"Apaaa...."
Vincent tanpa sadar berdiri dari duduknya dan langsung berkata menatap tuannya tidak percaya.
"Ada apa vin..."
tanya Daniel heran terhadap tingkah Vincent.
"Kenapa harus dia boss...semua wanita yang saya bawa ...semuanya sehat dan subur boss...kenapa harus dia yang cungkring ini..."
Vincent mendapat tatapan tajam dari Toni, ia takut jika kata-kata Vincent bisa memprovokator Daniel untuk membatalkan pilihannya, terlebih lagi Vincent adalah tangan kanannya.
Sementara Eva hanya acuh tak acuh, ia tak mengabaikan perkataan Vincent sama sekali, ia bersyukur dirinya yang terpilih dan sebentar lagi mimpinya menjadi orang kaya akan terwujud dengan usahanya sendiri tentunya, dia hanya perlu berjuang selama 9 bulan untuk itu.
"Keputusan saya tidak bisa di ganggu gugat...suka atau tidak suka kau harus menerimanya vin...jangan banyak bicara...banyak bicara hanya akan memperpendek umurmu..."
Sebuah kalimat ciri khas dari Arsana sudah keluar dari mulutnya, itu membuat Vincent langsung diam seketika. Menerima keputusan tuan dan nonanya yang bahkan tak adil menurutnya.
Setelah ke 6 wanita menerima amplop yang di berikan Daniel berisikan uang 5 juta sebagai ganti waktu yang telah mereka luangkan untuk datang, dan juga untuk membungkam mulut mereka dari apa yang telah mereka lakukan dan mereka tau.
Ternyata Vincent juga mendapatkan tip dari Daniel berupa bonus gaji yang akan di berikan bulan depan, Daniel tak mau orang kepercayaannya ini kecewa padanya.
Karna dari hasil semua tes memang Eva mempunyai kesehatan dan kandungan dengan keadaan yang sangat baik. Itu semua yang membuat Arsana dan Daniel tanpa pikir panjang menerima Eva sebagai rahim sewaannya.
Vincent pun mengantarkan semua wanita itu pulang, meninggalkan Toni dan Eva yang masih akan mengurus tentang pekerjaan baru yang akan mereka jalankan.
"Eva..aku beri waktu kau satu minggu untuk segera berhenti dari pekerjaanmu...kau akan kami pindahkan ke villa privat yang sudah kami siapkan...disana kau akan tinggal dan di rawat dengan baik sampai bayi kami lahir..."
Kata Daniel menatap serius pada Eva.
"Sa...satu minggu..."
"Ya satu minggu...kalau bisa sebelum satu minggu...lebih cepat maka akan lebih baik..."
"Baiklah tuan akan saya urus semuanya..."
"Ya...nanti Vincent akan menghubungimu lebih lanjut mengenai semua ini..."
"Dan kau Toni..."
Daniel sekarang beralih menatap Toni.
"Ya tuan..."
jawab Toni dengan sigap, matanya bahkan berbinar karna uang 1 miliarnya sudah ada di depan mata.
"Karna kau yang membawa Eva padaku..maka tanggung jawab sepenuhnya akan aku berikan padamu....kau juga akan tinggal bersama Eva di villa privat kami...kau akan membantu kami menjaganya...tak perlu khawatir aku akan menggajimu setiap bulan sama seperti gajimu di proyek hotel itu...tanpa perlu bekerja lagi...kau hanya perlu menjaga Eva untuk kami...menemaninya dan ya...semacam menjadi suami palsu untuknya..."
Daniel berkata sambil tersenyum menggoda pada Toni di akhir kalimatnya.
Toni malah senang mendengar tawaran dari Daniel dia makin bersemangat, uang satu miliarnya akan bertambah tanpa dia harus bekerja keras lagi di proyek bangunan itu, ia hanya harus menjaga Eva.
Ya aku memang harus menjaganya...karna dia sewaktu-waktu pasti bisa menggila...dia kan mudah terpancing amarah...kalau marah sudah seperti singa yang lapar...
batin Toni sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Dan ya untuk kau...jangan berbuat macam-macam di villa privat yang kami sewa...atau kau akan mengganti rugi dengan uangmu itu...kau harus menjaga calon anak kami dengan baik...aku tak mau dia sampai terluka atau apapun gara-gara kau....dan satu lagi...kau hanya rahim sewaan kami...jangan berharap lebih dari itu...setelah kau melahirkan bayi itu...kau harus pergi jauh-jauh dari pandangan kami...aku peringatkan kembali untuk kau....jangan kau lihat suamiku lebih dari 3 detik karna itu bisa memperpendek umurmu...."
Ancam Arsana pada Eva dengan tatapan tajamnya.
"Sayang..."
Daniel memandang istrinya dengan pandangan yang tak dapat di artikan.
"Aku hanya memperingatkannya saja sayang...aku tak mau dia nanti bersikap semena-mena...apalagi sering menatapmu...aku tak suka itu...kau hanya milikku tak ada yang boleh melihatmu berlama-lama...apalagi dia..."
jawab Arsana sambil bergelayut manja di leher Daniel.
Baik Eva maupun Toni hanya bisa diam menatap sepasang manusia yang bermesraan bahkan tidak pada tempatnya.
Memandang sikap aneh Arsana yang sangat bertolak belakang saat sedang bicara dengan orang lain dan bicara dengan Daniel membuat Eva semakin dibuat kesal saat menatapnya.
Setelah banyak berbincang tentang rencana mereka kedepannya, dan mengenai villa yang akan di tempati Eva, mereka pun menyudahi pertemuannya dan pulang ke kediaman masing-masing.
Malam itu Eva tidur dengan nyenyaknya karna sudah terbayang kehidupan yang mapan kedepannya, serta masa depan yang terjamin untuk kedua orangtua dan adik-adiknya.
Pagi telah tiba, seperti biasa Eva menjalankan rutinitasnya bekerja di swalayan yang sudah sangat bersahabat dengannya ini.
Eva berjalan kaki, bahkan terlihat sedikit berlari kecil karna jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, tapi dia masih belum sampai di pintu gerbang swalayan itu.
Sampailah Eva di gerbang swalayan itu, di depannya sudah ada 5 karyawan lainnya yang sedang menunggu pemilik swalayan yang membawa akses penuh untuk masuk, yaitu kunci.
Belum saja Eva mengusai nafasnya yang terengah-engah karna berlari, beberapa detik setelah Eva datang, mobil sang pemilik datang ke halaman parkir swalayan, lalu dengan santainya melempar kunci swalayan itu kepada Eva.
Dengan santainya Eva berusaha membuka semua pintu untuk membuka seluruh swalayan, juga pintu gudang tempat ia bekerja.
" Untung saja kau datang tepat waktu sebelum bos datang..."
kata Shela teman Eva, yang bekerja di bagian yang sama dengannya.
"Ya untung saja aku berlari, kalau tidak sudah tamat riwayatku..."
jawab Eva sambil tertawa ringan.
Rutinitas berjalan seperti biasa, Eva dan Shela sedang bekerjasama mengepak sebuah pesanan pelanggan dalam box, lalu melakbannya dengan rapat.
Terlihat juga di beberapa sudut para pegawai gudang melakukan hal yang sama.
Cukup lama keduanya fokus pada pekerjaan, Eva pun memecah keheningan dengan berkata.
"Aku akan keluar dari swalayan ini...bagaimana cara untuk bicara pada bos..."
"Apa....kau serius..."
jawab Shela terkaget bahkan sampai menjatuhkan lakban yang dia pegang.
"Iya aku serius Shel..."
"Kenapa kau tiba-tiba ingin berhenti va....swalayan ini bahkan sudah menjadi sahabat kita kan..rumah kedua kita..."
"Ya aku tau itu...tapi..."
"Tapi kenapa...apa yang membuatmu tiba-tiba ingin berhenti dari sini..."
Eva terlihat bingung menjawabnya, dia tak mungkin mengatakan semuanya pada Shela. Karna itu merupakan aturan dari tuan Daniel untuk merahasiakan semua tentang rahim sewaannya.
"Orangtua...kedua orangtuaku menyuruhku untuk pulang..."
tiba-tiba saja mulut Eva mengatakan dengan ringan alasan yang cukup membungkam sahabat baiknya itu.
"Memangnya ada apa di kampungmu va..."
"Ntahlah shel mereka memintaku untuk pulang...aku sendiri tak tau apa alasannya..."
"Hmmm...padahal aku denga bulan depan bos akan mengangkatmu sebagai kepala gudang..."
"Benarkah..."
Eva cukup terkejut dengan penuturan Shela karna selama ini posisi itulah yang dia inginkan, dengan bayaran yang cukup tinggi dan pekerjaan yang cukup ringan.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Alya Yuni
Eva uang kita bisa cri tpi ank susah sangat
Eva senang dpat uang menjdi tpi syngnya menjual dri
2022-09-13
0
NADIRAH
gimana ya kelanjutan nasib Eva....
kasian juga dengan Eva... Karana ekonomi. rela rahim nya di sewa
2022-05-23
1