Masa kelam

Berbeda dengan suasana di rumah mewah kediaman orangtua Arsana. Disana Ranika mama dari Arsana sedang bercerita pada menantunya Daniel di dalam ruang tamu.

"Mama masih ingat karna kesombongan dan keangkuhan Arthur saat itu.. kakak Arsana meninggal karna sifatnya mengagungkan uang...dia berfikir dengan uang segalanya bisa teratasi..."

Ranika masih berkata sambil menitikkan airmata.

"Jadi maksud mama Arsana sebenarnya mempunyai seorang kakak..."

Tanya Daniel terkejut karna selama ini yang di ketahuinya adalah Arsana anak tunggal dari keluarga wijaya ini.

"Ya...Arsana mempunyai kakak lelaki dan dia harus meninggal di usianya yang masih bayi..."

Bayangan Ranika seketika kembali ke masa lalunya.

**

Saat itu Ranika muda yang masih berusia 21 tahun melahirkan seorang bayi laki-laki. Ranika menikah dengan Arthur di usia yang cukup muda yaitu 20 tahun dan mereka di karuniai seorang anak pertama di usia Ranika baru menginjak 21 tahun.

Waktu itu kehidupan Arthur sudah seperti sekarang, dia bahkan sejak kecil sudah terbiasa hidup dengan mewah. Kekayaan dan uang yang melimpah selalu mengelilingi kehidupannya.

Kakak laki-laki Arsana bernama Alvin. Saat itu usia Alvin masih menginjak 2 bulan. Dan Arthur mempunyai perjalanan bisnis ke pulau kalimantan.

Arthur yang pada dasarnya orang yang suka menyombongkan segala yang dia miliki. Ingin membawa Alvin serta dan istrinya dalam perjalanan bisnisnya kali ini. Dia ingin memamerkan jika sudah mempunyai seorang pewaris laki-laki yang tampan dan baru saja terlahir. Mengingat semua rekan bisnisnya disana banyak yang mengingingkan anak laki-laki tapi kebanyakan dari mereka memiliki anak perempuan.

Arthur dengan bangga membawa Alvin kesana hanya untuk memperlihatkan Alvin pada mereka, selain juga untuk sebuah bisnis dengan para rekan kerjanya.

Terjadi sebuah perdebatan antara Arthur dan Ranika waktu itu. Ranika tak ingin mengambil resiko karna Alvin yang masih sangat kecil. Tapi dengan angkuhnya Arthur tak mau mendengar sama sekali kekhawatiran Ranika. Pada akhirnya Ranika dengan terpaksa membawa Alvin juga kesana.

Sesampainya disana, di gelar acara pesta untuk Alvin yang bertujuan untuk memberitahukan pada teman-teman Arthur bahwa ia memiliki seorang anak lelaki yang akan mewarisi segala kekayaannya dan bisnisnya.

Arthur membiarkan Alvin kecil di gendong kesana kemari oleh para istri rekan bisnisnya. Bahkan Ranika waktu itu tak di perbolehkan untuk mengganggu mereka. Karna niat Arthur hanyalah ingin menyalakan iri hati para rekannya pada anak lelaki yang dia punyai.

Mereka menyewa sebuah villa yang cukup jauh dari perkotaan. Villa mewah yang berada di sebuah daerah yang sulit untuk di jangkau. Banyak villa-villa lain di sampingnya, tapi tak ada yang menempatinya karna waktu itu harga menyewa villa disana cukup mahal dan hanya untuk orang-orang yang benar-benar kaya yang mampu menyewanya.

Selepas pesta berakhir Ranika kembali berdebat dengan Arthur karna membiarkan anaknya yang masih sangat kecil menjadi bahan pameran di pestanya kali ini. Karna tindakannya itu pula Alvin malam itu mengalami demam tinggi.

Ranika pun menyuruh Arthur untuk memanggil seorang dokter kesana, tapi kala itu dokter tak ada yang berani menjangkau villa itu karna jalanan malam yang panjang dan belum di lengkapi dengan penerangan, belum lagi daerah itu rawan terhadap kejahatan.

Karna tak ada dokter yang mau bertandang ke rumahnya , akhirnya mereka berinisiatif untuk berangkat sendiri mencari rumah sakit disana.

Dengan kawalan para pengawal di jalanan yang sepi dan gelap, serta jalanan yang berlumpur karna selepas hujan deras. Kala itu 2 mobil yang di naiki oleh pengawal terjebak lubang dan tak bisa melaju lagi, sedangkan mobil Arthur mengalami mati mesin dan masih di perbaiki.

Keadaan Alvin semakin demam tinggi bahkan sesekali terlihat kejang. Dengan segala keadaan dan kepanikan Ranika segera berlari ke area pemukiman berharap mendapatkan pertolongan dari warga desa karna tak mungkin menjangkau rumah sakit dengan cepat karna keadaannya sekarang.

Arthur yang mendapati Ranika berlari membawa Alvin ke pemukiman segera mengikutinya. Dan Arthur mendapati Alvin yang sedang akan di obati dengan cara tradisional di rumah seorang warga disana.

Dengan sombongnya Arthur segera menarik Ranika dan mengajaknya pergi dari sana. Dengan alasan ia tak mau anaknya di obati oleh orang miskin seperti mereka, terlebih melihat rumah gubuknya yang sudah reyot juga penampilan sang kakek yang terlihat lusuh membuat Arthur semakin membenci tindakan Ranika yang menurutnya sembarangan.

Padahal kakek itu sudah berkata jika keadaan Alvin tidak segera di tangani maka itu akan fatal, karna demam dan kejang yang tengah di alaminya.

Tapi saat itu Arthur yang mendewakan uangnya, mempercayai bahwa semua bisa di atasi dengan uang dan kekayaan, dia tak mendengarkan sama sekali apa yang kakek itu katakan.

Dia menyeret Ranika kembali ke mobilnya yang sudah menyala dan akan membawa Alvin ke rumah sakit saja daripada harus di obati oleh kakek-kakek tua itu.

Perjalanan yang masih cukup jauh membuat kondisi Alvin semakin mengkhawatirkan. Hingga sampailah di rumah sakit yang di tuju, Alvin segera mendapatkan pelayanan disana, Tapi keadaan Alvin kala itu sudah tidak sadarkan diri dan tidak merespon apapun.

Dalam kurun waktu kurang dari 1 jam setelah mendapatkan perawatan terbaik, akhirnya Alvin tak mampu bertahan dia di nyatakan meninggal dan itu sangat membuat Ranika murka pada Arthur.

Arthur pun menyesal dan menyadari bahwa semua tak bisa di tangani dengan uang. Arthur kala itu sempat mengalami stres akibat kematian Alvin.

Hingga waktu-waktu berlalu dan terlahirlah anak keduanya yaitu Arsana. Akibat kematian anak pertamanya Arthur kala itu selalu mendengarkan kata istrinya, ia tak mau mengulang lagi hal yang sama.

Tapi ketika Arsana mulai tumbuh besar Arthur sangat memanjakannya, tak pernah mengatakan kata tidak di setiap kemauan Arsana. Arthur bahkan selalu mengelilingi Arsana dengan banyak uang dan kekayaannya. Arthur selalu bilang semua yang Eva mau akan di dapatkannya.

Karna sikap Arthur itu Arsana kecil tumbuh dan memiliki sifat yang sama persis sepertinya hingga kini .

**

"Untuk itu maafkan segala sifat dan sikap Arsana yang merepotkanmu....mama tau tentu kau juga berharap Arsana mengandung anakmu bukan...tapi maafkan mama Daniel.... mama tak bisa membantumu kali ini....Arthur selalu saja mendukung apapun yang di mau oleh putrinya...dan mama tak bisa berbuat apa-apa..."

"Tak apa ma..mama tak usah bersedih.. Daniel juga tak akan memaksa Arsana untuk itu..."

"Kau benar-benar pria yang baik Daniel...mama hanya berharap semoga kelak Arsana bisa berubah dan tak lagi bertindak seenaknya dengan uang yang dia punya.."

Ranika segera mengusap air matanya dengan cepat karna melihat Arthur dan Arsana yang sedang berjalan ke arahnya.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Velisya 01

Velisya 01

bagus

2022-05-27

1

Velisya 01

Velisya 01

bagus cerita ny

2022-05-27

1

R⃟ Ratu𝓦⃟֯ ❀🌷🌷🐊

R⃟ Ratu𝓦⃟֯ ❀🌷🌷🐊

olah ternyata sikaap sombong sarkna nurun dari papanya, karena apa pun dengan uang, padahal apa pun gk semuanya dg uang, semoga sarjana buat menyesal Thor lanjut

2022-05-27

1

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 kartu nama
3 1 Miliar
4 Setuju
5 Perum Elite
6 Arsana
7 Sari Husada
8 Kepala gudang
9 Resign
10 Kamar kost
11 Villa privat
12 Serba mewah
13 Bayi tabung
14 Sifat yang sama
15 1 minggu lagi
16 Masa kelam
17 Ruang Program
18 Inseminasi
19 Test kehamilan
20 Berhasil
21 Konferensi pers
22 Kerak telor
23 Mulai nyaman
24 USG
25 Taman Rekreasi
26 Roller coaster
27 Keanehan
28 Diluar rencana
29 Bonus
30 Menghilang
31 Berubah
32 Tagihan
33 Disita
34 Kamar kost
35 Siaran langsung
36 Makan malam
37 Berita
38 Jurnalis
39 Ancaman
40 Hilang
41 Sakit
42 Mengalah
43 Pasar
44 Pengumuman
45 Dua puluh lima ribu
46 Kerja keras
47 Berbanding terbalik
48 Tak pulang
49 Di tinggalkan
50 Pemberi misterius
51 Terusir lagi
52 Pulang
53 Terminal
54 Terminal (part 2)
55 Orangtua Eva
56 Menikah
57 Di maafkan
58 Kembali
59 Melahirkan
60 Sempurna
61 Jualan online
62 Muncul kembali
63 Ketakutan Eva
64 Menukar
65 Negosiasi
66 Persidangan.
67 Sidang kedua
68 Keadilan
69 Kehidupan baru
70 Semalaman
71 Hanya rindu
72 Kembali
73 Tersenyum kembali
74 Liburan
75 Keadaan berbeda
76 Ulang tahun Tama
77 Wanita lain
78 Perceraian
79 Serangan stroke
80 Kamar baru
81 Panggilan mama
82 End
83 novel baru
84 "Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
kartu nama
3
1 Miliar
4
Setuju
5
Perum Elite
6
Arsana
7
Sari Husada
8
Kepala gudang
9
Resign
10
Kamar kost
11
Villa privat
12
Serba mewah
13
Bayi tabung
14
Sifat yang sama
15
1 minggu lagi
16
Masa kelam
17
Ruang Program
18
Inseminasi
19
Test kehamilan
20
Berhasil
21
Konferensi pers
22
Kerak telor
23
Mulai nyaman
24
USG
25
Taman Rekreasi
26
Roller coaster
27
Keanehan
28
Diluar rencana
29
Bonus
30
Menghilang
31
Berubah
32
Tagihan
33
Disita
34
Kamar kost
35
Siaran langsung
36
Makan malam
37
Berita
38
Jurnalis
39
Ancaman
40
Hilang
41
Sakit
42
Mengalah
43
Pasar
44
Pengumuman
45
Dua puluh lima ribu
46
Kerja keras
47
Berbanding terbalik
48
Tak pulang
49
Di tinggalkan
50
Pemberi misterius
51
Terusir lagi
52
Pulang
53
Terminal
54
Terminal (part 2)
55
Orangtua Eva
56
Menikah
57
Di maafkan
58
Kembali
59
Melahirkan
60
Sempurna
61
Jualan online
62
Muncul kembali
63
Ketakutan Eva
64
Menukar
65
Negosiasi
66
Persidangan.
67
Sidang kedua
68
Keadilan
69
Kehidupan baru
70
Semalaman
71
Hanya rindu
72
Kembali
73
Tersenyum kembali
74
Liburan
75
Keadaan berbeda
76
Ulang tahun Tama
77
Wanita lain
78
Perceraian
79
Serangan stroke
80
Kamar baru
81
Panggilan mama
82
End
83
novel baru
84
"Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!