...Bab 13. Hantu wanita merah bagian Keempat....
Orang bijak mengatakan bahwa kasih ibu sepanjang masa hanya memberi tidak berharap kembali. Bagaikan surya yang menyinari dunia.
Dan, perkataan itulah yang membuat Erick menyadari perkataan itu meski, Julia sudah menjadi arwah pendendam namun, dia masih menyayangi putrinya.
Lebih daripada itu, Erick baru pertama kali melihat sosok wajah manusia dari hantu wanita merah. Sosok hantu wanita merah itu merupakan sosok wanita yang sangat cantik memiliki postur tubuh yang tinggi serta wajah nya mirip dengan Luna. Seorang gadis yang ada dihadapan Erick.
Setelah berkenalan, Erick mengajak nya untuk pergi ke unit sementara nya, 1002. Setibanya disana, Luna melihat sekitar unit yang mana unit itu tidak memiliki banyak perabotan dan dia pun bingung akan hal itu.
"Tunggu, aku pikir kamu orang kaya sampai-sampai membayar ruang rawat ku dengan kelas VIP?!" ucap heran Luna.
"Iya, bisa bilang aku ini orang kaya bisa juga tidak. Meski begitu, aku lah pemilik dari apartemen Millenium Tower ini," ucap Erick.
"Cihh ... sombongnya," ucap Luna seraya tawa kecil.
Melihat tawa dari Luna, Erick juga tertawa kecil. Tidak lama, Luna pun melanjutkan perkataannya.
"By the way, Terimakasih ya sudah menolong ku," ucap Luna.
"Janganlah berterimakasih kepadaku! Berterima kasihlah kepada Ibumu," jawab Erick.
Mendengar itu, Luna sontak mengerutkan keningnya. "Ibuku? Jadi, kamu mengenal ibuku?!"
"Meski tidak kenal langsung. Ibumu dahulu pernah tinggal di salah satu unit apartemen Millenium Tower ini," jawab Erick.
"Benarkah?"
Erick menganggukkan kepalanya, "Iya, dia menempati unit 1106."
"Apakah kamu tahu, dimana ibuku sekarang?" tanya Luna dengan penuh semangat.
Mendengar pertanyaan itu, Erick melihat kesamping yang mana ada Julia disana yang sedang tersenyum dan menitihkan air mata nya.
Saat Erick melihat nya, Julia pun menyadari tatapan Erick itu dan dia mengerti akan tatapan itu maka dari itu, Julia mengangguk kepalanya dan Erick memahami nya. Sebenarnya, Erick tidak tega memberitahu ibunya namun, Julia memberikan keputusan nya maka dari itu, Erick pun mengatakan nya.
"Mohon maaf, Luna. Dia sudah meninggal dunia."
Mendengar itu Luna membuka kedua matanya dengan lebar lantaran dia terkejut mendengar ucapan Erick tersebut.
"Oh, begitu ya," ucap Luna menundukkan kepalanya.
"Aku turut berdukacita," ucap Erick.
Sesaat kemudian, Luna mengusap air mata setelah itu melihat kearah Erick. "Erick, bisakah kamu mengantarkan aku ke kamar ibuku?"
"Tentu," jawab Erick.
Setelah itu, Erick dan Luna beranjak dari duduknya lalu, pergi ke unit 1106 dan setibanya disana, Luna dan Erick hanya melihat ruangan kosong.
"Jadi, disini kah? gumam Luna seraya melihat sekeliling dan berjalan pelan.
Ditengah Luna berkeliling, Erick melihat Julia yang sedang menunjuk kearah brangkas yang telah diambil olehnya.
Erick yang melihat itu, dia pun menyadari maksud dari Julia tersebut. Lalu, Erick pun menghampiri Luna.
"Luna?!" sapa Erick.
Mendengar itu, Luna pun menghentikan langkahnya dan menghadap Erick. "Iya."
"Sebenarnya, Ibu telah meninggal warisan di brangkas unit ini. Aku harap kamu mau menerima nya ..." ucap Erick.
Mendengar itu, Luna pun bingung. "Tunggu! warisan katamu?!"
Erick mengangguk kepalanya, "Iya dan tunggu sebentar disini!"
Luna pun mengangguk kepalanya dan Erick keluar dari ruangan. Lalu, saat di koridor. Erick mengambil berkas tabungan dan uang tunai milik Julia dari fitur penyimpanan nya.
Setelah itu kembali menemui Luna.
"Luna, ini semua barang ibumu yang tersimpan di ruangan ini."
Luna pun menerima barang itu seraya memiringkan kepalanya dengan tatapan heran.
"Tunggu! Dimana kamu menyimpan nya? Bagaimana bisa begitu cepat?"
Erick tersenyum lebar dan mengelak nya. "Kebetulan, aku menyimpan nya tidak jauh dari sini."
Luna tertawa kecil mendengar ucapan Erick itu begitu pun juga Erick. Sesudah itu, Luna membuka buku tabungan deposito yang sudah kusam dan terlihat dalam disana dana beku 1 juta US Dollar. Melihat itu, Luna pun terkejut "Wow, 1 juta dollar. Apa yang sebenarnya ibu ku lakukan bisa mendapatkan uang sebanyak ini?!"
"Apapun sumber dana itu, tidak baik mempertanyakan nya karena semua dana itu pasti untuk anak-anak meski, ibu harus berkorban," jawab Erick.
Luna pun terdiam sesaat seraya melihat dan memegang tabungan itu dengan mengunakan kedua tangan nya. Lalu, tidak lama air mata jatuh ke buku tabungan itu. "Meski begitu, apapun alasannya. Kenapa dia meninggal kan ku di panti asuhan?"
Erick yang mendengar itu, dia hanya terdiam seraya melihat Luna dan Julia yang sedang menangis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
John Singgih
warisan dari mendiang ibu luna
2022-07-13
1
Kaylha✌️✌️
mantap thor.....
lanjutkan
2022-04-20
1
Wawan Yulianto
next
2022-04-20
1