Perum Elite

Malam itu juga mereka bertemu di tempat yang sama, di depan warung mbak Lita yang sudah tertutup sempurna.

Toni datang terlebih dulu membawa sepeda motor pinjaman dari teman satu kost nya. Mereka pun berangkat menuju alamat di kartu nama yang di baca oleh Toni.

perum cempaka putih jl. anggrek no 52

Tibalah mereka di salah satu perumahan elite, baru saja akan masuk ke dalam area perumahan tapi mereka sudah di hadang oleh para satpam keamanan yang berjaga di pintu masuk perumahan.

Dengan alasan sebagai tukang service kunci akhirnya mereka bisa masuk ke dalam perumahan itu, mencari alamat yang di tuju.

Sebenarnya Toni juga tidak terlalu yakin pergi kesana, apalagi membawa Eva. Dia mengingat-ingat lagi apa dia tak salah dengar mengenai rahim sewaan itu.

Tapi hatinya terus meyakinkan bahwa dia memang mendengarnya dengan jelas, dan dia harus datang ke rumah itu untuk membuka jalan untuk kehidupan yang lebih baik nantinya.

Setelah berputar-putar di perumahan elite itu lebih dari 2kali Eva pun mulai meragukan jika Toni benar-benar orang yang baik, ia bahkan tadi beralasan sebagai tukang service kunci saat masuk dan dia juga tak mengetahui pasti letak rumah orang yang ingin membayar mereka.

"Berhenti...."

bentak Eva yang sedang berada di belakang Toni dengan sepeda motor matic pinjamannya.

"Kenapa kau berteriak...bicara pelan pun aku akan mendengar...aku mohon jangan menggila disini..kita bisa di tangkap satpam nanti..."

Tak menghiraukan perkataan Toni, Eva malah semakin marah pada Toni.

"Sebenarnya kau ini serius tidak sih...kita masuk secara ilegal disini...kau tau resiko jika kita ketahuan berbohong....ini kawasan perumahan paling elite disini...kita bisa masuk penjara jika ketahuan berbohong...sebenarnya kau tau tidak sih rumah bos besarmu itu...kita sudah berputar lebih dari 3 kali di tempat ini..."

"Diam atau aku turunkan kau disini...cerewet sekali..."

bentak Toni tak kalah keras dari Eva.

Akhirnya Eva pun memilih untuk diam dan menuruti kemauan Toni tanpa banyak bicara, ia menatap setiap rumah yang di pandangnya dengan malas karna sudah bosan berputar-putar di dalam perumahan itu.

dasar pria gila...bagaimana aku bisa bertemu dengannya sih...apalagi mengikuti semua kemauannya...gara-gara tergiur 1 miliar itu aku jadi terjebak di perumahan ini tanpa kejelasan...

Toni melihat Eva dari kaca spionnya.

"Hey...kau jangan menekuk mukamu seperti itu...lebih baik bantu aku..mencari rumah nomor 52...."

"Rumah nomor 52..."

jawab Eva spontan.

"Iya...jangan cerewet lagi...hanya katakan jika kau menemukannya..."

jawab Toni kesal, dia mulai lelah berputar-putar di dalam perumahan itu.

"Kau ini tak bisa membaca yaa....kita bahkan sudah melewatinya sebanyak 3 kali...."

"Benarkah..."

memandang wajah Eva di spion dengan heran.

Eva pun dengan spontan menjitak kepala Toni yang masih menggunakan helm.

"kau memang benar-benar pria gila..."

Tak merespon pukulan di kepalanya, Toni malah betanya pada Eva dengan wajah malunya.

"Katakan dimana rumahnya.."

"Lajukan motormu kesana..rumah nomor 52 adalah rumah paling besar disini...berada di sudut jalan itu...."

Dan akhirnya mereka pun sampai di gerbang sebuah rumah mewah nan besar. Rumah dengan bangunan yang terlihat elegan dan mewah di berbagai sudut, rumah berwarna putih dan keemasan yang semakin menambah kesan mewah di setiap bangunannya.

Baru saja sampai di gerbang besar itu, mereka sudah di hadang oleh 1 orang satpam yang tiba-tiba saja keluar dan bertanya perihal apa yang membuat mereka kemari. Apalagi melihat penampilan mereka yang sangat sederhana, satpan itu semakin heran, karna ia terbiasa membukakan gerbang untuk mobil-mobil mewah dan orang-orang dengan penampilan tak kalah mewahnya.

"Saya ingin menemui pemilik rumah ini..."

"Ada perlu apa anda dengan tuan Daniel...."

"Ada sebuah keperluan yang tak bisa saya jelaskan..."

"Kalau begitu saya tak bisa membiarkan anda masuk...lebih baik anda pergi darisini...tak ada yang boleh masuk jika tak ada keperluan dengan tuan Daniel...."

"Saya ada suatu urusan dengan tuan Damil..."

Toni bahkan baru mengerti nama dari pemilik rumah itu dari sang satpam, dan dia dengan santainya menyebutkan nama yang salah di depan satpam itu.

"Pergi dari sini...sebelum saya memakai kekerasan...."

"Sudah saya katakan saya ada sebuah urusan..."

"Saya tidak percaya dengan anda..bahkan anda menyebutkan nama tuan Daniel dengan salah...pergi sekarang juga atau..."

"Tunggu...."

Toni memberikan isyarat kepada satpam itu untuk mendekatkan telinganya. Toni pun memberikan penjelasan perihal dia ada disana adalah untuk membawa Eva sebagai rahim sewaan Daniel.

"Katakan pada tuan anda...saya membawa wanita yang bersedia menyewakan rahimnya.."

Seketika satpam itu pergi dan mengangguk.mengerti perihal yang di bahas oleh Toni, karna Daniel sendiri sudah memberikan akses khusus pada orang dengan maksud membantunya untuk memberikan keturunan.

Dengan mudah pun Eva dan Toni di persilahkan masuk ke dalam rumah mewah itu.

Mereka di persilahkan duduk di ruang tamu yang sangat mewah dengan warna dominan putih, dengan lampu-lampu kristal yang sangat terang menyilaukan mata, perabot yang kesemuanya terbuat dari marmer juga sofa yang di duduki mereka berdua sangatlah nyaman dan empuk melebihi kenyamanan kasur mereka sendiri di dalam kost sempitnya.

Eva hanya banyak-banyak menelan air liurnya melihat kagum berbagai kemewahan yang ada di hadapannya.

mungkin ruang tamu ini 50 kali lipat luasnya dari kamar kost ku...ya ampun..benar-benar ada ya rumah yang super mewah seperti ini....

batin Eva yang tak henti-hentinya mengaggumi setiap senti ruang tamu itu.

Sementara Toni hanya meremas jemarinya gugup dengan apa yang harus ia katakan nanti ketika bertemu dengan Daniel, dia terus saja menyusun kata-kata yang tepat di dalam otaknya.

Seorang dengan perawakan tinggi dan gagah sedang berjalan ke arahnya. Daniel Ananta adalah seorang pria yang mempunyai wajah yang sangat tampan, dengan kulit putih bersih, memiliki tubuh yang tinggi dan gagah, hidung yang mancung, bibir merah yang ranum, senyuman manis dan suara yang sangat menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya.

Hati Eva langsung berdesir memandang Daniel yang tengah berjalan ke arahnya dengan menebar senyuman manisnya pada Eva dan Toni.

Bukan hanya Eva, Toni pun sebagai seorang lelaki juga terkagum dengan manusia tampan yang sedang menghampirinya itu. Toni tak melihat dengan jelas wajah Daniel saat berada di kantor beberapa minggu yang lalu, dia bahkan tak berani menatapnya. Dan kini saat Toni melihat wajah Daniel ia pun sampai menelan air liurnya dengan kasar, dalam hatinya berkata.

kenapa ada pria setampan ini di muka bumi...1 persen pun aku tak ada apa-apanya dengan dia...dia bagaikan malaikat yang turun dari surga...

Seketika nyali Toni menciut karna melihat ketampanan dari Daniel.

Apalagi saat ia mendengar suara yang pernah ia dengar sebelumnya menyapanya, suaranya kali ini jauh lebih lembut dari suara yang pernah ia dengar, ntah karna Toni terlanjur kagum padanya atau karna ruangan mewah ini yang membuat apapun yang ada di dalamnya terlihat semakin menakjubkan.

"Selamat datang di kediaman saya...."

Daniel berjabat tangan dengan Toni dan tak sungkan untuk memeluk dan menepuk punggung Toni beberapa kali.

Daniel juga menjabat tangan Eva dan tersenyum padanya tanpa memeluknya.

pria tampan ini memeluk Toni...aah...aku juga ingin di peluk dengannya...

suara rengekan Eva dalam hati kecilnya.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Cawica

Cawica

Terimakasih kak...sudah berkenan membaca...semoga suka dg ceritanya...author akan ushakan up 2 bab per hari ya...

2022-05-21

2

NADIRAH

NADIRAH

Thor jangan terlalu lama up nya aku penasaran dengan kisah selanjut nya..

2022-05-21

3

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 kartu nama
3 1 Miliar
4 Setuju
5 Perum Elite
6 Arsana
7 Sari Husada
8 Kepala gudang
9 Resign
10 Kamar kost
11 Villa privat
12 Serba mewah
13 Bayi tabung
14 Sifat yang sama
15 1 minggu lagi
16 Masa kelam
17 Ruang Program
18 Inseminasi
19 Test kehamilan
20 Berhasil
21 Konferensi pers
22 Kerak telor
23 Mulai nyaman
24 USG
25 Taman Rekreasi
26 Roller coaster
27 Keanehan
28 Diluar rencana
29 Bonus
30 Menghilang
31 Berubah
32 Tagihan
33 Disita
34 Kamar kost
35 Siaran langsung
36 Makan malam
37 Berita
38 Jurnalis
39 Ancaman
40 Hilang
41 Sakit
42 Mengalah
43 Pasar
44 Pengumuman
45 Dua puluh lima ribu
46 Kerja keras
47 Berbanding terbalik
48 Tak pulang
49 Di tinggalkan
50 Pemberi misterius
51 Terusir lagi
52 Pulang
53 Terminal
54 Terminal (part 2)
55 Orangtua Eva
56 Menikah
57 Di maafkan
58 Kembali
59 Melahirkan
60 Sempurna
61 Jualan online
62 Muncul kembali
63 Ketakutan Eva
64 Menukar
65 Negosiasi
66 Persidangan.
67 Sidang kedua
68 Keadilan
69 Kehidupan baru
70 Semalaman
71 Hanya rindu
72 Kembali
73 Tersenyum kembali
74 Liburan
75 Keadaan berbeda
76 Ulang tahun Tama
77 Wanita lain
78 Perceraian
79 Serangan stroke
80 Kamar baru
81 Panggilan mama
82 End
83 novel baru
84 "Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
kartu nama
3
1 Miliar
4
Setuju
5
Perum Elite
6
Arsana
7
Sari Husada
8
Kepala gudang
9
Resign
10
Kamar kost
11
Villa privat
12
Serba mewah
13
Bayi tabung
14
Sifat yang sama
15
1 minggu lagi
16
Masa kelam
17
Ruang Program
18
Inseminasi
19
Test kehamilan
20
Berhasil
21
Konferensi pers
22
Kerak telor
23
Mulai nyaman
24
USG
25
Taman Rekreasi
26
Roller coaster
27
Keanehan
28
Diluar rencana
29
Bonus
30
Menghilang
31
Berubah
32
Tagihan
33
Disita
34
Kamar kost
35
Siaran langsung
36
Makan malam
37
Berita
38
Jurnalis
39
Ancaman
40
Hilang
41
Sakit
42
Mengalah
43
Pasar
44
Pengumuman
45
Dua puluh lima ribu
46
Kerja keras
47
Berbanding terbalik
48
Tak pulang
49
Di tinggalkan
50
Pemberi misterius
51
Terusir lagi
52
Pulang
53
Terminal
54
Terminal (part 2)
55
Orangtua Eva
56
Menikah
57
Di maafkan
58
Kembali
59
Melahirkan
60
Sempurna
61
Jualan online
62
Muncul kembali
63
Ketakutan Eva
64
Menukar
65
Negosiasi
66
Persidangan.
67
Sidang kedua
68
Keadilan
69
Kehidupan baru
70
Semalaman
71
Hanya rindu
72
Kembali
73
Tersenyum kembali
74
Liburan
75
Keadaan berbeda
76
Ulang tahun Tama
77
Wanita lain
78
Perceraian
79
Serangan stroke
80
Kamar baru
81
Panggilan mama
82
End
83
novel baru
84
"Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!