Bab 11

🍁🍁 Bila aku tidak kau izinkan bisa memilikimu, setidaknya izinkan aku untuk berteman dengan mu, dan menemani hari harimu 🍁🍁

.

.

.

.

.

.

Setelah hampir satu minggu berada di rumah sakit, kini keadaan Biru sudah lebih baik. Sore ini, ia  sedang duduk di sebuah bangku taman Rumah sakit di temani oleh Derren, sedangkan sang Bunda tengah pulang sebentar nanti akan kembali lagi.

"Kak, terimakasih yah selama ini sudah menemani hari hari Biru disini, sejak mengenal kakak, Biru sudah tidak kesepian lagi disini,” ucap Biru   tulus sambil tersenyum.

"Gak perlu berterimakasih, bukankah sudah sepatutnya seorang kakak selalu menemani dan menghibur adiknya,”  jawab Derren sambil mengacak acak rambut Biru, hingga membuat Biru berdecak kesal, namun membuat Darren terkekeh gemas.

"Oh iya kak, gimana kabar kak Sheryl?" tanya Biru sambil merapikan rambut nya , Sheryl adalah tunangan Derren dan bulan depan mereka akan segera melangsungkan pernikahan.

"Alhamdulilah baik, dia sedang sibuk mengurus undangan hehe," ujar Derren sambil cengengesan membayangkan si calon istrinya selalu menggerutu karena Derren yang selalu sibuk dirumah sakit.

"Aku kangen sama kak Sheryl kak,” kata  Biru  begitu lirih. Sheryl  adalah adik kelas dari ayah Faris, dan Sheryl juga yang mengenalkan Biru kepada dokter Darren. Maka dari itu, Sheryl dan darren sudah sangat dekat dengan Biru.

"Nanti kakak kabari kalau sudah senggang yah," kata Derren dan Biru  hanya mengangguk seraya tersenyum.

"Mau minum?" tawar Derren.

"Heheehe boleh, Biru haus banget,” jawab nya dengan senyum polos.

"Astaga Biru  kenapa gak ngomong dari tadi?" geram Derren  begitu  gemas." Ya udah kamu disini aja, kakak cari minum dulu." Derren pun segera  pergi meninggalkan Biru  sendiri disana.

 Sambil menunggu, Biru bermain dan bercengkrama dengan sekuntum mawar putih di tangan nya, hingga tiba tiba Biru  di kejutkan oleh suara seseorang yang memanggilnya.

"Biru?" teriaknya dan berlari menghampiri nya. "Lo kok disini?” tanya nya, cowok itu terlihat menatap Biru dengan intens, wajah nya pucat dan Biru tengah mengenakan pakaian pasien dengan selang infus yang masih terpasang di pergelengan tangan nya.

"Ha—hay, Nathan. Ok kamu disini?” kata Biru malah balik bertanya.

"Lo sakit?” tanya Nathan  lagi tanpa menjawab pertanyaan Biru.

"Emmmt cuma kecapean, kemaren abis dari bepergian jauh jadi nge drop deh." jawabnya berbohong, "Emm Nathan kamu ngapain disini?”

"Oh, gue mau nemuin calon kakak ipar gue," jawabnya santai." Gue boleh duduk?"

"Duduk aja kali, itu bukan kursiku," jawab Biru  sambil terkekeh.

"Kamu cantik," lirih Nathan sambil menatap wajah cantik Biru  yang sedang tersenyum.

"Hah, kamu ngomong apaan?" tanya Biru  karena memang dia tidak begitu jelas mendengar kata kata Nathan.

"Ahh enggak kok heheh." Mereka mengobrol bersama seperti sudah lama mengenal,  hingga tak lama Derren datang dengan membawa minuman untuk Biru .

"Biru , ini minumnya." kata Derren sambil memberikan teh manis anget kepada Biru . "Loh kamu ngapain disini?" tanya Derren yang melihat di samping Biru  ternyata ada seseorang yang tak lain adalah calon adik iparnya sendiri, yah Nathan adalah adik dari Sherly calon istri Derren.

"Lah bang, abang sendiri ngapain disini?" tanya Nathan mengerutkan dahinya.

"Ini Rumah sakit tempat abang bekerja, pertanyaan kamu aneh banget sih,” kata  Derren  berdecak kesal dengan pertanyaan Nathan yang menurutnya sangat Konyol.

"Oh iya yah hehehe, eh maksud ku kok abang kenal sama Biru?"

"Ya kenal lah dia kan pasien a—“  ucapan Derren segera di potong oleh Biru .

"Pasien temen Dokter Derren," kata Biru  seraya menatap Derren dan menggelengkan kepalanya kepada Derren.

Huufft. 

Derren menghela nafasnya."Iya dia pasien Dr. Wahyu tadi dia minta tolong sama abang, supaya mengantarkan teh ini kepadanya." jawab Derren menggelengkan kepala nya.

Nathan yang sedari tadi melirik ke arah Biru  dan Derren pun menyadari pasti ada sesuatu, Nathan mengira Biru  adalah selingkuhan Derren makanya Derren selalu tak ada waktu menemani kakak nya mengurus persiapan pernikahan  mereka.

Dengan mengepalkan tangannya Nathan segera berdiri."Bang, kata kak Sherli besok bisa gak bisa abang harus datang kerumah," ucap Nathan dengan nada Dingin, membuat Biru  dan Derren mengernyitkan dahinya.

Terpopuler

Comments

Halimah

Halimah

jadi salah paham nih

2023-09-08

1

Enik Della

Enik Della

la salah paham tu

2023-02-15

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

lah malah dikira selingkuhan 🤣🤣

2023-02-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!