1 Miliar

Setelah hari itu Toni merasa tergiur dengan percakapan seorang yang ada di ruang boss besarnya tersebut. Penawaran itu memang tak secara langsung di berikan pada Toni, tapi Toni sangat antusias dengan semua pembicaraaan itu, apalagi seorang itu menyebutkan untuk siapa saja.

Dalam fikiran Toni jika dia bisa membawa wanita yang mau menyewakan rahimnya, maka ia bisa kaya dengan mendapatkan imbalan sebesar 1 miliar. Tentu itu bisa ia gunakan untuk hidup kedepannya seperti membeli rumah, membuka usaha agar dia tak lagi menjadi bawahan terus dan bekerja keras seperti sekarang. Hidupnya akan berubah 180 derajat jika dia bisa mendapatkan uang itu.

Tapi Toni juga kebingungan mencari wanita yang mau dengan penawarannya itu. Terlebih lagi karna Toni yang tak mengenal wanita dengan baik, ia sama sekali belum tertarik dengan wanita. Kehidupannya selama ini hanya ia fokuskan untuk kerja, kerja dan kerja.

Dan ntah kenapa semenjak bertemu dengan Eva dia merasa Eva adalah wanita yang cocok untuk rencananya, bagaimana pun caranya dia akan membujuk Eva untuk mendapatkan kekayaan itu. Apalagi saat mengetahui latar belakang Eva yang merantau dari mbak Lita membuat Toni semakin yakin bahwa Eva akan bersedia menyewakan rahimnya.

Keesokan harinya di jam yang sama Toni mendatangi warung mbak Lita. Tapi terlihat saat itu di dalam warung sangat banyak pengunjung. Toni melihat-lihat seluruh pembeli disana, tapi tak mendapati sosok Eva dengan seragam kerjanya. Toni pun memesan makanan seperti biasanya pada Lita dan segera memakannya menunggu Eva datang.

Toni makan dengan tergesa takut-takut jika Eva tiba-tiba saja datang dan pergi ketika ia belum menghabiskan porsinya. Dan benar saja ketika makanan di piring Toni hampir saja kandas, Eva terlihat sedang berdiri di belakangnya. memesan makanan yang sama seperti kemarin saat Toni makan di jam yang sama.

Toni berfikir inilah kesempatan untuk berbicara tentang rencananya dengan Eva. Toni membayar terlebih dulu makanannya lalu bergegas keluar dari warung menunggu Eva keluar juga darisana dengan sebungkus nasi pesanannya.

Eva berjalan keluar dari warung, Toni ingin menyapanya tapi lidahnya terasa kelu, karna dia bahkan sebelumnya tak pernah bicara dengan Eva. Tapi tiba-tiba Toni ingin memintanya untuk bekerjasama dengannya,Toni merasa itu semua terlalu cepat, akhirnya Toni pun hanya mengikuti Eva di belakangnya tanpa berbicara sepatah kata pun.

Eva berjalan dengan santai menuju gang sempit tempat kost nya selama ini berada, terasa ada yang aneh karna sedari tadi Eva mendengar suara langkah di belakang tubuhnya. Eva beberapa kali menoleh ke belakang, ia tetap mendapati orang yang sama.

Di dalam gang sempit itu Eva berhenti tanpa menoleh ke belakang, dan benar saja suara langkah itu juga terhenti.

Secepat kilat Eva menoleh dan berkata pada Toni.

"Kau mengikutiku ya...."

Eva memandang penampilan Toni dari atas sampai bawah.

Toni memakai celana pendek yang lusuh, kaos omblong dengan banyak percikan cat dan semen juga debu yang terlihat menempel di seluruh tubuhnya. keringat juga masih terlihat di bagian keningnya.

Kulitnya terlihat hitam mengkilap karna keringat yang belum mengering sempurna, ia memakai Topi yang tak kalah lusuhnya juga terdapat lubang di sana-sini.

Dia seperti orang yang ada di warung mbak Lita kemarin...sepertinya dia pekerja bangunan...

batin Eva sambil terus memandangi Toni dengan intens.

Sementara Toni hanya terdiam di tempatnya, tak bisa berkata apa-apa karna dia ketahuan sedang mengikuti Eva. Toni yang memang tak berbakat dalam memata-matai orang hanya pasrah saat Eva memandangnya dengan aneh.

Dengan terbata Toni berkata.

"A...aku..aku tidak..."

karna gugup Toni memandang ke segala arah dan tak sengaja Toni memandang ke arah dada Eva yang sedikit terbuka.

Eva yang menyadari pandangan Toni mengarah kemana, dia segera saja menutup kerah bajunya dengan satu tangannya.

"Dasar....pria mesum..."

gumam Eva yang masih bisa di dengar jelas oleh Toni.

Mendapati julukan barunya itu Toni seakan mendapatkan suntikan keberanian, dia sama sekali tak berniat jahat kepada Eva. Hanya saja dia sedikit gugup karna belum pernah berhadapan dengan seorang wanita sebelumnya.

" hey...aku bukan pria yang seperti kau katakan..."

"Lalu apa...kau bahkan melihat ke arah yang tak sepantasnya kau lihat....maling mana mau ngaku..."

Jawab Eva sambil berlalu meninggalkan Toni tak mau meladeni pria yang di nilainya mempunyai sikap yang buruk kepada wanita.

"hey kau mau kemana..."

Eva hanya mengibaskan tangannye ke udara, tak menghiraukan perkataan Toni yang meneriakinya.

"Eva..."

teriak Toni lagi masih berdiam di tempatnya.

dia tau namaku...darimana dia tau...sebenarnya mau apa sih pria mesum ini...

Eva berhenti lalu segera menoleh lagi.

"Kau mengenalku..."

"Ya aku tau namamu..."

"Siapa kau ..darimana kau tau namaku..."

"Dari mbak Lita pemilik warung nasi yang tadi kau beli..."

Toni yang pada dasarnya pria polos hanya bisa berkata jujur saat di tanyai Eva mengenai namanya.

"Dan kenalkan namaku Toni..."

Toni mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan dengan Eva, tapi Eva sama sekali tak meresponnya. Toni pun merasa canggung dan segera menarik tangannya kembali.

"Tak penting siapa kau...yang jelas sekarang...kenapa kau mengikutiku..."

"Aku...aku ingin menawarkan pekerjaan padamu..."

"Pekerjaan ....haha...bahkan kau mungkin juga tau kalau aku sudah bekerja...aku sudah nyaman bekerja di tempatku sekarang...sudahlah lupakan saja dan segera pergi darisini...aku sangat lelah..."

Eva bersikap acuh terhadap tawaran Toni, Eva bahkan menyuruhnya untuk pergi.

"Aku menawarkan pekerjaan singkat dengan gaji yang besar...kau pasti akan mau jika kau tau berapa gajinya..."

Toni masih berusaha untuk meyakinkan Eva.

Mendengar kalimat Toni,Eva malah mengeryitkan dahinya, Eva berfikir pekerjaan apa yang di lakukan dengan singkat namun mempunyai gaji yang besar. Eva terlihat berfikir lalu beberapa detik kemudian.

"Dasar...aku sudah tau...kau benar-benar ya....pergi dari sini...seumur hidupku aku bahkan tak akan mau bekerja seperti itu...kau fikir aku wanita seperti apa hah..."

Eva menunjuk-nunjuk Toni sambil berkacak pinggang menahan emosinya.

"Hey memang kau fikir aku ingin mengajakmu bekerja apa...kau gila ya..."

"Pergi dari sini...kau kira aku tak tau...dari penampilanmu saja, aku sudah bisa menebak kau pasti pria hidung belang yang ingin menyewa perempuan kan...pergi...atau aku akan berteriak supaya kau di hajar oleh warga di kampung sini...."

Eva sekarang sudah memposisikan tangannya di kedua mulutnya, ingin segera meneriaki Toni agar dia mau pergi.

"Hey....kau ini benar-benar wanita gila ya..."

"Kau yang gila...toloongg...to.."

Eva mengumpat lalu segera berteriak minta tolong dengan kencang, membuat Toni yang sedikit berada jauh darinya kelabakan dan segera berlari menutup mulut Eva, takut jika benar-benar para warga datang dan mengeroyoknya.

Dalam kepanikannya Toni segera berkata di telinga Eva.

"Sa...satu miliar...satu miliar...kau akan di bayar satu miliar jika kau mau bekerjasama denganku..."

Seketika Eva terdiam dan membulatkan kedua bola matanya, menatap Toni yang berada sangat dekat dengannya dengan tangan yang masih membekap mulutnya.

Bersambung....

Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 kartu nama
3 1 Miliar
4 Setuju
5 Perum Elite
6 Arsana
7 Sari Husada
8 Kepala gudang
9 Resign
10 Kamar kost
11 Villa privat
12 Serba mewah
13 Bayi tabung
14 Sifat yang sama
15 1 minggu lagi
16 Masa kelam
17 Ruang Program
18 Inseminasi
19 Test kehamilan
20 Berhasil
21 Konferensi pers
22 Kerak telor
23 Mulai nyaman
24 USG
25 Taman Rekreasi
26 Roller coaster
27 Keanehan
28 Diluar rencana
29 Bonus
30 Menghilang
31 Berubah
32 Tagihan
33 Disita
34 Kamar kost
35 Siaran langsung
36 Makan malam
37 Berita
38 Jurnalis
39 Ancaman
40 Hilang
41 Sakit
42 Mengalah
43 Pasar
44 Pengumuman
45 Dua puluh lima ribu
46 Kerja keras
47 Berbanding terbalik
48 Tak pulang
49 Di tinggalkan
50 Pemberi misterius
51 Terusir lagi
52 Pulang
53 Terminal
54 Terminal (part 2)
55 Orangtua Eva
56 Menikah
57 Di maafkan
58 Kembali
59 Melahirkan
60 Sempurna
61 Jualan online
62 Muncul kembali
63 Ketakutan Eva
64 Menukar
65 Negosiasi
66 Persidangan.
67 Sidang kedua
68 Keadilan
69 Kehidupan baru
70 Semalaman
71 Hanya rindu
72 Kembali
73 Tersenyum kembali
74 Liburan
75 Keadaan berbeda
76 Ulang tahun Tama
77 Wanita lain
78 Perceraian
79 Serangan stroke
80 Kamar baru
81 Panggilan mama
82 End
83 novel baru
84 "Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
kartu nama
3
1 Miliar
4
Setuju
5
Perum Elite
6
Arsana
7
Sari Husada
8
Kepala gudang
9
Resign
10
Kamar kost
11
Villa privat
12
Serba mewah
13
Bayi tabung
14
Sifat yang sama
15
1 minggu lagi
16
Masa kelam
17
Ruang Program
18
Inseminasi
19
Test kehamilan
20
Berhasil
21
Konferensi pers
22
Kerak telor
23
Mulai nyaman
24
USG
25
Taman Rekreasi
26
Roller coaster
27
Keanehan
28
Diluar rencana
29
Bonus
30
Menghilang
31
Berubah
32
Tagihan
33
Disita
34
Kamar kost
35
Siaran langsung
36
Makan malam
37
Berita
38
Jurnalis
39
Ancaman
40
Hilang
41
Sakit
42
Mengalah
43
Pasar
44
Pengumuman
45
Dua puluh lima ribu
46
Kerja keras
47
Berbanding terbalik
48
Tak pulang
49
Di tinggalkan
50
Pemberi misterius
51
Terusir lagi
52
Pulang
53
Terminal
54
Terminal (part 2)
55
Orangtua Eva
56
Menikah
57
Di maafkan
58
Kembali
59
Melahirkan
60
Sempurna
61
Jualan online
62
Muncul kembali
63
Ketakutan Eva
64
Menukar
65
Negosiasi
66
Persidangan.
67
Sidang kedua
68
Keadilan
69
Kehidupan baru
70
Semalaman
71
Hanya rindu
72
Kembali
73
Tersenyum kembali
74
Liburan
75
Keadaan berbeda
76
Ulang tahun Tama
77
Wanita lain
78
Perceraian
79
Serangan stroke
80
Kamar baru
81
Panggilan mama
82
End
83
novel baru
84
"Kisah rumit Tamara sang Wanita malam"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!