"Aku ingat janjimu" ucap Kimberly
Mansion Raymond
"Apa kamu sudah selidiki, kenapa dia bisa ada di sini? tidak mungkin hanya dia seorang" ujar Raymond dengan sambil meneguk minumannya yang berdiri di ruangan tamu
"Saya akan menyelidikinya, Tuan" jawab Teddy
"Dia mengincar Kimberly karena gadis itu memiliki aroma spesial, dan aku tidak ingin ada yang mengincarnya lagi"
"Tuan, saya akan melindungi Ratu"
"Lindungi dia jangan sampai dia terluka, Kimberly sudah mulai memiliki kekuatan karena mutiara itu, akan tetapi dia tidak menyadarinya, dan jika dia tidak mengendalikannya dia bisa saja melukai orang tanpa di sengaja"
"Salah satu adalah Wilson yang sudah menjadi korbannya" ujar Teddy dengan tertawa
"Setiap mereka bertemu pasti ada saja yang terjadi"
"Apakah mereka ada hubungan?"
"Tidak ada hubungan apa-apa, Kimberly memang sangat di kenal nakal akan tetapi dia setia, ini memang sifat dari sejak lahir jadi tidak bisa di ubah"
"Tuan, jika tidak bisa di ubah apa dia bisa menjadi ratu?"
"Tentu saja bisa, sifatnya tidak akan mempengaruhi statusnya, walau dia keras kepala tapi dia memiliki sisi baiknya" jelas Raymond
"Selidiki setiap sudut di dalam kota ini, jika bertemu dengan mereka lagi, bunuh saja" perintah Raymond
"Baik Tuan"
"Kerahkan anggota kita untuk memantaunya, jangan sampai ada yang lolos" perintah Raymond
"Siap Tuan" jawab Teddy dengan menurut
Tempat tinggal Kimberly
Kriuk..kriuk...kriuk...kriuk...
"Kimberly, apa kau gila ya? kenapa bisa begitu banyak makanan ringan? apa kau borong satu toko yang jual cemilan ini ?" tanya Holdie yang melihat cemilan yang memenuhi sofa-sofanya hingga bertumpuk di lantai
"Kau tahu jika aku menyukai cemilan, jadi aku beli saja semuanya" jawab Kimberly yang mengunyah makanan ringannya
Kriuk....kriuk....kriuk...kriuk...
"Aku tahu kau menyukai makanan begini, apa kau tidak berlebihan sehingga memenuhi sofa-sofa ku dan lantai ini ? apa kau tidak sayang dengan gajimu" tanya Holdie yang merasa kesal
"Aku membelinya dengan mengunakan uang Raymond, jadi untuk apa harus sayang uangnya"
"Apa, dia memberi mu uang?" tanya Holdie dengan heran
"Tidak! dia memberi ku kartu kredit"
"Kau sangat tidak waras, seharusnya kau membeli pakaian bermerk, berlian, tas dan lain-lainnya, tapi kau malah memborong satu toko makanan ringan"
"Kau tahu aku tidak suka itu, aku hanya suka makan" jawab Kimberly yang mulutnya di penuhi dengan cemilan
Kriuk...kriuk...kriuk...kriuk...kriuk..
"Apa kau tidak takut gemuk dengan makan semua ini?"
"Jika aku gemuk ini bagus, dia pasti tidak akan menyukai ku lagi"
"Kau tidak waras, oh ya..besok papaku ingin mengajak kita jalan-jalan karena papaku besok libur kerja" kata Holdie yang duduk di lantai
"Baik aku mau ikut, kita akan berjalan-jalan besok" jawab Kimberly dengan kegirangan
"Kau jangan buat ulah ya, bulan lalu kita pergi ke kebun binatang dan karena ulahmu yang mencabut bulu monyet kita malah di kejar oleh sekumpulan monyet" ujar Holdie dengan merasa kesal
"Iya..iya aku tahu, tenang saja" jawab Kimberly
"Hei..apa kau tidak berencana untuk menyimpan semua cemilan mu ini?" tanya Holdie dengan merasa kesal
"Nanti akan ku taroh di kamarku"
"Aku tidak pernah melihat seorang gadis segila dirimu" ketus Holdie yang berdiri dan melangkah ke kamarnya
"Memangnya apa salahku ya?" gumam Kimberly sedang mengunyah cemilannya
Kriuk...kriuk...kriuk...kriuk..
"Raymond Martinez, lihat saja aku akan menghabiskan uang mu ini untuk cemilan ku" gumam Kimberly yang mengunyah cemilannya
Kriuk...kriuk....kriuk...kriuk...
Mansion Raymond
Raymond yang sedang duduk di sofa sambil tersenyum karena melihat pergeluaran yang di gunakan oleh Kimberly, bukanlah pakaian atau tas bermerk yang dia belanjakan, melainkan makanan ringan yang di borongnya
"Dasar gadis aneh, dia meminta uang denganku hanya untuk membeli makanan ringan" gumam Raymond dengan tersenyum karena melihat pesan tagihan yang masuk di handphonenya
"Tidak menyangka aku yang berusia tiga ribu tahun bisa memilih gadis yang masih kekanakan, selain menangis dan berulah dia juga minat dengan makanan anak-anak seperti ini" kata Raymond dengan tertawa kecil
Tengah malam
Setelah makan cemilan Kimberly lagi-lagi tertidur pulas di sofa, malam itu Raymond muncul lagi di rumah Holdie dengan menatap senyum ke arah Kimberly yang sedang tertidur pulas, lalu ia mengendong istrinya itu ke kamar serta menidurkannya di kasur
"Ratusan cemilan yang kamu beli dari swalayan itu, kau benar-benar gadis aneh" gumam Raymond yang melihat bungkusan cemilan yang berserakan di sofa dan lantai
"Kenapa sering saja tidur tanpa menganti pakaian? apa kau sudah biasa tidur dengan pakaian kerja mu, dasar gadis pemalas" kata Raymond
Raymond membuka kancing kemeja yang di kenakan oleh Kimberly, dengan berniat ingin mengantikan baju tidur untuknya, di saat yang sama Kimberly membuka mata dan merasa kaget melihat suaminya itu yang sedang ingin melepaskan bajunya
"Haa...apa yang kau lakukan?" teriak Kimberly yang ingin bangkit akan tetapi di tahan oleh Raymond, tangan Raymond langsung menutup mata Kimberly
"Tidurlah dengan tenang" ucap Raymond yang sedang menutup mata Kimberly, sesaat kemudian Kimbely pun tertidur kembali
Setelah Kimberly tertidur Raymond melepaskan tangannya dan kemudian menyentuh bagian perut istrinya selama beberapa menit
"Mutiara itu sudah bekerja, ini bagus karena bisa melindungi gadis ini" batin Raymond
"Kau harus melindungi majikanmu, dia adalah ratu ku" kata Raymond yang sedang menyentuh bagian perut Kimberly
Di malam itu Raymond melepaskan kemeja dan celana jins yang di kenakan oleh Kimberly, lalu ia pun memakaikan pakaian tidur ke tubuh istrinya itu, setelah selesai Raymond mencium bibir istrinya selama beberapa menit
"Kimberly..Kimberly, jika bukan karena aku tipe yang jujur maka kau sudah menjadi santapanku malam ini, tidak menyangka tubuhmu bagus juga, kulit mu putih dan seksi, membuatku sangat kelaparan" ucap Raymond dengan tersenyum dan mengecup dahinya Kimberly
Keesokan harinya
"Kimberly, apa kamu sudah siap, papaku sedang menunggu di luar" teriak Holdie yang berada di luar
"Iyaaaa, sebentaaaarr" jawab Kimberly yang sedang memasukan cemilan ke dalam tas
"Semalam aku ketiduran, kenapa cemilanku bisa ada di sini ya? sudahlah."gumam Kimberly yang melangkah keluar dari kamarnya
"Kimberly, kenapa tas mu begitu penuh, apa yang kamu bawa?" tanya Holdie
"Aku membawa cemilan" jawab Kimberly sambil mengunyah cemilannya
Kriuk...kriuk...kriuk...kriuk...
"Kau ini benar-benar aneh, kenapa jalan-jalan saja kau juga membawanya" ujar Holdie dengan merasa kesal
"Paman, mari kita pergi melihat singa" ujar Kimberly yang menghampiri paman Sean yang berdiri di depan pintu
"Bisa saja, asal kau jangan coba-coba mencabut bulunya saja, ingat itu" kata paman Sean dengan tegas, karena sudah memahami sifat Kimberly yang di kenal lasak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Zee Khusna
🤣🤣🤣🤣🤣
duuh capek ketawa nih 🤣🤣🤣
2022-11-05
0
Ahmad Aditya Putra
😂😂😂
2022-10-27
0
Anonymous
duhh thor...mudah2an ga ada yg tiru...cabut bulu singa . Kalau cabut bulu monyet....uda pernah tuhhh
2022-08-16
1