Bab 9

🍁🍁🍁

Semenjak kehadiran mu disini, mampu mengubah semua pandanganku hanya kepadamu,🍁🍁🍁

.

.

.

.

.

Biru  sedang berjalan menuju kelasnya, Meskipun lapangan sedang ramai dengan adanya pertandingan basket namun Biru  lebih memilih berdiam diri di kelas sambil membaca, Namun karena panggilan alam membuatnya harus menunda kegiatan nya itu. Saat dirinya  tengah berjalan dengan bersenandung kecil tiba tiba dia bertabrakan dengan seseorang.

Bruugg!

"Auuwwhhh!” pekik Biru saat dirinya terjatuh dan berciuman dengan lantai.

"Sorry, gue gak sengaja!” sesal seorang cowok yang tadi menabrak Biru  dengan mengulurkan tangannya untuk membantu Biru .

"Ah iya gapapa kok, shhh!”  ringis Biru  karena ******* nya terasa lumayan sakit.

"Gue Nathan, sekali lagi sorry gue beneran gak sengaja," ucap cowok itu lagi sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Ya, dialah Nathan, anak dari SMA Garuda, yang sedang bertanding dengan Langit.

"Biru , iya gapapa lagian mungkin aku juga yang salah,” kata  Biru  sambil menjabat tangan Nathan dan tersenyum.

"Lo sekolah disini ?" tanya Nathan dibalas anggukan oleh Biru . "Kelas berapa?”

"Sebelas.”

"Kok tahun kemaren gue gak lihat lo yah, lo murid pindahan?"

"Iya, aku baru masuk disini."

Nathan tampak mengangguk anggukan kepalanya."Hemm boleh kita temenan ?" Untuk sesaat, Biru  mendongakkan kepalanya melihat wajah Nathan yang memang terlihat tulus ingin mengajaknya berteman, Biru  pun tersenyum dan  mengangguk, "Boleh minta nomor wa lo ?" katanya lagi.

Mereka bertukaran nomor WA setelah itu Biru  pamit untuk kembali ke kelas, sedangkan Nathan tersenyum senang karena bertemu dengan bidadari. Tanpa mereka sadari ada tiga pasang mata yang menyimak obrolan mereka, siapa lagi kalau bukan Langit  cs.

"Woaahh gak nyangka gue pesona si anak baru hebat juga!” gumam Maxim sedikit berdecak.

"Yoi, tapi wajar sih dia cakep begitu,” saut Gerry yang juga sedikit kecewa.

"Lemah lembut lagi, gue pun juga suka sama dia,” celetuk  Maxim tanpa sadar membuat kedua  teman nya langsung menoleh ke arahnya.

"Gak usah macem macem, anak kaya dia gak level sama kita!” cetus Langit, sambil berlalu pergi.

"Dihh kenapa tuh anak?” gumam Maxim mengerutkan dahinya saat melihat perubahan sikap Langit yang tiba tiba. Gerry hanya mengedikan bahunya lalu segera pergi menyusul Langit.

"Anjiirr gue di tinggal lagi!” pekik  Maxim lalu segera berlari mengejar dua temanya.

****

"Minggir!” ucap Langit  dingin kepada Biru  dan kedua temanya yang sedang mengobrol di bangku Biru  dan Langit .

"Langit  biasa aja dong jangan galak galak!” cetus  Sasa menggerutu.

"Apa urusan lo hah!” Bentak Langit langsung menatap tajam pada Sasa.

"Udah Sa, biarin aja, kita ngalah aja,” kata Biru yang malas dengan perdebatan.

"Iya, yang merasa waras mending ngalah,” cetus Rina melirik sinis pada Langit. Dulu, memang Rina dan Sasa sangat mengidolakan sosok Langit yang terlihat keren dan cool. Namun, sejak saat Langit terus menindas dan kasar kepada Biru, membuat Rina dan Sasa menjadi jengah dan membenci Langit.

"Apa maksud lo hah!” seru Langit tak terima dan langsung menatap tajam ke arah Biru ,

"Kan kamu yang minta kita pindah, ya udah kita mau pindah,”  Jawab Biru  santai  kemudian berlalu, tapi dengan cepat, Langit segera menahan tangan itu agar Biru tidak pergi.

"Langit  lepasin, sakitt,” desis Biru yang lagi lagi memanyunkan bibir nya, hingga membuat Langit kembali terdiam menatap wajah Biru. Namun hanya sesaat, setelah kesadaran nya datang, ia pun kembali bersikap kasar kembali pada Biru.

"Lo gak boleh pergi, dan kalian berdua silahkan pergi,” usir  Langit  dingin kepada Sasa dan Rina.

"Langit  bisa gak, gak usah kasar dan nge bentak, kan bisa ngomong baik baik." Ucap Biru kurang suka dengan nada suara Langit, karena itu akan membuat jantung nya semakin lemah. 

Langit  tak mengindahkan ucapan Biru  dia mengambil buku dari dalam tasnya lalu melemparnya ke meja Biru, "Lo kerjain PR gue.”

"Lah, kenapa mesti aku Lang ?"

"Lo berani ngelawan gue ?"

"Eng—enggak, bukan gitu Lang tapi—“

"Gak ada Tapi tapian, atau lo mau selama lo sekolah disini hidup lo gak akan tenang,” cetus Langit  seraya menelengkupkan wajahnya pada meja, Basket membuatnya lelah dan ingin tidur.

Karena malas berdebat dan tidak berani melwan terutama, mau tak mau Biru’ pun  mengerjakan PR Langit  dengan teliti dan sesekali mengamati wajah tampan Langit  yang sedang tertidur di samping nya.

"Kamu ganteng kalau lagi diem Lang, tapi kenapa kamu harus selalu kasar sih," gumam Biru  dalam hati.

Wajah Langit saat tertidur, terlihat begitu teduh dan menenangkan, sangat berbeda seratus delapan puluh derajat dari saat terjaga.

"Udah puas mandangin wajah gue?" tanya Langit  dengan mata yang masih terpejam membuat Biru  kelabakan. "Jangan terlalu natap gue nanti lo jatuh cinta sama gue,” imbuh nya dengan seringai licik di wajah nya.

Terpopuler

Comments

Halimah

Halimah

Ga kebalik tuh??? bukan y lo yg udah jatuh cinta sm biru Lang

2023-09-08

2

Ita rahmawati

Ita rahmawati

si langit gitu amat,nti juga kmu yg jd gila fegara ditinggal dia 😏😏

2023-02-06

0

Indonesian ❤️😁

Indonesian ❤️😁

ye malah mutar balik fakta padahal lu yg udah naksir sama biru.

2023-01-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!