"Apa yang kamu lakukan?" teriak Kimberly yang di masukkan oleh Raymond ke mobilnya
"Jalan" perintah Raymond yang duduk di samping gadis itu
"Baik Tuan" jawab Wilson yang menghidupkan mesinnya
"Kamu ingin membawaku ke mana?"
"Menikah"
"Haa? menikah? siapa yang ingin menikah denganmu" teriak Kimberly yang hampir tidak percaya dengan jawaban pria itu
"Tidak apa-apa jika kamu tidak ingin, yang penting aku ingin menikahi mu" jawab Raymond dengan santai
"Iya Tuhan, kenapa pria yang ku kenal semuanya tidak waras, yang satu menikah dengan wanita lain setelah pacaran denganku selama lima tahun, dan yang satu lagi lebih parah ingin menikahi ku padahal kami tidak kenal" ngoceh Kimberly dengan merasa kesal dan sambil menangis
"Sudah! lupakan saja pria itu, dia bukan pria baik untuk apa di pikirkan"
"Apa kamu mengira begitu mudah untuk melupakan seseorang setelah sekian lama bersamanya, apa kamu tidak pernah mencintai seseorang?" tangisan Kimberly
"Tidak pernah!" jawab Raymond dengan senyum
"Untuk apa kau menikahi ku jika kau tidak mencintaiku?"
"Karena benda itu berada di dalam tubuhmu"
"Benda apa yang kau berikan padaku?"
"Benda itu adalah mutiara yang sangat berharga, dan sekarang dia sudah berada di dalam tubuhmu, jadi walau kau tak sudi kau tetap harus menikah denganku"
"Logika macam apa itu? sebenarnya kau ini makhluk dari mana, kenapa bisa begitu tega dengan wanita yang baru putus cinta?" ujar Kimberly yang masih sedang menangis
"Aku adalah makhluk yang akan menjadi suami mu"
"Aku tidak mau, cepat turunkan aku" teriak Kimberly
"Tidak perlu berteriak lagi, hari ini kau akan menjadi istriku" ucap Raymond
"Wilson"
"Iya Tuan"
"Ke kantor sipil"
"Ha?"
"Kenapa?"
"Ti...tidak" jawab Wilson dengan terbata
"Apa bosku kerasukan ya, baru kenal sehari langsung menikah dengannya, gadis ini benar-benar nasibnya, baru di putusin sudah di nikahin dengan pria asing" batin Wilson
"Wilson, jika kau masih sayang dengan nyawamu bagus jaga pikiranmu" kecam Raymond yang bisa membaca pikiran asistennya itu
"I..iya"
"Tolooooonggg, siapa yang bisa selamatkan aku" teriak Kimberly yang mengetuk kaca jendelanya
"Tuan, aku tidak mau menikah"
"Tidak bisa! kau harus menikah denganku" jawab Raymond dengan senyum
"Kenapa harus aku?"
"Karena kau adalah pilihanku"
"Kenapa kau memilih ku?"
"Pilihanku adalah dirimu"
"Tapi kita tidak saling kenal"
"Kita menikah dulu dan kemudian baru saling kenal"
"Mana ada orang yang menikah dulu baru saling kenal" ucap Kimberly lagi-lagi menangis karena ulah pria itu
"Tidak masalah, setelah menikah kita bisa saling kenal dan saling mencintai"
"Aku tidak mau, kau sangat aneh, cepat hentikan mobilnya, ini namanya penculikan"
Kimberly berteriak dan menangis di sepanjang jalan, sementara Raymond hanya duduk dengan tersenyum sambil memandang gadis itu
Tidak lama kemudian mereka tiba di kantor sipil untuk pendaftaran pernikahan
Raymond menarik lengan Kimberly melangkah masuk ke kantor itu, sementara Wilson masih merasa aneh dengan sikap bosnya itu
"Bos pernah mengatakan tidak mau menikah dan sekarang dia malah menikah dengan cara memaksa, bukankah ini gila" batin Wilson
"Kami akan menikah hari ini, segera daftarkan" perintah Raymond dengan tegas terhadap bagian pengurus pendaftaran
"Tidak! aku tidak mau menikah" ujar Kimberly yang sedang berusaha ingin melepaskan pegangan dari Raymond
"Istriku, jangan bercanda, kita sudah berada di sini" ujar Raymond yang sedang merangkul pinggang Kimberly
"Siapa yang istrimu, kenal saja tidak" bentak Kimberly sangking kesalnya
"Cepat daftarkan, buat surat nikah sekarang juga" perintah Raymond ke bagian pengurus itu
"Ta...tapi nona ini tidak mau menikah Tuan"
"Dia hanya merajuk sesaat" jawab Raymond dengan alasan
"Dia bohong, kami tidak kenal antara satu sama lain" ujar Kimberly yang sedang meronta
"Tuan, nona ini dia tidak mengenal mu"
"Dia sedang merajuk denganku, kami sudah menjalin hubungan selama 2 tahun, dan bahkan dia sudah hamil anakku jadi mana mungkin kami tidak saling kenal" ucap Raymond dengan senyum
"Siapa yang hamil anakmu? kau jangan sembarangan" ketus Kimberly yang di peluk erat oleh Raymond
"Sudah sayang, jangan melawan lagi. tidak baik untuk anak kita"
"Tidak! dia hanya berbohong" teriak Kimberly dengan merasa kesal
"Apa Anda masih ingin mengurus pendaftaran kami? kekasihku ini sudah hamil 3 minggu, di saat hamil dia memang sering merajuk, jadi bagus kau segera lakukan pendaftaran kami" kata Raymond dengan alasan
"Aku tidak hamil, kau jangan sembarangan bicara, aku tidak mau menikah dengan mu" bentak Kimberly yang berusaha ingin melepaskan pegangannya dari Raymond
"Tuan, Nona, mari kita berfoto dulu"
"A..apa? aku tidak mau"
"Tuan Martinez..?" sapa seorang wanita yang tak lain adalah seorang reporter
"Siapa Anda?" tanya Raymond dengan cuek
"Nama saya adalah Elice, saya adalah seorang reporter, tidak menyangka bisa melihat Anda di sini" jawab Elice dengan sopan
"Iya, karena hari ini kami akan menikah" jawab Raymond
"Apa, menikah?" tanya Elice dengan penasaran
"Apa yang di katakan bos? ini sama saja mau mengemparkan berita ini, selama ini reporter selalu saja ingin mengetahui kehidupan pribadi bos, dan sekarang bos mengatakan ingin menikah, ini pasti akan menjadi topik selama berbulan-bulan" batin Wilson
"Iya, perkenalkan ini istri saya namanya adalah Kimberly" ucap Raymond
"Bukan, aku bukan istrinya, jangan mendengarkan dia" teriak Kimberly yang sedang meronta
"Maaf, istri saya sedang hamil oleh sebab itu dia mudah emosi" ucap Raymond dengan sengaja
"Aku tidak hamil, jangan sembarangan bicara" bentak Kimberly dengan kesal
"Selamat Tuan dan Nyonya, apa saya bisa memotret kalian?" tanya Elice yang mengeluarkan kameranya
"Tentu saja bisa" jawab Raymond dengan senyum
"Jangan memotret kami, aku bukan istrinya" ujar Kimberly yang sedang di peluk erat oleh Raymond
Di saat Elice ingin memotret mereka berdua Raymond langsung mencium bibirnya Kimberly
Aksi Raymond lagi-lagi membuat Kimberly semakin kesal dengan ciuman paksanya
"Terima kasih Tuan dan Nyonya" ucap Elice dengan senang hati
"Kau bisa menjadikan topik utama berita kami, aku Raymond Martinez sudah menikahi nona Kimberly" ucap Raymond dengan senyum
"Kenapa kau suka sekali bicara sembarangan?" ketus Kimberly yang sangking kesalnya
"Nona Elice jangan salah paham bukan seperti itu, aku tidak mengenalnya sama sekali, jangan sebarkan foto ku" pinta Kimberly yang khawatir jika fotonya tersebar
"Istriku, sudah jangan marah lagi, kamu sedang mengandung anakku, jika anak kita terguncang itu tidak bagus" ucap Raymond yang memeluk pinggang gadis itu tanpa melepaskannya
"Terguncang kepalamu, aku tidak hamil kau jangan sembarangan" ketus Kimberly dengan kesalnya
"Sudah jangan menangis lagi, jadi istriku harus bahagia" bujuk Raymond yang mengusap air mata gadis itu
"Bahagia? bagaimana aku bisa bahagia jika harus menikah paksa dengan makhluk yang tidak tahu asalnya dari planet mana" jawab Kimberly yang sedang menangis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Noveni Lawasti Munte
/Facepalm//Curse//Curse//Curse/
2025-02-16
0
Nurainun Harahap
hahahaha
2023-12-12
0
Cod Cod Dulu
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-09-19
2