"Dasar Raymond Martinez aku ingin membunuhmu, karena ulah mu aku menjadi artis di kejar ke sana ke mari" ngoceh Kimberly yang sedang berusaha menjauhkan dirinya dari para reporter
Kimberly yang sedang melarikan diri itu langsung menghalang taksi yang sedang melewati jalan itu dan kemudian ia pun langsung menuju ke Sea World Group
Sea World Group
Tidak lama kemudian Kimberly tiba di depan perusahaan dengan penuh rasa kekesalan, di saat yang sama Wilson yang melangkah keluar dengan berniat menuju ke mobilnya
"Wilson" teriak Kimberly dengan kesal dan menghampiri asisten Raymond
"No..nona, eh bukan. Nyonya" sapa Wilson yang trauma melihat Kimberly
"Nyonya kepalamu, namaku adalah Kimberly dan bukan nyonya mu, di mana dia?" bentak Kimberly dengan kesal
"Tuan sedang rapat" jawab Wilson dengan merasa cemas
"Bawa aku bertemu dengannya"
"Apa bisa kita menunggu sehingga rapatnya berakhir? karena jika di saat rapat tuan tidak suka di ganggu"
"Oh..tidak suka di ganggu, apa kau mengira para reporter akan berhenti mengejar ku karena takut aku terganggu?"bentak Kimberly sangking kesalnya
"Bawa aku bertemu dengannya" kata Kimberly dengan tegas
"Tapi...?"
"Apa kau tidak ingin melakukannya? maka jangan salahkan aku jika telingamu di jahit lagi" bentak Kimberly dengan menarik telinga kiri Wilson sambil berjalan
"Aaaaaarrrggghh" teriakan Wilson yang kesakitan
"Sakiiiiiiiiiiit, tolong tuaaaaaan" teriakan Wilson yang memenuhi satu perusahaannya
"Diaaaaam" bentak Kimberly dengan kesal
Setelah tiba di lantai 12 Kimberly langsung menarik Wilson ke ruang rapat
"Lepaskan tanganmu, Nyonya. telingaku baru di jahit semalam" teriak Wilson yang menangis kesakitan
"Sudahku bilang jangan memanggilku nyonya, jika kau tidak mau kehilangan telingamu bagus kau diam" bentak Kimberly
"Iya..iya, aku tahu" jawab Wilson
"Nyonya, eh..bukan, Nona. bagaimana kita menunggu setelah selesai rapat?"
"Apakah Reporter akan menungguku lari sudah jauh baru mengejarku?" bentak Kimberly dengan kesal dan membuka pintu ruang rapat dengan menghentakan ke dinding dengan kuat
Prak
"Raymond Martinez, keluaaaaaaaar" teriakan Kimbery yang mengema satu ruangan rapat itu
Puluhan pemegang saham langsung di kejutkan dengan teriakan itu dan menoleh ke arah suara itu berada
"Raymond Martinez, kau adalah makhluk dari mana kenapa selalu saja menyusahkanku, kita baru kenal sehari tapi hidupku sudah macam di kejar lintah darat, apa kau tahu reporter gila itu mengejar ku ke mana-mana?" bentak Kimberly dengan kesal
"Tu..tuan maaf, saya tidak berhasil melarangnya" ucap Wilson
"Nona, Anda siapa berani sekali bersikap tidak sopan dengan tuan Martinez" tegur salah pemegang saham yang di sana
"Aku adalah nenekmu, jangan ikut campur urusankuuuu" bentak Kimberly dengan kesal
Raymond yang sedang melihat gadis itu yang menerobos ruang rapatnya dan sedang emosi hanya tersenyum
"Kalian pergilah" perintah Raymond dengan sambil menatap senyum ke arah istrinya itu
"Baik" jawab serentak mereka semua yang bangkit dari tempat duduknya dan kemudian melangkah keluar dari ruangan itu
"Raymond Martinez, segera selesaikan urusan reporter itu, aku tidak mau di kejar seperti ini, bagaimana caranya aku bisa keluar lagi jika begini keadaannya?" bentak Kimberly dengan kesal
"Bukankah lebih baik kalau begini?" tanya Raymond yang sedang duduk bersandar di kursi besarnya sambil tersenyum melihat Kimberly
"Apanya yang lebih baik? hidupku jadi tidak bisa bebas kalau begini, bagaimana aku bisa bekerja kalau jadi incaran mereka?"
"Kalau begitu berhenti kerja saja, aku bisa membiayai hidupmu" kata Raymond dengan senyum
"Aku tidak mau, tolong katakan pada mereka bahwa di saat itu kau hanya bercanda dan aku bukan istri mu" ujar Kimberly dengan nada tinggi
"Hahaahahaha, apa yang ku katakan padanya di saat itu adalah benar, jangan lupa kita sudah menikah jadi kita adalah suami istri" jelas Raymond yang bangkit dari kursi besarnya dan menghampiri Kimberly yang berdiri dihadapan istrinya itu
"Kalau begitu kita bercerai saja"
"Tidak mungkin! kau sudah ku pilih sebagai istriku jadi tidak mungkin kau bisa lari dariku"
"Raymond Martinez, apa kau adalah makhluk alien? kenapa kau bisa seenak dirimu saja untuk memaksaku menikah denganmu, padahal aku tidak sudi" ujar Kimberly dengan kesal
"Karena kau sesuai selera ku, oleh karena itu aku ingin menikahimu" jawab Raymond dengan senyum dan menyentuh wajah Kimberly
"Jangan menyentuhku, aku tidak peduli kau mengunakan cara apa, tapi tolong hentikan mereka, jika mereka mengejarku begini bagaimana caranya untuk menjalani hidupku" bentak Kimberly dengan kesal
"Jika ini adalah permintaanmu maka akan ku lakukan, tapi ada syaratnya"
"Syarat?"
"Iya, jika kau melakukannya maka aku akan membantumu"
"ini semua karena ulah mu, memang sudah seharusnya kamu yang selesaikan, kenapa harus meminta syarat denganku?" tanya Kimberly dengan kesal
"Syaratnya hanya ciuman mu saja, berikan ciuman mu padaku dan akan segera ku selesaikan, aku menjamin mereka tidak akan menganggumu lagi" ujar Raymond yang mengendong Kimberly duduk di meja rapatnya
"Hei...hei..turunkan aku" teriak Kimberly yang mendorong Raymond dan ingin turun dari meja, akan tetapi di tahan oleh Raymond dan langsung mencium bibirnya
"Em...jangan menciumku" bentak Kimberly yang mengelak ciumannya
"Jangan melawan" ucap Raymond dengan senyum dan menahan wajah Kimberly berhadapan dengannya dan melanjutkan ciumannya
"Em..." jeritan Kimberly yang sedang di cium paksa
Selama berciuman Kimberly berusaha mendorong Raymond menjauh darinya akan tetapi tidak berdaya dan hanya bisa pasrah
"Kenapa tubuhku terasa panas?" batin Kimberly
Setelah berciuman selama beberapa menit Raymond melepaskan ciumannya
"Dasar mesuuuuuum" teriak Kimberly dengan tangisan
"Hahahaah...sudah jangan menangis, aku adalah suamimu dan bukan penjahat" bujuk Raymond dengan mengusap air mata Kimberly
"Kau adalah makhluk aneh" bentak Kimberly yang mendorong tubuh Ramond dan kemudian turun dari mejanya
"Tenang saja, akan ku pastikan tidak akan ada yang menganggu mu lagi" ujar Raymond dengan senyum
"Lebih baik apa yang kau katakan itu adalah benar" ketus Kimberly yang kemudian beranjak pergi meninggalkan ruangan itu
"Gadis ini benar-benar lucu" gumam Kimberly
"Wilson" teriak Raymond yang kembali duduk di kursi besarnya
"Iya Tuan" sahut Wilson yang segera berlari masuk ke dalam ruangan itu
"Hubungi kantor media jangan mengusik istriku lagi jika tidak mau mengalami masalah di kantor mereka" perintah Raymond dengan tegas
"Iya Tuan" jawab Wilson dengan menunduk
"Kenapa perban di telingamu semakin tebal?"
"Telinga saya di jahit lagi Tuan, saya baru pulang dari rumah sakit"
"Kenapa di jahit lagi?"
"Karena di tarik oleh nona tadi, dan lukanya semakin membesar"
"Berapa jahitan?"
"Sepuluh, dan lagi-lagi saya di tertawai oleh dokter itu" jawab Wilson dengan kesal
"Kali ini apa alasan mu?"
"Saya bilang di serang singa betina" jawab Wilson dengan menunduk
"Lalu, apa tanggapan dokter?"
"Dokter itu bilang jika telingaku ini sangat istimewa, makanya sering jadi incaran hewan betina" jawab Wilson dengan suara rendah
"Bagus sekali kalian berdua, istriku kalian anggap sebagai hewan" ujar Raymond dengan tegas dengan tatapan aura membunuh
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Lee Felix
dikira Indomie apa ray ray sesuai selera 😭🤣
2025-01-17
0
Widia Aja
Kocaaaaaakkk....🤣🤣
2022-11-24
1
Bintang Bintang
kasian sekali Wilson tp aku ngakak😂😂😂🤭🤭
2022-10-16
1