"Ben" Keyla menahan tangan Ben yang sudah merayap kemana-mana. Ben menatap wajah Keyla dengan mata sayu nya.
"Gue pengen milikin Lo seutuhnya key" pinta Ben dengan suaranya yang serak. melihat Keyla yang hanya diam pun Ben tersenyum kecut dan kembali merapikan pakaian Keyla yang berantakan karena ulahnya.
"Nggak apa kalo Lo belum siap, gue ngerti! karena Lo juga belum sepenuhnya Nerima gue, gue bakal nungguin Lo sampai siap" ucap Ben kembali menjalankan mobilnya menuju apartemen.
Terlihat guratan kekecewaan dari wajah Ben. sebenarnya Keyla memang sudah menerima Ben walau tidak sepenuhnya. namun Keyla masih takut untuk melakukan hubungan layaknya suami istri pada umumnya.
"Apa gue kasih aja ya? tapi belutnya dia kan gede banget, mana muat sama punya gue!" batin Keyla bergidik ngeri, saat mengingat kejadian beberapa jam yang lalu
"Terus kalo gue sampai hamil, gimana sekolah gue! haduuuhhh"
Keyla terus bergumam dalam hati hingga tidak terasa mobil sudah memasuki basemen apartemen.
"Key, kita udah sampe" ucap Ben menepuk pundak Keyla yang terlihat sedang melamun.
"Ah..oh i-iya hehe" ucap Keyla tersenyum kaku. sesampainya di dalam apartemen, Ben langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Keyla duduk gelisah di samping tempat tidur, ingin rasanya dia mengatakan pada Ben bahwa dia sudah siap memberikan mahkotanya tapi dia merasa malu untuk mengatakannya.
"Masa iya gue langsung bilang "gue udah siap nyerahin diri gue" kan kesannya gue jual diri ke dia" gumam Keyla bingung
"Aaargghh persetan lah sama semuanya, toh suami gue sendiri!" gumam Keyla bangkit dan menyusul Ben ke kamar mandi.
Ceklek
Ben yang sedang bersolo karir, tidak menyadari kehadiran Keyla yang melongo melihat dirinya yang sedang menidurkan belut listriknya. Keyla membelalakkan matanya dan menutup mulutnya agar tidak berteriak. dia tidak menyangka kelakuan Ben, apa Ben begini setiap hari? pikir Keyla menatap aneh.
Ben yang sudah selesai, merasa ada seseorang yang memperhatikannya. kemudian Ben menoleh dan benar saja Keyla sedang melihat kearahnya, entah sejak kapan Keyla berdiri disitu Ben tidak tau. sontak saja Ben terkejut dan segera mematikan handphone yang masih mengeluarkan suara laknat.
"Gu-gue nggak liat kok! Lo lanjutin aja gue pergi dulu" ucap Keyla memalingkan wajahnya dan hendak pergi. namun, Ben mencekal tangan Keyla untuk mengatakan sesuatu.
"Sejak kapan Lo disini?" tanya Ben pelan menatap wajah Keyla yang hanya menunduk.
"Udah dari tadi" cicit Keyla pelan hampir tidak terdengar.
"Gu-gue, gue kesini cuma mau bilang udah siap untuk lo nikmatin" sambung Keyla memejamkan matanya membuat Ben tercengang mendengarnya.
"Anjiiir, ngapain Lo ngomong kek gitu goblook" umpat Keyla dalam hati
"Maksud Lo?" tanya Ben mengangkat sebelah alisnya, berpura-pura tidak mengerti maksud perkataan Keyla.
"Tuh kan, Lo mau jawab apa bego! God help me please" teriak Keyla menangis dalam hati
deg..deg..deg..
Kemudian keyla mendongak dan menatap mata Ben yang juga menatap dirinya, jantung Keyla berdegup sangat kencang. Ben memiringkan kepalanya dan menyambar bibir pink Keyla dengan lembut. Keyla awalnya terkejut, namun detik berikutnya Keyla pun mulai membalasnya walau agak kaku.
"Do you love me?" tanya Ben saat tautan mereka terlepas.
"Gue belum cinta sama Lo sepenuhnya, but i Will try to love you" ucap Keyla tersenyum tulus. walau Ben sedikit kecewa, tapi Ben senang karena Keyla sudah mau membuka hatinya untuknya.
"I want you baby" ucap Ben kembali menyambar bibir Keyla. keduanya berjalan keluar kamar mandi tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Ben membaringkan tubuh Keyla dengan lembut di kasur.
"Kamu yakin?" tanya Ben memastikan. Keyla menunduk dan mengangguk malu. Ben yang sudah mendapatkan lampu hijau, segera melepas semua kain yang melekat di tubuh wanita yang sudah sah menjadi istrinya.
"Bersiaplah, aku akan memulainya sayang" ucap Ben mencium kening, mata, dan bibir Keyla dengan lembut.
"Aaakhhhhh Ben sakit" teriak Keyla mencengkram erat tangan Ben saat belut listrik Ben memaksa membuka pintu sarangnya yang terkunci. saat ini, belut listrik Ben mengeluarkan sengatan-sengatan yang membuatnya terbang ke angkasa. suara erotis keduanya menggema sampai keluar kamar. Ben mencium kening Keyla yang penuh dengan keringat dan menjatuhkan dirinya di samping Keyla.
"Makasih sayang" ucap Ben menarik Keyla kedalam pelukannya dan tertidur.
Keesokan harinya saat Keyla terbangun, dia melihat Ben tengah menatap dirinya sambil tersenyum.
"Gue tau kok gue cantik" ucap Keyla dengan percaya diri sambil tersenyum manis.
"Hahaha...iya kamu cantik, tapi diliat dari lobang sedotan" ledek Ben tertawa sambil beranjak dari tempat tidur.
"Eh gue itu emang cantik, buktinya Lo aja kepincut sama gue" Protes Keyla
"Mulai sekarang panggil aku kamu, biar enak didenger" perintah Ben sebelum masuk kamar mandi. sedangkan Keyla tersenyum dan segera turun dari tempat tidur untuk mandi di kamar tamu.
Setelah membersihkan diri dan memakai seragam sekolah, Keyla turun kedapur untuk membuat sarapan.
"Perasaan kemaren masih banyak" gumam Keyla yang terus membuka lemari dapur satu persatu. Keyla menghela nafas dan kembali ke kamarnya di lantai atas.
"Sarapannya di kantin aja ya, rotinya udah habis" kata keyla ketika membuka pintu kamar.
"Ya udah ayok berangkat" ucap Ben sambil melirik jam di pergelangan tangannya.
"Ben tunggu!" Keyla mencekal tangan Ben saat teringat sesuatu.
"Kenapa?" tanya Ben mengerutkan alisnya.
"Gimana kalo gue hamil" ucap Keyla cemas
"Nggak usah khawatir aku main aman kok semalem" jawab Ben yang membuat Keyla bernafas lega.
"Huufftt syukurlah" batin Keyla
Kemudian mereka berdua keluar dari apartemen menuju motor sport milik Ben. perlahan motor Ben keluar dari area apartemen kejalan raya menuju SMA Nusa Bangsa.
"Istirahat nanti aku ke kelas kamu" ucap Ben mencium lembut kening keyla saat sudah sampai diparkiran sekolah.
"Ben, banyak anak-anak yang liat kita" bisik Keyla melotot kesal, sambil melihat sekeliling dimana murid-murid sedang memperhatikan mereka. termasuk seseorang yang sedang mengepalkan tangannya dibalik pohon tidak jauh dari mereka.
"Brengsek Lo Ben" gumamnya berlalu pergi.
****
"Key, Keyla" teriak Sisil dengan nafas yang tersengal-sengal masuk ke dalam kelas.
"Apaan sih teriak-teriak, mau jadi Tarzan Lo?" ucap Keyla jengah
"Itu, itu Ben.." ucap Sisil belum selesai
"Ben kenapa?" ketika mendengar nama Ben, Keyla langsung panik
"Ben sama Kenzo berantem di kelas" ucap Sisil panik
"APA" sentak Keyla tepat di wajah Sisil. Keyla langsung segera berlari menuju kelas Ben dan Kenzo diikuti Sisil.
"Dimana otak Lo, hah!" bentak Kenzo dengan nafas yang memburu.
"STOP" teriak seorang wanita membuat keduanya berhenti saling pukul.
*
*
*
bersambung....
makasih buat pembaca setia ku, love you🙏🥰
note:
Maaf baru up, bab ini barusan habis direvisi 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Padti itu Kenzo,,Menurutku mending Ben jujur aja sama Bram dan Kenzo,biar Kenzo gak dekatin Key lg,dan Ken gak berharap ke Key lg..
2023-04-30
0
мєσωzα
harusnya jujur aja gak sih, sama kenzo juga bram? biar gak jadi salahpaham
2023-01-03
0
Indrie Wulandari
bahasa keyla gaul beuh anak jaman now
2022-07-31
1