Keesokan harinya, sinar matahari masuk dari cela jendela kamar seorang wanita cantik yang kini sudah selesai mandi dan bersiap untuk berangkat ke sekolah, ya wanita itu adalah keyla.
"Baru jam segini?" gumam Keyla mengernyitkan dahinya saat melihat jam di atas nakas yg baru menunjukkan pukul 06.35 WIB. "
"Tumbenan gue cepet?" tanya Keyla pada diri sendiri sambil mengedikkan bahu tanda bodo amat. biasanya jam segini Keyla masih molor di tempat tidur. Keyla pun berniat untuk duduk santai bermain hp di ruang tamu sambil menunggu jam untuk berangkat sekolah. toh disekolah juga ngapain pagi-pagi amat datangnya.
Tok...tok...tok
"Keyla!!"
Suara ketokan pintu disertai teriakan seorang wanita dari luar, membuat Keyla yang tadinya sedang asyik melihat film action pun beranjak dari duduk nya.
ceklek
"Lo dari tadi gue panggil, gue gedor nggak nyaut-nyaut, budek apa hah!" omel Siska kesal, karena sudah berapa kali memanggil Keyla tapi tidak ada jawabannya sama sekali.
"Iya iya sory! gue denger kok, cuman gue lagi seru aja nonton film. lagian gue pikir anjing yang ngetok pintu gue" jawab Keyla seenaknya.
Siska mendengus, ingin sekali memotong lidah tak bertulang milik Keyla untuk dibakar. bisa-bisanya dia bilang bahwa anjing yang mengetuk pintunya, dasar temen laknat batin siska.
"Wahhh ni bocah bener-bener bikin darah tinggi" sungut Siska kesal
"Gue kesini mau ngambil sepatu gue yang Lo pinjem kemaren, gue mau pake hari ini" pinta Siska.
Keyla baru sadar bahwa dia belum mengembalikan sepatu milik Siska, dikarenakan kemarin ada insiden dan juga tubuh Siska terlalu lelah butuh istirahat. jadi keyla lupa untuk mengembalikan sepatu milik siska.
"Astaga, gue lupa sis sumpah" ucap Keyla menepuk jidatnya sendiri.
"Kemaren rencananya gue emang mau balikin sepatu Lo, tapi karena ada insiden di mall kemaren jdi gue lupa, sorry ya!" jelas Keyla pada Siska.
"Emangnya ada insiden apa?" tanya Siska
"Terus itu bibir sama pipi Lo kenapa agak lebam gitu? Lo dicopet, atau Lo..?" ucap Siska disela oleh Keyla.
"Nggak usah mikirin aneh-aneh Lo, ini itu akibat gue nyelametin bocah yang disandera dan mau dibunuh kemaren di mall. ya gue yang ngeliat nggak bisa diem aja dong, jadi....." Keyla menceritakan kejadian kemarin dimall pada Siska.
"WHAT!!" pekik Siska, kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Gue nggak percaya sama cerita Lo, secara Lo tu cewek nggk mungkin Lo berani ngelawan. yang ada ni ya, Lo yang dibunuh" ucap Siska yang tidak percaya omongan Keyla.
"Terserah Lo mau percaya atau nggak, nggak penting buat gue!" ketus Keyla, kemudian masuk kedalam mengambil tas untuk berangkat ke sekolah karena jam dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 07.10 WIB, tidak lupa juga membawa sepatu Siska.
"Nih sepatu Lo, gue mau berangkat dulu" ucap Keyla menyerahkan sepatu pada Siska, lalu beranjak pergi dari hadapan Siska setelah mengunci pintu kosannya.
"Key, Lo marah sama gue?" tanya Siska pada punggung Keyla yang perlahan menjauh dan hanya dijawab dengan mengangkat jari tengahnya saja, f*ck.
"Cih..ngambek tu anak" gumam Siska pelan.
****
Sekitar 10 menit diperjalanan Keyla sampai di gerbang sekolah. saat di lorong, Keyla ber paspasan dengan Ben and the geng. saat sudah dekat Keyla hendak ingin berbicara. namun belum sempat berbicara Ben melengos pergi seakan tidak melihat keberadaan Keyla disitu. Keyla yang melihatnya pun langsung geram, pasalnya dia ingin mengucapkan terima kasih telah membantunya kemarin dan juga karena Keyla lah Ben selamat dari tusukan penjahat yang mengakibatkan bahunya yang terluka.
"Si*lan tu cowok..gue kan niatnya baik pengen bilang makasih, dasar valak! eh tapi ngapain juga gue mau makasih, orang kemarin gue impas" monolog Keyla mencebikkan bibir dan melanjutkan langkahnya menuju kelas.
Sedangkan Ben and the geng mereka menuju gerbang masuk sekolah. guna mengamankan murid-murid yang terlambat, karena 2 menit yang lalu suara bel masuk telah berbunyi.
"Keyla tadi kayaknya mau ngomong sesuatu deh sama Lo Ben" ucap Bram pada Ben, sontak Ben melihat kearahnya sekilas dan tidak menjawab pertanyaannya.
"Percuma Lo ngmong sama ni anak, nggak ada bedanya sama tembok"ketus Kenzo menimpali saat melihat tidak ada jawaban dan ekspresi apapun di wajah Ben. Ben tidak berkomentar, dia hanya mengarahkan pandangan ke seluruh area sekolah untuk mengamankan murid yang telat.
Tapi yang ada dipikirannya saat ini hanya dia yang tau dan tentunya author 🤣🤭
****
Pelajaran pertama akan segera berakhir dalam 5 menit. di dalam kelas XI IPS 2, terlihat Keyla sedang mengerutkan keningnya menahan nyeri pada pundaknya yang terluka.
"Are you okay?" tanya Sisil khawatir melihat wajah keyla yang pucat.
"Gue oke kok!" jawab Keyla tersenyum paksa
Drriiingg
Bunyi bel menandakan pelajaran telah usai, semua murid berhamburan keluar kelas. ada yang menuju kantin, taman, lapangan, perpus dan tempat yang lainnya.
"Key kita ke UKS aja ya, gue khawatir banget sama Lo. muka Lo pucet banget" saran Sisil
"Gue nggak apa-apa kok, kita ke kantin aja Lo juga pasti laper kan!" jawab Keyla yang mana membuat Sisil hanya menganggukkan kepalanya yang tidak mau memaksa Keyla untuk ke UKS.
"Lo duduk aja biar gue yang pesenin, Lo mau apa?" ucap Sisil saat tiba di kantin sekolah
"Mmmm...bubur ayam aja, pake ampela goreng jangan lupa, minumannya air putih" ucap Keyla yang dijawab anggukkan oleh sisil. Keyla duduk dipojokkan mengahadap ke arah taman belakang sekolah. tidak berapa lama Sisil datang membawa pesanan dibantu sang pelayan.
Saat sedang menikmati makanannya, Ben and the geng datang dan duduk tepat didepan Sisil dan Keyla. Sisil yang melihat merekapun melongo, sedangkan Keyla tidak memperdulikan akan keberadaan mereka.
"Kenapa? keberatan kita duduk disini?"tanya Kenzo datar saat melihat reaksi sisil yang melihat kearah mereka tanpa berkedip.
"Ah..eng-enggak kok, hehehe" ucap Sisil yang tersadar dan menjadi salah tingkah.
Keyla merasa pundaknya semakin sakit dan merasa seluruh tulangnya nyeri disertai keringat dingin mengucur deras di wajahnya yang pucat pasi. hal itu tidak lepas dari pandangan Ben dan Kenzo yang sedari tadi memperhatikan Keyla.
"Lo baik-baik aja kan?" tanya Kenzo khawatir melihat wajah pucat Keyla.
Keyla tidak menanggapi, mulutnya tidak sanggup untuk berbicara karena rasa sakitnya semakin parah. Kenzo langsung berangkat dari tempat duduknya menghampiri Keyla dan tanpa aba-aba mengangkat tubuhnya ala bridal style menuju UKS.
Sontak pemandangan tersebut membuat suasana kantin menjadi riuh, kala melihat salah satu most wanted menggendong seorang wanita. Keyla hanya pasrah, karena tenaganya terasa telah habis sampai pada akhirnya tidak sadarkan diri dalam gendongan kenzo. Kenzo yang melihat Keyla pingsan pun semakin mempercepat langkahnya. Ben melihat punggung Kenzo yang di ekori Sisil mulai menjauh pun akhirnya melanjutkan makanan nya, begitu juga dengan Bram.
"Kayaknya Kenzo beneran mulai tertarik sama keyla" ucap Bram disela makannya pada Ben, yang tidak ditanggapi sama sekali oleh Ben.
*
*
*
bersambung.....
Mohon dukungan nya, supaya author makin rajin up nya🥰🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Apa dari RS kemaren itu dokter gak ada kasih resep obat penahan nyeri dan antibiotik ya,biasanya ada tu di kasih,,
2023-04-30
0
Qaisaa Nazarudin
Gak usak,loe cuekin aja tuh cowok gak usah sok akrab dgn mereka,,
2023-04-30
0
ẅ͜͡üɭäN⃟●⃝ғғ♕︎٭ཽ࿐🐊
mulut Kayla astaga 🙈 sabar yah Siska 🤭
2022-07-19
0