"Kalian ingin menghinaku, kalian masih tidak layak" ketus Kimberly dengan nada kesal
Mark lap wajahnya dengan sapu tangan miliknya dan tisu-tisu yang di letakan di atas meja yang dia gunakan, tidak lama kemudian Mark bangkit dari tempat duduknya, karena merasa kesal atas perbuatan Kimberly terhadapnya maka ia pun ingin membalas dengan cara melayangkan pukulan ke wajah Kimberly
"Apa yang ingin kau lakukan, Markus Silvelton?"tanya Raymond yang sedang menahan tangan Mark dengan erat
"Tuan Raymond..?" ucap Mark yang merasa kaget dengan kemunculan pria angkuh itu
"Apa kau berencana ingin memukul istriku?"
"Istrimu?"
"Iya, kami sudah menikah dan kau dengan beraninya ingin melukai istriku" ujar Raymond dengan tatapan aura membunuh
"Tuan Raymond, Anda sudah salah paham, wanita ini mencari masalah dengan suamiku, karena dia masih mencintai suamiku oleh sebab itu dia sengaja mencari masalah" kata Macy dengan sengaja
"Apa kau menyangka suami mu ini adalah pangeran tampan ya, sehingga aku mau merebut dia kembali? dia hanyalah pria yang tidak punya harga diri, dan aku sudah membuangnya, dan aku juga harus berterima kasih padamu" ketus Kimberly dengan kesal
"Kenapa berterima kasih padaku?" tanya Macy
"Karena kau telah memungut sampah dari hidupku, dan nikmatilah sampah ini, akan tetapi hutang harus tetap di bayar" jawab Kimberly dengan menghina
"Kimberly, kau jangan keterlaluan" bentak Mark dengan kesal
Bruk
Pukulan di lakukan oleh Raymond mengenai wajah Markus sehingga terkapar di lantai
"Aaaarrgghhh" jeritan Markus yang kesakitan hingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya
"Markus Silvelton, kau tidak layak membentak istriku" ketus Raymond yang merasa kesal
"Mark" teriak Macy yang menghampiri suaminya itu
"Kalian berdua dengar baik-baik, jangan pernah mendekati istriku lagi, dan kalian akan segera mendapat balasan dari ku" kecam Raymond dengan tatapan aura membunuh
"Dia belum melunasi hutangnya, aku mau uang ku kembali" ujar Kimberly dengan menunjuk ke arah Mark
"Besok aku akan mengirim asisten untuk menagih hutangnya, jika dia masih tidak mau melunasinya maka aku akan mengambil tindakan" jawab Raymond dengan mengancam
"Mari kita pergi" ajak Raymond yang mengandeng tangan Kimberly melangkah pergi
Setelah makan siang Raymond dan lainnya ingin meninggalkan restoran
"Tuan Raymond, terima kasih karena sudah mentraktir kami makan siang" ucap paman Sean
"Sama-sama" jawah Raymond dengan senyum
"Saya berharap di lain hari saya ada kesempatan lagi untuk makan bersama dengan Anda" ujar Vincent dengan sopan
"Tentu" jawab Raymond dengan cuek yang mengandeng tangan Kimberly berjalan menuju ke mobilnya
"Kita mau ke mana?" tanya Kimberly yang menghentikan langkahnya
"Karena aku adalah suamimu jadi kau harus ikut denganku" jawab Raymond yang memaksa Kimberly masuk ke mobilnya
"Aku tidak mau ikut denganmu, aku mau pulang bersama Holdie" ujar Kimberly yang berada di dalam mobil
"Jalan" perintah Raymond pada Wilson
"Baik Tuan" jawab Wilson yang menghidupkan mesin mobilnya
"Paman Sean, ini apa yang sudah terjadi?" tanya Vincent yang masih merasa binggung
"Paman akan menjelaskan semuanya padamu" jawab paman Sean"
Malam hari
"Sebenarnya kita mau ke mana? kenapa dari tadi kita berkeliling di jalan besar?" tanya Kimberly dengan menatap tajam dan kesal ke arah Raymond yang duduk di sampingnya
"Kimberly, aku sedang menunggu penjelasan darimu"
"Penjelasan apa?" tanya Kimberly dengan binggung
"Bukankah hari ini adalah pertemuan mu dengan pria lain?" tanya Raymond dengan menatap serius
"Kenapa kau bisa mengetahuinya ya?"
"Tidak ada yang bisa di sembunyikan dariku"
"Kalau kau sudah tahu kenapa kau bertanya lagi?"
"Berhenti" perintah Raymond pada Wilson
"Iya Tuan" jawab Wilson yang menghentikan mobilnya
"Kenapa berhenti di sini?" tanya Kimberly yang melihat ke sekitaran sana yang sepi tanpa siapapun
"Katakan padaku, jika aku tidak datang apa kau akan menerima pria itu?"tanya Raymond dengan tatapan dingin
"Aku tidak mengatakan jika aku akan menerimanya"
"Lebih baik jika kau menolaknya, karena jika kau menerimanya maka pria itu akan berhadapan denganku" kecam Raymond
"Jangan mengatakan jika kau ingin membunuhnya?" ujar Kimberly
"Bisa jadi itu yang ku lakukan" jawab Raymond dengan bersikap dingin
"Jalan" teriak Kimberly pada Wilson karena merasa kesal
"Iya" jawab Wilson dengan menurut dan menghidupkan mobilnya
Saat mobil mereka ingin berjalan tiba-tiba saja ada beberapa pria asing yang muncul di depan mobil mereka
"Siapa mereka, kenapa seperti ingin merampok saja?" tanya Wilson yang menghentikan mobilnya
"Mereka memiliki senjata tajam" ujar Kimberly yang melihat ke empat pria yang sedang berjalan menghampiri mereka
"Kelihatannya kita harus bermain dengan mereka" ucap Raymond dengan bersikap tenang
"Dia ingin merampok kita dan mereka ada empat orang bersenjata tajam, apa kau yakin bisa melawan mereka?" tanya Kimberly dengan tidak yakin
"Apakah kau sedang merendahkan suamimu? jika aku bisa mengalahkan mereka apa yang akan kau lakukan?" tanya Raymond dengan senyum
"Memangnya apa yang bisa ku lakukan?"
"Tinggal bersamaku di saat keluargaku kembali" jawab Raymond
"Hah? tidak mau"
"Kau tidak ada pilihan lain" ujar Raymond dengan melepaskan jas luarannya dan kemudian ia pun turun dari mobilnya
"Wilson, apa bos mu bisa bertarung?" tanya Kimberly yang duduk di belakang Wilson
"Bisa Nona" jawab Wilson yang sedang duduk di kursi sopir
Raymond berjalan menghampiri empat pria yang bersenjata tajam itu
"Apa kalian ingin merampok ku?" tanya Raymond dengan bersikap tenang dan melipat ujung lengan panjangnya
"Serahkan mobil dan uangmu, serta jam tanganmu" kecam salah satu perampok itu
"Apa kau tidak menyesal ingin merampok ku?"
"Jika kau masih sayang dengan nyawa mu maka serahkan saja semua milikmu, termasuk gadis cantik yang ada di dalam mobil itu"
Bruk..
Pukulan kuat di lakukan oleh Raymond mengenai wajah pria itu sehingga terkapar di jalan
"Aaarrghhhhhh" teriakan pria itu yang sedang kesakitan
"Berani sekali kau memukul teman kami" bentak kesal mereka bertiga
"Hajar terus" teriak Kimberly yang langsung meninju kursi sopir dengan sekuat tenaga
Brugh..
"Aaugghhh" jeritan Wilson yang kaget dikarena ulah Kimberly yang meninju kursinya dari belakang
"Kalian sama-sama menyerangku" ujar Raymond dengan menantang
"Serang dia sama-sama" teriakan mereka bertiga dengan mengarahkan pisaunya ke tubuh Raymond
Srek...srek...srek..
Tiga tikaman yang di lakukan oleh tiga pria itu yang berhasil menembus tubuh Raymond
"Hah...bos mu kena tikamannya" teriak Kimberly yang menguncang kursi sopir sehingga tubuh Wilson ikut terguncang
"Aaarrgghh" jeritan Wilson yang pusing kepalanya akibat guncangan itu
"Apa kau sudah puas?" tanya Raymond yang bola matanya berubah menjadi api
Pisau mereka masih menancap di tubuh Raymond dengan berlumuran darah, saat mereka melihat mata pria yang di tikam itu berubah menjadi kobaran api di bola matanya mereka pun melepaskan tangan dari pisau itu
Raymond lalu memukul wajah salah satu perampok itu
Bruk..
Pukulan kuat Raymond mengenai wajah pria itu sehingga terlempar jauh puluhan meter jaraknya
"Aaaaarrrgghhhh" teriakan pria itu yag terlempar jauh entah ke mana
"Hajar terusss" teriak semangat Kimberly sambil meninju kursi sopir itu
Brugh..
"Aaaarrrggghh" jeritan Wilson yang lagi-lagi terguncang karena ulah Kimberly
Raymond mengcengkram leher dua pria itu lalu mengangkatnya
Kimberly yang berada di dalam mobil sedang menyaksikan aksi Raymond membuatnya semakin bersemangat, sehingga berkali-kali menguncang kursi sopir yang sedang di duduki oleh Wilson
"Lagi..lagi beri pelajaran pada mereka" teriak Kimberly dengan semangat sambil menguncang kursi sopir tanpa berhenti
"Nona, tolong hentikan kepala ku sudah pusiiiiiiing" teriakan Wilson yang tubuhnya ikut terguncang dari tadi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Erni Sasa
membosankan😪😪
2024-09-13
0
Oi Min
11 12 ma Lavender si Kimberly ini..... tp ttp Lavender nmer satu
2023-05-10
1
Widia Aja
Hiiyyaaaaaaak....👊🏼🤸🏽♂️
2022-11-24
0