18.Masih Belum Saatnya.

" Nanti,aku pulang malam,"ucap Gavin,sambil mengambil kunci motor dan ponselnya dari atas meja belajar dikamar tidur mereka.

"kau mau kemana?"tanya Anandita ,yang melihat Gavin sudah rapi memakai celana jeans hitam dipadu atasan kaos warna senada serta jaket model hoddy diluarnya.

"aku mau bekerja"ucap Gavin sambil berjalan keluar kamar.

"kau kerja dimana ,Vin?"tanya Anandita sambil berjalan mengikuti Gavin keluar dari kamar.

"di kafe"jawab Gavin sambil memasang sepatu sketnya,"jadi tidak usah menungguku,karena aku tidak tau jam berapa aku pulang nanti,tidurlah dulu"lanjut Gavin sambil membuka gagang pintu sudah siap untuk berangkat.

"Gavin tunggu!"panggil Anandita,membuat gavin kembali menengok kearah Anandita.

"apa?"

"salim!"ucap Anandita sambil mengulurkan tangannya untuk meminta tangan Gavin.

Gavin kembali berbalik mendatangi Anandita yang berdiri diam dibelakangnya.

"ini"gavin mengulurkan tangannya untuk dicium Anandita"baik baik dirumah,jangan nakal ya?"ucap Gavin sambil mengecup puncak kepala Anandita.

"ya,hati hati!"lambai Anandita pada gavin lalu berbalik untuk masuk kedalam,tapi baru saja Anandita berbalik Gavin memanggilnya lagi.

"An,tunggu!"

"apa?"tanya Anandita tidak jadi melangkah masuk.

Tiba tiba Gavin menghampirinya dan langsung mengecup bibirnya,membuat Anandita terkejut,tapi belum sempat Anandita mengatakan sesuatu, Gavin kembali mengecup bibirnya,

"Stok semangat" ucapnya lalu keluar dari Apartemen meninggalkan Anandita yang masih terbengong bengong,sambil menyentuh bibirnya.

*******

Sejak hari itu,setiap sore Gavin selalu pergi keluar.

Pamit pada Anadita untuk berangkat bekerja, tapi Anandita tidak pernah tau kapan Gavin pulang,setiap malamnya.

Saat Anandita bertanya jam berapa Gavin pulang setiap malam ,Gavin hanya menjawab 'saat kau sudah tidur'.

Tapi Anadita merasa aneh,karena Anandita tidak pernah merasa ada orang yang tidur disampingnya.

Dan Anandita kembali bertanya pada Gavin dimana dia tidur setiap pulang kerja,Gavin hanya menjawab tidur disofa,karena tidak ingin mengganggu tidurmu,jawabnya.

Benarkah Gavin tidak ingin mengganggu tidurnya,atau Gavin memang tidak pernah pulang kerumah saat malam.

Karena setiap pagi,waktu Anandita bangun Gavin selalu sudah rapi memakai baju seragamnya.

siap untuk berangkat kesekolah bareng Anandita.

Anandita sengaja tidak bertanya hal itu pada Gavin berharap agar Gavin mau jujur padanya ,tapi ternyata Gavin menganggap sikap diam Anandita sebagai hal biasa untuknya.

Sampai sore itu,saat Gavin sudah siap untuk berangkat kerja,kali ini Anandita sengaja tidak mengantar Gavin keluar seperti biasa.

Anandita sengaja tetap duduk diatas tempat tidur, tanpa melihat Gavin yang sudah bersiap untuk berangkat.

"An,aku berangkat dulu"pamit Gavin pada Anandita,berpikir Anandita akan berdiri dan mengantarnya keluar seperti biasa.

Tapi Anandita hanya diam tetap,sibuk dengan ponsel ditangannya.

"An,kau tidak mengantarku keluar?"tanya Gavin,masih menunggu Anandita untuk bangun dari ranjang.

"nggak,kau berangkat saja sana!"usir Anandita tetap asik dengan ponselnya

"An,ada apa?"tanya Gavin karena mendengar nada sarkas dari bicara sang istri.

Lalu Gavin menghampiri Anandita yang masih tetap duduk diatas ranjang.

"bukan apa apa,kalau kau mau berangkat,pergi saja sana,aku sedang tidak ingin mengantarmu keluar!"ucap Anandita sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan posisi membelakangi Gavin.

Melihat Anandita seperti itu Gavin mengurungkan niatnya untuk pergi

Gavin duduk di pinggir ranjang dan menyentuh pundak Anandita.

"An,bicaralah aku tidak mengerti kalau kau bersikap begini,aku sudah hampir terlambat jadi bicaralah,ada masalah apa?"ucap Gavin berusaha berbicara pelan pada istrinya itu yang sepertinya sedang meraju padanya.

"aku tidak papa,kau pergilah,bekerja sana!"ucap Anandita,sambil berusaha menepis tangan Gavin yang menyentuh pundaknya.

"An!"Gavin kemudian membalikkan tubuh Anandita agar menghadap kearahnya.

Tapi Gavin terkejut saat melihat ada airmata di wajah istrinya.

"kau menangis,kenapa?"

"aku tidak,menangis!,ini hanya air mata karena debu dari bantal!"ucap Anadita sambil mengusap air matanya dengan punggung tangannya.

"benarkah?"ucap Gavin sambil membalik tubuh sang agar menatap kearahnya.

"iya,sana pergi!bukankah katanya kau sudah terlambat kerja!"ucap Anandita sambil mendorong Gavin untuk menjauh dari ranjang .

Tapi bukannya pergi Gavin malah merebahkan tubuhnya disamping Anandita.

"sana pergi!"usir Anandita pada Gavin.

"sepertinya aku berubah pikiran sekarang ucap Gavin sambil menatap intens wajah Anandita.

Melihat ekapresi Gavin yang berubah Anandita menjadi gugup.

"mau apa kamu,Vin?"tanya Anandita pada Gavin yang masih belum mengalihkan pandangannya pada wajah Anandita.

"mengambil hakku!"ucapnya.

"hah!!"seketika Anandita benar benar gugup mendengar jawaban Gavin.

"ini....ini...,belum genap satu bulan,jadi...belum waktunya"ucap Anandita dengan suara pelan.

karena gugup,oleh pernyatan Gavin yang tiba tiba itu.

"tapi,aku ingin sekarang saja,"ucap Gavin

mulai menyentuh wajah sang istri dengan tangannya.

"bolehkan An?"ucapnya pelan sambil mulai menggerakkan jemarinya dipipi sang istri yang seputih pualam itu.

Jantung Anandita berdetak sangat keras bahkan mungkin Gavin juga mendengar suara detak jantungnya itu saat ini.

"An...,bolehkan?"ulang Gavin pada Anandita.

"itu..."Anandita tak sanggup mengucapkan apa yang ingin dikatakannya karena tiba tiba saja otaknya blank,tidak dapat berpikir sama sekali.

Mungkin,karena efek tangan Gavin yang bergerak pelan,menelusuri wajah dan bibir Amandita.

Dsn sekarang ibu jari Gavin mulai bermain dibibir indah Anandita.

Membuat Anandita secara otomatis memejamkan matanya,menikmati sentuhan jemari Gavin yang membuat pikiran Anandita seperti terhipnotis agar menuruti keinginan Gavin.

"An.."bisik Gavin mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Anandita.

Karena Anandita dapat merasakan hembusan panas nafas Gavin di wajahnya,tapi Gavin dengan sengaja belum menyentuh bibir Anandita,meskipun Anandita sudah membuka bibirnya meminta Gavin untuk segera menciumnya.

"Vin..."panggil Anandita berharap agar Gavin segera menciumnya.

"hem..,gavin masih saja menahan bibirnya didepan wajah Anandita belum melakukan aksinya untuk mencium bibir istrinya yang sudah terbuka minta untuk segera dinikmati.

Melihat Gavin belum juga melakukan aksinya menempelkan bibir mereka meskipun sudah ada lampu hijau dari Anandita.

Membuat Anandita membuka kelopak matanya yang terpejam tadi.

Dilihatnya Gavin menatapnya sambil tersenyum jahil padanya.

Melihat itu seketika amarah Anandita meluap.

"Gaviiiiiin!!!"teriaknya sambil mendoeobg tubuh Gavin sampai turun dari atas ranjang.

Membuat Gavin semakin keras tertawa.

"kau sengajakan!!"ucap Anandita sambil merengut pada suaminya itu.

"siapa suruh,kau cuek padaku"ucap Gavin sambil bangun dari lantai tempatnya jatuh karena dorongan Anandita tadi.

"kau yang mulai duluan,kenapa kau bohong padaku!?"cecar Anandita.

"aku tidak bohong,aku beneran berangkat kerja untuk mencari nafkah untuk istriku tercinta ini",goda Gavin sambil mencubit gemas pada pipi putih sang istri.

"benarkah?"lalu jam berapa kau pulang kerja setiap malam kenapa aku tidak pernah merasa kau tidur disampingku"cerocos Anandita.

"jadi ternyata itu masalahnya,kenapa kau tidak bilang kalau kau sudah rindu padaku"ucap Gavin.

"aku tidak..!"

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

😍😍🥰

2023-02-21

1

susi 2020

susi 2020

😂😂🤣

2023-02-21

0

Ami batam

Ami batam

mmng lh si cabe ijo ini suka bikin Anandita marah ☺

2022-07-06

1

lihat semua
Episodes
1 1.Malam Naas
2 2.Suami dadakan.
3 3.Hari pertama sebagai istrimu?,gurumu?
4 4.Ternyata Namanya Gavin.
5 5.Kepergok Gavin.
6 6.Pulang bareng Gavin.
7 7.Apartemen Gavin.
8 8.Di Apartemen.
9 9.Membuat Kesepakatan.
10 10.Deal.
11 11.Pindah Rumah.
12 12.Candlelight Dinner.
13 13.Bukan malam Pertama
14 14.Drama Pagi.
15 15. Bukan Guru biasa.
16 16.Pria Idaman.
17 17. Tunangan Vs Suami.
18 18.Masih Belum Saatnya.
19 19.Anandita merajuk.
20 20.Rahasia Gavin.
21 21. Ternyata.... Ayah Mertua!!
22 22.Orange Kafe.
23 23.Maaf Aku Tidak Sengaja,( Anandita)
24 24.Tunggu aku!(Gavin)
25 25.Rencana Gavin.
26 24.Gagal lagi!!
27 27.kau Harus Bertanggung Jawab!!
28 28.Istri rasa Satpam.
29 29.First Date.
30 30.kencan?!.
31 31.Pasar Malam.
32 32.Aku Mau Minum Itu?
33 33.Harus Tahan sampai satu minggu kedepan.
34 34.Es Krim Rasa Strawberry.
35 35.Pegawai Baru di Orange Kafe.
36 36.Maaf Bos Nggak Sengaja.
37 37.Aku suka Warna Pink.
38 38.Om..eh.. Ayah manggilnya.
39 39.Apa yang Terjadi?
40 40.Salah Paham.
41 41.Maaf Vin.
42 42.Mari Kita lupakan Semua.
43 43.Ayah !!!.
44 44.Terbongkar.
45 45.Akhirnya...Lega..
46 46.Bantu aku Membersihkannya.
47 47.Canggung.
48 48.Kenapa Bibirmu?
49 49.pergi ke Butik.
50 50.Fitting Baju.
51 51.Kerumah Besar.
52 52.Hari H(Ijab Qobul)
53 53.Makan Malam Pertama keluarga.
54 54.Malam Pengantin.
55 55.Malam Pengantin 2.
56 56. Bik Siti.
57 57.Gara Gara Linggery.
58 58.Ikut Ke Kafe.
59 59.Sakit.
60 60.Kedokter Kandungan.
61 61.Menginap Di Vila.
62 62.Bicara.
63 62.Jalan Jalan Pagi.
64 64.Ditinggal Pergi.
65 65.DiRumah Mertua.
66 66.Kejutan.
67 67.Pergi Honeymoon.
68 68.Ke pantai.
69 69.Jalan Jalan di Pantai.
70 70.Naik Boats
71 71.Pulang.
72 72.Kembali Kesekolah.
73 73.Bima lagi.
74 74.Astaga Gavin!
75 75.Bima Berulah.
76 76.Dia Putraku.
77 77.Ada Apa dengan Gavin?
78 78.Cobaan.
79 79.Harus Bersabar.
80 80.Kapan Kamu sadar.
81 81.Jujur Pada Gavin.
82 82.Aku Lelah (Gavin)
83 83. Pesan Gavin untukmu Ayah.
84 84.Salam Perpisahan.
85 85.Pelangi setelah Badai.
86 86.penjelasan Gavin.
87 87.Seperti Mimpi.
88 88.Gavin Curiga.
89 89.Anandita Semakin Aneh.
90 90.Perasaan Gavin.
91 91.Ada Ada Aja.
92 92.bagaimana ini?(Anandita bingung).
93 93.Mengantar Anandita.
94 94.Calon Ayah Yang Baik.
95 95.Dinner Special.
96 96.Masalah.
97 97.Jangan khawatir(Gavin).
98 98.Ngambek.
99 99.Siapa?
100 100.Berita Gembira.
101 Berita Gembira 2
102 102.Apa Rencanamu?.
103 103.Memberi Pelajaran.
104 104.Peringatan Bagaskara.
105 105.Visual.
106 106.Menikmati Hari Libur.
107 107.Alasan Bagaskara
108 108.Mengunjungi Orange Kafe.
109 109.Cemburu.
110 110.Larangan Anandita.
111 111.Kemarahan Anandita.
112 112.memberi Pengertian
113 113.Memberi pengertian 2.
114 114.Emosi Bumil.
115 115.Hari Kelulusan
116 116.Terbongkar.
117 117.Jangan Pergi.
118 118.Aku Butuh Waktu Sendiri.
119 119.Rumah Lama.
120 120.Curhat para Suami.
121 121.Curhat Istri.
122 122.Belajar Saling Memahami.
123 123.Rencana Perayaan.
124 124. Berangkat keVila.
125 125. Menikmati Kebersamaan Kita.
126 126.Pulang.
127 127.Mengantar ke Sekolah.
128 128.Keluarga yang Lebih Utama.
129 129.Pengumuman +Promosi Novel Baru.
130 130.Maternity Shoot.
131 131.Kontraksi.
132 132.Melahirkan.
133 133. Marcello Gavin Bagaskara.
134 134.SEASON 2 (Tiga Tahun Kemudian)
135 135.Bertemu Kembali.
136 136. Tawaran Bagaskara .
137 137.Pengasuh Dadakan Cello.
138 138.Kehidupan Baru.
139 139.Makan malam Diluar.
140 140.Merasa Dejavu.
141 141.Perasaan Yang Ingin Ditolak.
142 142. Curiga.
143 143.Kenyataan Sesungguhnya.
144 144.Aku Tidak Setuju.
145 145.Memulai Misi.
146 146. Belanja.
147 147.Tidak Menyangka.
148 148.Apa Dia Marah?.
149 149.Aku Ini Istrimu bukan Anakmu!.
150 150.Hanya Sedikit.
151 151.Selangkah Lebih Dekat.
152 152.Aku Menunggumu Pulang.
153 153.Mari Jadi Partner.
154 153.Malu Setengah Mati.
155 155.Biar Aku Yang Menjelaskan.
156 156.Pembicaraan Ayah Dan Anak.
157 157.Jadilah Nyonya Bagaskara.
158 158.Mengajak Kerumah Besar.
159 159.Menuju hari H.
160 160.Hari Pernikahan.
161 161.20+++
162 162.Lanjutan
163 163.Noda Merah Diseprai.
164 164.Bulan Madu Singkat.
165 165. Perpisahan Yang Berat.
166 166.Akhirnya Ikhlas.
167 167.Malam Kedua Yang Gagal.
168 168.Belajar Meminta Maaf Yang Benar.
169 169.Menyicil Hutang.
170 170.Kembali Kekampus.
171 171.Akhir Bahagia.(End)
172 172. Capter tambahan 1.
173 173. Cerita Tambahan 2( Cello Minta Adik Laki Laki)
174 174.
175 175.Kembali Ke Indonesia.
176 176.
177 177.
178 178.
179 179.
180 180.
181 181.
182 182.
183 183.
184 184.
185 185.
186 186.
187 187.
188 188.
189 189.
190 190.
191 191.
192 192.
193 193.
194 194.
195 195.
196 196.
197 197.
198 198.
199 199.
200 200.
201 201.
202 202.
203 203.
204 204.
205 205.
206 206.
207 207.
208 208.
209 209.
210 210.
211 211.
212 212.
213 213.
214 214.
215 215.
216 216.
217 217.
218 218.
219 219.
220 220.
221 221.
222 222.
223 223.
224 224.
225 225.
226 226.
227 227.( Promosi Novel Baru Tamat)
228 228.
229 229.
230 230.Promosi Novel Baru( Jodoh Kedua Kanaya Bab 1)
231 231. ( Masih promosi untuk Bab kedua)
232 232.
233 233.
Episodes

Updated 233 Episodes

1
1.Malam Naas
2
2.Suami dadakan.
3
3.Hari pertama sebagai istrimu?,gurumu?
4
4.Ternyata Namanya Gavin.
5
5.Kepergok Gavin.
6
6.Pulang bareng Gavin.
7
7.Apartemen Gavin.
8
8.Di Apartemen.
9
9.Membuat Kesepakatan.
10
10.Deal.
11
11.Pindah Rumah.
12
12.Candlelight Dinner.
13
13.Bukan malam Pertama
14
14.Drama Pagi.
15
15. Bukan Guru biasa.
16
16.Pria Idaman.
17
17. Tunangan Vs Suami.
18
18.Masih Belum Saatnya.
19
19.Anandita merajuk.
20
20.Rahasia Gavin.
21
21. Ternyata.... Ayah Mertua!!
22
22.Orange Kafe.
23
23.Maaf Aku Tidak Sengaja,( Anandita)
24
24.Tunggu aku!(Gavin)
25
25.Rencana Gavin.
26
24.Gagal lagi!!
27
27.kau Harus Bertanggung Jawab!!
28
28.Istri rasa Satpam.
29
29.First Date.
30
30.kencan?!.
31
31.Pasar Malam.
32
32.Aku Mau Minum Itu?
33
33.Harus Tahan sampai satu minggu kedepan.
34
34.Es Krim Rasa Strawberry.
35
35.Pegawai Baru di Orange Kafe.
36
36.Maaf Bos Nggak Sengaja.
37
37.Aku suka Warna Pink.
38
38.Om..eh.. Ayah manggilnya.
39
39.Apa yang Terjadi?
40
40.Salah Paham.
41
41.Maaf Vin.
42
42.Mari Kita lupakan Semua.
43
43.Ayah !!!.
44
44.Terbongkar.
45
45.Akhirnya...Lega..
46
46.Bantu aku Membersihkannya.
47
47.Canggung.
48
48.Kenapa Bibirmu?
49
49.pergi ke Butik.
50
50.Fitting Baju.
51
51.Kerumah Besar.
52
52.Hari H(Ijab Qobul)
53
53.Makan Malam Pertama keluarga.
54
54.Malam Pengantin.
55
55.Malam Pengantin 2.
56
56. Bik Siti.
57
57.Gara Gara Linggery.
58
58.Ikut Ke Kafe.
59
59.Sakit.
60
60.Kedokter Kandungan.
61
61.Menginap Di Vila.
62
62.Bicara.
63
62.Jalan Jalan Pagi.
64
64.Ditinggal Pergi.
65
65.DiRumah Mertua.
66
66.Kejutan.
67
67.Pergi Honeymoon.
68
68.Ke pantai.
69
69.Jalan Jalan di Pantai.
70
70.Naik Boats
71
71.Pulang.
72
72.Kembali Kesekolah.
73
73.Bima lagi.
74
74.Astaga Gavin!
75
75.Bima Berulah.
76
76.Dia Putraku.
77
77.Ada Apa dengan Gavin?
78
78.Cobaan.
79
79.Harus Bersabar.
80
80.Kapan Kamu sadar.
81
81.Jujur Pada Gavin.
82
82.Aku Lelah (Gavin)
83
83. Pesan Gavin untukmu Ayah.
84
84.Salam Perpisahan.
85
85.Pelangi setelah Badai.
86
86.penjelasan Gavin.
87
87.Seperti Mimpi.
88
88.Gavin Curiga.
89
89.Anandita Semakin Aneh.
90
90.Perasaan Gavin.
91
91.Ada Ada Aja.
92
92.bagaimana ini?(Anandita bingung).
93
93.Mengantar Anandita.
94
94.Calon Ayah Yang Baik.
95
95.Dinner Special.
96
96.Masalah.
97
97.Jangan khawatir(Gavin).
98
98.Ngambek.
99
99.Siapa?
100
100.Berita Gembira.
101
Berita Gembira 2
102
102.Apa Rencanamu?.
103
103.Memberi Pelajaran.
104
104.Peringatan Bagaskara.
105
105.Visual.
106
106.Menikmati Hari Libur.
107
107.Alasan Bagaskara
108
108.Mengunjungi Orange Kafe.
109
109.Cemburu.
110
110.Larangan Anandita.
111
111.Kemarahan Anandita.
112
112.memberi Pengertian
113
113.Memberi pengertian 2.
114
114.Emosi Bumil.
115
115.Hari Kelulusan
116
116.Terbongkar.
117
117.Jangan Pergi.
118
118.Aku Butuh Waktu Sendiri.
119
119.Rumah Lama.
120
120.Curhat para Suami.
121
121.Curhat Istri.
122
122.Belajar Saling Memahami.
123
123.Rencana Perayaan.
124
124. Berangkat keVila.
125
125. Menikmati Kebersamaan Kita.
126
126.Pulang.
127
127.Mengantar ke Sekolah.
128
128.Keluarga yang Lebih Utama.
129
129.Pengumuman +Promosi Novel Baru.
130
130.Maternity Shoot.
131
131.Kontraksi.
132
132.Melahirkan.
133
133. Marcello Gavin Bagaskara.
134
134.SEASON 2 (Tiga Tahun Kemudian)
135
135.Bertemu Kembali.
136
136. Tawaran Bagaskara .
137
137.Pengasuh Dadakan Cello.
138
138.Kehidupan Baru.
139
139.Makan malam Diluar.
140
140.Merasa Dejavu.
141
141.Perasaan Yang Ingin Ditolak.
142
142. Curiga.
143
143.Kenyataan Sesungguhnya.
144
144.Aku Tidak Setuju.
145
145.Memulai Misi.
146
146. Belanja.
147
147.Tidak Menyangka.
148
148.Apa Dia Marah?.
149
149.Aku Ini Istrimu bukan Anakmu!.
150
150.Hanya Sedikit.
151
151.Selangkah Lebih Dekat.
152
152.Aku Menunggumu Pulang.
153
153.Mari Jadi Partner.
154
153.Malu Setengah Mati.
155
155.Biar Aku Yang Menjelaskan.
156
156.Pembicaraan Ayah Dan Anak.
157
157.Jadilah Nyonya Bagaskara.
158
158.Mengajak Kerumah Besar.
159
159.Menuju hari H.
160
160.Hari Pernikahan.
161
161.20+++
162
162.Lanjutan
163
163.Noda Merah Diseprai.
164
164.Bulan Madu Singkat.
165
165. Perpisahan Yang Berat.
166
166.Akhirnya Ikhlas.
167
167.Malam Kedua Yang Gagal.
168
168.Belajar Meminta Maaf Yang Benar.
169
169.Menyicil Hutang.
170
170.Kembali Kekampus.
171
171.Akhir Bahagia.(End)
172
172. Capter tambahan 1.
173
173. Cerita Tambahan 2( Cello Minta Adik Laki Laki)
174
174.
175
175.Kembali Ke Indonesia.
176
176.
177
177.
178
178.
179
179.
180
180.
181
181.
182
182.
183
183.
184
184.
185
185.
186
186.
187
187.
188
188.
189
189.
190
190.
191
191.
192
192.
193
193.
194
194.
195
195.
196
196.
197
197.
198
198.
199
199.
200
200.
201
201.
202
202.
203
203.
204
204.
205
205.
206
206.
207
207.
208
208.
209
209.
210
210.
211
211.
212
212.
213
213.
214
214.
215
215.
216
216.
217
217.
218
218.
219
219.
220
220.
221
221.
222
222.
223
223.
224
224.
225
225.
226
226.
227
227.( Promosi Novel Baru Tamat)
228
228.
229
229.
230
230.Promosi Novel Baru( Jodoh Kedua Kanaya Bab 1)
231
231. ( Masih promosi untuk Bab kedua)
232
232.
233
233.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!