"Bu..bukan begitu Tuan" ucap Wilson dengan merasa cemas dan menunduk
"Keluar" perintah Charles dengan tegas
"Iya" jawab Wilson dengan menunduk dan kemudian melangkah keluar
"Kimberly..Kimberly, setiap kemunculan mu pasti membuat kejutan" gumam Raymond dengan tersenyum
"Tuan" sapa Teddy yang tiba-tiba munculkan diri di belakang Raymond
"Ada apa?" tanya Raymond yang memutar kursi besarnya menghadap ke Teddy
"Adik Anda Simon ada mengutuskan beberapa pembunuh untuk mengincar Anda" jawab Teddy
"Berapa jumlahnya?" tanya Raymond
"Enam pembunuh, besok malam dia akan tiba di kota ini"
"Aku yang akan mendatangi mereka" jawab Raymond dengan mengepal kepalan tangannya
Malam hari
Beberapa mobil yang sedang melewati di salah satu jalan besar di halang oleh seseorang yang tidak terlihat di depan jalan sana, kondisi jalan itu yang gelap gulita dan hanya di sinari cahaya bulan purnama
Beberapa mobil itu berhenti karena melihat bayangan seseorang yang dalam kegelapan, tiga mobil itu yang tak lain adalah utusan Simon.
"Siapa orang yang di depan sana?" tanya salah satu pembunuh yang ada di dalam mobil
"Tidak tahu, terlalu gelap" jawab temannya yang duduk di sampingnya
Orang yang mereka lihat berjalan maju menghampiri mereka, sesaat kemudian karena pancaran cahaya bulan purnama membuat pria itu ternampak jelas wajahnya, dengan tatapan yang menakutkan di bola mata pria itu ternampak kobaran api yang membara
"Di..dia..kenapa bisa ada di sini?" tanya salah satu pembunuh itu yang di kejutkan oleh pria yang tatapan dengan api membara
"Bukankah seharusnya dia tidak di sini? tuan Simon mengatakan jika kakaknya itu berada di Prancis"
"Mari kita turun dan siapkan senjata kita"
"Sebentar! apa kamu perhatikan matanya? dia seperti bukan manusia biasa"
"Matanya kenapa bisa kelihatan seperti ada api?"
"Mari kita turun dulu"
Mereka yang merasa keanehan pria yang bermata api itu lalu turun dari mobil dengan sambil menodong senjata ke arah pria itu, pria itu yang tak lain adalah Raymond Martinez
"Kalian ingin membunuhku? aku sudah di hadapan kalian, Simon membayar berapa untuk kalian mengambil nyawaku?" tanya Raymond dengan tatapan mata apinya
"Kau bukan manusia" ketus salah satu pembunuh itu yang melihat tatapan Raymond yang menakutkan itu
"Lepaskan tembakannya" perintah salah satu pembunuh itu
Enam pembunuh sama-sama mengarahkan senjata mereka ke Raymond yang sedang berdiri di hadapan mereka
Dor...dor....dor....dor...dor....dor...dor....dor ...dor....dor...dor...
Tembakan beruntun di lakukan mereka berenam yang menembus tubuh Raymond
Dor...dor....dor...dor...dor...dor....dor..
Tembakan tanpa berhenti dari mereka lagi-lagi menembus seluruh tubuh Raymond
Semua mata berfokus ke arah Raymond yang tubuhnya mengeluarkan darah karena tembusan sejumlah peluru itu, akan tetapi sesaat kemudian puluhan peluru yang menancap ke dalam tubuhnya keluar satu-persatu dan luka tembakan pun merapat semula.
"Ke..kenapa bisa begini?"
"Kau bukan manusia"
"Tembak lagi" teriak salah satu dari pembunuh itu
Dor...dor...dor...dor..dor...dor...dor..dor..dor
Tembakan serentak di lakukan oleh enam pembunuh itu yang lagi-lagi menembus tubuh Raymond hingga mengeluarkan darah
Akan tetapi tembakannya tidak mempan sama sekali, karena luka di tubuh Raymond dengan begitu cepat rapat kembali, puluhan tembakan di lakukan mereka tidak mampu melukai Raymond sama sekali
"Apa kalian sudah puas menembak ku?" tanya Raymond dengan senyum sinis
"Kau ke..kenapa bisa..?" ucap salah satu pembunuh itu yang di kagetkan dengan keanehan pada diri Raymond
"Jika kalian sudah puas maka ini giliranku lagi" ucap Raymond dengan melangkah menghampiri mereka
Di saat Raymond melangkah ke arah musuhnya, para pembunuh itu tidak berhenti melepaskan tembakannya
Dor....do.....dor....dor....dor....dor....dor ..
Tembakan beruntun itu di lakukan oleh mereka mengenai seluruh tubuh bahkan hingga ke wajah Raymond dan mengeluarkan darah, akan tetapi sesaat kemudian semua peluru itu keluar dengan sendirinya dan luka bekas tembakan merapat semula
"Usaha kalian hanya membuang waktu" ketus Raymond dengan tatapan aura membunuh dan langsung tiba-tiba berubah posisinya di hadapan mereka
"Aaaaarrrgggghhhh" jeritan mereka yang terkejut karena Raymond yang tadinya berdiri sekitar dengan jarak yang agak jauh, tiba-tiba saja berdiri di depan mata yang jaraknya hanya beberapa senti
Raymond mengunakan ke dua tangannya mengcengkeram leher dua pembunuh yang ada di hadapannya
"Aaaaarrrggghhh" jeritan serentak mereka yang kesakitan di bagian lehernya
"Ingin membunuhku maka lihat siapa diriku dulu" bentak Raymond dengan kesal lalu mengcengkeram semakin kuat leher pembunuh itu
Pembunuh yang lain karena merasa cemas lalu melepaskan tembakan lagi ke arah Raymond
Dor...dor...dor...dor....dor...dor...dor...dor
Tembakan beruntun mengenai Raymond
Raymond yang sedang mengcengkeram dua pria itu mengabaikan tembakan-tembakan yang menembus ke seluruh tubuhnya
"Ingin menyentuhku? maka coba saja" ketus Raymond yang lalu tangannya mengeluarkan asap di tangannya yang sedang mencengkeram leher pembunuh itu
"Panassss" pekikan dua pria itu yang kepanasan dan kesakitan yang luar biasa
Tidak lama kemudian dua pria itu tewas di cengkeraman Raymond dengan kondisi lehernya yang hangus menghitam
"Hah...?" jerit salah satu pembunuh yang merasa kaget melihat kondisi temannya itu
Raymond yang sudah membunuh dua pembunuh itu, lalu dirinya menghampiri empat pembunuh lainnya
Empat pembunuh itu ketakutan di saat melihat kondisi dua temannya yang tewas secara mengenaskan itu
"Jangan mendekat" ujar mereka yang sedang ketakutan dan memundurkan langkahnya
Raymond lalu mengcengkeram lagi leher salah satu pembunuh itu dengan tangan kirinya dan kemudian mengangkat dan membanting dengan kuat ke lantai dengan sekuat tenaganya
Bruk...
"Aaaarrgghhht" pekikannya yang kesakitan dan tidak lama kemudian ia tewas dalam kondisi patah tulang sehingga mulutnya mengeluarkan darah
"Lariiiiii" teriakan mereka yang melarikan diri
Di saat mereka berlari tiba-tiba saja Raymond sudah berada di hadapannya
"Aaaargghhhh, kau bukan manusia" ujar salah satu dari pembunuh itu yang ketakutan
"Kau benar, aku bukan manusia" ucap Raymond yang menampar dengan kuat wajah salah satu pembunuh itu
Plak
Tamparan kuat dari Raymond yang mengenai wajah pembunuh itu.
"Aaaaaaaaarrrrrrrggghhhhh" teriakan pembunuh itu yang kesakitan di wajahnya yang sedang terbakar akibat tamparan yang di lakukan oleh Raymond
"Aaaaarrrggghhhhh" jeritannya yang sedang berguling-guling di lantai itu karena api yang membakar seluruh wajah hingga kepalanya
Tidak lama kemudian ia pun tewas dalam keadaan hangus di bagian wajahnya
"Kau sebenarnya makhluk apa?"
"Kau adalah hantu?"
Tanya mereka yang sedang ketakutan
"Kalian tidak layak untuk tahu siapa aku" ketus Raymond yang mengunakan dua tangannya mengenggam lengan dua pembunuh itu
"Aaaaaaarrrrggghhh, panaaaas" teriakan mereka berdua yang kepanasan dan tidak lama kemudian tubuh mereka tiba-tiba terbakar
"Aaaaaaaaaarrrrgghhhh" teriakan serentak mereka yang sedang terbakar di seluruh tubuhnya dan sesaat kemudian ia pun tewas dalam kondisi mengenaskan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Widia Aja
apa Raymond itu siluman api??
izin ngarang bebas ya Author.🤣
2022-11-24
1
wah wah iblis kahh???
2022-09-07
1
Kooki
kereeeeen👏👏👏👏👏👏👏👏👏
2022-08-23
1