Kamar kost

Mentari masih malu-malu menampakkan sinarnya, tapi rupanya tak berlaku dengan warga yang tinggal di sekitar Eva. Sepagi ini bahkan suara orang dengan berbagai aktivitasnya sudah memekakan telinga.

Ya kost yang Eva tinggali sekarang adalah kost yang cukup padat penduduk, dengan gang-gang sempit yang hanya muat untuk satu sepeda motor saja. Belum lagi rumah-rumah yang saling berhimpitan tak menyisakan tanah kosong, dimana pun mata memandang pasti hanya bangunan yang terlihat tanpa adanya lahan hijau sebagai penyejuk mata dan sumber oksigen untuk warga sekitarnya.

Suara-suara orang dengan berbagai dagangannya menjajakan di sela-sela sempit perumahan kaum menengah kebawah ini. Berharap mendapatkan rejeki sepagi mungkin untuk menghidupi keluarga mereka.

Eva sendiri saat ini masih berbaring di atas tempat tidur kecilnya. Berdiam diri menatap malas ke atas atap kost sempitnya itu. Eva melirik jam di dinding, terlihat angka masih menunjukkan jam 6 pagi.

Biasanya Eva sudah bersiap diri membuat sarapannya, mandi dan berangkat ke swalayannya bekerja. Tapi sudah 3 hari ini Eva hanya bermalas-malasan di rumah, dia tak tau apa yang harus dia lakukan, dia sudah tak bekerja lagi di swalayan itu. Daniel pun belum menyuruh dia untuk melakukan apapun, bahkan Eva pun tak tau apakah Daniel akan menghubunginya atau tidak.

Setelah pertemuannya di rumah sakit malam itu, Daniel maupun Arsana tak menghubunginya sama sekali, meski dia sudah meninggalkan nomor ponselnya.

Eva mendapatkan uang dari bos lamanya Bima, sebesar 2 juta dia bilang untuk biayanya pulang ke kampung dan juga 2 juta lagi gajinya di bulan ini, meski belum genap 1 bulan untuk menerima gaji tapi dengan ihklas Bima memberikan bayaran penuh 1 bulan kepada Eva.

Kemarin siang Eva telah mengirim uang 2 juta kepada orangtuanya di kampung dan sisanya lagi di pegang oleh Eva untuk menunjang kehidupannya selama dia belum mendapatkan bayaran dari pekerjaan barunya.

Orangtuanya sempat bertanya kenapa banyak sekali yang Eva berikan di bulan ini, tapi Eva tak menceritakan apapun pada keduanya, dia hanya bilang bahwa dia mendapatkan bonus dari bosnya karna dia telah lembur beberapa hari.

Orangtuanya pasti juga tak akan mengijinkan jika Eva mengatakan yang sebenarnya, tapi dia berniat akan jujur kepada mereka nanti saat uang 3 miliar sudah ada di tangannya, dan dia pulang untuk merubah kehidupan keluarganya.

Eva dengan malas bangun mencuci muka dan menggosok giginya. Lalu mengambil sebungkus mie instant juga 1 butir telur untuk sarapannya. Eva juga menambahkan beberapa cabe untuk sensasi pedas di makanannya, sedari dulu Eva memang pecinta makanan pedas, ada yang kurang rasanya jika tak ada rasa pedas dalam makanannya.

Satu piring mie instan goreng dengan telur mata sapi sudah terhidang di depannya di tambah dengan 1 gelas teh hangat. Eva dengan santai memakan sarapannya sampai habis, lalu Eva memutar musik di sebuah speaker kecil miliknya yang sudah di sambungkan dengan bluetooth di ponselnya.

Speaker inilah yang menemani kensunyian Eva di kost nya, Eva tak memiliki hiburan lain. Televisi pun tak punya, kadang jika bosan dia lebih memilih mendengarkan radio dengan mengganti tombol yang ada di speakernya untuk mulai mencari sinyal radio di sekitarnya.

Eva mendengarkan musik dengan cukup kencang, suara speaker kecil itu cukup keras terdengar di kamar sempitnya ini. Itu sudah menjadi kebiasaan Eva, tanpa memperdulikan kenyamanan tetangga kost nya.

Tiba-tiba ada yang mengetuk kamar kost Eva dengan cukup keras. Tapi Eva sama sekali tak mendengarnya karna dia masih asyik dengan nyanyian yang di dengarnya bahkan bibirnya juga bernyanyi merdu mengikuti irama musiknya.

Cukup lama di ketuk tak mendapat jawaban, ketukan berganti menjadi gebrakkan yang menganggetkan. Eva seketika tersentak dan memandang kesal ke arah pintu. Eva mematikan speakernya lalu berjalan ke pintu sambil mengumpat.

"Tidak ada sopan santun...bagaimana kalau pintu ini rusak.."

Eva membuka pintu dan mendapati 3 orang ber jas hitam sedang berdiri diam di depan kamar kostnya.

"Siapa kalian..."

tanya ketus Eva.

"Kau tak mengenalku..."

Vincent membuka kacamata hitamnya dan memperlihatkan tatapan kesalnya.

samar-samar Eva mengingat wajah Vincent, mengingat jika dia pernah bertemu dengannya di rumah sakit, Eva hanya terdiam memandang, lalu Vincent segera berkata lagi.

"Aku sektetaris pribadi tuan Daniel dan aku kesini untuk menjemputmu..."

Tuan Daniel...sekretaris..sejak kapan mereka tau tempat kost ku...bahkan mereka belum menghubungiku sama sekali...

"Hey...kenapa hanya diam ayo segera ikut kami...aku tak mau menunggumu lagi...masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan..."

"Sekarang...."

Eva bertanya dengan wajah polosnya.

"Ya sekarang...masak tahun depan..."

"Ba..baiklah tunggu, aku akan berkemas..."

jawab Eva bergegas masuk.

"Hey apa yang akan kau kemas...kau bahkan tak memiliki barang berharga disini..."

jawab sembarang Vincent sambil mengintip kamar kost Eva yang memang terlihat sempit.

"Jangan bicara sembarangan...ada banyak barang berhargaku disini..."

jawab Eva sambil mengambil tas besarnya lalu mulai memasukkan barang-barangnya.

"Hey....bahkan Tuan Daniel bisa memberimu barang yang lebih layak dari barang-barang rongsokanmu ini..."

hiissh...dasar..dia pikir aku pengepul barang bekas..

batin Eva masih tak menghiraukan ocehan Vincent yang terus saja menghinanya.

"Ya ampun...kenapa dia keras kepala sekali...hey dengarkan aku...tuan Daniel sudah mempersiapkan semuanya...kau tak perlu membawa apapun...kau hanya perlu membawa tubuhmu dan pakaian yang melekat pada badanmu...tak perlu membawa barang-barangmu ini....semua ini tidak akan berguna disana.."

masih tak mendapat respon dari Eva, Vincent pun mengoceh lagi.

"Astaga....kau memang sama menyebalkannya dengan pria gila mu itu...kalian benar-benar satu pasang yang hebat jika di sandingkan...aku beri waktu kau setengah jam untuk membereskan semua ini....aku akan menunggu kau di mobil...bahkan bau kamar kost mu ini membuatku pusing..."

Vincent berlalu dan memberikan perintah pada 2 orang pengawal yang di bawanya.

"Bantu wanita ngeyel itu membereskan semua barangnya....lakukan semuanya dengan cepat...aku tak mau menunggu lama-lama..."

Vincent pun berjalan ke mobilnya yang terparkir cukup jauh dari kost Eva, karna tidak adanya jalan akses mobil menuju tempat kost Eva.

"Kenapa Bos harus mengutusku mengurus dua manusia planet ini....sama-sama menyebalkan....belum lagi dengan pria gila itu...bahkan mungkin bau kamar kost nya lebih parah lagi...."

Vincent malah bergidik ngeri membayangkan kamar kost yang di tempati oleh Toni, karna ia setiap hari melihat Toni dengan penampilan dan pakaian yang tak pernah terlihat bersih.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Alya Yuni

Alya Yuni

Si Vincent ktrlluan

2022-09-13

0

R⃟ Ratu𝓦⃟֯ ❀🌷🌷🐊

R⃟ Ratu𝓦⃟֯ ❀🌷🌷🐊

lanjut

2022-05-24

1

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 kartu nama
3 1 Miliar
4 Setuju
5 Perum Elite
6 Arsana
7 Sari Husada
8 Kepala gudang
9 Resign
10 Kamar kost
11 Villa privat
12 Serba mewah
13 Bayi tabung
14 Sifat yang sama
15 1 minggu lagi
16 Masa kelam
17 Ruang Program
18 Inseminasi
19 Test kehamilan
20 Berhasil
21 Konferensi pers
22 Kerak telor
23 Mulai nyaman
24 USG
25 Taman Rekreasi
26 Roller coaster
27 Keanehan
28 Diluar rencana
29 Bonus
30 Menghilang
31 Berubah
32 Tagihan
33 Disita
34 Kamar kost
35 Siaran langsung
36 Makan malam
37 Berita
38 Jurnalis
39 Ancaman
40 Hilang
41 Sakit
42 Mengalah
43 Pasar
44 Pengumuman
45 Dua puluh lima ribu
46 Kerja keras
47 Berbanding terbalik
48 Tak pulang
49 Di tinggalkan
50 Pemberi misterius
51 Terusir lagi
52 Pulang
53 Terminal
54 Terminal (part 2)
55 Orangtua Eva
56 Menikah
57 Di maafkan
58 Kembali
59 Melahirkan
60 Sempurna
61 Jualan online
62 Muncul kembali
63 Ketakutan Eva
64 Menukar
65 Negosiasi
66 Persidangan.
67 Sidang kedua
68 Keadilan
69 Kehidupan baru
70 Semalaman
71 Hanya rindu
72 Kembali
73 Tersenyum kembali
74 Liburan
75 Keadaan berbeda
76 Ulang tahun Tama
77 Wanita lain
78 Perceraian
79 Serangan stroke
80 Kamar baru
81 Panggilan mama
82 End
83 novel baru
84 "Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
kartu nama
3
1 Miliar
4
Setuju
5
Perum Elite
6
Arsana
7
Sari Husada
8
Kepala gudang
9
Resign
10
Kamar kost
11
Villa privat
12
Serba mewah
13
Bayi tabung
14
Sifat yang sama
15
1 minggu lagi
16
Masa kelam
17
Ruang Program
18
Inseminasi
19
Test kehamilan
20
Berhasil
21
Konferensi pers
22
Kerak telor
23
Mulai nyaman
24
USG
25
Taman Rekreasi
26
Roller coaster
27
Keanehan
28
Diluar rencana
29
Bonus
30
Menghilang
31
Berubah
32
Tagihan
33
Disita
34
Kamar kost
35
Siaran langsung
36
Makan malam
37
Berita
38
Jurnalis
39
Ancaman
40
Hilang
41
Sakit
42
Mengalah
43
Pasar
44
Pengumuman
45
Dua puluh lima ribu
46
Kerja keras
47
Berbanding terbalik
48
Tak pulang
49
Di tinggalkan
50
Pemberi misterius
51
Terusir lagi
52
Pulang
53
Terminal
54
Terminal (part 2)
55
Orangtua Eva
56
Menikah
57
Di maafkan
58
Kembali
59
Melahirkan
60
Sempurna
61
Jualan online
62
Muncul kembali
63
Ketakutan Eva
64
Menukar
65
Negosiasi
66
Persidangan.
67
Sidang kedua
68
Keadilan
69
Kehidupan baru
70
Semalaman
71
Hanya rindu
72
Kembali
73
Tersenyum kembali
74
Liburan
75
Keadaan berbeda
76
Ulang tahun Tama
77
Wanita lain
78
Perceraian
79
Serangan stroke
80
Kamar baru
81
Panggilan mama
82
End
83
novel baru
84
"Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!