Bab 12

“Biruuu!” seru Rina dan Sasa begitu heboh saat melihat kedatangan Biru kembali di kelas nya.

Biru hanya tersenyum, lalu ia segera menghampiri kedua sahabat nya di bangku nya. Ia lega dan bahagia akhirnya bisa kembali ke sekolah setelah libur panjang nya. Bukan libur sekolah melainkan meliburkan diri dari sekolah karena harus berobat.

Untuk para guru, ayah Faris sudah memberitahukan hal ini, namun para teman teman Biru tidak ada yang tahu. Mereka hanya tahu bahwa Biru izin sekolah karena harus pergi ke luar kota.

“Iihh kangen banget sumpah!” Rina dan Sasa langsung menghambur memeluk Biru saat gadis itu sudah berhadapan.

“Hihihi baru seminggu,” kata Biru terkekeh, “Ah iya, ini oleh oleh untuk kalian.” Imbuh nya memberikan dua bingkisan kepada dua sahabat nya.

Biru sengaja meminta tolong kepada ayah nya agar membelikan nya hadiah atau oleh oleh khas dari salah satu kota yang ia jadikan alasan izin, agar seolah memang benar adanya dirinya habis pergi ke luar kota.

“Woahhh makasih Biru, padahal kami gak berharap oleh oleh loh, tapi kalau udah di beliin gini. Daripada mubasir ya sudah kami terima.” Ucap Sasa tertawa.

Seperti biasa,jam pelajaran di mulai dan di jalani dengan tenang. Beberapa hari tidak masuk sekolah, rupanya membuat Biru lumayan ketinggalan banyak pelajaran. Walau pun selama di rumah sakit, ia selalu mencicil mengerjakan PR namun ternyata ia sudah jauh auh tertinggal. Sejak tadi, dirinya hanya fokus pada buku dan pulpen nya, sesekali matanya menatap ke arah depan dimana bu Yasmin tengah menjelaskan mata pelajaran saat ini.

Tanpa ia sadari, sejak tadi cowok yang duduk di bangku sebelah nya terus memerhatikan nya dengan tatapan yang suit di mengerti. Sebenarnya Biru menyadari itu, namun ia memilih untuk berpura pura tidak tahu. Hingga beberapa saat, dirinya mulai jengah dan risih hingga akhirnya ia memberanikan diri menatap balik pada sosok itu.

“Kenapa? Kangen ya sama aku, karena seminggu gak ketemu?” tanya Biru begitu lembut dan tersenyum, membuat Langit spontan menganggukkan kepala.

Sontak hal itu memuat Biru maupun Langit sendiri terkejut. Namun dengan cepat langit segera memalingkan wajah nya dan kembali ber-ekspresi datar.

“Jangan GR, gue ngantuk!” cetus Langit lalu ia kembali merebahkan kepala nya dan memunggungi Biru.

Sementara itu, Biru hanya mampu terdiam dan menghela napas nya sedikit berat. Pikiran nya mulai bekerja tak tentu, namun ia berusaha menepis agar pikiran itu tida terus berlarut.

Saat jam istirahat, Biru hendak menyusul Rina dan juga Sasa, namun tiba tiba, tangan nya di tarik oleh Langit dan ia di bawa ke sebuah taman yang sempat ia datangi beberapa bulan yang lalu.

“Ngapain kamu ngajak aku kesini? Mau marahin aku lagi?” tanya Biru sedikit memanyunkan bibir nya kesal.

“Kemana lo sampai bolos seminggu lebih? Bukan nya lo murid teladan, ngapain bolos selama itu?” tanya Langit to the point namun ekspresi wajah nya tetap datar.

“Aku? Ke rumah nenek ku. Dia sakit, makanya aku sama orang tua ku ke sana.” 

‘Nenek, maafiin Biru. Semoga nenek tidak marah dan bahagia di sana,’ gumam Biru dalam hati.  Sedikit menyesal karena menggunakan nenek nya yang sudah meninggal untuk ia jadikan alasan, namun ia juga tidak mungkin untuk jujur. Ia takut, bila sampai Langit tahu kemana dia, cowok itu kaan lebih sering menindas nya karena tahu kelemahan nya. 

Terpopuler

Comments

Nami chan

Nami chan

kek jadi bege 🤣

2024-05-04

0

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

ini gurunya cuma 1 kah??? kok selalu cuma pelajaran bu. Yasmin aja zg diceritain disini

2024-01-31

1

Ita rahmawati

Ita rahmawati

y ampun biru² kmu kok pake ngasih oleh² pdahal dri RS 😭😭

2023-02-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!