"Tidak berguna!" ketus Raymond dengan melangkah pergi dan kemudian menghilang
Mansion Raymond
Setelah berhasil membunuh musuh yang ingin mengincarnya Raymond kembali ke rumahnya
"Tuan, manusia-manusia itu sudah berlebihan" ujar Teddy yang berdiri di ruangan tamu
"Keluarga Martinez selalu saja ingin menyingkirkanku, suatu saat aku akan mengambil nyawa mereka satu-persatu" ujar Raymond yang mengepal telapak tangannya
"Tuan, jika Anda mau sekarang saya juga akan melakukannya"
"Tidak perlu! lagi pula aku masih ingin bermain dengan mereka"
"Selama ini mereka tidak tahu identitas Anda, jika mereka tahu maka..?" kata Teddy yang terpotong
"Maka ajal mereka telah tiba" sambung Raymond
Rumah Tempat tinggal Kimberly bersama Holdie
Kimberly duduk bersama Holdie di ruangan tamu itu yang sedang menonton televisi
"Aaahhhh" teriakan Kimberly yang sedang kesal
"Kimberly, ada apa denganmu, apa kau sudah gila, ya, tiba-tiba saja berteriak?" tanya Holdie dengan kesal karena di kagetkan dengan teriakkan temannya itu
"Holdie, aku sudah hancur" ujar Kimberly dengan menepuk-nepuk kepalanya
"Memang apa yang sudah hancur, ha?"
"Mulai besok aku tidak bisa keluar lagi, jika aku keluar maka aku harus mengunakan topeng"
"Apa segitu parah sehingga harus begini?"
"Aku tidak mau di kejar seperti orang gila"
"Apakah Raymond tidak ada tindakan?"
"Tidak tahu!"
"Sebenarnya ini sangat bagus jika semua orang mengetahui jika dia adalah suamimu"
"Apanya yang bagus? ini sangat membuatku tidak bebas"
"Hanya dirimu saja yang bodoh, sudah mendapatkan pria yang tampan dan kaya tapi kau malah tidak mau"
"Jangan mengatakan aku bodoh, aku hanya kesal dengannya yang suka memaksa" jawab Kimberly dengan kesal
"Baru sehari kau menikah dengannya sudah heboh sekota, jika saja kalian sudah bergandengan dan keluar bersama apa yang akan terjadi?"
"Itu tidak mungkin akan terjadi?"
"Kimberly, apa kau tidak pertimbangkan dengan baik untuk baikkan dengan dia? mungkin saja dia memang jodohmu"
"Jodoh aneh!" ketus Kimberly
"Kalian butuh waktu sebenarnya, jika dia adalah penjahat mana mungkin kau masih bisa tinggal di sini" jelas Holdie yang sedang menyantap cemilannya
"Apa maksudmu?"
"Maksudku adalah kalian kan sudah menikah, seharusnya dia memaksamu tinggal bersamanya dan setelah itu.?"
"Setelah itu kenapa?"
"Setelah itu dia akan melahap tubuh mu di setiap inci" jawab Holdie dengan sengaja mengusik sahabatnya itu
"Aku tidak mau ada hubungan apa-apa dengannya" ketus kimberly
"Cepat atau lambat kau harus memberikan tubuhmu padanya" ujar Holdie dengan sengaja
"Tidak bisa! ini tubuhku bukan milik dia, dia tidak bisa menyentuhku" ujar Kimberly dengan nada kesal
"Jika dia menginginkannya apa kau mengira kau bisa menolaknya? apa lagi kalian sudah sah melalui undang-undang"
"Sudah! jangan mengatakannya lagi, aku tidak mau, jika dia menyentuhku maka aku pilih mati saja" jawab Kimberly dengan kesal
"Apa kau begitu membencinya?"
"Iya!"
"Iya sudah kalau begitu, papa ku ada cara lain untukmu, jika kau tidak mau menjalin hubungan dengan pria kaya itu"
"Apa caranya?" tanya Kimberly yang merasa penasaran
"Besok papaku ke sini menjemput kita, dan kau akan tahu di saat itu" jawab Holdie
"Apa kau yakin paman punya cara yang lebih baik?"
"Mungkin saja!"
Keesokan harinya
Ayahnya Holdie, Sean. yang di kenal sangat ramah dan baik hati juga sangat menyayangi Kimberly seperti putri kandungnya sendiri, di pagi itu dia ingin membawa Kimberly ke suatu tempat bersama Holdie
"Paman, aku tidak mau pergi" ujar Kimberly
"Sudah, hanya ini satu-satu caranya, jika kau ingin menjauh dari suamimu itu" jawab paman Sean
"Iya Kimberly, mari kita pergi saja, suka atau tidak kau hanya tinggal menolaknya saja" ujar Holdie yang menarik Kimberly keluar dari rumah
"Apa perlu sampai segitunya?" tanya Kimberly yang dipaksa ikuti langkah mereka
"Kimberly, kau tenang saja, jika kau mau menjauh dari suamimu, maka kau harus ikuti cara ini," kata paman Sean yang melangkah keluar dari rumahnya dan sambil mengunci pintu rumah.
"Apa tidak ada cara lain?" tanya Kimberly
"Tidak ada!" jawab serentak paman Sean dan Holdie.
"Mari kita pergi!" ajak paman Sean yang melangkah keluar dari halamannya dan diikuti Holdie
"Kimberly, nanti kau...," ucap paman Sean yang menoleh ke belakang.
"Eh...ke mana dia?" tanya paman Sean yang melihat ke sekitaran halamannya
"Tadi dia masih ada di belakang kita, Pa" jawab Holdie yang kebinggungan karena melihat sana sini tidak melihat Kimberly yang tiba-tiba hilang
"Pa, apa dia masuk ke dalam?"
"Tidak mungkin! papa sudah mengunci pintunya, jadi mana mungkin dia bisa masuk" jawab paman Sean dengan yakin
"Aku di sini" jawab Kimberly yang entah berada di mana.
"Ke-kenapa kau ada di atas sana?" tanya paman Sean dengan merasa kaget
"Kimberly, apa kau gila, ya, kenapa berada di atap, bukankah kau takut ketinggian?" tanya Holdie dengan kesal yang melihat Kimberly sedang berada di atap rumahnya
"Bagaimana caranya kau bisa naik ke sana?" tanya paman Sean
"Dari sana!" jawab Kimberly yang menunjukan ke arah pohon yang pas di depan rumah itu
"Lalu, kapan kau berencana untuk turun?" tanya paman Sean
"Paman, apa aku boleh tidak pergi?" tanya Kimberly
"Kimberly, bukankah kau tidak mau berhubungan dengan Raymond? jadi kau harus melakukan perjodohan ini dan jika suami mu itu tahu kau ada pria lain dia pasti akan menceraikan mu dan kau sudah bebas" jelas paman Sean
"Apa ada cara yang lebih baik?"tanya Kimberly
"Tidak ada! hanya ini caranya yang terbaik jika kau ingin dia menceraikan mu" jawab paman Sean
"Paman, aku sudah di pusingkan oleh seorang makhluk aneh itu, sekarang harus bertemu dengan pria lain bukannya sama saja harus berhubungan dengan pria"
"Kimberly, jika kau tidak menyukai pria itu kau bisa menolaknya, bukannya kalian harus menikah langsung" ujar Holdie
"Sudah turun! jangan berulah lagi" kata paman Sean dengan tegas
"Paman, Holdie, aku tidak mau ke sana!"
"Kimberly, jangan buat paman malu, karena dia adalah anak teman paman, jika kau tidak suka kau bisa menolaknya, ini hanya sekadar pertemuan biasa" ujar paman Sean
"Apa benar hanya pertemuan biasa dan aku bisa menolaknya?" tanya Kimberly
"Iya!" jawab serentak Holdie dan paman Sean
"Mari cepat turun, sejak kapan kau berani naik ke tempat yang tinggi?" tanya Holdie dengan heran
"Walau sini sangat menakutkan tapi lebih menakutkan lagi perjodohan dengan pria-pria aneh" jawab Kimberly
"Kalau kau tidak mau turun juga maka kau selamanya jangan turun, makan dan tidur di sana saja" ketus paman Sean dengan kesal
"Turun!" kata paman Sean dan Holdie dengan tegas
"Iya" jawab kimberly dengan menurut
"Temanmu ini selain pintar menangis dan berulah memang tidak ada kelebihan lain" ucap paman Sean yang menatap ke arah putrinya
"Iya, dan aku sangat kasihan terhadap pria kaya itu" jawab Holdie dengan seraya bercanda
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Widia Aja
Wah gawat nih kalau sampai si vampir.....eh, Raymond tau dan ngamuk..
2022-11-24
0
M4w4r
aku pada mu Thor 😀😀 semangat
2022-08-22
1
Desi Suriyanti
gokil thor crita nya..
setia kan iya thor Raymond, sma kimberly..
buat mereka bersatu..
jngan ada kata pisah..
2022-07-15
1