🍁 🍁Terimakasih telah menggoreskan luka di hati ini, sehingga aku tidak perlu membuat alasan lagi agar aku pergi darimu🍁🍁
.
.
.
.
.
.
Di sebuah lorong Rumah sakit dua orang sedang berlari dengan tergesa gesa. Dialah Faris dan juga istrinya Elsa, mereka begitu panik dan khawatir saat mendapat kabar dari salah seorang guru bahwa putrinya kembali ngedrop dan di larikan ke rumah sakit. Untung Rumah sakit yang di tuju adalah Rumah sakit yang biasa tempat dia berobat.
Derren yang saat itu tengah menangani salah satu pasien nya segera menyuruh seseorang untuk menggantikan nya dan dia pergi untuk menangani Biru.
Langit, sedari tadi mondar mandir di depan pintu UGD, terlihat jelas raut wajah panik dan khawatir kepada Biru. Tak lama datanglah Faris dan Elsa membuat Langit, Gerry dan Maxim mengerutkan dahi nya, siapa mereka? mengapa mereka terlihat panik? Langit terus menatap Faris dengan intens, dan kini ia teringat bahwa Faris adalah laki laki yang ia kira sugar Daddy Biru.
"Bagaimana Biru ?" tanya Elsa kepada Langit.
"Sayang, tenang dulu sabar, Biru pasti baik baik saja," ucap Faris lembut kepada Elsa seraya memeluknya.
"Bagaimana bunda bisa tenang Yah, anak kita kembali drop lagi, bunda takut yah, bunda takut hiks hiks," ucap Elsa sambil terisak di pelukan Faris membuat Langit dan kedua temanya saling menatap tak percaya.
Jadi benar dia adalah Ayah nya Biru bukan sugar Daddy nya? oh good, Langit semakin merasa bersalah kepada Biru. kenapa dia tak percaya dan malah semakin menyudutkan nya hingga berakhir seperti ini, pikirnya.
'Kenapa gue hobi banget yah gangguin dia, oh Tuhan kenapa gue gak bisa berhenti mikirin dia.' gumam Langit dalam hati.
Ceklek.
Pintu UGD terbuka dan menampilkan sosok Dokter tampan yang baru saja menangani Biru. Lagi lagi, Langit di buat tercengang saat melihat dokter tersebut, dia adalah laki laki yang ia lihat saat di Mall.
"Dokter Derren bagaimana keadaan Biru ?" tanya Elsa langsung to the point.
"Syukurlah dia cepat dibawa kemari, untuk saat ini dia baik baik saja, sebentar agi akan segera di pindah ke ruang perawatan." ucap Derren bernafas lega.
"Alhamdulilah," kata Elsa dan Faris ikut merasa lega.
"Kalian yang membawa Biru kemari ?" tanya Dereen kepada tiga siswa SMA itu.
"Iya Dok,” jawab Gerry seraya menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih, kami semua berhutang budi pada kalian,” ucap Derren menepuk bahu Gerry beberapa kali, lalu pergi dari sana di ikuti Elsa dan Faris.
"Apa sih maksudnya?" kata Gerry bingung.
"Tau, gue juga bingung, apa sakit Biru serius yah?" kata Maxim.
Langit hanya diam dan kembali mengingat kejadian beberapa waktu lalu sebelum mereka ke rumah sakit.
Flashback on*
Langit membelakkan matanya saat melihat isi tas Biru yakni beberapa botol obat obatan dan juga botol minum. Langit meraih satu botol obat itu dan membacanya, meskipun Langit tidak tau obat apa itu tapi dia yakin itu bukan obat biasa.
"Obat apa ini?" tanya Langit dengan iris mata tajam.
Perlahan Biru mengangkat kepalanya yang kian terasa berat, "A air Lang." lirih Biru sangat lemah mencoba meraih obat yang di tangan Langit.
"Jawab dulu ini obat apa?" kata Langit tegas.
"Laaang, a aku butuh itu." ucap Biru semakin lirih.
"Gue tanya sekali lagi ini obat apa?" Pekik Langit semakin marah dengan nafas yang memburu.
"I itu Vitamin ku Lang, aku butuh Vitamin karena daya tahan tubuhku lemah." Biru udah gak kuat lagi menahan kepalanya, dia kembali merebahkan kepalanya pada meja seraya tangannya mencoba meraih obat yang di tangan Langit.
“Apa kamu pikir aku bodoh!” pekik Langit menarik napas nya panjang, ia hampir saja meneteskan air mata saat melihat wajah Biru yang semakin terlihat pucat dan sayu.
"Siapa om om itu?” tanya Langit dingin.
"A ayahku." kata Biru Lirih.
"Ciihh, lo fikir gue bodoh hah!” pekik Langit tak percaya.
"Lang," Biru menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan nya perlahan."Aku gak minta kamu percaya karena memang kita tak sedekat itu untuk saling percaya dan menanyakan sesuatu yang privasi." kata Biru kemudian berusaha meraih obat yang ada di tangan Langit,
Biru mengambil beberapa obat dan meminumnya, namun obat baru masuk ke mulutnya dia sudah terbatuk dan mengeluarkan darah segar, sehingga Obat itu berhamburan dan darahnya mengenai baju Langit yang saat itu di hadapannya.
"Uhhuukkk hukk hukk. ma maaf." ucap Biru panik, A—ku ha—harus pu pulang." Nafas Biru kian terengah engah dan
Bruggg.
Biru pingsan di pelukan Langit, "Biru, Ru, Biru, bangun Ru, jangan bercanda, bangun hey Biru!” teriak Langit membuat semuanya menatap ke arah Langit dan mereka terkejut melihat Biru yang pingsan di pelukan Langit.
Dengan segera Langit menggendong Biru ala Bridal style dan berjalan keluar kelas, bertepatan dengan itu Maxim dan Gerry juga datang ingin menemui Langit,
"Siapkan mobil, cepaaatttt!" teriak Langit kepada Maxim dan Gerry.
Mereka bertiga lari larian menuju parkiran dengan Langit yang menggendong Biru. Langit merutuki kebodohan nya, ia sangat merasa bersalah karena tidak lekas memberikan obat kepada Biru. Ia malah mementingkan ego nya, dan kini ia sangat merasa bersalah dan menyesali nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Evi Yuliana
😭😭😭😭😭😭😭😭
2023-02-28
1
Ita rahmawati
mengsedih banget 😭😭😭😭😭😭😭
2023-02-06
0
Ririe Handay
songong sih kamu lang
2023-01-14
0