7.Apartemen Gavin.

Depan Apartemen 😊

"Ayo turun"ajak Gavin pada Anandita setelah menghentikan motor sport miliknya.

"kita sudah sampai"tanya Anandita sambil merapikan rambutnya yang berantakan akibat tertiup angin saat naik motor Gavin tadi.

"ya"jawab Gavin sambil mulai berjalan masuk ke lobi Apartemennya.

Saat rambutnya sudah tidak menutup pandangannya lagi Anandita baru tau, ternyata sekarang dia bukan berada didepan rumahnya.

"tunggu Gavin!!"panggil Anandita sambil berjalan cepat untuk mengejar langkah Gavin yang sudah sampai didalam lobi Apartemen

"kita dimana sekarang"tanya Anandita dengan bingung,karena baru pertama kali datang kesana.

"ke Apartemenku"jawab Gavin singkat,dan tetap berjalan didepan Anandita.

Anandita langsung menghentikan langkahnya,saat Gavin bilang mereka sedang menuju Apartemen Gavin

Seketika tubuh Anandita merasa gemetar keringat dingin mulai muncul didahinya.

Jangan jangan Gavin mengajaknya ke Apartemennya sekarang karena ingin meminta haknya sebagai suami,pikir Anandita.

Anandita menatap kearah Gavin yang sekarang sudah berada didepan pintu lift dan mulai menekan tombol naik.

"Ayo"ajak Gavin karena melihat Anandita masih berdiri terpaku ditempatnya tadi.

Tak lama pintu lift sudah terbuka"ayo masuk"kembali Gavin memerintahkan Anandita untuk ikut masuk kedalam lift,sambil tangannya masih berusaha menahan pintu lift agar tidak tertutup.

Tapi Anandita masih tetap terpaku ditempatnya, kakinya seperti kaku tidak bisa digerakkan karena terlalu gugup.

Melihat Anandita tidak bergeming dari tempatnya semula terpaksa Gavin keluar lagi dari dalam lift dan berjalan menghampiri Anandita yang diam terpaku.

"ayo kita naik"tarik Gavin lembut pada tangan Anandita.

Dengan keringat dingin yang semakin banyak mengalir di dahinya, Anandita mengikuti langkah Gavin masuk kedalam lift.

Setelah sampai didalam lift Gavin baru melepas pegangan tangannya dari tangan Anandita.

"kau baik baik saja,An?"tanya Gavin karena melihat wajah Anandita yang sedikit pucat dan dahinya banyak mengeluarkan keringat.

"ya,aku nggak papa"jawab Anandita sambil menyeka keringat yang ada didahinya.

Tiba tiba Gavin mengulurkan tangannya kearah Anandita yang membuat Anadita secara reflek memundurkan wajahnya yang akan disentuh oleh Gavin.

"aku hanya mau memeriksa suhu tubuhmu"jelas Gavin karena melihat reaksi Anandita yang berlebihan itu.

"oh..maaf"ucap Anandita dengan wajah bersemu merah karena malu telah memberikan reaksi berlebihan pada sentuhan Gavin.

"kita sudah sampai"ucap Gavin,setelah penanda lift berbunyi dan kemudian pintu lift terbuka.

"ayo"ajak Gavin tanpa menggandeng tangan Anandita seperti saat masuk kedalam lift tadi.

Anandita mengikuti langkah Gavin dari belakang dengan pikiran yang sudah tidak karuan,dia merasa saat ini seperti pesakitan yang akan dibawa ketiang gantungan.

Sampai di dalam Apartemen Gavin menyuruh Anandita untuk duduk disofa ruang tamu yang ada disana.

"duduklah disitu An"suruh Gavin pada Anandita.

Dengan patuh Anandita langsung meletakkan pantatnya disofa ruang tamu itu.

"tunggu disini sebentar"perintahnya pada Anadita.

Semantara itu dia masuk ke dalam kamar.

Melihat gavin masuk kekamar otak Anandta berpikir,apakah sekarang saatnya dia menyerahkan mahkotanya pada Gavin,apakah tidak bisa ditunda dulu sampai mereka lebih saling mengenal

Jujur saja Anandita merasa masih belum siap kalau harus melakukannya sekarang,sebaiknya aku mengajak Gavin bicara,batinAnandita.

Anandita duduk dengan gelisah menunggu Gavin keluar dari kamar yang tadi dimasukinya.

Sedang apa Gavin dikamar itu,kenapa lama sekali,batin Anandita.

Anandita mengedarkan matanya sambil menunggu Gavin keluar,apakah Gavin tinggal disini sendiri,batinnya karena sejak dia masuk tadi tidak ada seorang pun dirumah ini yang menyambut kedatangan Gavin.

kalau dia tinggal disini sendiri lalu dimana orang tua Gavin pikir Anandita.

Dilihatnya dinding Apartemen itu,ada foto besar seorang wanita setengah baya yang terlihat masih cantik berdua dengan Gavin,tapi dengan usia berbeda dari sekarang,mereka tampak tersenyum bahagia difoto itu.

Tapi di Apartemen itu tidak dilihatnya wanita yang Anandita yakini pasti itu ibunya Gavin.

"apa yang kau lihat"

Anandita sangat terkejut saat mendengar suara Gavin yang tiba tiba sudah ada dibelakangnya.

"ah..itu.."Anandita menunjuk pada foto Gavin dan wanita yang ada difoto.

"itu Bunda"jawab Gavin sambil menatap foto itu dengan ekspresi yang tidak Anandita pahami.

"oo..lalu dimana Bundamu sekarang Vin,"tanya Anandita dengan penasaran karena tidak melihat kehadiran seorang pun di Apartemen besar itu.

"Bunda sudah meninggal setahun yang lalu"jawab Gavin dengan datar.

Anandita hanya diam mendengar penjelasan tentang wanita yang ada di foto itu.

Melihat Anandita yang tampak merasa tidak enak padanya karena sudah menanyakan hal itu Gavin memilih mengalihkan topik.

"sebaiknya kau membersihkan diri dulu"perintah Gavin pada Anandita.

"ha.."Anandita tampak terkejut mendengar perintah Gavin yang menyuruhnya untuk mandi.

seketika pandangannya beralih kepada Gavin yang berdiri disampingnya.

Ternyata Gavin mandi saat lama berada dikamar tadi, apakah dia benar benar akan meminta haknya sekarang,pikir Anandita.

Sebaiknya sebelum kami melakukan hubungan suami istri aku harus mengajaknya bicara sekarang,batin Anandita sambil menatap lekat kearah Gavin.

"ehem,Vin sepertinya kita harus bicara sekarang"ucap Anandita berusaha menahan rasa gugupnya karena akan membicarakan masalah yang sangat pribadi dengan seorang pria,meskipun pria itu suaminya tapi mereka belum saling mengenal bahkan tau nama Gavin saja dia baru tadi pagi.

"tentang apa"tanya Gavin sambil menjatuhkan dirinya duduk dikursi singgel yang ada diruang tamu.

"itu....itu..."Anandita sangat gugup untuk mengatakannya apalagi dilihatnya Gavin menatapnya dengan lekat.

"apakah hal yang sangat penting An"gavin berusaha bettanya agar Anandita tidak bertambah gugup.

"tentang ML"jawab Anandita sambol memalingkan wajahnya kesamping agar Gavin tidak melihat srmbutat metah dipipinya karena menahan malu mengatakan itu secata langsung,"bisakah kita menundanya dulu"tanya Anandita dengan wajah menunduk.

"kenapa?"

Anandita menghela nafas untuk menghilangkan perasaan gugup yang dirasakannya sekarang.

Dengan mengumpulkan keberaniannya ditatapnya wajah tampan Gavin saat bicara,benar kata ibu ibu malam itu dia sangat beruntung bisa menikah dengan Gavin karena Gavin mempunyai wajah yang tampan sepwrti oppa oppa korea.

"An.."

Seketika Anandita sadar dari lamunan konyolnya yang masih sempat mengagumi wajah tampan Gavin disaat serius begini.

"karena aku belum siap untuk melakukannya sekarang,bisakah kita menundanya dulu"

"sampai kapan"tanya Gavin.

"aku tidak tau sampai kapan waktunya tapi paling tidak sampai kita saling mengenal dulu Vin,karena apa yang terjadi dengan kita itu terlalu tiba tiba,apalagi dengan status kita berdua.."Anandita tidak tau bagaimana cara mengatakan pada Gavin bahwa mereka itu guru dan murid,

kalau dia mengatakannya takut itu akan membuat Gavin tersinggung.

"sepertinya kau sangat memikirkan posisiku yang masih menjadi seorang siswa"

"ya benar"jawab Anandita pelan takut kalau akan menyinggung harga diri Gavin.

Terpopuler

Comments

Habibi

Habibi

semangat up nya thor

2022-07-14

0

Ami batam

Ami batam

bingung kan ngomongnya gmn sama si cabe ijo ini🤭

2022-07-05

2

lihat semua
Episodes
1 1.Malam Naas
2 2.Suami dadakan.
3 3.Hari pertama sebagai istrimu?,gurumu?
4 4.Ternyata Namanya Gavin.
5 5.Kepergok Gavin.
6 6.Pulang bareng Gavin.
7 7.Apartemen Gavin.
8 8.Di Apartemen.
9 9.Membuat Kesepakatan.
10 10.Deal.
11 11.Pindah Rumah.
12 12.Candlelight Dinner.
13 13.Bukan malam Pertama
14 14.Drama Pagi.
15 15. Bukan Guru biasa.
16 16.Pria Idaman.
17 17. Tunangan Vs Suami.
18 18.Masih Belum Saatnya.
19 19.Anandita merajuk.
20 20.Rahasia Gavin.
21 21. Ternyata.... Ayah Mertua!!
22 22.Orange Kafe.
23 23.Maaf Aku Tidak Sengaja,( Anandita)
24 24.Tunggu aku!(Gavin)
25 25.Rencana Gavin.
26 24.Gagal lagi!!
27 27.kau Harus Bertanggung Jawab!!
28 28.Istri rasa Satpam.
29 29.First Date.
30 30.kencan?!.
31 31.Pasar Malam.
32 32.Aku Mau Minum Itu?
33 33.Harus Tahan sampai satu minggu kedepan.
34 34.Es Krim Rasa Strawberry.
35 35.Pegawai Baru di Orange Kafe.
36 36.Maaf Bos Nggak Sengaja.
37 37.Aku suka Warna Pink.
38 38.Om..eh.. Ayah manggilnya.
39 39.Apa yang Terjadi?
40 40.Salah Paham.
41 41.Maaf Vin.
42 42.Mari Kita lupakan Semua.
43 43.Ayah !!!.
44 44.Terbongkar.
45 45.Akhirnya...Lega..
46 46.Bantu aku Membersihkannya.
47 47.Canggung.
48 48.Kenapa Bibirmu?
49 49.pergi ke Butik.
50 50.Fitting Baju.
51 51.Kerumah Besar.
52 52.Hari H(Ijab Qobul)
53 53.Makan Malam Pertama keluarga.
54 54.Malam Pengantin.
55 55.Malam Pengantin 2.
56 56. Bik Siti.
57 57.Gara Gara Linggery.
58 58.Ikut Ke Kafe.
59 59.Sakit.
60 60.Kedokter Kandungan.
61 61.Menginap Di Vila.
62 62.Bicara.
63 62.Jalan Jalan Pagi.
64 64.Ditinggal Pergi.
65 65.DiRumah Mertua.
66 66.Kejutan.
67 67.Pergi Honeymoon.
68 68.Ke pantai.
69 69.Jalan Jalan di Pantai.
70 70.Naik Boats
71 71.Pulang.
72 72.Kembali Kesekolah.
73 73.Bima lagi.
74 74.Astaga Gavin!
75 75.Bima Berulah.
76 76.Dia Putraku.
77 77.Ada Apa dengan Gavin?
78 78.Cobaan.
79 79.Harus Bersabar.
80 80.Kapan Kamu sadar.
81 81.Jujur Pada Gavin.
82 82.Aku Lelah (Gavin)
83 83. Pesan Gavin untukmu Ayah.
84 84.Salam Perpisahan.
85 85.Pelangi setelah Badai.
86 86.penjelasan Gavin.
87 87.Seperti Mimpi.
88 88.Gavin Curiga.
89 89.Anandita Semakin Aneh.
90 90.Perasaan Gavin.
91 91.Ada Ada Aja.
92 92.bagaimana ini?(Anandita bingung).
93 93.Mengantar Anandita.
94 94.Calon Ayah Yang Baik.
95 95.Dinner Special.
96 96.Masalah.
97 97.Jangan khawatir(Gavin).
98 98.Ngambek.
99 99.Siapa?
100 100.Berita Gembira.
101 Berita Gembira 2
102 102.Apa Rencanamu?.
103 103.Memberi Pelajaran.
104 104.Peringatan Bagaskara.
105 105.Visual.
106 106.Menikmati Hari Libur.
107 107.Alasan Bagaskara
108 108.Mengunjungi Orange Kafe.
109 109.Cemburu.
110 110.Larangan Anandita.
111 111.Kemarahan Anandita.
112 112.memberi Pengertian
113 113.Memberi pengertian 2.
114 114.Emosi Bumil.
115 115.Hari Kelulusan
116 116.Terbongkar.
117 117.Jangan Pergi.
118 118.Aku Butuh Waktu Sendiri.
119 119.Rumah Lama.
120 120.Curhat para Suami.
121 121.Curhat Istri.
122 122.Belajar Saling Memahami.
123 123.Rencana Perayaan.
124 124. Berangkat keVila.
125 125. Menikmati Kebersamaan Kita.
126 126.Pulang.
127 127.Mengantar ke Sekolah.
128 128.Keluarga yang Lebih Utama.
129 129.Pengumuman +Promosi Novel Baru.
130 130.Maternity Shoot.
131 131.Kontraksi.
132 132.Melahirkan.
133 133. Marcello Gavin Bagaskara.
134 134.SEASON 2 (Tiga Tahun Kemudian)
135 135.Bertemu Kembali.
136 136. Tawaran Bagaskara .
137 137.Pengasuh Dadakan Cello.
138 138.Kehidupan Baru.
139 139.Makan malam Diluar.
140 140.Merasa Dejavu.
141 141.Perasaan Yang Ingin Ditolak.
142 142. Curiga.
143 143.Kenyataan Sesungguhnya.
144 144.Aku Tidak Setuju.
145 145.Memulai Misi.
146 146. Belanja.
147 147.Tidak Menyangka.
148 148.Apa Dia Marah?.
149 149.Aku Ini Istrimu bukan Anakmu!.
150 150.Hanya Sedikit.
151 151.Selangkah Lebih Dekat.
152 152.Aku Menunggumu Pulang.
153 153.Mari Jadi Partner.
154 153.Malu Setengah Mati.
155 155.Biar Aku Yang Menjelaskan.
156 156.Pembicaraan Ayah Dan Anak.
157 157.Jadilah Nyonya Bagaskara.
158 158.Mengajak Kerumah Besar.
159 159.Menuju hari H.
160 160.Hari Pernikahan.
161 161.20+++
162 162.Lanjutan
163 163.Noda Merah Diseprai.
164 164.Bulan Madu Singkat.
165 165. Perpisahan Yang Berat.
166 166.Akhirnya Ikhlas.
167 167.Malam Kedua Yang Gagal.
168 168.Belajar Meminta Maaf Yang Benar.
169 169.Menyicil Hutang.
170 170.Kembali Kekampus.
171 171.Akhir Bahagia.(End)
172 172. Capter tambahan 1.
173 173. Cerita Tambahan 2( Cello Minta Adik Laki Laki)
174 174.
175 175.Kembali Ke Indonesia.
176 176.
177 177.
178 178.
179 179.
180 180.
181 181.
182 182.
183 183.
184 184.
185 185.
186 186.
187 187.
188 188.
189 189.
190 190.
191 191.
192 192.
193 193.
194 194.
195 195.
196 196.
197 197.
198 198.
199 199.
200 200.
201 201.
202 202.
203 203.
204 204.
205 205.
206 206.
207 207.
208 208.
209 209.
210 210.
211 211.
212 212.
213 213.
214 214.
215 215.
216 216.
217 217.
218 218.
219 219.
220 220.
221 221.
222 222.
223 223.
224 224.
225 225.
226 226.
227 227.( Promosi Novel Baru Tamat)
228 228.
229 229.
230 230.Promosi Novel Baru( Jodoh Kedua Kanaya Bab 1)
231 231. ( Masih promosi untuk Bab kedua)
232 232.
233 233.
Episodes

Updated 233 Episodes

1
1.Malam Naas
2
2.Suami dadakan.
3
3.Hari pertama sebagai istrimu?,gurumu?
4
4.Ternyata Namanya Gavin.
5
5.Kepergok Gavin.
6
6.Pulang bareng Gavin.
7
7.Apartemen Gavin.
8
8.Di Apartemen.
9
9.Membuat Kesepakatan.
10
10.Deal.
11
11.Pindah Rumah.
12
12.Candlelight Dinner.
13
13.Bukan malam Pertama
14
14.Drama Pagi.
15
15. Bukan Guru biasa.
16
16.Pria Idaman.
17
17. Tunangan Vs Suami.
18
18.Masih Belum Saatnya.
19
19.Anandita merajuk.
20
20.Rahasia Gavin.
21
21. Ternyata.... Ayah Mertua!!
22
22.Orange Kafe.
23
23.Maaf Aku Tidak Sengaja,( Anandita)
24
24.Tunggu aku!(Gavin)
25
25.Rencana Gavin.
26
24.Gagal lagi!!
27
27.kau Harus Bertanggung Jawab!!
28
28.Istri rasa Satpam.
29
29.First Date.
30
30.kencan?!.
31
31.Pasar Malam.
32
32.Aku Mau Minum Itu?
33
33.Harus Tahan sampai satu minggu kedepan.
34
34.Es Krim Rasa Strawberry.
35
35.Pegawai Baru di Orange Kafe.
36
36.Maaf Bos Nggak Sengaja.
37
37.Aku suka Warna Pink.
38
38.Om..eh.. Ayah manggilnya.
39
39.Apa yang Terjadi?
40
40.Salah Paham.
41
41.Maaf Vin.
42
42.Mari Kita lupakan Semua.
43
43.Ayah !!!.
44
44.Terbongkar.
45
45.Akhirnya...Lega..
46
46.Bantu aku Membersihkannya.
47
47.Canggung.
48
48.Kenapa Bibirmu?
49
49.pergi ke Butik.
50
50.Fitting Baju.
51
51.Kerumah Besar.
52
52.Hari H(Ijab Qobul)
53
53.Makan Malam Pertama keluarga.
54
54.Malam Pengantin.
55
55.Malam Pengantin 2.
56
56. Bik Siti.
57
57.Gara Gara Linggery.
58
58.Ikut Ke Kafe.
59
59.Sakit.
60
60.Kedokter Kandungan.
61
61.Menginap Di Vila.
62
62.Bicara.
63
62.Jalan Jalan Pagi.
64
64.Ditinggal Pergi.
65
65.DiRumah Mertua.
66
66.Kejutan.
67
67.Pergi Honeymoon.
68
68.Ke pantai.
69
69.Jalan Jalan di Pantai.
70
70.Naik Boats
71
71.Pulang.
72
72.Kembali Kesekolah.
73
73.Bima lagi.
74
74.Astaga Gavin!
75
75.Bima Berulah.
76
76.Dia Putraku.
77
77.Ada Apa dengan Gavin?
78
78.Cobaan.
79
79.Harus Bersabar.
80
80.Kapan Kamu sadar.
81
81.Jujur Pada Gavin.
82
82.Aku Lelah (Gavin)
83
83. Pesan Gavin untukmu Ayah.
84
84.Salam Perpisahan.
85
85.Pelangi setelah Badai.
86
86.penjelasan Gavin.
87
87.Seperti Mimpi.
88
88.Gavin Curiga.
89
89.Anandita Semakin Aneh.
90
90.Perasaan Gavin.
91
91.Ada Ada Aja.
92
92.bagaimana ini?(Anandita bingung).
93
93.Mengantar Anandita.
94
94.Calon Ayah Yang Baik.
95
95.Dinner Special.
96
96.Masalah.
97
97.Jangan khawatir(Gavin).
98
98.Ngambek.
99
99.Siapa?
100
100.Berita Gembira.
101
Berita Gembira 2
102
102.Apa Rencanamu?.
103
103.Memberi Pelajaran.
104
104.Peringatan Bagaskara.
105
105.Visual.
106
106.Menikmati Hari Libur.
107
107.Alasan Bagaskara
108
108.Mengunjungi Orange Kafe.
109
109.Cemburu.
110
110.Larangan Anandita.
111
111.Kemarahan Anandita.
112
112.memberi Pengertian
113
113.Memberi pengertian 2.
114
114.Emosi Bumil.
115
115.Hari Kelulusan
116
116.Terbongkar.
117
117.Jangan Pergi.
118
118.Aku Butuh Waktu Sendiri.
119
119.Rumah Lama.
120
120.Curhat para Suami.
121
121.Curhat Istri.
122
122.Belajar Saling Memahami.
123
123.Rencana Perayaan.
124
124. Berangkat keVila.
125
125. Menikmati Kebersamaan Kita.
126
126.Pulang.
127
127.Mengantar ke Sekolah.
128
128.Keluarga yang Lebih Utama.
129
129.Pengumuman +Promosi Novel Baru.
130
130.Maternity Shoot.
131
131.Kontraksi.
132
132.Melahirkan.
133
133. Marcello Gavin Bagaskara.
134
134.SEASON 2 (Tiga Tahun Kemudian)
135
135.Bertemu Kembali.
136
136. Tawaran Bagaskara .
137
137.Pengasuh Dadakan Cello.
138
138.Kehidupan Baru.
139
139.Makan malam Diluar.
140
140.Merasa Dejavu.
141
141.Perasaan Yang Ingin Ditolak.
142
142. Curiga.
143
143.Kenyataan Sesungguhnya.
144
144.Aku Tidak Setuju.
145
145.Memulai Misi.
146
146. Belanja.
147
147.Tidak Menyangka.
148
148.Apa Dia Marah?.
149
149.Aku Ini Istrimu bukan Anakmu!.
150
150.Hanya Sedikit.
151
151.Selangkah Lebih Dekat.
152
152.Aku Menunggumu Pulang.
153
153.Mari Jadi Partner.
154
153.Malu Setengah Mati.
155
155.Biar Aku Yang Menjelaskan.
156
156.Pembicaraan Ayah Dan Anak.
157
157.Jadilah Nyonya Bagaskara.
158
158.Mengajak Kerumah Besar.
159
159.Menuju hari H.
160
160.Hari Pernikahan.
161
161.20+++
162
162.Lanjutan
163
163.Noda Merah Diseprai.
164
164.Bulan Madu Singkat.
165
165. Perpisahan Yang Berat.
166
166.Akhirnya Ikhlas.
167
167.Malam Kedua Yang Gagal.
168
168.Belajar Meminta Maaf Yang Benar.
169
169.Menyicil Hutang.
170
170.Kembali Kekampus.
171
171.Akhir Bahagia.(End)
172
172. Capter tambahan 1.
173
173. Cerita Tambahan 2( Cello Minta Adik Laki Laki)
174
174.
175
175.Kembali Ke Indonesia.
176
176.
177
177.
178
178.
179
179.
180
180.
181
181.
182
182.
183
183.
184
184.
185
185.
186
186.
187
187.
188
188.
189
189.
190
190.
191
191.
192
192.
193
193.
194
194.
195
195.
196
196.
197
197.
198
198.
199
199.
200
200.
201
201.
202
202.
203
203.
204
204.
205
205.
206
206.
207
207.
208
208.
209
209.
210
210.
211
211.
212
212.
213
213.
214
214.
215
215.
216
216.
217
217.
218
218.
219
219.
220
220.
221
221.
222
222.
223
223.
224
224.
225
225.
226
226.
227
227.( Promosi Novel Baru Tamat)
228
228.
229
229.
230
230.Promosi Novel Baru( Jodoh Kedua Kanaya Bab 1)
231
231. ( Masih promosi untuk Bab kedua)
232
232.
233
233.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!