...Bab 09. Warisan ayah bagian ketiga (Case close)...
Erick saat ini masih berada di rumah Pak Yadi yang mana kondisi rumah itu sangat berantakan lantaran perabotan yang sudah pecah belah yang disebabkan oleh para preman yang datang menagih hutang.
Setelah kejadian itu diselesaikan oleh Erick dengan membayar semua hutang Ari. Para preman itu pun pergi dan Ari kembali duduk di hadapan Erick.
"Maaf atas ketidaknyamanan anda dan uang yang anda berikan kepada rentenir, saya akan membayar nya," ucap Ari yang memulai pembicaraan.
Erick tersenyum dan menggeleng kepala nya. "Tidak perlu di pikiran kan. Uang itu adalah bagian dari uang warisan ayahmu dan masih banyak sisanya."
Mendengar ucapan Erick, Ari terkejut mendengar nya. "Apa? Warisan? apakah Pak Erick bercanda?"
Erick tersenyum. "Aku tidak bercanda. Ayahmu memang memiliki tabungan dari dedikasinya bekerja di Millenium Tower selama bertahun-tahun."
"Eh? ini sungguhan ..."
Erick menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum.
Tidak lama kemudian, seorang anak laki-laki yang lebih muda dari nya masuk ke rumah dan dia bingung seraya melihat sekeliling nya yang sudah berantakan.
"Kakak, apa yang terjadi?"
Selain itu, Pak Yadi juga bergumam. "Lasso, kamu juga sudah besar."
Ari yang melihat adiknya itu sontak memberikan senyuman kepadanya. "Tadi, ada preman rentenir datang menagih namun, bapak ini telah menolong kakak dan menyelamatkan kakak serta membayar semua hutang."
Mendengar itu, Lasso tersenyum dan ikut perbincangan. "Terimakasih, bapak."
"Jangan panggil bapak! Aku masih 22 tahun," jawab Erick yang tersenyum lebar.
"Iya, Mas," jawab serentak Ari dan Lasso.
"Dan, bolehkah aku tahu bagaimana kehidupan kalian selama ini?"
Lalu, Ari pun menceritakan kehidupan nya selama ini setelah Ayahnya meninggal dunia yang mana tiga tahun yang lalu, Ari masih sekolah menengah atas harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya beserta adiknya harus ditinggal oleh Ayahnya untuk selamanya.
Pak Yadi merupakan sosok ayah yang pekerja keras meski dia hanya berprofesi sebagai petugas keamanan merangkap tukang serba guna, dia mampu membiayai sekolah kedua putranya sedangkan ibu mereka sudah meninggal dunia saat Ari berusia 12 tahun dan Lasso berusia 9 tahun lantaran penyakit jantung.
Sejak saat itu, pak Yadi bekerja banting tulang seorang diri sehingga pak Yadi sendiri harus mengutang kepada sanak saudara bahkan ke rentenir.
Meski begitu, Pak Yadi sangat menyayangi kedua putranya sampai suatu ketika nasib berkata lain yang mana Pak Yadi yang mendapat pekerjaan proyek harus mengalami kecelakaan dengan jatuh dari ketinggian dan meninggal dunia.
Hal itu membuat pilu untuk Ari dan Lasso bahkan ditengah acara pemakaman nya para rentenir datang menagih hutang. Setelah kejadian itu, Ari pun mengambil tanggung jawab untuk membayarnya dengan berhenti sekolah dan memutuskan untuk bekerja. Hal itu dilakukannya demi membayar hutang dan membiayai sekolah adiknya.
Lagi-lagi cerita itu membuat Pak Yadi menangis dan Erick melihat nya dengan senyuman. Tanpa disadari Erick, Ari melihat sikap Erick tersebut.
"Maaf, mas Erick. Apakah ayah ada disini?" tanya Ari.
Mendengar itu, Erick mengembalikan pandangan kearah Ari dan Lasso. "Iya, ayahmu ada disini," jawab Erick seraya tersenyum dan mengangguk kepalanya.
Meskipun, Ari dan Lasso tidak memiliki mata batin. Namun, pandangan mereka teralih pada sisi kanan Erick yang mana terlihat tidak ada seorang pun disana.
"Kenapa ayah meninggal kan kami?!" ucap Lasso.
"Ayah, apakah kamu tenang disana?" sambung Ari.
Pak Yadi pun tersenyum dan menjawab nya. "Maafkan, ayah. Ayah baik-baik saja disini."
Suasana harus pun dirasakan oleh Erick dan dia pun mengalihkan pembicaraan agar tidak sendu.
"Iya, ayah kalian sangat senang dan terharu. Lebih dari itu, ada sisa titipan warisan untuk kalian," ucap Erick seraya mengambil sebuah kantong plastik dari tasnya lalu, memberikan kantong itu kepada Ari.
Setelah itu Ari pun menerima dan memeriksanya yang mana dia terkejut melihat beberapa tumpukan uang didalamnya.
"Ini?!"
"Semua nya 300 juta. Meski, tidak begitu besar tapi itulah sisa gaji yang belum terbayar untuk ayah mu beserta bonus nya," jawab Erick.
Ari yang mendengar itu sontak tersenyum kecil, "Meski warisan ayah milliar namun, itu tidak akan menggantinya."
Lasso yang mendengar itu, dia pun menitihkan air mata. "Aku sangat merindukan ayah."
Mendengar itu, Ari sontak memeluk nya dan melihat itu juga Pak Yadi tersenyum senang.
Dan, penyesalan Pak Yadi pun diselesaikan.
Setelah itu, Erick dan Pak Yadi kembali ke apartemen yang mana Malaikat Maut sudah menunggu kehadiran mereka didepan pintu masuk apartemen.
"Seperti sudah waktunya untuk kita berpisah," ucap Pak Yadi.
"Iya, aku harap bapak tidak ada penyesalan lagi."
Pak Yadi menggelengkan kepalanya. "Semua sudah usai. Terimakasih, Tuan Millenium Tower , Erick Santoso."
"Sama-sama," jawab Erick dengan senyuman lebar.
Lalu, Pak Yadi pun turun dari mobil yang mana dia sudah berganti baju dalam sekejap mata bersama Erick disampingnya menghampiri sang malaikat maut yang mengenakan jas hitam, sepatu hitam dan sarung tangan hitam.
"Yadi Semba. Apakah anda sudah siap untuk pergi?" tanya malaikat maut.
"Iya, saya sudah siap," jawab Pak Yadi.
"Mari ikut saya!" ucap malaikat maut.
Sesaat kemudian muncul pintu emas didekat mereka dan Malaikat Maut mengarah Pak Yadi untuk pergi kedalam pintu. Sebelum Pak Yadi pergi ke pintu, dia menghadap kearah Erick.
"Sekali lagi, terimakasih dan aku titip kan kedua putra ku."
"Iya, bapak tidak perlu khawatir."
Sesudah ucapan perpisahan itu, Pak Yadi pun memeluk Erick dan Erick pun menerima nya setelah itu, Pak Yadi membalikan badannya dan masuk kedalam pintu bersama sang malaikat maut dengan wajah nya tersenyum senang.
Setelah Pak Yadi masuk kedalam pintu, dalam sekejap pintu emas itu pun menghilang dan pemberitahuan pun muncul dari Aosi.
Kling!
[Selamat! Anda telah mendapatkan 1.000 poin.]
Melihat itu, Erick tersenyum. "Syukurlah, aku bisa membantu." Seusai berkata seperti itu, Erick melangkah masuk kedalam apartemen nya.
"Siapa lagi ya yang bisa aku bantu?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
John Singgih
wah nama penyanyi Ari Lasso dipecah menjadi nama dua orang sama author....
2022-07-13
4
Mini Titan
waduh thor, pemilihan namanya kurang baik.
kalo ditambah kata t@i dibelakang nya kan jadi kata kasar.
2022-05-08
0
Ahmadi Buron
lanjut tor
2022-04-19
1