Arsana

Daniel mempersilahkan mereka duduk kembali, dan dengan santainya ia berbicara pada Toni.

"Kau siapa namamu...sepertinya kita pernah bertemu...kalau tidak salah di kantor di dekat proyek hotel itu ya..."

Daniel berkata dan tak berhenti tersenyum ramah kepada keduanya.

"Iya tuan...saya Toni...maaf saya tak sengaja mendengar percakapan tuan dengan bos besar..."

"Saya sudah menduganya....tak masalah...siapa pun yang bisa membawa wanita untuk saya...saya akan menghargainya...tapi kamu tak memberitahu kepada siapapun lagi kan...karna kamu tau sendiri...ini bersifat rahasia...dan kamu cukup beruntung waktu itu mendengarnya..."

"Maafkan saya tuan...tidak ada...tidak ada yang tau selain saya ...."

"Baguslah kalau begitu...dan ya...siapa namamu..."

Daniel beralih melihat ke arah Eva, dan Eva langsung terperanjak karna sedari dari menatap kagum pada Daniel.

"Sa...saya Eva tuan..."

Eva sampai menjawab dengan terbata.

"Eva dan Toni....ya...saya akan mengingatnya...dan ya...Eva apa kau benar-benar bersedia untuk mengandung anakku dan istriku..."

"Saya bersedia Tuan...sangat bersedia.."

jawab Eva dengan sigap.

bahkan jika harus menghabiskan malam denganmu pun aku bersedia tuan...ya ampun..aku tak bisa berhenti melihatnya...

batin Eva yang mulai meracau kemana-mana.

"Ya jika kau berhasil hamil aku pun akan menyewakan villa privat untukmu dan menjagamu selama kehamilam itu, kau tak perlu khawatir lagi...semua keperluan selama kehamilan aku yang akan memenuhinya...kau hanya perlu menjaganya sampai terlahir kedunia...mudah bukan..."

Eva hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum kepada Daniel, dan Daniel pun meneruskan kalimatnya.

"Setelah bayi itu lahir maka aku akan membayarkan uang yang sudah aku janjikan...3 miliar untukmu...dan 1 miliar untuk Toni yang sudah membawamu kesini..."

Mendengar pernyataan itu seketika Eva mengeryitkan dahinya memandang penuh tanya pada Toni.

dia bilang 1 miliar...wah...dia sudah membohongiku...benar-benar pria gila...pastas saja dia tak mengatakan tentang berapa bayarannya...

batin Eva kesal kepada Toni.

Toni hanya memandang ke segala arah, menghindari tatapan Eva yang jelas akan marah kepadanya.

ini yang aku takutkan...dan akhirnya terjadi juga...wanita ini pasti akan menggila padaku nanti....

"Kenapa ada masalah.."

Daniel melihat keduanya dengan heran.

"Tidak tuan..."

jawab spontan keduanya bersamaan.

"Hmmm...aku akan kenalkan kalian pada istriku..."

Tak lama Daniel langsung mengambil telpon rumah yang ada di meja kecil di sebelahnya, lalu menekan satu tombol disana. Rupanya telpon itu langsung tersambung ke kamarnya.

"Kemarilah sayang..ada yang ingin bertemu denganmu..."

Daniel terlihat diam sebentar mendengarkan suara di seberang sana sebelum akhirnya menjawab lagi.

"Sebentar saja..ada seorang yang ingin menyewakan rahimnya...."

"Baiklah segera kemari ya .."

Daniel terlihat menaruh telpon itu lagi, lalu berkata pada Eva dan Toni.

"Tunggu sebentar ya...istriku sebentar lagi akan turun..."

Daniel pun menjelaskan lagi berbagai keuntungan yang bisa Eva dapatkan jika dia bisa mengandung anaknya dan istrinya. Cukup lama mereka menunggu akhirnya seorang wanita cantik berjalan ke arahnya. Tubuhnya ramping dan tinggi. Wajahnya teramat cantik, hidung mancung, senyum yang menawan, bibir tipis yang menggoda, cara jalannya sangat anggun, tubuhnya sangat ideal seperti seorang model dengan kecantikan yang luar biasa. Namanya Arsana putri wijaya wanita yang terkenal akan kecantikan dan kekayaannya.

Eva dan Toni dibuat tertegun dengan kecantikan Arsana, mereka berdua kagum akan kecantikannya apalagi Toni yang tak bisa membohongi dirinya bahwa ia sangat tertarik pada Arsana, tapi ketika ia melihat ke arah Daniel lagi, rasa tertariknya seakan menghempas begitu saja ke dalam kerak bumi karna melihat ketampanan Daniel.

mereka berdua benar-benar sangat cocok..yang satu tampan yang satu cantik....aku yakin bahkan seluruh dunia pun akan iri dengan pasangan ini... mereka sangat sempurna..

batin Eva ngilu mengetahui kenyataan bahwa Daniel memiliki istri yang sangat sempurna dari segala aspek.

Tidak seperti Daniel, Arsana datang dengan wajah dinginnya, dan begitu saja duduk di samping Daniel yang sudah mengulurkan tangannya.

"Kenalkan mereka sayang....dia Eva dan dia Toni...."

Tak menjawab apapun, Arsana malah melihat penampilan Eva dari atas sampai bawah begitu juga dengan Toni.

"Siapa mereka dan untuk apa datang kesini sayang..."

jawab Arsana setelah mengamati keduanya cukup lama, dia memandang ke arah Daniel lalu mencium pipinya mesra.

"Dia Eva dia ingin menyewakan rahimnya untuk mengandung anak kita..."

Daniel menjawab dengan merengkuh pinggang ramping Arsana semakin dekat dengannya.

"Apa tak ada wanita yang lain....dari kemarin wanita yang datang selalu berpenampilan seperti dia...."

Arsana memicingkan matanya pada Eva memandang meremehkan padanya.

"Sayang..kau tak boleh seperti itu mereka justru yang akan membantu kita..."

"Dan kau akan membiarkan anak kita di kandung dengan orang yang dekil seperti mereka....lihat saja penampilannya seperti tuna wisma di jalanan.."

"Sayang....sudahlah...jangan mengatakan hal seperti itu lagi...kita akan merubah gaya hidupnya nanti setelah mereka mengandung anak kita..."

Daniel dengan sabar selalu menasehati Arsana yang memang mempunyai sifat sombong dan seenaknya sedari kecil, dan Daniel sudah sangat hafal dengan sifatnya ini.

Sementara Eva yang berada disana sudah berwajah masam, mendengar hinaan dari Arsana dia mengumpat dalam hati.

wajahnya tak secantik hatinya...dia benar-benar wanita yang sombong...wajahnya seperti malaikat....tapi mulutnya sudah seperti harimau yang lapar...

Merasa jika Eva tak nyaman dengan kehadiran Arsana, maka Daniel dengan segera menyuruh Arsana menuju kamarnya kembali agar suasana tidak semakin tak terkendali.

"Kau pasti lelah sayang...kalau begitu istirahatlah...sebentar lagi aku akan menyusulmu..."

"Hmm...baiklah sayang...aku akan pergi ke kamar dulu....segera menyusulku....aku terasa sesak disini melihat mereka....dan ya jangan biarkan mereka berlama-lama disini...sofaku bisa kotor nanti...."

jawab Arsana dengan menatap dingin ke arah keduanya, lalu tersenyum saat menatap Daniel dan mencium pipinya lalu segera berdiri dan pergi darisana.

"Iya sayang....pergilah aku akan segera menyusulmu..."

Melihat Arsana yang sudah menghilang dari pandangan, Daniel dengan segera meminta maaf pada keduanya atas sikap Arsana.

"Maafkan istriku...dia pasti lelah...jangan fikirkan apapun yang di katakannya..."

"Tak apa tuan...mungkin memang kami seperti yang nona bilang..."

jawab sembarang Eva yang sudah merasa tersinggung dengan semua ucapan Arsana.

Sementara Toni hanya mengangguk faham dan tersenyum kepada Daniel.

"Baiklah kalau begitu...besok siang datanglah ke rumah sakit Sari Husada kita akan melakukan cek kesehatan disana untukmu Eva...kau tak sendiri masih ada 6 wanita lagi disana....jika salah satu dari kalian lolos maka kita akan segera melakukan prosedurnya...aku ingin segera melihat bayi kami terlahir kedunia...."

semoga Eva adalah satu-satunya wanita yang lolos dari cek kesehatan itu....

do'a Toni dalam hati.

"Baiklah Tuan kalau begitu kami pamit undur diri dulu..."

jawab Toni sudah beranjak dari duduknya.

"Terimakasih tuan...saya akan datang besok ke rumah sakit tersebut..."

jawab Eva dengan antusias.

"Hmm...Terimakasih juga atas kedatangan kalian..."

Mereka pun berjalan keluar dari rumah mewah itu, sesampainya diluar Eva sudah memandang Toni dengan tatapan amarahnya.

perasaanku mengatakan akan terjadi sesuatu...

batin Toni sambil melirik ke arah Eva.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

f.i.rssathifa

f.i.rssathifa

sejauh ini,ceritanya oookkeehh🤩🤩🤩

2022-11-13

0

Alya Yuni

Alya Yuni

Cntik syngnya gk punya ank

2022-09-13

0

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 kartu nama
3 1 Miliar
4 Setuju
5 Perum Elite
6 Arsana
7 Sari Husada
8 Kepala gudang
9 Resign
10 Kamar kost
11 Villa privat
12 Serba mewah
13 Bayi tabung
14 Sifat yang sama
15 1 minggu lagi
16 Masa kelam
17 Ruang Program
18 Inseminasi
19 Test kehamilan
20 Berhasil
21 Konferensi pers
22 Kerak telor
23 Mulai nyaman
24 USG
25 Taman Rekreasi
26 Roller coaster
27 Keanehan
28 Diluar rencana
29 Bonus
30 Menghilang
31 Berubah
32 Tagihan
33 Disita
34 Kamar kost
35 Siaran langsung
36 Makan malam
37 Berita
38 Jurnalis
39 Ancaman
40 Hilang
41 Sakit
42 Mengalah
43 Pasar
44 Pengumuman
45 Dua puluh lima ribu
46 Kerja keras
47 Berbanding terbalik
48 Tak pulang
49 Di tinggalkan
50 Pemberi misterius
51 Terusir lagi
52 Pulang
53 Terminal
54 Terminal (part 2)
55 Orangtua Eva
56 Menikah
57 Di maafkan
58 Kembali
59 Melahirkan
60 Sempurna
61 Jualan online
62 Muncul kembali
63 Ketakutan Eva
64 Menukar
65 Negosiasi
66 Persidangan.
67 Sidang kedua
68 Keadilan
69 Kehidupan baru
70 Semalaman
71 Hanya rindu
72 Kembali
73 Tersenyum kembali
74 Liburan
75 Keadaan berbeda
76 Ulang tahun Tama
77 Wanita lain
78 Perceraian
79 Serangan stroke
80 Kamar baru
81 Panggilan mama
82 End
83 novel baru
84 "Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
kartu nama
3
1 Miliar
4
Setuju
5
Perum Elite
6
Arsana
7
Sari Husada
8
Kepala gudang
9
Resign
10
Kamar kost
11
Villa privat
12
Serba mewah
13
Bayi tabung
14
Sifat yang sama
15
1 minggu lagi
16
Masa kelam
17
Ruang Program
18
Inseminasi
19
Test kehamilan
20
Berhasil
21
Konferensi pers
22
Kerak telor
23
Mulai nyaman
24
USG
25
Taman Rekreasi
26
Roller coaster
27
Keanehan
28
Diluar rencana
29
Bonus
30
Menghilang
31
Berubah
32
Tagihan
33
Disita
34
Kamar kost
35
Siaran langsung
36
Makan malam
37
Berita
38
Jurnalis
39
Ancaman
40
Hilang
41
Sakit
42
Mengalah
43
Pasar
44
Pengumuman
45
Dua puluh lima ribu
46
Kerja keras
47
Berbanding terbalik
48
Tak pulang
49
Di tinggalkan
50
Pemberi misterius
51
Terusir lagi
52
Pulang
53
Terminal
54
Terminal (part 2)
55
Orangtua Eva
56
Menikah
57
Di maafkan
58
Kembali
59
Melahirkan
60
Sempurna
61
Jualan online
62
Muncul kembali
63
Ketakutan Eva
64
Menukar
65
Negosiasi
66
Persidangan.
67
Sidang kedua
68
Keadilan
69
Kehidupan baru
70
Semalaman
71
Hanya rindu
72
Kembali
73
Tersenyum kembali
74
Liburan
75
Keadaan berbeda
76
Ulang tahun Tama
77
Wanita lain
78
Perceraian
79
Serangan stroke
80
Kamar baru
81
Panggilan mama
82
End
83
novel baru
84
"Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!