Setuju

Melihat pandangan Eva yang butuh banyak penjelasan. Toni segera mengulang kata-katanya lagi, dengan tangan yang masih membekap mulut Eva.

"Satu miliar...ya kau tak salah dengar satu miliar..."

Sebenarnya Toni ingin jujur dengan Eva mengatakan bahwa bayaran yang akan di dapatkannya jika dia bersedia menyewakan rahimnya adalah 3 miliar.

Tapi di tengah perjalanannya saat mengikuti Eva tadi, ia berfikir ulang jika saja Toni mendapatkan lebih dari 1 miliar pasti dia akan kaya raya, dan ia berfikir bayaran 1 miliar pasti juga sudah besar hanya untuk menyewakan rahim mengandung dan melahirkan seorang bayi.

Apalagi Eva tak mengetahui langsung percakapan bos besarnya itu, semua akan menjadi rahasia Toni sendiri dan dia akan di untungkan besar jika Eva benar-benar bersedia bekerja sama dengannya.

Eva menghempaskan tangan Toni yang masih membekap mulutnya.

Eva memandang Toni dengan penuh tanya pekerjaan apa kira-kira yang harus dia lakukan sampai-sampai mendapatkan bayaran sebanyak itu.

"Kau hanya perlu menyewakan rahimmu untuk mendapatkan 1 miliar itu..."

Eva kembali di buat kaget dengan pernyataan Toni. Lalu dengan wajah kesalnya Eva berkata pada Toni.

"Itu sama saja bekerja sebagai pelacur...kau kira aku bodoh....hmm...1 triliun pun aku tak akan mau jika harus bekerja seperti itu...dasar pria gila membuang-buang waktuku saja..."

Eva sudah ingin berlalu pergi tapi Toni segera memegang lengan Eva menghentikan langkahnya.

"Kau hanya perlu mengandung seorang bayi milik sepasang suami istri dan melahirkannya...lalu kau akan mendapatkan bayaran 1 miliar untuk itu...."

"Jadi maksudmu bukan melalui..."

"Tentu saja tidak...bahkan aku yakin bos besar tak akan bernafsu dengan wajahmu itu..."

"Hey kau menghinaku jelek ya..."

wajah Eva sudah bersungut-sungut lagi.

"Eeh...bukan begitu maksud ku....dengarkan aku dulu....kau tak perlu melakukan apapun...sudah ku katakan kau hanya perlu mengandung selama 9 bulan lalu melahirkan dan kau akan mendapatkan uang itu....hanya 9 bulan bukankah itu waktu yang sebentar...dalam waktu 9 bulan kau bekerja di swalayan itu berapa gajimu...tentu jauh dari angka 1 miliat itu bukan....kau bisa memakai uang itu untuk apapun..."

"Tapi apa nanti yang akan di katakan oleh teman-temanku jika tiba-tiba aku hamil...tanpa suami ..."

"Kenapa kau begitu bodoh...tentu saja kau tak akan tinggal disini lagi selama kau hamil...bahkan setelah melahirkan nanti kau dapat membeli rumah mewah dengan uangmu itu...tanpa harus ngekost lagi..."

Eva tampak terdiam rupanya dia memikirkan semua yang di katakan Toni.

"Baiklah...fikirkan baik-baik penawaranku...kesempatan ini tak datang 2 kali...dan aku butuh jawabanmu secepatnya...temui aku besok di warung mbak Lita di jam yang sama...oke..."

Toni segera berlari pergi meninggalkan Eva karna dia teringat waktu jam istirahatnya sudah hampir habis, bisa-bisa dia di marahi oleh mandor jika sampai telat sampai di tempat kerjanya.

Sedangkan Eva semalaman memikirkan penawaran Toni, pria yang baru saja di kenalnya dan tiba-tiba menawarkan sebuah pekerjaan dengan gaji yang fantastis.

Eva tentu tergiur dengan uang yang akan di dapatkannya, ia berfikir jika mendapatkan uang itu maka hidupnya dan keluarganya pasti akan berubah drastis. Ia bisa membelikan ladang orang tuanya di kampung agar mereka tak lagi bekerja di ladang orang.

Eva bahkan bisa menyekolahkan adik-adiknya sampai mereka tamat SMA. Membeli atau membangun rumah untuk dirinya dan kedua orang tuanya. Berbagai keuntungan langsung terbayang, keuntungan yang bisa dia dapatkan jika dia mau menyewakan rahimnya seperti yang Toni katakan.

Tapi segala resiko juga terbayang, termasuk keperawanan yang dia jaga selama ini pasti akan musnah, segala resiko hamil dan melahirkan dengan sakit yang luar biasa. Belum lagi jika nanti orangtuanya tahu jika dia hamil tanpa suami.

Jika dia mengatakannya pun pada orangtuanya pasti mereka tak akan setuju. Dan ya siapa lelaki yang akan menikahinya nanti ketika tahu dia dia sudah pernah hamil tanpa suami.

Semalaman Eva berfikir tentang semua itu, dia bahkan sampai tak bisa tidur hingga larut malam karna semua itu.

Pagi pun tiba hari ini Eva memantapkan hatinya untuk ikut dalam penawaran Toni yang di katakan hanya ada sekali itu. Dia tak lagi memikirkan berbagai resiko yang ada. Dia ingin merubah hidupnya menjadi lebih baik, dengan sedikit mengorbankan dirinya merelakan tubuhnya mengandung anak orang lain demi sebuah uang yang akan mengubah seluruh kehidupannya dan juga orang tuanya.

Siang itu sesuai janji mereka bertemu di depan warung mbak Lita. Karna warung yang sedang sangat ramai Toni mengajak Eva menyingkir dari sana, takut jika pembicaraan mereka di dengar oleh orang lain dan membuat mereka juga tertarik untuk mendapatkan uang tersebut.

Di sebuah jalan yang jarang di lewati oleh orang mereka berhenti dan saling menatap, bingung harus memulai kata dari mana, hingga akhirnya Toni pun memecah keheningan dengan berkata.

"Bagaimana ...kau sudah memikirkannya...kau setuju kan ..."

tanya Toni dengan yakin.

"Ya aku mau....kapan bisa kita mulai..."

"Sudah aku duga..."

"Maksudmu...."

"Ya karna aku tau latar belakangmu...kau anak rantau juga kan....sama sepertiku...kehidupan kita kurang lebih sama...tentu...aku juga mau merubah kehidupanku...agar hidupku tak begini-gini terus...."

"Memangnya kau dapat bayaran berapa untuk ini...."

"Aku..."

Toni terlihat terdiam sejenak berfikir tak mungkin bahwa dirinya akan mengatakan yang sejujurnya pada Eva, bahwa ia menukar nominalnya dengan nominal yang akan di dapatkan oleh Eva.

"Yang jelas lebih besar bayaranmu....karna kau yang harus bekerja untuk ini...."

"Hmm...ya aku tak peduli..yang terpenting aku harus mendapatkan jumlah bayaranku dengan utuh tanpa kurang sedikit pun...kau setuju...."

"Ya aku setuju....".

" Jadi kapan kita mulai..."

Toni terlihat berfikir lagi, dia ingin mengurus semuanya, datang ke rumah bos besarnya sendirian dengan alamat di kartu nama itu yang sudah dia hafalkan. Takut jika Eva mengetahui jika bayarannya telah di tukar oleh Toni, Toni ingin datang sendiri dan mengatakan bahwa dia menemukan wanita yang bersedia menyewakan rahimnya, dan Eva tinggal menjalankan prosedurnya tanpa mengetahui segala tentang uang itu.

Tapi Toni ingat kembali perkataan seorang yang ada di ruang bos besarnya bahwa ia harus membawa langsung sang wanita ke rumahnya supaya istrinya mengetahui, menyeleksi dan menyetujui permintaannya.

Akhirnya Toni pun memutuskan untuk membawa Eva juga pergi ke rumah bos besarnya.

"Nanti malam kita akan datang ke rumah bos besar..."

"Kenapa harus kerumahnya terlebih dahulu....?"

"Ya karna mereka akan menyeleksi lagi, wanita yang pantas untuk mengandung anak mereka...itu yang aku ketahui..."

"Lalu jika aku tak lolos..."

"ya maka lupakan saja semuanya...dan jalani kehidupanmu seperti biasanya...."

dan aku berdoa semoga kau lolos...dan kita dapat merubah kehidupan kita kedepannya...terutama aku tentunya...

batin Toni dengan sedikit menyunggingkan senyum di bibirnya.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Alya Yuni

Alya Yuni

Si Toni licik

2022-09-13

0

♡Ñùř♡

♡Ñùř♡

toni emang gk tau diri,mau untung sendiri 😡

2022-06-23

0

NADIRAH

NADIRAH

ternyata Toni licik juaga

2022-05-21

2

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 kartu nama
3 1 Miliar
4 Setuju
5 Perum Elite
6 Arsana
7 Sari Husada
8 Kepala gudang
9 Resign
10 Kamar kost
11 Villa privat
12 Serba mewah
13 Bayi tabung
14 Sifat yang sama
15 1 minggu lagi
16 Masa kelam
17 Ruang Program
18 Inseminasi
19 Test kehamilan
20 Berhasil
21 Konferensi pers
22 Kerak telor
23 Mulai nyaman
24 USG
25 Taman Rekreasi
26 Roller coaster
27 Keanehan
28 Diluar rencana
29 Bonus
30 Menghilang
31 Berubah
32 Tagihan
33 Disita
34 Kamar kost
35 Siaran langsung
36 Makan malam
37 Berita
38 Jurnalis
39 Ancaman
40 Hilang
41 Sakit
42 Mengalah
43 Pasar
44 Pengumuman
45 Dua puluh lima ribu
46 Kerja keras
47 Berbanding terbalik
48 Tak pulang
49 Di tinggalkan
50 Pemberi misterius
51 Terusir lagi
52 Pulang
53 Terminal
54 Terminal (part 2)
55 Orangtua Eva
56 Menikah
57 Di maafkan
58 Kembali
59 Melahirkan
60 Sempurna
61 Jualan online
62 Muncul kembali
63 Ketakutan Eva
64 Menukar
65 Negosiasi
66 Persidangan.
67 Sidang kedua
68 Keadilan
69 Kehidupan baru
70 Semalaman
71 Hanya rindu
72 Kembali
73 Tersenyum kembali
74 Liburan
75 Keadaan berbeda
76 Ulang tahun Tama
77 Wanita lain
78 Perceraian
79 Serangan stroke
80 Kamar baru
81 Panggilan mama
82 End
83 novel baru
84 "Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
kartu nama
3
1 Miliar
4
Setuju
5
Perum Elite
6
Arsana
7
Sari Husada
8
Kepala gudang
9
Resign
10
Kamar kost
11
Villa privat
12
Serba mewah
13
Bayi tabung
14
Sifat yang sama
15
1 minggu lagi
16
Masa kelam
17
Ruang Program
18
Inseminasi
19
Test kehamilan
20
Berhasil
21
Konferensi pers
22
Kerak telor
23
Mulai nyaman
24
USG
25
Taman Rekreasi
26
Roller coaster
27
Keanehan
28
Diluar rencana
29
Bonus
30
Menghilang
31
Berubah
32
Tagihan
33
Disita
34
Kamar kost
35
Siaran langsung
36
Makan malam
37
Berita
38
Jurnalis
39
Ancaman
40
Hilang
41
Sakit
42
Mengalah
43
Pasar
44
Pengumuman
45
Dua puluh lima ribu
46
Kerja keras
47
Berbanding terbalik
48
Tak pulang
49
Di tinggalkan
50
Pemberi misterius
51
Terusir lagi
52
Pulang
53
Terminal
54
Terminal (part 2)
55
Orangtua Eva
56
Menikah
57
Di maafkan
58
Kembali
59
Melahirkan
60
Sempurna
61
Jualan online
62
Muncul kembali
63
Ketakutan Eva
64
Menukar
65
Negosiasi
66
Persidangan.
67
Sidang kedua
68
Keadilan
69
Kehidupan baru
70
Semalaman
71
Hanya rindu
72
Kembali
73
Tersenyum kembali
74
Liburan
75
Keadaan berbeda
76
Ulang tahun Tama
77
Wanita lain
78
Perceraian
79
Serangan stroke
80
Kamar baru
81
Panggilan mama
82
End
83
novel baru
84
"Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!