"Rupanya hari ini adalah hari perjodohan yang di atur oleh paman Sean untuk tuan muda Vincent dan putri sendiri ?" ujar Raymond dengan senyum
"Hah..iya untuk putri saya" jawab paman Sean terpaksa
"Kalian sangat serasi, langsung saja tetapkan pernikahan kalian" ucap Raymond dengan sengaja karena sudah tahu kebohongan paman Sean
"Ha..menikah?" teriak serentak Holdie dan paman Sean dengan merasa kaget
"Hahahahaaha, ini adalah berita baik, akhirnya kau akan menikah setelah sekian lama kau masih belum memiliki pasangan" ucap Kimberly yang merasa lucu dengan rencana paman Sean dan Holdie yang gagal
"Apa kau bisa diam?" tanya Holdie dengan merasa kesal
"Paman Sean mendapatkan menantu hari ini, oleh karena itu aku merasa gembira sehingga tidak bisa menahan dan tertawa" jawab Kimberly dengan tertawa
"Jika kau tertawa lagi percaya atau tidak aku akan menyumbat mulutmu" ketus Holdie yang sangking kesalnya
"Kalau untuk pernikahan ini masih terlalu awal, jadi harus mulai perkenalan dulu" ujar paman Sean dengan alasan
"Paman Sean, bukankah kemarin paman mengatakan jika gadis itu namanya adalah..?" tanya Vincent yang lagi-lagi di potong oleh paman Sean
"Holdie! namanya adalah Holdie" jawab paman Sean dengan cepat
"Hahahahahahah" suara tawa Kimberly yang tidak bisa menahan reaksi lucu dari pamannya dan Holdie
"Rasain paman dan Holdie ingin menjodohkan ku malah kena sendiri" batin Kimberly
"Kenapa kau tertawa terus dari tadi apa kau sudah gila ya?" tanya Holdie dengan merasa kesal terhadap sikap Kimberly
"Kelihatannya istriku ini sangat gembira hari ini, apa yang membuatmu begitu senang hari ini?" ucap Raymond dengan senyum menatap ke arah Kimberly
"Tidak ada, hari ini adalah hari baik untuk Holdie yang sudah mendapatkan jodohnya" jawab Kimberly yang masih sedang tertawa
"Kimberly, sudah cukup jangan tertawa lagi" ujar paman Sean dengan kesal
"Iya" jawab Kimberly yang langsung menyantap makanannya
"Aku permisi dulu" pamit Kimberly yang bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke kamar kecil
Saat Kimberly berjalan ingin menuju ke kamar kecil tiba-tiba langkahnya di hentikan oleh suara seorang pria yang menyapanya
"Kimberly" sapa seorang pria yang sedang makan bersama istrinya
Kimberly yang mendengar suara panggilan menoleh ke arah suara itu berada
"Dia lagi" gumam Kimberly
"Tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini, apa kau masih belum mau melunasi hutangmu?" tanya Kimberly dengan ketus yang menghampiri pria itu
"Nona, apa kau sangat membutuhkan uang, sehingga meminta uang dengan suamiku terus?" tanya wanita yang sedang makan siang bersama pria itu
"Macy, suami mu ini dari dulu makan dan minum juga dari ku, jika tidak mana mungkin kau bisa bertemu dengannya, dengan uang ku dia bisa sekolah di universitas dan kemudian setelah tamat dia bekerja di perusahaan mu, ini semua karena aku juga, jadi seharusnya kau harus mengembalikan semua uang ku yang sudah dia gunakan, kau adalah putri dari pengusaha Jhones tidak mungkinkan kau tidak mau membayarkan hutang suami mu ini" kata Kimberly dengan nada keras sehingga di dengar oleh semua pengunjung di sana
"Kau jangan keterlaluan, apa kau sengaja ya ingin memalukan kami di sini?" bentak Mark dengan kesal
"Kalau kau tidak bersalah kenapa harus merasa malu, selama ini kau seperti peliharaan ku yang hanya makan dan tidur dari hasil gajiku, dan sekarang kau sudah ganti majikan, dan tentunya kau harus kembalikan semua uangku yang sudah kau habiskan selama 5 tahun ini" ketus Kimberly dengan nada keras
"Kau sangat suka sembarangan bicara" ketus Macy yang merasa malu karena di pandang semua pengunjung yang sedang makan di sana
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, kau sudah ambil pria tidak berguna ini, ini sudah membantu ku untuk melepaskan beban ku, dan aku hanya ingin uang ku saja, karena itu adalah hasil dari kerja ku sendiri" ujar Kimberly dengan tegas
"Kimberly, kau jangan bicara sembarangan" ketus Mark yang bangkit dari tempat duduknya
"Markus, kau sangat tidak tahu malu, kau meninggalkan ku setelah aku memberikan segalanya padamu, semua biaya mu selama ini aku yang menanggungnya, dan setelah kau bertemu dengan wanita kaya kau malah mengkhianatiku, dan sekarang aku hanya ingin uang ku kembali"ketus Kimberly dengan nada tinggi
"Dia adalah pria tidak tahu malu"
"Pacarnya membiayainya tapi dia malah berpaling ke wanita lain"
"Iya, pria macam tidak usah di peduli"
"Benar sekali, tidak punya hati"
"Pria ini tidak akan sukses"
Cemohan yang memenuhi satu ruangan restoran itu
Semua ucapan para pengunjung di sana sangat memalukan bagi Mark dan juga Macy
"Bagaimana, kapan kau berencana untuk membayar hutangmu?" tanya kImberly dengan tegas
"Kimberly, kau sudah di campakkan oleh suamiku, tidak menyangka jika kau begitu tidak tahu malu masih saja ingin mengoda suamiku, dan ingin mengunakan kesempatan ini untuk menipu uangnya" ketus Macy dengan menghina
"Jika bukan karena ku suami mu ini tidak akan sanggup masuk ke universitas tinggi, dia hanyalah pria yang lemah dan tidak bisa apa-apa tanpa bantuan dari seorang wanita" balas Kimberly dengan kesal
"Kimberly, apapun yang kau katakan sudah tidak ada gunanya, karena semua ucapan mu itu tidak bisa membuktikan apapun" ujar Markus yang tidak mau mengakui
"Mark, mari kita makan tidak usah pedulikan dia" ucap Macy yang duduk kembali ke kursinya
"Apa kau ada uang untuk makan di restoran ini? atau kau hanya sengaja untuk minta makan gratis denganku?" ujar Mark yang sengaja mengejek dengan tangannya sambil memotong daging dengan mengunakan garpu dan pisau
Kimberly yang merasa terhina dan kesal lalu menekan kepala Mark ke arah piring yang berisi makanan
"Em..." jeritan Mark yang wajahnya menekan ke makanan di piringnya
"Hei, apa yang kau lakukan?" bentak Macy dengan kesal
"Berani sekali kau menghinaku, dasar tidak tahu malu, kau sudah lupa bagaimana di saat kau membutuhkan biaya..ha? semua bantuan dariku, dan sekarang kau malah berani merendahkanku" bentak Kimberly dengan kesal dan menuangkan lagi minuman ke kepala Markus
"Dan kau juga tidak berhak meninggikan suara mu padaku, karena pria mu ini bisa duduk di sini semua karena ku juga" ketus Kimberly yang menatap kesal ke arah Macy
"Kimberly, kau..?" ketus Mark yang wajahnya di kotori oleh makanan yang di piringnya
"Kenapa, masih berani menghinaku? dasar pria murahan" bentak Kimberly dengan kesal dan menepuk kepala Markus dengan kuat
Plak
"Aaarrrgghh" jeritan Markus yang merasakan sakit
"Kimberly cukup" bentak Macy yang bangkit dari kursinya sambil menuang minuman ke wajah Kimberly
Byiur..
Kimberly yang merasa kesal karena wajahnya yang di basahi oleh Macy, ia pun mengambil piring makanan itu dan menempelkan ke wajah Macy sehingga semua makanan itu mengotori wajah wanita itu
"Aaaaarrrrgggghhhhhh" teriakan Macy yang memenuhi satu ruangan restoran itu dengan wajahnya di penuhi oleh makanan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 296 Episodes
Comments
Rose Jasmine
hahahhaha,, /Grin//Facepalm/
2024-02-27
0
Alexandra Juliana
Suka sama tokoh utama wanita yg berani dan tdk mudah ditindas...
2022-12-07
0
Widia Aja
Author,
sy suka nih kalau tokoh wanita nya yidak mudah ditindas
2022-11-24
0