Paradise Club.
.
.
"Lo kenapa sih Lang, dari siang muka lu nekuk mulu?” tanya Maxim menggelengkan kepala nya, karena hari ini ia merasa bahwa mood Langit benar-benar tidak menentu.
Yah kini Langit cs sedang duduk bersantai di sebuah Club, bukan hal aneh untuk mereka datang ketempat seperti ini karena memang inilah tempat ternyaman bagi mereka.
"Tau nih, seharian BT terus, gara gara si anak baru tadi?" tanya Gerry menebak.
"Diem kalian!” cetus Langit lalu kembali meneguk minuman nya.
"Hahaha rekor nih seorang Langit Gaharu mikirin seorang gadis Hahaha!" kata Maxim seraya bercanda di susul Gerry juga ikut tertawa.
"Gue gak mikirin tu anak ya?" elak Langit dan langsung di balas oleh gelak tawa dari para teman nya.
"Yakin lo?" tanya Gerry menggoda, namun Langit diam, karena memang sebenernya dia tengah memikirkan si anak baru yang sudah lancang memetik bunganya.
"Nah kan langsung jadi begok. Hahaha!”
"Shiittt!” umpat Langit langsung melempar gelas nya,"Brengsek, baru kali ini ada cewek yang berani ganggu ketenangan gue!”
"Udah lah santai aja, sekarang mending kita minum aja lagi!" kata Maxim seraya menyodorkan gelas baru kepada Langit.
Mereka bertiga selalu menghabiskan malam di tempat itu, Dan selalu pulang dalam keadaan mabuk, sehingga mereka selalu jadi langganan telat masuk sekolah, tapi siapa yang berani melarang seorang Langit Gaharu?
Pagi hari di kediaman Langit, Danu selaku ayah Langit sejak tadi terus memanggil bibi untuk menanyakan keadaan putra nya, "Mbok, Langit belum bangun?" tanya Danu pada seorang pelayan di rumahnya.
"Belum tuan," jawab Pelayan itu sedikit menundukkan kepala nya.
"Mabuk lagi dia?"
"Emmm anu tuan, emm." Bibi terlihat harus menjawab bagaimana, ia takut bila ayah dan anak itu akan bertengkar lagi, namun ia juga tidak bisa berbohong.
"Sudahlah mbok, saya sudah tau jawabannya. Tolong bangunin dia mbok." Ucap Danu seolah mengerti tentang diam nya Bibi.
"Baik tuan, saya permisi." Mbok Lastri adalah seorang pelayan yang paling sepuh di rumah itu, dia yang sudah merawat Langit sejak masih bayi. Maka dari tiu ialah yang paling tahu dan mengenal sosok Langit di banding kedua orang tua nya.
Tok tok tok.
"Den, den Langit , bangun den, sudah siang. Den Langit gak sekolah?” Mbok Lastri terus mengetok pintu kamar Langit , hingga tak lama pintu kamar itu terbuka dan menampakan sosok Langit yang masih terlihat acak acakkan.
"Hoaamm, ada apa mbok?" tanya Langit sambil menguap dan meregangkan otot otot nya.
"Itu den udah siang, aden gak sekolah?"
"Jam berapa emang mbok?"
"Jam 7 kurang 10 den, Bapak juga sudah menunggu dibawah."
"Hemm tumben tu orang belum berangkat."
"Bapak nungguin den Langit ."
"Ciihh,"
"Den—“
"Dahlah mbok Langit mau mandi dulu, bilang sama dia gak usah nungguin."
Braakkk.
Langit menutup pintu dengan keras hingga membuat Mbok Lastri terlonjak kaget.
"Astagfirullah al adzim den Langit kenapa bisa berubah jauh begini." gumam Mbok Lastri sedih.
Bukan hal baru yang mbok Lastri temui seperti sekarang ini. Antara Langit dan ayah nya memang tidak pernah akur, keduanya tinggal satu atap, namun bisa di hitung dengan jari berapa kali mereka bertemu atau bahkan mengobrol. Karena Langit yang selalu menghindar dan Danu yang juga sibuk dengan pekerjaan nya, membuat komunikasi antara keduanya semakin renggang dan berantakan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Boa Hancock
eh ku kira langit anak nya awan
2024-05-11
0
Enik Della
la pantas saja kayak gitu kurang perhatian ternyata
2023-02-15
3
Indonesian ❤️😁
emak langit kemana, pasti karna emaknya gak ad ne makanya hub nya ga harmonis sm bapak nya
2023-01-22
0