Test kehamilan

Eva berada di dalam kamar mandi, dia mengisi sebuah wadah kecil yang sudah di persiapkan oleh dokter Danis untuk menampung urine.

Hari itu dokter Danis datang pagi-pagi sekali untuk mengecek kehamilan Eva. Dia mengatakan pada Eva bahwa urine yang di keluarkan pagi hari setelah bangun tidur akan memiliki tingkat kepekaan yang kuat terhadap hormon HCG. Alat test kehamilan akan mendeteksi adanya hormon HCG pada urine, jika hormon yang berada dalam urine semakin pekat maka garis kedua yang di hasilkan oleh alat test nanti semakin terlihat.

Karna ini sudah 1 minggu setelah melakukan prosedur penanaman sel, dokter Danis memperkirakan jika memang sel menempel pada rahim Eva maka tubuhnya sudah memproduksi hormon tersebut. Dan akan bisa di lihat di alat test kehamilan nantinya.

Sekedar informasi HCG adalah hormon yang bertugas untuk membantu tubuh seorang wanita yang sedang dalam masa kehamilan, untuk membentuk plasenta. Yang nantinya akan di gunakan untuk sumber makanan untuk janin itu sendiri. Seiring berjalannya waktu ketika plasenta sudah membentuk dengan sempurna hormon HCG akan menurun dan tidak akan di produksi lagi pada usia kehamilan di atas 20 minggu.

Untuk itu kenapa kadang seorang yang sedang hamil di usia kandungan di atas 20 minggu, mencoba menggunakan alat test kehamilan hasilnya akan negatif karna hormon tersebut sudah tidak di produksi lagi oleh tubuh wanita karna plasenta yang sudah sempurna.

Kembali pada Eva, setelah dia selesai menampung urinenya, dengan tangan gemetar Eva mengambil alat test kehamilan itu. Dan perlahan mulai mencelupkannya di urine yang sudah di tampung.

Tangan Eva yang gemetar sampai menciptakan gelombang-gelombang kecil di urine saat alat test kehamilan di celupkan kedalam wadah.

Urine sudah naik membasahi alat test yang sedang di pegang Eva. Dia pun menaruh alat itu di atas wastafel kamar mandi. Menunggu hasil yang akan muncul dalam waktu 3 menit sesuai yang tertera di dalam kemasan alat test kehamilan itu.

Dengan cemas Eva mondar-mandir di dalam kamar mandi, kedua tangannya bertautan saling menggenggam, tangannya juga basah karna keringat dingin.

Eva beberapa kali melirik ke arah alat test itu, lalu melihat ke jam dinding lagi.

kenapa waktu 3 menit saja rasanya lama sekali...bagaimana ini...bagaimana kalau semuanya tak berhasil...

Eva sangat merasa cemas ia takut semua prosedur yang telah di jalankan tidak berhasil pada dirinya. Tentu Eva akan sangat di rugikan untuk itu,dia sudah menjaga dan mengikuti segala peraturan ketat yang ada. Eva juga sudah merelakan keperawanannya yang telah dijaganya selama ini untuk mengandung bayi Daniel. Jika semua itu sampai gagal Eva akan sangat di rugikan karna itu.

Eva berfikir siapa yang akan mau menikahinya nanti jika dia saja sudah kehilangan mahkota kebanggaannya. Pasti setiap pria akan mengira Eva telah melakukan hal yang tak sepantasnya dengan pria lain, dan memandang rendah pada Eva.

Eva juga akan di rugikan karna dia telah berhenti dari pekerjaannya yang sudah menopang kehidupannya beberapa tahun di jakarta ini. Bahkan bosnya Bima waktu itu akan menjadikannya sebagai kepala gudang, sebuah jabatan yang di inginkan Eva sejak lama. Tapi waktu itu Eva lebih memilih meninggalkan semuanya demi rahim sewaannya.

3 menit pun sudah terlewati, Eva menoleh lirih ke alat test itu, dan benar saja setelah menunggu cukup lama hanya 1 garis yang terdapat pada alat test itu. Jantung Eva semakin berdetak tak karuan karna hasil test yang ia baca adalah negatif.

Bayangan masa depan yang semakin tidak karuan pun terbayang dalam otaknya. Eva berjalan keluar kamar mandi dengan rasa yang sangat sedih dan kecewa, air matanya berusaha ia tahan agar tidak terjatuh di kedua pipinya.

Eva membawa alat test itu dengan malas,

"Bagaimana hasilnya.."

Tanya dokter Danis dengan antusias ketika melihat Eva keluar dari kamar mandi.

Eva menyodorkan alat test itu pada dokter Danis, lalu di terima dengan cepat olehnya. Dengan segera dokter Danis memperhatikan dengan jeli alat test itu, lalu nampak dia segera tersenyum dengan lebar.

Eva yang melihat senyum dokter Danis, segera mengalihkan pandangannya, dia beranjak ke bednya lalu segera duduk sembarang disana.

"Aku sudah menebaknya..."

kata dokter Danis di iringi suara tawa ringan.

apa dia sudah memperkirakan semua ini akan gagal...dan dia malah tertawa...lalu bagaimana dengan nasibku selanjutnya...

batin Eva.

Eva menatap Toni yang tertidur di sebuah sofa, dia tampak menggeliat, mungkin Toni terganggu dengan suara tawa dari dokter Danis. Matanya terlihat sedikit melirik ke sumber suara itu, melihat dokter Danis yang ada tepat lurus di hadapannya dia pun segera duduk dengan mata yang masih memerah.

"Eh...maaf tuan Toni saya mungkin telah membangunkan anda.."

sapa dokter Danis yang melihat Toni tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

"Tidak apa dok maaf saya kesiangan..."

jawab Toni Sambil mengerjapkan matanya menghilangkan rasa kantuk yang masih bergelayut manja.

"Anda tidak kesiangan...mungkin saya yang kesini terlalu pagi..maafkan saya..."

Toni segera melihat jam dan benar saja jam masih menunjukkan pukul 5 pagi.

"Oh masih jam 5 ya..."

"Iya...maaf ya...silahkan lanjutkan tidur anda..."

dokter Danis lalu berjalan menghampiri Eva, menepuk bahunya lembut sambil berkata.

"3 miliarmu sudah di depan mata...jaga dia dengan baik-baik...istirahatlah ini masih terlalu pagi.."

"Maksud dokter.... bukankah hasilnya negatif..."

"Haha...jadi wajah nona begitu sedih karna nona kira hasilnya negatif..."

"bukankah hasilnya hanya menadakan garis satu dok..."

"Lihatlah lagi baik-baik..."

dokter Danis memegang alat test di tangannya dan memperlihatkan lagi pada Eva sambil menunjuk ke satu bagian.

" Ini ada satu garis lagi yang sangat samar dan tipis...tapi itu sudah menunjukkan adanya hormon HCG dalam tubuh anda yang sedang di produksi tapi dalam jumlah yang masih sedikit...jadi bisa saya pastikan anda sedang hamil muda sekarang..."

"Benarkah dok...jadi program ini berhasil..."

kata Eva sambil melihat lagi alat test itu dan Eva memang melihat ada garis satu lagi yang terlihat sangat tipis.

"Jadi saya hamil sekarang.."

kata Eva sambil berkaca-kaca menahan air mata yang sedari tadi dia bendung.

"Iya nona sudah hamil...sel itu sudah menempel pada rahim anda...sebentar lagi saya akan cek darah anda nona...saya akan pastikan lagi kadar HCG dalam darah anda..."

Eva tak dapat menahan lagi air matanya, akhirnya dia menumpahkan semua dalam tangisnya. Rasa lega dan senang kini yang ia rasakan. Segala keburukan tentang masa depannya seakan hilang dari dalam fikirannya. Kini berganti bayangan senyuman kedua orang tuanya yang melihat dirinya dapat mengubah kehidupan seluruh keluarganya.

"Saya akan mengabari tuan Daniel dan nona Arsana akan kabar bahagia ini...."

kata dokter Danis semangat dan meninggalkan ruangan.

"Istirahatlah nona...jagalah dia dengan baik...dia sudah hidup di dalam sana...di dalam rahim nona...."

kata dokter Danis sambil berlalu, berjalan mundur dan menatap Eva penuh kebahagiaan.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

NADIRAH

NADIRAH

akhir nya Eva ngandung juga benih Daniel....gimana kedepanya
ngandung tanpa suami...Thor buat Danil ngidam..pengin dekat Eva terus....

2022-05-29

1

Gadis Bar-bar

Gadis Bar-bar

lanjut

2022-05-29

1

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 kartu nama
3 1 Miliar
4 Setuju
5 Perum Elite
6 Arsana
7 Sari Husada
8 Kepala gudang
9 Resign
10 Kamar kost
11 Villa privat
12 Serba mewah
13 Bayi tabung
14 Sifat yang sama
15 1 minggu lagi
16 Masa kelam
17 Ruang Program
18 Inseminasi
19 Test kehamilan
20 Berhasil
21 Konferensi pers
22 Kerak telor
23 Mulai nyaman
24 USG
25 Taman Rekreasi
26 Roller coaster
27 Keanehan
28 Diluar rencana
29 Bonus
30 Menghilang
31 Berubah
32 Tagihan
33 Disita
34 Kamar kost
35 Siaran langsung
36 Makan malam
37 Berita
38 Jurnalis
39 Ancaman
40 Hilang
41 Sakit
42 Mengalah
43 Pasar
44 Pengumuman
45 Dua puluh lima ribu
46 Kerja keras
47 Berbanding terbalik
48 Tak pulang
49 Di tinggalkan
50 Pemberi misterius
51 Terusir lagi
52 Pulang
53 Terminal
54 Terminal (part 2)
55 Orangtua Eva
56 Menikah
57 Di maafkan
58 Kembali
59 Melahirkan
60 Sempurna
61 Jualan online
62 Muncul kembali
63 Ketakutan Eva
64 Menukar
65 Negosiasi
66 Persidangan.
67 Sidang kedua
68 Keadilan
69 Kehidupan baru
70 Semalaman
71 Hanya rindu
72 Kembali
73 Tersenyum kembali
74 Liburan
75 Keadaan berbeda
76 Ulang tahun Tama
77 Wanita lain
78 Perceraian
79 Serangan stroke
80 Kamar baru
81 Panggilan mama
82 End
83 novel baru
84 "Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
kartu nama
3
1 Miliar
4
Setuju
5
Perum Elite
6
Arsana
7
Sari Husada
8
Kepala gudang
9
Resign
10
Kamar kost
11
Villa privat
12
Serba mewah
13
Bayi tabung
14
Sifat yang sama
15
1 minggu lagi
16
Masa kelam
17
Ruang Program
18
Inseminasi
19
Test kehamilan
20
Berhasil
21
Konferensi pers
22
Kerak telor
23
Mulai nyaman
24
USG
25
Taman Rekreasi
26
Roller coaster
27
Keanehan
28
Diluar rencana
29
Bonus
30
Menghilang
31
Berubah
32
Tagihan
33
Disita
34
Kamar kost
35
Siaran langsung
36
Makan malam
37
Berita
38
Jurnalis
39
Ancaman
40
Hilang
41
Sakit
42
Mengalah
43
Pasar
44
Pengumuman
45
Dua puluh lima ribu
46
Kerja keras
47
Berbanding terbalik
48
Tak pulang
49
Di tinggalkan
50
Pemberi misterius
51
Terusir lagi
52
Pulang
53
Terminal
54
Terminal (part 2)
55
Orangtua Eva
56
Menikah
57
Di maafkan
58
Kembali
59
Melahirkan
60
Sempurna
61
Jualan online
62
Muncul kembali
63
Ketakutan Eva
64
Menukar
65
Negosiasi
66
Persidangan.
67
Sidang kedua
68
Keadilan
69
Kehidupan baru
70
Semalaman
71
Hanya rindu
72
Kembali
73
Tersenyum kembali
74
Liburan
75
Keadaan berbeda
76
Ulang tahun Tama
77
Wanita lain
78
Perceraian
79
Serangan stroke
80
Kamar baru
81
Panggilan mama
82
End
83
novel baru
84
"Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!