🍁🍁🍁
Semenjak kehadiran mu disini, mampu mengubah semua pandanganku hanya kepadamu,🍁🍁🍁
.
.
.
.
.
Biru sedang berjalan menuju kelasnya, Meskipun lapangan sedang ramai dengan adanya pertandingan basket namun Biru lebih memilih berdiam diri di kelas sambil membaca, Namun karena panggilan alam membuatnya harus menunda kegiatan nya itu. Saat dirinya tengah berjalan dengan bersenandung kecil tiba tiba dia bertabrakan dengan seseorang.
Bruugg!
"Auuwwhhh!” pekik Biru saat dirinya terjatuh dan berciuman dengan lantai.
"Sorry, gue gak sengaja!” sesal seorang cowok yang tadi menabrak Biru dengan mengulurkan tangannya untuk membantu Biru .
"Ah iya gapapa kok, shhh!” ringis Biru karena ******* nya terasa lumayan sakit.
"Gue Nathan, sekali lagi sorry gue beneran gak sengaja," ucap cowok itu lagi sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Ya, dialah Nathan, anak dari SMA Garuda, yang sedang bertanding dengan Langit.
"Biru , iya gapapa lagian mungkin aku juga yang salah,” kata Biru sambil menjabat tangan Nathan dan tersenyum.
"Lo sekolah disini ?" tanya Nathan dibalas anggukan oleh Biru . "Kelas berapa?”
"Sebelas.”
"Kok tahun kemaren gue gak lihat lo yah, lo murid pindahan?"
"Iya, aku baru masuk disini."
Nathan tampak mengangguk anggukan kepalanya."Hemm boleh kita temenan ?" Untuk sesaat, Biru mendongakkan kepalanya melihat wajah Nathan yang memang terlihat tulus ingin mengajaknya berteman, Biru pun tersenyum dan mengangguk, "Boleh minta nomor wa lo ?" katanya lagi.
Mereka bertukaran nomor WA setelah itu Biru pamit untuk kembali ke kelas, sedangkan Nathan tersenyum senang karena bertemu dengan bidadari. Tanpa mereka sadari ada tiga pasang mata yang menyimak obrolan mereka, siapa lagi kalau bukan Langit cs.
"Woaahh gak nyangka gue pesona si anak baru hebat juga!” gumam Maxim sedikit berdecak.
"Yoi, tapi wajar sih dia cakep begitu,” saut Gerry yang juga sedikit kecewa.
"Lemah lembut lagi, gue pun juga suka sama dia,” celetuk Maxim tanpa sadar membuat kedua teman nya langsung menoleh ke arahnya.
"Gak usah macem macem, anak kaya dia gak level sama kita!” cetus Langit, sambil berlalu pergi.
"Dihh kenapa tuh anak?” gumam Maxim mengerutkan dahinya saat melihat perubahan sikap Langit yang tiba tiba. Gerry hanya mengedikan bahunya lalu segera pergi menyusul Langit.
"Anjiirr gue di tinggal lagi!” pekik Maxim lalu segera berlari mengejar dua temanya.
****
"Minggir!” ucap Langit dingin kepada Biru dan kedua temanya yang sedang mengobrol di bangku Biru dan Langit .
"Langit biasa aja dong jangan galak galak!” cetus Sasa menggerutu.
"Apa urusan lo hah!” Bentak Langit langsung menatap tajam pada Sasa.
"Udah Sa, biarin aja, kita ngalah aja,” kata Biru yang malas dengan perdebatan.
"Iya, yang merasa waras mending ngalah,” cetus Rina melirik sinis pada Langit. Dulu, memang Rina dan Sasa sangat mengidolakan sosok Langit yang terlihat keren dan cool. Namun, sejak saat Langit terus menindas dan kasar kepada Biru, membuat Rina dan Sasa menjadi jengah dan membenci Langit.
"Apa maksud lo hah!” seru Langit tak terima dan langsung menatap tajam ke arah Biru ,
"Kan kamu yang minta kita pindah, ya udah kita mau pindah,” Jawab Biru santai kemudian berlalu, tapi dengan cepat, Langit segera menahan tangan itu agar Biru tidak pergi.
"Langit lepasin, sakitt,” desis Biru yang lagi lagi memanyunkan bibir nya, hingga membuat Langit kembali terdiam menatap wajah Biru. Namun hanya sesaat, setelah kesadaran nya datang, ia pun kembali bersikap kasar kembali pada Biru.
"Lo gak boleh pergi, dan kalian berdua silahkan pergi,” usir Langit dingin kepada Sasa dan Rina.
"Langit bisa gak, gak usah kasar dan nge bentak, kan bisa ngomong baik baik." Ucap Biru kurang suka dengan nada suara Langit, karena itu akan membuat jantung nya semakin lemah.
Langit tak mengindahkan ucapan Biru dia mengambil buku dari dalam tasnya lalu melemparnya ke meja Biru, "Lo kerjain PR gue.”
"Lah, kenapa mesti aku Lang ?"
"Lo berani ngelawan gue ?"
"Eng—enggak, bukan gitu Lang tapi—“
"Gak ada Tapi tapian, atau lo mau selama lo sekolah disini hidup lo gak akan tenang,” cetus Langit seraya menelengkupkan wajahnya pada meja, Basket membuatnya lelah dan ingin tidur.
Karena malas berdebat dan tidak berani melwan terutama, mau tak mau Biru’ pun mengerjakan PR Langit dengan teliti dan sesekali mengamati wajah tampan Langit yang sedang tertidur di samping nya.
"Kamu ganteng kalau lagi diem Lang, tapi kenapa kamu harus selalu kasar sih," gumam Biru dalam hati.
Wajah Langit saat tertidur, terlihat begitu teduh dan menenangkan, sangat berbeda seratus delapan puluh derajat dari saat terjaga.
"Udah puas mandangin wajah gue?" tanya Langit dengan mata yang masih terpejam membuat Biru kelabakan. "Jangan terlalu natap gue nanti lo jatuh cinta sama gue,” imbuh nya dengan seringai licik di wajah nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Halimah
Ga kebalik tuh??? bukan y lo yg udah jatuh cinta sm biru Lang
2023-09-08
2
Ita rahmawati
si langit gitu amat,nti juga kmu yg jd gila fegara ditinggal dia 😏😏
2023-02-06
0
Indonesian ❤️😁
ye malah mutar balik fakta padahal lu yg udah naksir sama biru.
2023-01-22
0