Karena tidak bisa kabur maka Kimberly terpaksa menandatangani surat pernikahan sambil menangis tanpa berhenti
Setelah selesai pendaftaran Raymond dan Kimberly melangkah keluar dari kantor sambil bergandengan, selama di proses pendaftaran itu Raymond tidak melepaskan tangan Kimberly
"Simpan buku pernikahan ini dengan baik" kata Raymond dengan memberikannya kepada Kimberly
"Ini gila! hari ini aku di paksa menikah dengan orang asing, aku tidak mau pernikahan ini" ucap Kimberly dengan menangis
"Hehehe. Kimberly, seharusnya kau merasa bahagia karena menikah dengan pria tampan dan kaya sepertiku, jika di bandingkan dengan mantanmu itu apa aku kalah darinya?"
"Walaupun begitu bukan berarti kita harus menikah, apalagi kita kenal saja belum setengah jam, mana ada orang menikah di saat baru bertemu."
"Sekarang aku bertanya padamu, apa kau membenci pria yang mengkhianatimu?" tanya Raymond dengan senyum
"Iya"
"Jika dia mencarimu lagi apa kau masih sudi bersamanya?"tanya Raymond.
"Jika dia berani mencariku lagi maka akan ku tendang dia ke laut" jawab Kimberly dengan merasa kesal
"Lalu, apa kau masih mencintainya?"tanya Raymond dengan senyum.
"Tidak, tapi bukan berarti perasaanku tidak sakit"
"Apa aku lebih tampan dari dia?"
"Iya"
"Apa aku lebih kaya dari dia?"tanya Raymond.
"Mobilmu sangat mewah, dan pakaianmu ini juga bermerk tentu kau lebih kaya," jawab Kimberly.
"Lalu, apa alasannya kau menolakku?"tanya Raymond lagi.
"Aku tidak mengenalmu."
"Kita bisa berkenalan setelah kita menikah"
"Perkataan seperti apa itu? di dunia ini mana ada orang yang menikah dengan secara paksa"
"Dia sudah menikah dengan wanita lain, dan kau juga boleh menikah dengan pria lain jadi ini bisa di katakan adil"
"Adil dari mana? aku di paksa menikah denganmu, dan lebih parahnya fotoku sudah di ambil oleh reporter itu dan itu akan menjadi topik utama besok, bagaimana aku bisa hidup lagi?"
"Berita itu akan membuat mu terkenal, jadi kau tidak perlu khawatir"
"Terkenal apanya? jika di lihat oleh teman kerja ku bagaimana aku harus memberi penjelasan pada mereka?"
"Katakan saja yang sebenarnya jika kita sudah menikah"
"Percuma aku bicara denganmu" ketus Kimberly yang ingin melangkah pergi akan tetapi langkahnya lagi-lagi di hentikan oleh Raymond
"Hei...hei..hei...apa yang kau lakuan?" teriak Kimberly yang di gendong oleh Raymond menuju ke mobilnya
"Kau ingin membawaku ke mana?"
"Pulang ke rumah" jawab Raymond yang duduk di samping Kimberly
"Ke..ke rumah siapa?"
"Ke rumah kita" jawab Raymond dengan senyum
"Rumah kita? apanya yang rumah kita? aku mau pulang ke rumahku, jika kau berani membawa ku ke rumahmu aku akan bunuh diri di hadapan mu sekarang juga" kecam Kimberly
"Hahahahahah, apa kau begitu takut di makan oleh ku?" tanya Raymond dengan mendekati Kimberly dan sengaja menakuti gadis itu
"Jangan mendekat, aku beritahu padamu jangan macam-macam denganku" bentak Kimberly dengan kesal
"Hahahaha, kenapa istriku ini bisa begitu lucu? kau sudah menangis selama beberapa jam, apa kau tidak lelah?" tanya Raymond dengan mengoda Kimberly yang masih sedang menangis
"Jika bukan karena mu mana mungkin aku menangis"
"Sudahlah, aku akan mengantarmu pulang" ujar Raymond dengan menyentuh mengusap air mata Kimberly
"Pulang ke mana?"
"Ke rumahmu! jika kau mau ke rumah ku juga tidak apa-apa" jawab Raymond dengan mencium wajah Kimberly
"Jangan mencium ku lagi, jaga jarak mu dengan ku" ketus Kimberly dengan mendorong tubuh Raymond
"Hahahaha." tertawa Raymond dengan merasa lucu dengan gadis itu yang menangis selama beberapa jam karena ulahnya
"Wilson, antar ke rumahnya" perintah Raymond
"Baik Tuan" jawab Wilson yang sedang mengendarai mobilnya
"Nona, di mana rumahmu?"
"Aku tidak boleh mengatakan di mana rumahku, lebih baik aku turun di terminal saja"batin Kimberly
"Aku turun di terminal saja"
"Terminal di bagian mana?"
"Ke arah barat" jawab Kimberly
"Bagus sekali tidak ingin mengatakan sebenarnya karena tidak ingin aku tahu alamatnya, lihat saja bagaimana aku mempermainkan mu lagi" batin Raymond
Saat di dalam perjalanan Raymond mendorong tubuh Kimberly berbaring ke kursi
"Hei...apa yang kau lakukan?" bentak Kimberly yang di tindih oleh Raymond
"Kita adalah suami istri, jadi seharusnya aku melakukannya sebelum kau sampai di rumah" ujar Raymond yang mencium bibirnya Kimberly
"Jangan menciumku lagi" teriak Kimberly yang mengelak ke kiri
"Jangan melawan, bukannya kau ingin pulang ke rumahmu? jika iya maka kau harus turuti aku, jika kau melawan maka kita akan pulang ke rumahku, dan di saat itu kau harus menyerahkan tubuhmu ini padaku" ucap Raymond dengan sengaja
"Tidak! aku tidak mau" teriak Kimberly
"Jika tidak mau maka selama perjalanan ke terminal kau harus memberiku ciumanmu"
"Sebenarnya kau makhluk dari planet mana..ha? kenapa menciumku terus dari tadi" bentak Kimberly sangking kesal
"Kalau kau berteriak lagi percaya atau tidak aku akan membuka baju mu" kecam Raymond dengan sengaja dan mencium bibirnya Kimberly
Selama dalam perjalanan Raymond mencium bibir Kimberly tanpa berhenti, Kimberly yang berusaha ingin meronta akan tetapi tangannya di tahan oleh Raymond
"Kenapa harus dalam mobil ciumannya? aku jadi hilang fokus, aku lupa tadi nona Kimberly bilang ke arah mana ya?" batin Wilson
Setengah jam kemudian mobil Wilson berhenti di suatu tempat yang tidak pernah di datanginya
"Kenapa kita bisa ada di sini? ini di mana?" tanya Kimberly yang melihat ke sekeliling dari dalam mobil
"Wilson, kita ada di mana sekarang?" tanya Raymond dengan serius
"Ini di arah timur, Tuan" jawab Wilson
"Kenapa kau ke arah timur? terminalnya ada barat sana?" tanya Kimberly dengan kesal
"Maaf, aku lupa" ucap Wilson
"Wilson, apa kau ingin kehilangan gaji mu selama sebulan? seharusnya kita ke arah barat tapi kau malah ke arah timur" ujar Raymond
"Tuan maafkan aku" ucap Wilson
Kimberly yang duduk di belakang Wilson merasa kesal karena menyasar ke arah lain
"Dasar tidak berguna" bentak Kimberly yang kesal dan menarik telinga Wilson dengan kuat
"Aaaaaarrrrgggh.. sakiiiiiit" teriakan Wilson yang kesakitan
"Apa kalian sudah sepakat untuk mempermainkan ku? dalam sehari ini aku di kerjain oleh bos mu, melamarku dan menciumku di depan umum dan kemudian aku di paksa menikah, setelah itu bos mu juga mengatakan aku hamil anaknya di depan repoter dan besok hidupku akan berubah karena akan menjadi topik utama, selama dalam perjalanan mau ke terminal kau mengunakan waktu selama setengah jam dan bos mu menciumku selama perjalanan dan pada akhirnya kau menyasar ke timuuuuur" bentak Kimberly dengan kesalnya sambil menarik telinga Wilson dengan sekuat tenaga
"Aaaaaaaaaarrrrrrggggghhhh" teriakan Wilson yang kesakitan
"Tuan, tolooooooong akuuuu" teriakan Wilson yang menembus keluar dari mobil
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Oi Min
astoge....... ngakak sumpah.....
2023-05-10
1
Widia Aja
Kimberly ternyata bar bar juga ya... tapu suka ama Tokoh nya
2022-11-24
0
Uti Enzo
tertawa terus
2022-11-22
0