...Bab 06. Operasi Kakek dan Pindahan rumah...
Banyak Teori yang mengatakan bahwa saat manusia meninggal dunia maka, manusia itu tidak membawa harta kekayaan. Memang itulah kebenaran nya. Meski begitu, ada beberapa arwah menjadi penasaran lantaran harta kekayaan tersebut.
Ada Arwah penasaran yang miskin, dia tidak ingin pergi ke Nirwana lantaran melihat keluarga nya yang miskin dan menderita serta dililit hutang sehingga Arwah itu tidak tenang dan ingin terus disisi keluarga nya.
Ada pun Arwah penasaran yang berasal dari orang kaya. Hidup nya selalu berlimpah kekayaan dan kekuasaan. Namun, saat dirinya meninggal dunia. Seluruh anak dan cucunya saling merebutkan harta warisan sehingga dia menjadi penasaran lantaran perselisihan nya tersebut.
Harta kekayaan seperti pedang bermata dua. Dia bisa memakmurkan penggunanya namun, bisa juga menghancurkan hidup pengguna nya. Semua pilihan tergantung pada penggunaan nya itu sendiri.
Dan, itu pelajaran kecil didalam buku catatan Nenek Wu yang dibaca Erick saat perjalanan nya ke rumah sakit dengan menggunakan kendaraan umum lantaran dana yang diurus oleh Miranda belum cair.
Beberapa hari kemudian, Erick dan Miranda mengadakan pertemuan lagi yang mana dana sudah ditransfer kan ke rekening BICA milik Erick sendiri dan kartu Black Gold telah aktif.
Selain itu, Miranda juga sudah perpindahan nama pemilik yang membuat Erick resmi menjadi pemilik Millenium Tower.
Sesudah itu, Miranda dan firma nya sudah mengurus perpajakan yang tertunda yang mana pajak yang harus dibayarkan Millenium Tower sebesar 10 milliar rupiah per tahun nya Lalu, Millenium Tower yang sudah menunggak 10 tahun maka, Erick harus membayar 100 milliar rupiah.
Mendengar itu, Erick berdegup kencang lantaran baru kali ini. Dia mengurus uang yang sangat besar.
Setelah pengurusan selesai, Erick pergi ke rumah sakit dan membayar semua biaya operasi dan biaya rumah sakit yang mana Erick menghabiskan 200 juta untuk itu semua.
Lalu, Erick pun tidak mempermasalahkan nya. Sesudah pembayaran, keesokan harinya sang kakek pun di operasi yang mana Erick menunggu di depan pintu ruang operasi.
Erick pada saat operasi itu terus memanjatkan doa untuk keberhasilan operasi kakek nya dan dalam benaknya, Erick sangat tidak ingin bertemu dengan Kakeknya dalam bentuk tubuh astral. Jika dirinya bertemu dengan Sang Kakek, hal itu menandakan bahwa kakeknya sudah meninggal dunia.
Setelah beberapa lama, tim dokter pun keluar yang masih mengenakan seragam Operasi.
Erick yang melihat itu, dia sontak beranjak diri dan mempertanyakan operasi nya kepada dokter.
"Bagaimana keadaan Kakek saya, dok?"
Dokter itu pun tersenyum dan memegang bahu kanan Erick. "Kamu patut berbangga, kakek mu orang yang hebat. Operasi berhasil dan dia sudah melewati masa kritis nya."
Mendengar itu, Erick sontak tersenyum senang dan menundukkan kepalanya serta bersalaman dengan dokter.
"Terimakasih, dok."
Dokter itu pun tersenyum seraya menepuk pelan punggung Erick. Sesudah itu, dokter meninggalkan Erick dan Kakek nya pun dirawat di ruang VIP.
Lalu, Erick pun menemani nya di ruang rawat dengan memegang tangan kakek nya. "Terimakasih, kakek masih mau menemani ku. Cepat lah sadar kakek! aku sudah menjadi orang kaya. Aku akan membelikan segala sesuatu keinginan kakek, sepeda listrik, kursi pijat dan kita bisa makan makanan enak terus. Jadi, cepatlah sadar kakek!"
Saat Erick mengatakan itu, sang kakek pun mengerakkan kecil jarinya yang Erick tidak ketahui.
Keesokan harinya, Erick pun memutuskan untuk pindah ke Millenium Tower. Erick yang memiliki sedikit barang dan perabotan, dia mengunakan fitur penyimpanan saja untuk pindah rumah kecilnya.
Beberapa tetangga ada yang merasa berat akan pindah nya rumah Erick dan Kakek nya lantaran sikap ramah dan suka menolong dari Erick dan kakek nya. Meski begitu, Erick tetap harus pindah lantaran tanggungjawab nya sebagai pemilik dan general manager dari Millenium Tower.
Di Millenium Tower sendiri, Erick menempati lantai 27 dengan nomor kamar 2708 dengan tipe apartemen Loft yang mana apartemen ini memiliki dua kamar tidur.
Dalam pengetahuan Erick, di Millenium Tower memiliki beberapa jenis tipe apartemen diantaranya.
Tipe yang terkecil yaitu tipe Apartemen Studio.
Apartemen studio ini merupakan unit hampir mirip seperti kamar kost, apartemen ini hanya memiliki 1 ruangan yang difungsikan untuk berbagai keperluan. Mulai dari kamar tidur, dapur, ruang tv, ruang tamu, ruang maka, hingga tambahan ruang untuk kamar mandi.
Selanjutnya, jenis apartemen convertible.
Apartemen ini hampir sama dengan apartemen studio, letak perbedaannya pada luas ruangannya. Untuk apartemen convertible ini memiliki ruangan yang lebih luas dari apartemen studio. Sehingga memungkinkan untuk menambahkan beberapa partisi sebagai sekat antar ruang.
Yang ketiga, jenis Apartemen Alcove.
Jenis apartemen ini juga tidak berbeda jauh dengan apartemen studio. Ukuran dari apartemen alcove ini sedikit lebih besar ketimbang apartemen studio. Selain itu apartemen jenis ini juga memiliki bentuk letter L sehingga kamar tidur dapat diletakkan pada belokan tersebut. Jadi ruangan kamar tidur akan terpisah dengan ruangan yang lainnya.
Yang keempat, jenis Apartemen Loft.
Jenis apartemen ini memiliki Ciri khas yang mana apartemen ini dapat dilihat dari tinggi plafon atau langit-langit ruangan yang tinggi, sehingga biasanya akan terdapat tambahan ruangan diantara lantai dengan plafon yang disebut mezzanine.
Mezzanine ini umumnya digunakan sebagai tempat tidur, bahkan untuk wardrobe maupun walk in closet. Kemudian pada bagian bawahnya difungsikan sebagai ruangan lain. Misalnya saja untuk ruang tamu, ruang belajar, dapur, ruang makan, dan yang lainnya.
Yang kelima, Apartemen Garden.
Apartemen garden merupakan sebuah apartemen yang memiliki taman atau ruang hijau terbuka. Biasanya taman tersebut bersifat privat dan hanya bisa diakses oleh pemilik unit apartemen tersebut. Pemakaian istilah apartemen garden ini juga bisa diterapkan pada gedung apartemen yang memiliki taman dengan halaman yang luas.
Dan yang terluas ialah Apartemen Penthouse.
Apartemen yang satu ini merupakan jenis apartemen yang memiliki ruangan yang paling luas dari jenis apartemen lainnya. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih, salah satunya adalah terdapat lift pribadi di dalamnya. Keindahan pemandangan yang terlihat dari unit ini membuatnya nampak semakin eksklusif dan mewah.
Lalu, untuk kamarnya beraneka ragam setiap jenis nya ada yang berkamar tidur satu, dua ataupun tiga. Akan tetapi berbeda dari tipe Penthouse yang mana jenis Apartemen itu memiliki 5 kamar atau lebih.
Itulah pemahaman jenis Apartemen di Millenium Tower yang Erick dapatkan.
Setibanya di kamar 2708, Erick disungguhi dengan pemandangan kamar yang sangat kosong dengan warna cat dinding yang sudah pudar namun, dikamar itu tidak ada bekas perabotan satu pun.
Melihat itu, Erick terpikir sesuatu. Lalu, dia pun mengambil ponsel dan memanggil sistem.
"Aosi!"
Aosi adalah nama sistem yang diberikan oleh Erick beberapa hari yang lalu dan layar pun berubah menjadi hitam dengan tulisan putih dari Aosi.
Kling!
[Tuan, apa yang bisa saya bantu?]
"Aosi, apakah kamu bisa mengatur interion apartemen?"
Kling!
[Apartemen yang dihuni oleh makhluk selain manusia. Saya bisa merubah total namun, jika apartemen dihuni manusia. Saya hanya bisa mengatur cat dinding dan lantai. Mohon Maafkan!]
"Jadi, begitu. Aku mengerti. Baiklah, Aosi tolong daur ulang apartemen lalu, perbaiki dinding dan lantai!"
Kling!
[Dimengerti!]
Tidak lama kemudian, kamar apartemen milik Erick berubah menjadi abu-abu tanpa cat dinding dan lantai keramik yang mana menghabiskan 50 poin.
Setelah itu, layar udara muncul dari pantulan proyeksi ponsel Erick yang mana disana terdapat beberapa pilihan warna dan jenis cat dinding serta keramik yang mana layar pilihan itu seperti game life simulasi.
Lalu, Erick pun memilih dan mendesain dinding serta lantai kamarnya yang mana pengaturan itu menghabiskan 120 poin.
Dalam pengaturan itu menghabiskan 170 poin. Lalu dengan ini Erick memiliki sisa 1.300 poin.
Melihat kamarnya yang sudah selesai di benahi, Erick bertolak pinggang dan melihat sekitar nya.
"Aosi! kamu memang sistem yang luar biasa. Terimakasih," ucap Erick.
Tidak lama kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintu.
Tok! Tok! Tok!
Mendengar itu, Erick pun sontak menghampiri pintu dan membukanya. Yang mana dari balik pintu, Erick melihat Bu Miranda, Doni dan seorang pria yang berpakaian biasa.
"Siang, Erick. Bagaimana pindahan rumah mu? lancar?" tanya Miranda.
Erick pun tersenyum dan mengangguk kepalanya, "Iya, Bu. Lancar," jawab Erick.
"Syukurlah jika begitu dan perkenalkan," Miranda memperkenalkan pria yang berpakaian biasa. "Dia Eko, tukang serba bisa disini dan penjaga apartemen ini."
Eko yang terlihat pria dewasa, Erick pun memanggil nya pak, "Salam kenal, Pak. Aku Erick Santoso. Pemilik baru apartemen ini," ucap Erick seraya memberikan tangan nya.
"Saya Eko. Salam kenal juga!" jawab Eko seraya menerima tangan Erick dan mereka pun berjabat tangan. Lalu, Eko pun menyambung perkataan nya. "Mas Erick, Jika anda pemilik apartemen ini. Mengapa anda memilih kamar ini? Dan, apakah kamu tahu tentang apartemen ini?"
"Iya, Saya tahu apartemen ini. Saya seorang Indigo atau memiliki kemampuan Supranatural yang mana Nenek Wu telah mewariskan Apartemen ini kepada saya dan kamar ini atas rekomendasi dari Pak Yadi, petugas keamanan di apartemen ini," ucap Erick.
Saat Erick berkata seperti itu, Pak Eko sontak melihat Miranda dan kembali melihat Erick.
"Apakah maksud Mas Erick? Pak Yadi itu sosok orang yang berkulit sawo matang dan berbadan kecil?"
"Iya dan di mana dia? Seharian ini aku belum melihat nya?" tanya Erick.
"Maaf, Mas Erick. Pak Yadi yang anda maksudkan telah meninggal dunia tiga tahun yang lalu dan dia meninggal tepat di kamar yang Mas Erick huni ini karena penyakit jantung," jawab Pak Eko.
Mendengar itu, Erick sontak mengerutkan keningnya dan dia merasakan hawa keberadaan di belakang nya. Erick pun sontak menoleh ke belakang dan melihat ke sudut atap kamar yang mana Erick melihat Pak Yadi dengan merayap menghadap Erick dan tersenyum lebar.
Erick yang melihat itu, dia juga tersenyum.
"Dia ternyata ada disini," jawab Erick.
Pak Eko, Doni dan Miranda saling bertukar pandang dan bingung ketakutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
John Singgih
Oalah ternyata pak Yadi ternyata hantu
2022-07-13
3
Priadiputra
Mirip cerita Hotel Del Luna sih tapi sayang pemilik nya udh pergi dulu bedanya kalau Hotel Del Luna Mengkasih cinta untung seorang perempuan dan mendamaikan nya
2022-05-09
1
DEWA HAREM >_<
agak horor njirt...hahahh
2022-04-28
2