments

Devi Handayani

Devi Handayani

duh nenek dah bocorin aja nih..... nanti kaget lagi si anandita nya😌😌

2022-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 chapter 1
3 chapter 2
4 chapter 3
5 chapter 4
6 chapter 5
7 chapter 6
8 chapter 7
9 chapter 8
10 chapter 10
11 chapter 11
12 chapter 12
13 chapter 13
14 chapter 14
15 chapter 15
16 chapter 16
17 chapter 17
18 chapter 18
19 chapter 19
20 Minta Ijin Nenek
21 Tiba-tiba Ayu berlari
22 Apapun itu Asal Nenek Bahagia
23 Cerita Reza
24 Cerita Reza 2
25 Kemarahan Reza
26 Wanita Spesial
27 Tidur Bersama
28 Ketakutan Ayu
29 Harapan Nenek
30 Berpamitan
31 Cerita Nenek
32 Calon Imam ku
33 Kekhawatiran Nenek
34 Pertanyaan Reza
35 Ayu Bersedih
36 Merasa Tidak Nyaman
37 Kejadian Di Pesawat
38 Abuts Terdiam
39 Tersulut Emosi
40 Bertemu Ardi di Restoran
41 Pergi Ke Mall
42 Ada Apa Dengan Ayu?
43 Tertanya Kakak Sepupu
44 Dokter Farah Arzetty
45 Ternyata Tidur
46 Mengantar Ayu ke Asrama
47 Makan Bersama Di atas Tempat Tidur
48 Melepas Rindu
49 First Kiss
50 Terpesona Dengan Ketampanan Zidan
51 Ayu Lesu
52 Tidak Melihat Amanda
53 Amanda Demam
54 Amanda Sakit ...
55 Apartemen Zidan
56 Kepikiran Nenek
57 Harus Pulang Kampung
58 Bertemu Ayah
59 Kangen Reza
60 Nenek Sakit Apa?
61 Ide Perjodohan Amanda
62 Sup Ayam
63 Nenek Terjatuh
64 Permintaan Nenek Ayu
65 Zidan Salah Faham
66 Kangen Ayu
67 Kebingungan Ichal
68 Tidur Sendiri
69 Tidur Dalam Dekapan Ayah
70 Ayu Tegang
71 Ichal dan Reza
72 Perhatian Reza yang Mendebarkan
73 Misi Reza
74 Reza yang Pengertian
75 Masuk Berdua di Kamar Hotel
76 Kencing Celana
77 Mandi Bersama
78 Ayu Cemburu Buta
79 Permintaan Nenek Ayu
80 Mulai Nyaman
81 Ayu Pergi
82 Reza Berbicara Dengan Ayah
83 Mencari Ayu
84 Nenek Ayu Sakit Parah
85 Ayu Ngambek
86 Shock Jantung
87 Ayu Merasa Di Cuekin
88 Kembali ke Hotel Berdua
89 Tertidur Dalam Pelukan Reza
90 Malu Setengah Mati
91 Ruang IGD
92 Secarik Kertas Dari Nenek
93 Demi ke Bahagiaan Nenek
94 Satu Anggukan Dari Nenek
95 Nenek Menutup Mata Sebelum Akad Nikahku
96 Menangis Tanpa Suara
97 Malam Takziah
98 Cemburu di pagi Hari
99 Pemberian dari Nenek
100 Menuju Bandara
101 Tidak Bertemu Ibu Mertua
102 Ayu Merona Melihat Reza
103 Merasa Janggung
104 Berharap Semua Itu Hanya Mimpi
105 Debaran yang Muncul Tiba-tiba
106 Melihat Mahar Ayu
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Prolog
2
chapter 1
3
chapter 2
4
chapter 3
5
chapter 4
6
chapter 5
7
chapter 6
8
chapter 7
9
chapter 8
10
chapter 10
11
chapter 11
12
chapter 12
13
chapter 13
14
chapter 14
15
chapter 15
16
chapter 16
17
chapter 17
18
chapter 18
19
chapter 19
20
Minta Ijin Nenek
21
Tiba-tiba Ayu berlari
22
Apapun itu Asal Nenek Bahagia
23
Cerita Reza
24
Cerita Reza 2
25
Kemarahan Reza
26
Wanita Spesial
27
Tidur Bersama
28
Ketakutan Ayu
29
Harapan Nenek
30
Berpamitan
31
Cerita Nenek
32
Calon Imam ku
33
Kekhawatiran Nenek
34
Pertanyaan Reza
35
Ayu Bersedih
36
Merasa Tidak Nyaman
37
Kejadian Di Pesawat
38
Abuts Terdiam
39
Tersulut Emosi
40
Bertemu Ardi di Restoran
41
Pergi Ke Mall
42
Ada Apa Dengan Ayu?
43
Tertanya Kakak Sepupu
44
Dokter Farah Arzetty
45
Ternyata Tidur
46
Mengantar Ayu ke Asrama
47
Makan Bersama Di atas Tempat Tidur
48
Melepas Rindu
49
First Kiss
50
Terpesona Dengan Ketampanan Zidan
51
Ayu Lesu
52
Tidak Melihat Amanda
53
Amanda Demam
54
Amanda Sakit ...
55
Apartemen Zidan
56
Kepikiran Nenek
57
Harus Pulang Kampung
58
Bertemu Ayah
59
Kangen Reza
60
Nenek Sakit Apa?
61
Ide Perjodohan Amanda
62
Sup Ayam
63
Nenek Terjatuh
64
Permintaan Nenek Ayu
65
Zidan Salah Faham
66
Kangen Ayu
67
Kebingungan Ichal
68
Tidur Sendiri
69
Tidur Dalam Dekapan Ayah
70
Ayu Tegang
71
Ichal dan Reza
72
Perhatian Reza yang Mendebarkan
73
Misi Reza
74
Reza yang Pengertian
75
Masuk Berdua di Kamar Hotel
76
Kencing Celana
77
Mandi Bersama
78
Ayu Cemburu Buta
79
Permintaan Nenek Ayu
80
Mulai Nyaman
81
Ayu Pergi
82
Reza Berbicara Dengan Ayah
83
Mencari Ayu
84
Nenek Ayu Sakit Parah
85
Ayu Ngambek
86
Shock Jantung
87
Ayu Merasa Di Cuekin
88
Kembali ke Hotel Berdua
89
Tertidur Dalam Pelukan Reza
90
Malu Setengah Mati
91
Ruang IGD
92
Secarik Kertas Dari Nenek
93
Demi ke Bahagiaan Nenek
94
Satu Anggukan Dari Nenek
95
Nenek Menutup Mata Sebelum Akad Nikahku
96
Menangis Tanpa Suara
97
Malam Takziah
98
Cemburu di pagi Hari
99
Pemberian dari Nenek
100
Menuju Bandara
101
Tidak Bertemu Ibu Mertua
102
Ayu Merona Melihat Reza
103
Merasa Janggung
104
Berharap Semua Itu Hanya Mimpi
105
Debaran yang Muncul Tiba-tiba
106
Melihat Mahar Ayu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!