Bab 2

"Minggir!” seru seorang anak laki laki bertubuh tinggi, memiliki wajah yang lumayan tampan namun sedikit acak acak an.  Biru sempat terdiam sebentar, darimana anak itu, mengapa baru datang. Ia berfikir bahwa dirinya yang masuk paling akhir tapi ternyata ia salah. Ada yang lebih telat darinya bahkan bu Yasmin seolah tidak menegur sama sekali.

"Gue bilang minggir! Kuping lo masih berfungsi kan!” sentak nya saat Biru hanya terdiam tanpa mendengarkan ucapan nya, hingga membuat semua yang ada di sana sedikit terkejut begitu pun dengan bu Yasmin.

"Aku sudah duduk disini, kalau kamu mau itu kan masih kosong, kenapa aku harus minggir? Aku sudah di pinggir loh,” jawab Biru sedikit cemberut tak mengerti, dirinya sudah duduk di pinggir dekat jendela, namun masih di suruh minggir, apakah cowok itu mau dirinya terjun ke jendela, pikir Biru. 

"Lo berani sama gue!” Tiba tiba, cowok itu langsung menunduk mendekatkan wajahnya ke wajah Biru yang terlihat sedikit pucat.

"Terserah apa katamu, yang jelas kalau mau duduk,  silahkan duduk. Kasian bu guru sudah mau mengajar, jadi keganggu gara gara kamu!” ucap Biru sambil melanjutkan kembali kegiatan mengeluarkan bukunya, membuat seisi kelas melongo tak percaya karena berani menantang, seorang penguasa di sekolah ini.

Namun, hal tak terduga lagi lagi membuat seisi kelas lebih menatap tak percaya, ketika dimana cowok itu tidak menjawab lagi dan langsung duduk begitu saja dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan.

“Sumpah demi apa, yang gue lihat itu si Langit?”

“Gila, gue juga gak percaya.”

“Ssstt!” 

Biru mendengar bisik bisik antar teman teman di kelas nya, ia sedikit melirik ke samping dimana cowok yang tadi sempat berdebat dengan nya bukan belajar malah menelusupkan kepala nya di meja menatap ke arah nya, namun dengan mata terpejam.

‘Ini orang mau sekolah apa mau tidur!’ gumam Biru dalam hati, namun ia berusaha tidak perduli. Selain dirinya tidak kenal, namun juga menurut nya itu tidak penting, karena niat nya sekolah hanya ingin belajar dan memiliki pengalaman hidup sebelum kepergian nya.

Setelah hampir dua jam mengikuti pelajaran, tanpa terasa kini jam istirahat pertama sudah tiba. Biru meregangkan tangan nya ke atas, menghilangkan pegal di badan nya sambil melirik ke arah luar jendela. Di sana, ia bisa melihat ada beberapa anak anak yang bermain basket dan beberapa yang berlalu lalang.

"Huuhh akhirnya selesai juga!” gumam nya  sambil tersenyum senang karena berfikir harinya berjalan dengan lancar. "Eh, kamu mau ke kantin ?" tanya Biru yang melihat cowok yang duduk di sebelah nya mulai beranjak. 

“Bukan urusan lo!” jawab nya dengan nada ketus.

"Hemm, aku kan cuma bertanya.  Jadi gini, aku kan baru disini—“

“Gue gak nanya!” potong nya dengan cepat sebelum Biru menyelesaikan ucapan nya.

“Aku cuma mau ngasih tau!” jawab Biru sedikit kesal, namun ia berusaha untuk tidak terpancing emosi, “Begini, aku belum tau letak kantin dimana, kalau kamu mau ke kantin aku boleh ikut? Gitu maksud aku.”

Cukup lama Biru menunggu jawaban dari cowok tersebut, hingga tiba "Oh, lo mau ke kantin ?" tanya nya dan di balas anggukan oleh Biru dengan cepat. " Lo keluar kelas trus ke kanan, lurus terus nanti ada dua arah lo ambil yang kiri lalu belok lagi ke kiri sampe disitu." jelasnya panjang lebar dengan senyum menyeringai.

"Ohh, baiklah, makasih yah!” kata lega karena ternyata cowok itu masih baik dan mau memberikan nya arahan, ternyata wajah jutek itu tidak sepenuh nya galak, “Nama ku Biru,” imbuh nya sambil mengulurkan tangan, ia berharap bisa berteman dengan teman sebangku nya. 

"Gak penting!” cetus cowok  itu langsung pergi begitu saja membuat Biru menarik kembali kata katanya.

‘Ternyata dia emang nyebelin!’ gumam Biru dalam hati.

Terpopuler

Comments

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

keknya itu arah toilet dech tu bukan kantin.. kamu dikerjain tuh ma langit 😁😁

2024-01-31

1

Evi Yuliana

Evi Yuliana

waduh kayak kayak nya ada bau bau bawang sih..bikin pedih maya sama bikin dada sesek

2023-02-28

2

Ririe Handay

Ririe Handay

kau menyesatkan Lang...

2023-01-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!