...Bab 14. Hantu wanita merah bagian kelima (Case Closed)...
Saat ini Erick bersama dengan Luna berada di unit 1106 dan Erick memberikan berkas dan harta yang ditinggal oleh Julia kepada Luna yang membuatnya menangis.
Sesaat kemudian, sebuah panggilan masuk berbunyi dan saat melihat dilayar, panggilan itu berasal dari Miranda yang mana Miranda memberitahu bahwa besok Miranda akan mempertemukan dirinya dengan seorang jaksa yang akan berani mengusut kasus Julia.
"Aku mengerti sampai bertemu besok dan ..." Erick melihat kearah Luna, "Ada sesuatu lagi yang ingin ku bicara kan. Ini perihal warisan putri nya."
"Baiklah, kita bahas semua nya, besok!" jawab Miranda.
"Iya," jawab Erick.
Setelah percakapan itu, Erick pun menutup teleponnya dan Erick melihat kearah Luna yang sedang terus menatap dirinya. "Siapa kamu sebenarnya?"
"Bukan siapa-siapa," jawab santai Erick.
Lalu, keesokan harinya. Erick pergi bersama Luna dengan mengunakan taksi online dan lagi-lagi membuat Luna sedikit kesal.
"Benar deh, aku heran sama kamu. Orang kaya, kenapa belum membeli mobil?!"
Erick tersenyum dan memiringkan sedikit kepalanya, "Aku belum ada waktu untuk itu, hehe ..."
"Seperti nya kamu membutuhkan seseorang untuk mengatur kebutuhan dan keuangan mu ya seperti sekertaris pribadi," ucap Luna.
"Entah lah, aku belum memikirkan nya," jawab Erick.
"Dasar," jawab Luna dengan senyuman kecil.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di firma nya Miranda yang mana kehadiran Erick sudah ditunggu dan Doni sendiri sudah menunggu nya lalu, dia sontak menghampiri Erick.
"Erick, cepatlah! tamu sudah menunggu!" seru Doni.
Mendengar itu, Erick melihat kearah Luna.
"Luna, tunggu disini!" seru Erick.
Luna pun tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Iya."
Setelah itu, Erick ditemani oleh Doni masuk ke ruangan yang mana sudah ada beberapa orang disana. Pria tampan, berjas dengan parfum yang menyelimuti ruangan dan dia mengenakan pin ke kejaksaan. Pria itu pun bersikap ramah dengan senyuman dan anggukan kepala kepada Erick.
Selain itu juga Erick melihat Bu Miranda yang mana juga sudah ada Julia disana.
Melihat itu, Erick menghela nafas panjang. "Aku harap semua nya baik-baik saja."
Lalu, Bu Miranda yang melihat Erick. Dia sontak berdiri begitu pun pria berjas.
"Oh, Erick. Kamu sudah datang dan perkenalkan dia Jaksa agung Rizal Chandrawinata."
"Salam kenal!" sambung Jaksa Rizal dengan memberikan tangan nya kepada Erick.
Erick pun tersenyum dan menerima tangan tersebut. "Iya, salam kenal juga Aku Erick Santoso dan aku sering melihat anda di televisi."
"Sudah jangan dibahas. Itu memang pekerjaan dari wartawan," jawab Rizal.
Erick dan Rizal pun saling bertukar senyum.
"Baik, karena waktu kita pendek. Mari kita mulai rapat nya!"
"Iya," jawab Erick dan dia pun beranjak duduk di kursi sofa yang kosong.
Dan, rapat pun dimulai yang mana Bu Miranda menjelaskan bahwa Jaksa Agung Rizal akan menindaklanjuti perkara yang ada di flashdisk milik Julia tersebut.
Mendengar itu, Erick sontak senang dan dia pun menunjukkan data dalam flashdisk tersebut. Melihat itu semua data disana, Rizal tersenyum senang.
"Data yang menarik! Pasti bapak Presiden Jowy akan senang melihat reformasi ini."
Mendengar itu, Erick melihat respon dari Julia dan dia juga melihat Erick seraya menganggukkan kepalanya. Maka dari itu, Erick mengambil keputusan.
"Baik, Aku serahkan data ini kepada bapak!" jawab Erick.
"Jika boleh tahu, data ini milik siapa? Dan, apa untungnya bagimu?" tanya Rizal dengan tatapan tajam.
"Data ini milik dari Julia, mantan kekasih pejabat korup yang dibunuh karena memegang data ini dan aku tidak mengharapkan apapun hanya ingin arwah Julia bisa pergi ke Nirwana dengan damai dan kebenaran bisa terungkap."
Rizal yang mendengar itu, dia tersenyum kecil. "Sungguh naif. Tapi, keren seperti sahabat-sahabat ku," jawab Rizal.
Setelah pembicaraan itu, Erick pun menyerahkan flashdisk itu kepada Rizal. Lalu, beberapa hari kemudian. Dunia politik dan Hukum di New Indonesia Dihebohkan oleh Jaksa Agung Rizal yang telah mengungkapkan kasus pencucian uang oleh beberapa pejabat senior selain itu, Rizal juga mengungkapkan pembunuhan yang didalangi oleh salah satu pejabat korup di apartemen Millenium Tower.
Hal ini diketahui oleh Erick Santoso pemilik dari Apartemen Millenium Tower yang mana dia telah menemukan jasad dari Julia di dalam tembok parkiran Basemen Apartemen.
Itulah penayangan televisi yang dilihat oleh Erick yang mana Julia juga ada disampingnya.
"Terimakasih, Tuan Erick. Anda telah membantu saya," ucap Julia.
"Sama-sama, Bu Julia juga bagian dari penghuni disini. Sudah kewajiban Aku untuk membantu."
"Satu hal lagi, Tuan. Saya titipkan Luna," pinta Julia.
"Iya, anda tenang saja."
Erick dan Julia saling bertukar senyum.
Selain penayangan di televisi, Erick juga mendapatkan kebenaran dari Julia dimasa hidup nya yang mana Erick mengetahui bahwa Julia dahulu merupakan seorang model dan Artis meski begitu, dunia selebritis sangatlah ketat dalam persaingan nya terutama dalam bidang sponsor. Maka dari itu, Julia mau tidak mau harus menjadi pelayan malam pejabat korup dan pejabat itu membiayai semua kebutuhan nya sampai suatu ketika Pejabat korup itu menaruh data penting di apartemen Julia.
Sampai suatu ketika, Julia mengetahui bahwa diri nya hamil namun, pejabat korup itu tidak ingin bertanggung jawab. Maka dari itu, Julia memutuskan untuk melarikan diri dengan membawa flashdisk dan semua uang di brangkas milik pejabat korup. Lalu, Julia bersembunyi di Apartemen Millenium Tower.
Setahun pun berlalu yang mana Luna pun lahir namun, Julia tahu jika dia merawat Luna dengan membawa flashdisk itu maka nyawa putrinya akan terancam maka dari itu, Julia memutuskan untuk membawa dan menaruhnya di panti asuhan tanpa sepengetahuan siapapun.
Dan, tepat seperti yang Julia perkirakan. Beberapa bulan kemudian, Pejabat Korup mengetahui lokasi Julia dan perdebatan besar pun terjadi hingga Pejabat Korup lepas kontrol lalu, dia mengambil pisau dapur dan menusukkan Julia berkali-kali hingga Julia pun tewas. Setelah itu, Pejabat Korup meminta tolong tim pembersih yang mana tim itu menaruh jasad Julia di tembok basemen dengan di tutupi oleh semen tembok.
Itulah yang membuat Julia menjadi Arwah Pendendam.
Tidak lama kemudian, suara ketukan pintu terdengar dan saat Erick membuka nya terlihat dibalik pintu dua Pria Malaikat Maut.
"Hei, Erick. Kami ingin menjemput Julia," ucap salah satu Malaikat Maut.
Erick pun tersenyum dan mempersilahkan untuk masuk.
Lalu, saat masuk Erick melihat Julia yang sudah mengenakan gaun hitam.
"Saya siap untuk diadili!" ucap tegas Julia.
Tanpa banyak bahasa, kedua Malaikat Maut itu membawa Julia pergi dan disaat bersamaan, penayangan televisi memberitakan pejabat korup yang membunuh Julia telah meninggal dunia malam hari yang disebabkan beban mental dan membuat nya bunuh diri.
Erick yang mendengar itu, dia mengerutkan keningnya dan mengembalikan pandangan kearah Julia yang mana dia tersenyum sangat lebar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
John Singgih
akhir dari kasus hantu julia
2022-07-13
1
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
the best Lo Thor nama gw ada Mulu wkwkwk walaupun hanya nama tapi aku tetap bahagia eaaaaa asek slur
2022-05-27
0
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
emang sekretaris bisa ngatur kebutuhan dan keuangan y Thor?hehehe mungkin jadi kekasih gelap wkwkwkwk dah biasa lah ni di negeri surga yg kayu aja ditanem jadi tanaman .Ayo kita teriakan tolak istri satu,kalau dua boleh juga eh boro boro istri dua ,istri aja gk punya ckckck kasihan
2022-05-27
0