Sore itu, setelah izin kepada orang tuanya, Biru pergi ke Mall bertemu dengan Langit. Langit memang tidak pernah menjemput Biru di rumah nya, Biru selalu pergi dengan di antar supir langsung ke tempat tujuan. Maka nya hingga kini, Langit belum tahu dimana rumah Biru dan bagaimana orang tua nya.
Setelah memesan tiket, Biru dan Langit lekas masuk dan menikmati acara berlangsung. Film yang ia pilih kini bergenre komedi. Biru lumayan terhibur dengan film itu, tak jarang ia sampai tertawa lepas saat melihat adegan yang sangat lucu. Namun berbeda dengan laki alki yang duduk di sebelah nya, sejak tadi fokus nya bukan kepada layar di depan namun pada gadis di samping nya.
Ya, Langit lebih memilih untuk menatap Biru dengan intens. Menurut nya, wajah Biru jauh lebih menarik daripada layar bioskop. Hingga saat ada adegan kissing, membuat Biru langsung membulatkan matanya lalu ia segera berpaling.
Seharusnya ia berpaling ke kiri agar menatap ke tembok, tapi entah mengapa kini malah ia berpaling ke kanan hingga wajah nya langsung bertemu dengan wajah Langit yang tengah menatap ke arah nya.
“Langit, ngapain lihatin aku begitu?” tanya Biru sedikit gugup.
“Kamu sendiri kenapa lihat ke arah ku?” kata Langit balik bertanya.
“A—aku ngehindari adegan itu.” Jawab Biru tanpa melihat ke layar film.
“Kenapa harus di hindari? Harusnya kamu nikmati, atau kamu pelajari agar nanti bisa seperti itu,” kata Langit dengan senyum menyeringai membuat Biru merasa kesal.
Tuk!’
Biru langsung memukul kepala Langit dengan kardus Popcron hingga membuat Langit terkekeh, “Kalau kamu mau bilang aja, nanti aku ajarin kaya gitu.” Bisik Langit yang semakin membuat Biru merasa kesal.
Setelah hampir dua jam, kini keduanya keluar dan memilih untuk pergi ke toilet terlebih dulu. Di dalam toilet, Biru sedikit terkejut saat dirinya mencuci wajah, dirinya kembali mimisan. Ia tidak panik, melihat ada bilik yang kosong, ia segera masuk dan duduk di atas closed.
Biru mencoba menenangkan diri nya, menarik tisu sebanyak mungkin dan mengadakan kepala nya ke atas agar darah dari hidung nya segera berhenti.
Setelah hampir setengah jam lama nya, Biru segera keluar dan mencari keberadaan Langit. Namun, hal pertama yang ia lihat saat keluar dari toilet ialah, ia melihat bagaimana wajah Langit yang begitu panik saat menggendong tubuh seorang gadis lain.
“Sisil?” gumam Biru begitu pelan saat melihat wajah gadis yang di gendong Langit.
Tidak ada niat sedikit pun dari Biru untuk menghampiri mereka. Ia memilih untuk segera menghubungi supir nya dan pergi dari mall itu tanpa pamit kepada Langit. Saat hendak keluar dari lift, Biru merasa dada nya semakin terasa sesak., kepala nya kembali terasa pusing, hingga akhirnya dirinya hampir limbung.
“Biru!” seru seorang laki laki yang langsung menahan tubuh Biru.
“Kak Darren,” gumam Biru berusaha menarik nafas nya panjang.
“Kamu gapapa? Dimana mobil kamu?” tanya darren to the point, ia sudah hafal kalau Biru di luar pasti ia akan pergi dengan supir nya. Faris dan Elsa tidak akan pernah membiarkan Biru pergi seorang diri. Terlebih, di dalam mobil pribadi Biru itu sudah tersedia berbagai kebutuhan Biru termasuk tin Oxygen dan beberapa obat yang sengaja di letakkan di sana untuk keadaan darurat.
Darren membantu Biru untuk berjalan dan mengantarkan nya ke dalam mobil. Setelah memastikan bahwa Biru baik baik sajam darren pamit dan kembali meneruskan niat nya untuk bertemu dengan Sheryl.
“Non, gapapa?” tanya supir kepercayaan bunda nya untuk mengantar jemput Biru.
“Gapapa kok Pak, Cuma masih baper aja sama film tadi hehehe.” Jawab Biru berbohong, “Oh iya Pak, tahu gak kenapa bunda sama Ayah gak punya anak lagi? Apakah mereka sengaja? Atau ada kendala lain?”
Bukan tanpa alasan Biru bertanya seperti itu, pak Mahdi adalah orang kepercayaan ayah Faris. Bahkan beliau sudah bekerja dengan papa nya sejak saat papa nya masih kecil. Hingga sudah punya anak seperti ini, jadi Biru yakin bahwa pak Mahdi seperti saksi hidup ayah nya.
Biru hanya penasaran, dan juga ia khawatir bila nanti ia sudah meninggal, bagaimana orang tuanya akan menjalani hidup tanpa anak? Itulah yang Biru pikirkan selama ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Ahmadjahuri
ceritanyaaa kereeen bgt kaaak
2023-11-10
1
Ririe Handay
karena tahu kondisi kamu biru
2023-01-14
0
EndRu
aku jug berpikir begitu.. kenapa ga ada adiknya biru
2023-01-08
0