...Bab 19. Hantu Kolam Renang bagian Ketiga....
Saat ini Erick bersama Ari, Luna dan Pak Eko sedang bermain Oija untuk memanggil hantu yang menempati kolam renang dan sesaat Erick dan lain nya merapalkan mantra yang mana jari mereka bergerak sendiri kearah tiga huruf.
H.A.I
Ari, Luna dan Pak Eko mulai merinding saat tangan mereka bergerak dengan sendirinya. Lebih dari itu, Erick melihat sosok Hantu yang mengerakkan tangan mereka dan melihat dirinya begitu pun juga Erick.
Semua terdiam dan Erick yang menyadari itu, dia memulai percakapan.
"Hai, Aku Erick. Pemilik dari apartemen ini. Kamu siapa?"
Sesaat kemudian, tangan mereka pun bergerak lagi.
S.a.r.i
Setelah berkenalan, Luna dan Ari memberanikan diri untuk bertanya yang mana mereka mempertanyakan tentang kehidupan nya.
Dalam cerita nya, Sari hidup sebatang kara dan tinggal di panti asuhan lantaran kedua orang tuanya telah membuang nya. Sari anak yang pintar sehingga mendapatkan beasiswa di setiap sekolah nya. Tidak hanya itu, Sari juga mendapatkan peringkat pertama bahkan pada saat sekolah menengah atas Sari mendapatkan beasiswa di Utopia High School.
Selain sosoknya yang pintar dalam akademik, Sari juga sangat menyukai olahraga renang bahkan setiap hari, dia selalu berenang bersama dengan sahabat nya.
Karena hobinya, Sari pun meminta izin kepada kepala panti untuk tinggal sendiri dan dia pun diizinkan. Lalu, Sari pun mendapat apartemen yang memiliki harga sewa yang murah selain itu memiliki fasilitas kolam renang.
Setelah semua cerita itu, Luna menanyakan sesuatu yang sensitif.
"Jika kami boleh tahu? Apa penyebab kematian mu?"
Pertanyaan itu tidak dijawab oleh Sari bahkan Erick sendiri tidak melihat gerakan nya yang ingin menjawab. Sari hanya menundukkan kepalanya dan kedua tangan nya bergetar.
Melihat itu, Erick merasakan ada nya bahaya yang akan dilakukan nya. Maka dari itu, Erick meminta maaf.
"Sari, kami meminta maaf jika pertanyaan terlalu sensitif."
Luna yang mendengar itu, dia sontak melihat Erick dan menyadari kesalahannya. "Gawat!" gumam pelan. Lalu, dia melihat arah pandang yang dilihat Erick. "Maaf, Sari."
Meski Erick dan Luna sesudah meminta maaf namun, Sari tidak merespon bahkan dia bergumam sesuatu.
"Bunuh, Bunuh, Bunuh .... Hayati." Lalu, Sari melihat Erick dengan sosoknya yang tidak memiliki bola mata dan dia berteriak kearah Erick. "AAAA .... " Dalam teriak nya yang sangat keras membuat Erick, Luna, Ari dan Pak Eko terpental serta papan Oija yang melayang jatuh.
Selain terpental, Ari yang dekat dengan kolam membuat nya tercebur dan tidak hanya itu, Ari yang seharusnya bisa berenang menjadi tidak bisa berenang lantaran ada beberapa tangan hitam membusuk yang tidak bisa dilihat oleh Ari meraih tubuhnya dan memaksanya untuk masuk kedalam kolam.
Erick yang melihat itu, dia sontak bangun dari jatuhnya dan berlari kearah Ari seraya berseru, "Ren!"
Sesaat kemudian, katana Ren terbang kearah Ren dan saat sudah dekat, Erick mengambil nya.
Setelah itu, Erick menceburkan diri ke dalam kolam dan menebas tangan di sekitar Ari lalu, Erick pun meraih Ari dan membawanya ke tepi kolam setelah itu keluar dari sana.
Saat Ari sudah ditepi, Erick sontak memeriksa nya dengan menepuk pelan pipinya, "Ari, kamu tidak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja, Mas Erick," jawab Ari.
Tidak lama Luna juga berdiri dan melihat sekitar nya. "Erick, apakah hantu itu masih ada disini?"
Sesaat Erick pun teringat sesuatu dari perkataan Sari.
"Bu Hayati! dia dalam bahaya!" ucap panik Erick lalu, dia pun bergegas pergi meninggalkan kolam renang.
Lalu, Erick pun berlari dengan kencang menuju unit 603 melalui tangga darurat dan setibanya didepan unit pintu terkunci. Mengetahui itu, Erick pun mengedor pintu.
"Bu Hayati! Anda baik-baik saja?!" seru Erick seraya mengedor pintu dengan keras.
Meski begitu, Bu Hayati tidak kunjung menjawab. Erick yang khawatir, dia pun terpaksa harus mendobrak nya.
"Maaf, Bu Hayati!"
Seusai mengatakan itu, Erick mundur beberapa langkah dan menebas gagang pintu setelah itu, Erick menendang nya dan pintu pun terbuka.
Melihat itu, Erick sontak berlari kedalam dan langkah nya terhenti saat melihat Bu Hayati sedang di cekik melayang oleh satu tangan dari Hantu Sari.
Bu Hayati yang menyadari kehadiran Erick, dia pun meminta tolong dengan isyarat. Lalu, Erick mencoba menyakinkan Sari.
"Sari, aku mohon lepaskan, Bu Hayati! Jika kamu memiliki dendam, biar aku bantu tapi, tolong, lepaskan!"
Bu Hayati yang mendengar itu, dia pun tersadar bahwa sosok yang mengangkat dan mencekiknya dari teman dekatnya yang telah meninggal.
"Sari, maafkan aku ..." ucap berat Bu Hayati yang kesulitan untuk bicara lantaran cekikan dari Sari dan Bu Hayati pun bisa melihat Sari yang sebelumnya, dia tidak bisa. Lalu, Bu Hayati pun menutup matanya. "Bunuh lah, aku!" ucap pasrah Bu Hayati.
Disisi lain, tangan Sari pun bergetar dan tidak selang lama dia pun menitihkan air mata darah pada kedua matanya dan melepaskan cekikannya hingga Bu Hayati terjatuh dan terduduk lemas.
Melihat itu, Erick sontak menghampiri Bu Hayati.
"Bu Hayati, Anda baik-baik saja?"
Bu Hayati terdiam dan mengangguk kepalanya. Sesaat kemudian, Sari mengucapkan sesuatu.
"Erick, janji adalah janji!"
Mendengar itu, Erick sontak menoleh kebelakang dan melihat Sari.
"Iya, aku berjanji."
Setelah itu, Sari pun melompat ke jendela dengan menghancurkan nya lalu, kembali kedalam kolam.
Melihat itu, Erick pun bernafas lega. Lalu, Erick dan Hayati saling bertukar pandang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
John Singgih
arwah penasaran yang dendam dengan Bu hayati
2022-07-13
0
Kaylha✌️✌️
mantap thor....
lanjutkan
2022-04-24
1
Wawan Yulianto
next
2022-04-24
1