"Tidak ada orang, aneh. kenapa seperti ada yang mengikuti ku ya?" gumam Kimberly dengan merasa heran
Teddy yang hanya bayangan tidak bisa terlihat oleh sesiapapun, sementara Kimberly merasakan sesuatu yang sedang mengikutinya dari tadi sehingga membuatnya melihat ke sana ke mari
Tidak lama kemudian Wilson keluar dari ruang rawat dengan lilitan perban di ke dua lengannya
"Nona, apa yang kamu cari?" tanya Wilson
"Aku sedang mencari hantu" jawab Kimberly yang asal-asalan
"Han..hantu?" tanya Wilson dengan heran
"Iya, sepertinya ada yang mengikutiku tapi kenapa aku tidak melihat siapapun" jawab Kimberly sambil melihat sekelilingnya
"Nona, mungkin hanya perasaan mu saja"
"Mungkin"
"Tuan di mana, Nona?"
"Dia sedang menghajar pencabul di kamar kecil"
"Apa, menghajar pencabul di kamar kecil?" tanya Wilson dengan heran
"Tadi ada pencabul yang mengikutiku masuk ke dalam sana"
"Ternyata di dalam rumah sakit juga tidak aman"
"Wilson, kalian dari luar angkasa ya?' tanya Kimberly dengan merasa heran
"Hah? luar angkasa?"
"Iya, kenapa tuan mu itu walau di tikam juga tidak terluka?"
"Mungkin saja kamu salah melihat, Nona"
"Kau dan aku melihat dengan jelas kejadian di malam itu, mana mungkin aku salah" kata Kimberly dengan yakin
"Aku tidak bisa melihat dengan jelas karena di saat itu tempat duduk ku sedang mengalami gempa berkekuatan 9.0 skala richter" jelas Wilson yang mengingat kejadian di malam itu
"Begitu kah? kenapa aku tidak merasakan ya"
"Wanita ini benar aneh-aneh, dia yang menguncang kursi tapi bisa tidak tahu, kenapa di dunia ini bisa ada wanita yang tangannya begitu lasak" batin Wilson
"Raymond" panggil Kimberly yang melihat ke arah Raymond yang melangkah ke arah mereka
"Tuan" sapa Wilson
"Kimberly, apa leher mu masih sakit?" tanya Raymond yang menyentuh leher Kimberly yang ada bekas merah
"Tidak sakit lagi, bagaimana dengan dia?"
"Dia sudah pergi, mari kita jumpai dokter" ujar Raymond yang gandengan dengan Kimberly dan melangkah masuk kembali ke ruangan rawat tadi
"Untuk apa kita bertemu dengan dokter?" tanya Kimberly yang ikuti langkah Raymond
Setelah beberapa menit kemudian
"Leherku tidak apa-apa, untuk apa di periksa?" ujar Kimberly yang sedang duduk di ranjang
"Ini tidak akan meninggalkan bekas, di oles salep saja" jelas Dokter yang sedang memeriksa bekas merahan di leher Kimberly
"Sarankan salep yang paling bagus" kata Raymond yang sedang berdiri di samping Kimberly
"Iya, akan saya berikan salep yang paling mahal, dan besok bekas merah itu akan menghilang" jawab Dokternya yang sedang menulis resep obat
"Ini bukan masalah besar, kenapa harus sampai mengunakan salep?" tanya Kimberly
"Jangan meremehkannya jika ada bekas, dia mengcengkeram mu dengan begitu kuat, jika tidak mana mungkin bisa merah begini" ujar Raymond dengan khawatir
"Saya tidak menyangka jika di rumah sakit bisa terjadi hal seperti ini" ujar Dokter yang masih sibuk menulis
"Kalian harus lebih sering memantau cctv agar tidak terulang lagi untuk ke dua kali" ucap Raymond
"Tenang saja, akan ku pesan pada mereka" jawab Dokter yang bangkit dari tempat duduknya dan memberikan resep kepada Raymond
Setelah beberapa menit kemudian Raymond dan Kimberly meninggalkan rumah sakit
Dalam perjalanan
Kimberly menatap tajam ke arah Raymond di sepanjang jalan, rasa curiga terhadap Raymond membuatnya penuh dengan tanda tanya
"Apa suami mu begitu tampan sehingga kau menatap ku sepanjang jalan?" tanya Raymond dengan senyum
"Di mana pria tadi itu?" tanya Kimberly yang masih pensaran
"Bukankah sudah ku beritahu jika dia sudah pergi"
"Kenapa kau malah membiarkan dia pergi?"
"Lalu, kau berharap apa yang harus ku lakukan padanya?"
"Seharusnya kau mematahkan tangannya karena sudah melukai ku, dan bakar ularnya karena ingin aku melahirkan anak untuknya" jawab Kimberly dengan ceplas ceplos
"Hahahahahaha, ternyata ini yang kau inginkan, tenang saja dia tidak bisa lagi bermain ulah"
"Apa kamu manusia?"
"Kenapa?"
"Aku mencurigai jika kau bukan manusia, melainkan makhluk aneh dari planet lain"
"Hahahahah, jika aku mengatakan aku bukan dari bumi ini, apakah kau percaya?"
"Jangan mengatakan jika kau adalah alien?"
"Bukan"
"Dracula?"
"Bukan"
"Vampir?"
"Bukan"
"Setan?"
"Hahahahaha..bukan juga"
"Siluman ular?"
"Bukan"
"Siluman buaya?"
"Bukan"
"Pemerko.sa?"
"Hahahahaha..bukan"
"Penca.bul?"
"Bukan"
"Apa kau dari alam lain?"
"Tentu saja bukan" jawab Raymond dengan senyum
"Lalu, kenapa kau tidak terluka saat di tikam?"
"Apa yang kau lihat itu tidak nyata, dia tidak bisa menikamku, karena aku sempat mengelak" jelas Raymond dengan alasan
"Apa mataku kabur ya? aku memang melihat pisau mereka menikam tubuhmu" ucap Kimberly dengan penasaran
" Sudahlah, ini hanya khayalan mu saja" ujar Raymond
"Aku mau upah?" pinta Kimberly dengan mengulurkan tangannya
"Upah, upah apa yang kamu mau?" tanya Raymond yang melihat ke arah Kimberly
"Kau ingin aku berakting di depan keluargamu, tentu saja aku mau upah"
"Hahahahaha, apa yang istriku minta?"
"Tentu saja uang, semakin lama kita berakting semakin mahal bayarannya"
Raymond mengeluarkan dompetnya untuk memberikan kepada Kimberly sambil tersenyum
"Ambil ini" kata Raymond yang menyerahkan dompetnya
"Untuk apa?"
"Buka saja" jawab Raymond dengan tersenyum
"Kau bercanda dengan ku ya? di dompet mu hanya beberapa lembaran uang, ini mana cukup" ketus kimberly yang sedang membuka dompet Raymond sambil menatap tajam ke arah suaminya itu
"Uang tunai memang tidak banyak, karena aku tidak suka mengunakan uang tunai di saat belanja, maksud ku adalah kau bisa memilih kartu yang ada di dompetku itu, pilih saja berapa yang kau mau" jawab Raymond dengan senyum
"Iya juga, sini banyak kartu kreditnya, dan aku akan mengambil salah satunya" ucap Kimberly yang mengambil salah satu kartu yang di selip di dompet
"Aku akan memilih ini, apa ini ada uangnya?"
"Semua ada uangnya, pin nya adalah hari ulang tahunmu" jawab Raymond
"Hari ulang tahun ku? kenapa bisa?"
"Iya, semua kartu ku ada hubungannya dengan angka kelahiran mu"
"Kita baru kenal 5 hari, kenapa bisa semuanya angka kelahiran ku?"
"Karena di hari ke tiga kalian berkenalan, bos mendatangi semua bank untuk menganti pin nya" jawab Wilson yang sedang mengendarai mobilnya
"Bagaimana kamu bisa mengetahui tanggal lahirku?"
"Apa kau sudah lupa di saat kita mendaftar buku pernikahan? di kartu pengenalan mu ada tanggal lahirmu"
"Iya juga"
"Aku akan mengambil kartu ini selama aku berakting denganmu, aku tidak mau rugi. dan mana janji mu itu?"
"Janji ku yang mana?"
"Kau mengatakan ingin menagih uangku dengan Markus, aku ingin uangku kembali"
'Tenang saja, akan ku lakukan hari ini"
"Apa benar?"
"Iya benar, apa kau sangat ingin uang itu?"
"Tentu saja, selama ini perasaanku sudah di bohonginya, aku tidak puas oleh sebab itu dia harus mengembalikan uangku" jawab Kimberly dengan tegas
"Baiklah, aku akan mengabulkan janjiku" jawab Raymond dengan tersenyum
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Widia Aja
Ehem.. eheeemm....
Ayo Thor
segera buat Kim dan Raymond saling bucin
2022-11-24
0
Jun Jun Ida
pandai bisnis ini Kimberly 🤣
2022-10-11
1
M4w4r
Kimberly tdk mau rugi🤣🤣
2022-08-22
2